Rabu, 08 November 2023- Hari Biasa Pekan XXXI

 

Rm. Vincen Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Florida USA

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 112:1.4

Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, Ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.

PENGANTAR:

Satu-satunya hutangmu tetaplah cinta kasih di antara sesama’ demikianlah tulis Paulus kepada jemaat di Roma. Hutang itu takkan dapat kita lunasi. Kita tak dapat menjadi murid Kristus, jika tidak dapat melepaskan diri dari diri kita dan milik kita. Kerap kali kita mengadakan kompromi tetapi pengikut Kristus yang sejati dituntut untuk memilih dengan sadar dan tanggung jawab dan mengikuti Dia secara total.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami maha pengasih, perkenankanlah kami mengikuti Putra-Mu dan mematuhi perintah-perintah-Nya. Janganlah kami sampai berhutang kepada sesama selain berhutang cinta kasih. Demi Yesus Kristus, ….

AUDIO RESI: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 13:8-10

“Kasih itu kegenapan hukum.”

Saudara-saudara, janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 112:1-2.4-5.9

Ref. Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman.

  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.

  2. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil. Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.

  3. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (1Ptr 4:14) Berbahagialah kalian, bila dinista karena nama Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 14:25-33

“Yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Pada suatu ketika orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Johanes Juliwan Maslim SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Jumpa lagi para pendengar resi dehonian bersama saya Pastor Vincent Suparman, SCJ, dari Komunitas SCJ Florida Amerika Sarikat,  dalam Edisi  8 Novemaber 2023.

Mengikuti Jesus bukannya tanpa biaya dan Jesus tidak menyembunyikan fakta bahwa menjadi murid tidaklah mudah. Mengikuti Jesus bearti menerima-Nya sebagai Tuhan dan Penyelamat.  Kita tidak mempercayai ilah-ilah lain dalam kehidupan kita.  Kita mengikuti Jesus secara aktif dalam situasi apapun dalam peziarahan hidup kita.

Dalam bacaan Injil di atas disebutkan sekurang-kurangnya  tiga hal yang perlu kita lakukan agar kita bisa menjadi murid-Nya. Kesatu, kita perlu “membenci” keluarga dan kehidupan kita sendiri. Ini berarti kita harus menjadikan Jesus sebagai prioritas kita dan setiap perkara harus diselesaikan dengan melibatkan Tuhan. Kita mencintai keluarga dan teman-teman kita, namun jika mereka menyuruh kita meninggalkan iman kita kepada Jesus, kita tidak boleh mendengarkan mereka. Sebaliknya, kita berdoa untuk mereka agar pada waktunya, mereka akan mengerti dan bahkan menjadi sesama umat Kristiani.

Kedua, kita harus bangga memikul salib kita sendiri jika kita ingin mengikuti Jesus. Artinya mati terhadap diri kita sendiri, terhadap ego kita, terhadap kebiasaan, dan tingkah laku kita yang lama agar kita dapat hidup baru bersama-Nya.

Ketiga, kita diminta meninggalkan harta milik kita untuk menjadi murid. Seringkali, pengabdian kita pada bisnis atau profesi memberi kita lebih sedikit waktu untuk pertumbuhan rohani. Demikian pula kekayaan materi kita dapat menjadi sumber dosa karena kita terlalu terikat padanya. Kita harus menggunakan harta kita untuk memuliakan Tuhan dan melayanai sesame,  dan bukan untuk membawa kita ke dalam kutukan.

Singkatnya, Jesus memberi tahu kita bahwa kita tidak boleh membiarkan siapa pun termasuk anggota keluarga dan bahkan teman menghalangi kita untuk mengikut Jesus. Kita juga tidak boleh membiarkan apapun termasuk harta benda menghalangi kita untuk menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya. Untuk menjadi murid sejati, kita harus menjadikan Jesus sebagai prioritas utama kita, nomor satu. Semua hal lain menjadi sekundair.

Jesus menuntut standard  hidup yang tinggi bagi para pengikut-Nya. Bacaan Injil di atas menunjukkan kepada kita bahwa Ia tidak menginginkan adanya pesaing untuk mendapatkan perhatian-Nya. Ia  ingin para pengikut-Nya memberikan fokus total, komitmen penuh, dan kesetiaan tak terbagi kepada-Nya.

Penggunaan kata “benci” mungkin terlalu kuat tetapi itu berarti bahwa keluarga pun tidak boleh menghalangi pengikut Jesus. Kita perhatikan dalam Matius 22:36-40 bahwa perintah yang terbesar dan nomor satu adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi. Oleh karena itu, segala sesuatu dalam hidup kita termasuk keluarga dan harta benda hendaknya hanya menjadi nomor dua.

Maka tidak mengherankan jika dalam Lukas 12:51-53, Jesus mengajarkan kita tentang perpecahan dalam keluarga karena pesan-Nya. Juga dalam Matius 19:16-24, Ia memberitahu kita bahwa orang kaya sulit masuk ke dalam Kerajaan Allah. Memang benar, biaya untuk menjadi murid sangat besar. Tidak seorang pun boleh mengikut Jesus tanpa memperhitungkan plus dan minusnya.

Marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri. Adakah sesuatu yang sudah kita tinggalkan karena kita mengikuti Jesus? Atau, adakah sesuatu yang kita akan tinggalkan karena kita ingin setia kepada Jesus?

Jesus menghendaki agar kita meinggalkan harta duniawi.  Artinya, kita tidak boleh lekat pada apa yang kita miliki. Jesus berjanji akan memberikan gantinya apa yang kita telah tinggalkan. Ini sebuah paradox. Jika kita meninggakan segala untuk mengikuti-Nya, maka Ia akan mengembalikannya serratus kali lipat(Matius 19:27). Kita meninggalkan kekayaan duniawi tetapi menurut Santo Paulus, kita menjadi pewaris Kerajaan Allah (Roma 8:17).  Oleh karena itu, janganlah pernah berfikir bahwa mengikuti Jesus adalah kebodohan. Janji tentang kehidupan kekal itulah yang dipenuhi kalau kita percaya. Kehidupan kekal itu jauh lebih baik daripada barang-barang duniawi yang bisa rusak dan hilang kapan saja.

Kelekatan kita pada harta duniawi adalah rintangan besar bagi kita untuk memperdalam relasi kita dengan Allah. Jesus memanggil kita agar kita melekatkan hidup kita pada Jesus, dan bukan pada apa yang kita miliki. Hanya ketika kita bisa menjauhkan diri dari kelekatan pada harta duniwi, maka kita akan semakin dekat dengan Jesus dan mengalami damai yang Ia tawarkan. Amen.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami di surga, kami mohon berilah kami lambang kehidupan dalam roti anggur ini. Ajarilah kami mengikuti jejak Putra-Mu, agar dapat memperoleh kedamaian dengan Dikau dan sesama. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 27:4

Satu hal yang kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati bait-Nya.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami, sumber kedamaian, perkenankanlah kami dengan suka rela bersedia hidup dengan dijiwai Roh Yesus Putra-Mu. Semoga dunia ini Kaubangun menjadi tempat kedamaian bagi semua orang. Demi Kristus ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

4 Comments

  • Bernadeta Ita Wulandari November 8, 2023 at 4:01 am

    Banyak Terimakasih renungannya Mo..

    Reply
  • Firmus dega November 8, 2023 at 7:35 am

    Makasih Romo

    Reply
  • Tanjung Leonard Siregar November 8, 2023 at 11:14 am

    Trimakasih Romo

    Reply
  • Liliana Halim November 8, 2023 at 11:23 am

    Thank you Romo for reminding jejak Jesus Kristus.

    Reply

Leave a Comment