Kamis, 26 Oktober 2023 – Hari Biasa Pekan XXIX

Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung Bandar Lampung Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Lukas 12:49

Aku datang untuk membawa api ke dunia, dan betapa Kuinginkan api itu menyala.

PENGANTAR:

Agama tanpa tantangan, tentangan, dan kesulitan, bukanlah agama Yesus Kristus. Ketenangan dan kepuasan berarti padamnya semangat juang kita. Yesus mengalami ditentang sampai saat terakhir, para murid bahkan meninggalkan Dia. Namun, Ia tetap patuh setia kepada Bapa-Nya sampai akhir.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami, sumber cinta dan belas kasih, Engkau telah menyalakan api di dunia, yaitu Yesus, api cinta kasih-Mu. Kami mohon, semoga cinta dan belas kasih-Nya melepaskan kami dari segala dosa. Sebab Dialah ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 6:19-23

“Sekarang kalian telah dimerdekakan dari dosa dan telah menjadi hamba Allah.”

Saudara-saudara, mengingat kelemahanmu, aku berbicara secara manusia. Sebagaimana kalian dahulu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kalian kepada kedurhakaan, demikianlah sekarang kalian harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kalian kepada pengudusan. Sebab waktu kalian menjadi hamba dosa, kalian bebas dari kebenaran. Dan buah apakah yang kalian petik dari padanya? Semuanya menyebabkan kalian sekarang merasa malu, karena kesudahannya ialah kematian. Tetapi, sekarang kalian telah dimerdekakan dari dosa, dan menjadi hamba Allah. Maka kalian memperoleh buah yang membawa kalian kepada pengudusan, dan akhirnya hidup yang kekal. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 1:1-2.3.4.6

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.

  1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.

  2. Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

  3. Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S :(Flp 3:8-9) Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, supaya aku memperoleh Kristus dan berada dalam Dia.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 12:49-53

“Aku datang bukannya membawa damai, melainkan pertentangan.”

Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku datang melemparkan api ke bumi, dan betapa Kudambakan agar api itu selalu menyala! Aku harus menerima baptisan dan betapa susah hati-Ku sebelum hal itu berlangsung! Kalian sangka Aku datang membawa damai ke bumi? Bukan! Bukan damai, melainkan pertentangan! Karena mulai sekarang akan ada pertentangan antara lima orang dalam satu rumah. Tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, bapa melawan putranya, dan putra melawan bapanya, ibu melawan putrinya, dan putri melawan ibunya, ibu mertua melawan menantu, dan menantu melawan ibu mertuanya.”
Demikianlah Injil Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Romo Thomas Suratno, SCJ dari komunitas SCJ  Teluk Betung – Bandar Lampung Indonesia dalam Renungan Singkat-dehonian edisi hari ini: Kamis – 26 Oktober 2023, Hari biasa dalam pekan biasa XXIX. 

Warta Injil hari ini agak sedikit keras dan mengerikan. Kita berharap bahwa Yesus datang ke dunia untuk membawa damai namun ternyata kedatangan-Nya itu akan membawa pertentangan. Bukan damai dan keselamatan yang Yesus bawa tapi seluruh misi dan hidup-Nya adalah warta keselamatan. Bahkan Ia rela mati untuk mengangkat kematian itu dalam kerangka keselamatan itu. Cukup keras dan mungkin membuat ada keraguan untuk sebagian orang yang mendengar firman Yesus ini.

Dimanapun dan kapanpun, kebaikan dan kebenaran selalu akan mendapat perlawanan dari yang tidak baik dan tidak benar. Pemimpin yang berjuang untuk kebaikan, kebenaran, dan keadilan pasti akan mendapat banyak perlawanan sengit dari orang-orang yang merasa dirugikan. Akan selalu ada usaha seribu satu cara untuk menyingkirkan mereka yang berjuang untuk kebaikan dan kebenaran. Hari-hari ini menjelang pilpres dan pileg kita rasakan bagaimana seringkali kebaikan dianggap kejahatan karena merugikan, fitnah sering berseliweran, negative champagne dimunculkan hanya demi kemenangan kandidat masing-masing kubu. Ya… itulah realitas yang kita hadapi bersama.

Lalu bagaimana dengan Yesus dan para pengikutnya? Sangat jelas bahwa selalu saja ada kekuatan-kekuatan yang menentang mereka. Bahkan keselamatan yang Yesus bawa juga mendapat perlawanan yang luar biasa, bahkan sampai harus ada kematian di salib. Maka dalam konteks itu kita bisa mengerti mengapa Yesus sampai mengatakan bahwa Ia membawa pertentangan. Dalam arti itu, siapapun yang siap menjadi murid Kristus, berarti harus siap ditentang dan dilawan oleh siapapun, bahkan oleh orang-orang terdekat.

Jika hidup ini adalah pilihan, memilih menjadi murid Kristus berarti juga selain sebuah panggilan, merupakan sebuah pilihan. Pilihan itu selalu mengandung konsekuensi. Menjadi murid Kristus juga penuh dengan konsekuensi, bahkan konsekuensi yang tidak ringan. Seperti Yesus yang siap disalib, dalam konteks kita saat ini kita juga harus siap untuk disalib – walau tidak disalib seperti Yesus – namun salib dalam bentuk-bentuk yang modern. Pertanyaan bagi kita adalah apakah kita siap untuk ditentang oleh orang-orang terdekat karena kita sebagai murid Kristus?

Salah satu penderitaan besar adalah apabila kita ditolak oleh orang-orang terdekat. Penolakan oleh orang terdekat itu sering kali mengubah hati kita untuk menuruti apa yang mereka harapkan. Sebagai orang Kristiani, siapkah kita mendapat penolakan-penolakan? Tidak dihormati dan tidak dihargai bahkan disingkirkan, dan dianggap sampah?

Dalam seluruh hidup kita, ujian selalu datang kapan saja. Kesetiaan dan ketekunan menjadi penentu kualitas keberimanan kita masing-masing. Dalam situasi krisis itulah kita akan melihat dengan jujur bagaimana kualitas keimanan. Satu hal penting bisa kita ingat adalah jika kita setia sampai pada kesudahannya, Tuhan menjamin kebahagiaan kekal bersama-Nya.

DOA:

Ya Tuhan, bantulah aku agar aku berani dan siap menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan dalam beriman. Semoga karena iman aku tidak takut untuk bertahan. Kuatkan dan teguhkan hatiku Tuhan, agar aku tetap mampu memberikan kesaksian yang benar sebagai seorang Kristiani. Amin.

Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami, sumber pembaruan, jadikanlah kami kiranya manusia baru berkat roti dan anggur ini, berkat Yesus Tuhan kami, cahaya hidup kami, yang ….

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 1:1.2

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, tetapi kesukaannya ialah hukum Tuhan dan siang malam merenungkannya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami maha pengasih, jadikanlah kiranya umat rukun bersatu padu berkat Roh Kudus. Sembuhkanlah dunia dengan cinta kasih yang membawakan kekuatan baru. Demi Kristus. Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Firmus dega Oktober 26, 2023 at 10:00 am

    Makasih Romo

    Reply
  • Bernadeta Ita Wulandari Oktober 27, 2023 at 10:21 am

    Sangat membantu dalam merenungkan SabdaNya
    Terima kasih Mo..

    Reply

Leave a Comment