Selasa, 23 Januari 2024 – Hari Biasa Pekan III (Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristen Hari VI)

Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 24:7

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, agar masuklah Raja kemuliaan.

PENGANTAR:

Dengan meriah diiringi sorak-sorai Daud mengarak kembali Tabut Perjanjian ke Yerusalem dengan disaksikan rakyat. Di tengah-tengah orang banyak Yesus menyatakan bahwa siapa pun yang melakukan kehendak Bapa, masuk dalam bilangan keluarga-Nya. Ibunda-Nya dijadikan suri teladan. Maka ia menjadi Bunda kaum beriman.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa sumber keselamatan, Engkau menghendaki Putra-Mu tinggal pada kami, menghendaki Dia menjelma dalam diri Yesus, manusia seperti kami. Semoga Dia menjadi keselamatan kami dan kesanggupan kedamaian kami. Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Samuel 6:12b-15.17-19

“Daud dan segenap orang Israel mengarak tabut perjanjian dengan sorak-sorai.”

Pada waktu itu Daud pergi mengangkut tabut Allah dari rumah Obed-Edom ke kota Daud, dengan sukacita. Setiap kali para pengangkat tabut Tuhan itu maju enam langkah, Daud mengurbankan seekor lembu dan seekor anak lembu tambun. Daud menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia mengenakan baju efod dari kain lenan. Daud dan segenap orang Israel mengangkut tabut Tuhan diiringi sorak-sorai dan bunyi sangkakala. Tabut Tuhan itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, yakni di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu; kemudian Daud mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan di hadapan Tuhan. Setelah Daud selesai mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama Tuhan semesta alam. Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 24:7.8.9.10

Ref. Siapakah itu raja kemuliaan? Tuhanlah raja kemuliaan.

  1. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan! 2.Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan, yang jaya dan perkasa, Tuhan yang perkasa dalam peperangan!

  2. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!

  3. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mat 11:25) Terpujilah Engkau, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 3:31-35

“Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah, dialah saudara-Ku.”

Sekali peristiwa datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus ke tempat Ia sedang mengajar. Mereka berdiri di luar, lalu menyuruh orang memanggil Yesus. Waktu itu ada orang banyak duduk mengelilingi Dia; mereka berkata kepada Yesus, “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?” Yesus memandang orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu, lalu berkata, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sobat Resi terkasih, kalau kita menggambar sebuah pohon keluarga, di sana terdapat keluarga inti (yakni ayah, ibu, dan anak-anak), lalu ada keluarga besar, termasuk mereka yang menjadi kerabat karena ikatan perkawinan. Pastinya dapat diasumsikan bahwa keluarga inti adalah yang paling dekat dan akrab sedangkan keluarga besar ikatannya lebih longgar. Bila hari ini Injil berkisah tentang ibu dan saudara-saudara Yesus, ini hendak melukiskan ikatan kekerabatan yang dekat. Barangkali juga ibu dan saudara-saudara Yesus bangga dengan figur Yesus yang didengarkan dan terpandang pada waktu itu di kalangan masyarakatnya.

Namun, kesempatan ini justru dijadikan untuk pengajaran bagi Yesus. Pengarang Injil hendak menegaskan bahwa melakukan kehendak Allah adalah hal terutama dan tertinggi yang mesti dilakukan oleh manusia. Melakukan kehendak Allah menjadi cara dan jalan bagi kita untuk disebut ‘ibu dan saudara-saudara Yesus.’ Tuhan Yesus datang ke dunia untuk melakukan kehendak Allah Bapa-Nya. Bila kita melakukan kehendak Allah yang sama, maka jelas kita pun layak disebut ‘ibu dan saudara-saudara Yesus’ karena sama-sama melakukan kehendak Allah.

Mari ambil bagian dalam melakukan kehendak Allah itu sehingga kerajaan Hati KudusNya semakin meraja.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami bersama, terimalah kami sebagai putra dan putri-Mu, bila kami menyimpan dalam hati kami sabda Yesus Putra-Mu, bila kami membagi rezeki dengan mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Markus 3:35

Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah dialah saudara-Ku, saudari-Ku dan ibu-Ku.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, kami bersyukur karena Yesus Mesias telah menyebabkan kami disebut putra dan putri-Mu. Semoga kami mendiami dunia ini sebagai bait-Mu dengan damai dan jujur. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

PEKAN DOA UNTUK PERSATUAN UMAT KRISTIANI

18-25 Januari 2024 (Renungan Alkitab dan Doa)

“Kasihilah Tuhan, Allahmu… dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Luk 10:27)

HARI KE 6

Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. (Lukas 10:34)

Tuhan, ubahlah gereja-gereja kami menjadi ‘penginapan’, untuk menyambut mereka yang membutuhkan.

Kejadian 18:4-5 Mazmur 5:11-12

Refleksi

Orang yang jatuh ke tangan perampok dirawat oleh seorang Samaria. Orang Samaria itu melihat melampaui prasangka atau bias. Dia melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan dan membawanya ke penginapan. “Keesokan harinya, ia mengeluarkan dua dinar, memberikannya kepada pengelola penginapan, dan berkata, ‘Rawatlah dia, dan ketika aku kembali, aku akan membayar semua biaya yang kamu keluarkan’ (Lukas 10:35).

Di dalam setiap lingkungan masyarakat, keramahan dan solidaritas sangat penting. Mereka perlu menyambut orang asing, orang dari negara lain, migran, dan orang yang tidak memiliki tempat tinggal. Namun, ketika dihadapkan dengan kegelisahan, kecurigaan, dan kekerasan, kita cenderung ragu terhadap tetangga kita. Keramahan adalah kesaksian penting bagi Injil, terutama dalam konteks pluralisme agama dan budaya. Menyambut ‘yang lain’, dan menerima balasan sambutan, adalah inti dari dialog ekumenis. Umat Kristiani ditantang untuk mengubah gereja-gereja kita

menjadi penginapan di mana tetangga-tetangga kita dapat menemukan Kristus. Keramahan seperti itu adalah tanda cinta yang gereja-gereja kita miliki satu sama lain dan untuk semua.

Ketika kita sebagai pengikut Kristus melampaui tradisi konfesional kita, dan memilih untuk menjalankan keramahan ekumenis, kita berubah dari menjadi orang asing ke menjadi tetangga.

Doa

Bapa maha pengasih, dalam Yesus, Engkau menunjukkan kepada kami makna keramahan, dengan merawat kemanusiaan kita yang rapuh. Bantu kami menjadi sebuah komunitas yang menyambut mereka yang merasa terabaikan dan tersesat, membangun rumah di mana semua dipersilakan masuk kedalamnya. Semoga kami semakin mendekat satu sama lain ketika kami menawarkan dunia kasih-Mu yang tanpa syarat. Ini kami doakan dalam persatuan dengan Roh Kudus. Amin.

3 Comments

  • Herlin Januari 23, 2024 at 7:28 am

    Amin

    Reply
  • Firmus dega Januari 23, 2024 at 7:39 am

    Makasih Romo

    Reply
  • Yufita Barito Januari 23, 2024 at 7:26 pm

    Amin.
    Makasih Romo untuk renungannya.

    Reply

Leave a Comment