Minggu, 04 Februari 2024 – Hari Minggu Biasa V

Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ dari Komunitas SCJ Paroki Tugumulyo Mura Sumsel – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  —  Mzm. 95:6-7⁣

Marilah kita bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita, sebab Dialah Allah kita.⁣ ⁣

PENGANTAR⁣: 

Tidak bisa diingkari bahwa penderitaan melekat dalam hidup kita. Tidak sedikit orang yang hidupnya sungguh dipenuhi dengan beban-beban penderitaan. Penderitaan karena bencana alam, kemiskinan, kelaparan, atau karena tidak mempunyai kesempatan bekerja sehingga hidup dengan tidak layak. Pada masa kini, dengan semakin kuatnya budaya kekerasan dalam berbagai bentuk, penderitaan semakin banyak ditemukan di setiap aspek kehidupan Di manakah kehadiran Gereja, kita semua ini? Mampukah Gereja hadir sebagai teman dalam kegetiran bagi mereka yang sedang dalam penderitaan? Bisakah Gereja menyalurkan berkat yang menguatkan mereka? Inilah kesempatan Gereja mewartakan Injil.⁣ ⁣

DOA PEMBUKA⁣: 

Marilah kita berdoa (hening sejenak): Allah yang penuh belas kasih, Engkau telah mengutus Yesus Kristus, Putra-Mu untuk mewartakan Kabar Gembira kepada dunia. Semoga kami menerima kehadiran-Nya dengan penuh sukacita seraya mengambil bagian mewartakan Injil-Nya. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, sepanjang masa. U Amin.⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ayub 7:1-4.6-7

“Aku dicekam kegelisahan sampai dini hari.”

Di dalam keprihatinannya Ayub berbicara kepada sahabatnya, “Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan? Seperti seorang budak yang merindukan naungan, seperti orang upahan yang menanti-nantikan upahnya, demikianlah aku diberi bulan-bulan yang sia-sia, dan kepadaku ditentukan malam-malam yang penuh kesusahan. Bila aku pergi tidur, maka yang kupikirkan ‘Bilakah aku akan bangun’. Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh kegelisahan sampai dinihari. Hari-hariku berlalu lebih cepat daripada torak, dan berakhir tanpa harapan. Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas. Mataku tidak akan lagi melihat yang baik.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 147:1-2.3-4.5-6

Ref. Tuhan menyembuhkan orang yang patah hati.

  1. Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji Dia. Tuhan membangun Yerusalem, Ia menghimpun orang-orang Israel yang tercerai-berai.

  2. Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang, masing-masing dipanggil dengan menyebut namanya.

  3. Besarlah Tuhan kita dan berlimpahlah kekuatan-Nya, kebijaksanaan-Nya tidak terhingga. Tuhan menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi orang-orang fasik direndahkan-Nya ke tanah.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 9:16-19.22-23

“Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”

Saudara-saudara, memberitakan Injil bukanlah suatu alasan bagiku untuk memegahkan diri. Sebab hal itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil. Andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, maka pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil. Sebab sekalipun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku dapat memenangkan sebanyak mungkin orang. Bagi orang-orang lemah aku menjadi seperti orang lemah supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku menjadi segala-galanya, supaya sedapat mungkin aku memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala-galanya itu aku lakukan demi Injil, agar aku mendapat bagian di dalamnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL:

U :  Alleluya.
S :  Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 1:29-39

“Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit.”

Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit, dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Keesokan harinya, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus. Waktu menemukan Yesus, mereka berkata, “Semua orang mencari Engkau.” Jawab Yesus, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea, memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiudplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar Renungan singkat Dehonian yang terkasih, gembira sekali, saya Rm. G.Dedi Rusdianto SCY, dapat bertemu kembali dengan anda dalam Resi Dehonian, hari ini: Minggu 4 Februari 2024.

Para pengengar Resi Dehonian terkasih, Yesus datang untuk membawa warta Kerajaan Allah dan damai (syaloom). Apa arti syaloom, yakni kedamaian, rekonsiliasi / pemulihan dalam segala aspek kehidupan seseorang. Syaloom adalah pemulihan yang holistik atau menyeluruh atau bukan merupakan pemulihan  per bagian atau parsial saja. Sama halnya dengan penderita penyakit kusta atau orang buta yang mengalami mukjijat penyembuhan oleh Yesus di mana mereka tidak hanya di sembuhkan dari sakit dan kelemahan fisik, namun psikis, spiritual  dan bahkan di pulihkan status sosialnya yakni di terima kembali di masyarakat serta di mampukan untuk melakukan tugas dan pelayanannya dalam keluarga atau masyarakat. Orang kusta di terima kembali hidup di masyarakat, orang buta akhirnya mampu hidup  mandiri dan bekerja normal seperti sesamanya manusia.

Demikian pula,  Ibu mertua Petrus. Ibu mertua Petrus tidak hanya di sembuhkan dari sakit demam, namun perannya sebagai ibu rumah tangga di pulihkan. Sehingga ia bisa melayani tamu tamunya yakni Yesus dan para murid. 

Selanjutnya, Yesus meninggalkan rumah Petrus meskipun banyak orang lain yang membutuhkan pertolongan dan mengalami mukjijat. Kenapa? Karena Yesus di panggil pertama-tama bukan menjadi dokter namun untuk mewartakan Injil di seluruh dunia.

Para pendengar Resi Dehonian terkasih, Kita juga pertama-tama di panggil untuk dekat dengan Tuhan dan mewartakan sabda-Nya. Oleh karenanya, kehidupan rohani menjadi fondasi utama dan terutama, di dalam hidup kita masing masing. Tanpa kehidupan rohani yang baik, kegiatan study atau belajar, pelayanan sosial dan pekerjaan kita tidak ada bedanya dengan orang orang yang tidak mengenal Allah. Terlebih pelayanan sosial kita. Pelayanan sosial tanpa di motivasi pengalaman religius dengan Allah, tidak ada bedanya lembaga-lembaga sosial masyarakat pada umumnya. 

Maka kita di panggil, pertama-tama untuk menjalin relasi dengan Allah dan selanjutnya mewujudkan iman dalam semangat belajar, semangat bekerja dan semangat melayani serta bekerja sama dengan kehendak Allah. Berkat Tuhan menyertai kita: Bapa Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA UMAT⁣: 

I : Kristus datang ke dunia untuk mewartakan Kerajaan Allah demi keselamatan kita. Menyadari kebaikan hati Allah yang telah berkenan memanggil kita untuk tinggal dalam Kerajaan-Nya, marilah kita panjatkan doa-doa kepada Allah Bapa kita.⁣

L : Bagi Bapa Suci, para Uskup, para Imam, Misionaris, dan Rasul awam: Bapa, teguhkanlah kiranya iman Bapa Suci, para Uskup, para Imam, Misionaris, dan Rasul awam agar mereka selalu bersedia meninggalkan segala-galanya demi pewartaan kasih-Mu dan penyelamatan jiwa-jiwa. Kami mohon…⁣

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.⁣

L : Bagi para pejabat pemerintahan: Bapa, dampingilah para pejabat pemerintahan, agar dengan tekun dan ulet memperjuangkan damai sejahtera bagi rak yat. Kami mohon ..⁣

U : Kabulkanlalh doa kami, ya Tuhan.⁣

L : Bagi para penderita sakit yang tak dapat sembuh: Bapa, dampingilah dan teguhkanlah harapan para penderita sakit yang tak dapat sembuh agar mereka tidak merasa berjalan sendirian dan tetap bertekun menjalani hidup mereka dengan penuh makna Kami mohon … ⁣

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. ⁣

L : Bagi kita sekalian: Bapa, teguhkanlah iman kami dan mantapkanlah harapan kami agar tetap tekun dan setia kepada-Mu meski sering kali mengalami kegagalan dan kesusahan. Kami mohon… ⁣

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.⁣

I : Allah Bapa Mahabaik, Engkau mengenal kami satu persatu dan memahami segala persoalan kami. Bantulah kami yang berdoa dengan mantap kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.. Amin⁣⁣

LITURGI EKARISTI⁣

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣: 

Allah Bapa Yang Mahakudus, terimalah persembahan ka mi ini sebagai tanda kesediaan kami untuk ikut serta me wartakan Injil Putra-Mu. Dialah Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  —  Mzm. 107:8-9⁣

Biarlah mereka beryukur kepada Tuhan karena kasih setia nya, karena perbuatan-perbuatannya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan Nya dengan kebaikan⁣. ⁣

ATAU  — Mal. 5:4-6⁣

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.⁣⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur karena Kauperkenankan untuk menyambut tubuh Putra-Mu. Semoga kami dikuatkan untuk melaksanakan tugas perutusan kami, yakni ikut serta mewujudkan Kabar Gembira keselamatan-Mu di tengah masyarakat sampai kami mengalaminya secara penuh di surga. Demi Kristus, Tuhan kami.. U Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Bernadeta Ita Wulandari Februari 4, 2024 at 5:00 am

    Berkah Dalem Gusti Mo..😇

    Reply
  • Budi Arjono Februari 5, 2024 at 6:04 pm

    Puji Tuhan

    Reply

Leave a Comment