Minggu, 10 Maret 2024 – Hari Minggu Prapaskah IV/B

Rm. Benediktus Mulyono SCJ dari Komunitas Resistencia, Provinsi Chaco – Argentina – Argentina

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Bdk. Yes. 66:10-11⁣

Bersukacitalah, hai Yerusalem, dan berhimpunlah, kamu semua yang mencintainya; bergembiralah dengan sukacita, hai kamu yang dulu berdukacita, agar kamu bersorak-sorai dan dipuaskan dengan kelimpahan penghiburanmu.⁣

PENGANTAR: ⁣

Gambaran dengan ratusan domba agak begitu sulit kita jumpai di sekitar kita. Namun, tidak begitu sulit meraba apa maksud dengan perumpamaan itu. Yesus mengatakan diri-Nya sebagai gembala yang baik. Gembala yang baik mempertaruhkan hidupnya agar kita menikmati kehidupan sejati. Semoga semakin hari kita dapat mengalami pendampingan Gembala Baik kita yang akan membawa ke tempat yang aman dan air yang segar. Sangat penting mengikuti langkah Gembala Baik itu yang telah menyerahkan nyawanya bagi domba-domba-Nya.⁣⁣

SERUAN TOBAT: 

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putra Manusia yang harus ditinggikan di salib agar siapa saja percaya kepada-Mu tidak binasa, melainkan memiliki hidup abadi. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Putra Allah yang tunggal, yang diserahkan oleh Allah sebagai bukti cinta kasih-Nya kepada dunia agar setiap orang yang percaya kepada-Mu tidak binasa, melainkan memiliki hidup yang abadi. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Putra Allah yang diutus ke dunia, bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA: ⁣

Marilah kita berdoa. (hening sejenak) : Allah Bapa Yang Maharahim, Engkau telah mengutus Putra-Mu, sebagai terang yang menghalau kegelapan dosa kami. la datang ke dunia bukan untuk menghukum, tetapi untuk menyelamatkan kami. Maka, kami mohon bukalah hati kami untuk melihat terang Putra-Mu itu sehingga kami dapat berjalan di jalan yang benar. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam per satuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U Amin.⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Tawarikh 36:14-16.19-23

“Murka Allah dinyatakan lewat pembuangan, kerahiman-Nya dinyatakan lewat pembebasan.”

Ketika Israel diperintah oleh Raja Zedekia, semua pemimpin di antara imam dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain. Rumah yang dikuduskan Tuhan di Yerusalem mereka najiskan. Namun Tuhan, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Tuhan sayang kepada umat-Nya dan kepada tempat kediaman-Nya. Tetapi mereka mengolok-olok para utusan Allah itu, menghina segala firman Allah dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka Tuhan bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi ada pemulihan. Maka Tuhan menggerakkan raja orang-orang Kasdim. Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu, sehingga musnahlah segala perabotan yang indah-indah. Mereka yang masih tinggal dan terluput dari pedang diangkutnya ke Babel, mereka dijadikan budak raja dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa. Dengan demikian genaplah firman Tuhan yang diucapkan Yeremia, sampai tanah ini pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabat, karena tanah itu menjadi tandus selama tahun sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun. Pada tahun pertama pemerintahan Koresh, raja negeri Persia, Tuhan menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu, untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia. Maka dimaklumkanlah di seluruh kerajaan Koresh, secara lisan dan tulisan maklumat ini, “Beginilah perintah Koresh, raja Persia. Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, kiranya Tuhan Allah menyertainya, dan biarlah ia berangkat pulang!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 137:1-2.3.4-5.6

Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.

  1. Di tepi Sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita gantungkan kecapi kita.

  2. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita, “Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!”

  3. Bagaimanakah mungkin kita menyanyikan nyanyian Tuhan di negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!

  4. Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak menjadikan Yerusalem puncak sukacitaku!

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus 2:4-10

“Kamu mati karena kesalahan, tetapi disleamatkan berkat kasih karunia”

Saudara-saudara, terdorong oleh kasih karunia-Nya yang besar, yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita, Allah yang kaya dengan rahmat telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus. Sekalipun kita telah mati karena kesalahan kita. Jadi kamu diselamatkan berkat kasih karunia. Di dalam Kristus Yesus itu Allah telah membangkitkan kita juga dan memberi tempat di surga bersama dengan Dia. Dengan itu Allah bermaksud di masa yang akan datang menyatakan kepada kita kasih karunia-Nya yang berlimpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab berkat kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. Keselamatan itu bukanlah hasil usahamu, melainkan pemberian Allah. Jadi keselamatan itu bukanlah dari hasil pekerjaanmu. Maka jangan sampai ada orang yang memegahkan diri. Sebab sesungguhnya kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang sudah dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (Yoh 3:16) 1. Begitu besar kasih Allah akan dunia, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.
S. Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 3:14-21

“Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia untuk menyelamatkannya.”

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada Nikodemus yang datang kepada-Nya pada waktu malam, “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikianlah juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat, sebab barangsiapa berbuat jahat, ia membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatan yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Benediktus Mulyono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Maria.  Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Bunda Maria.

Saudara-Saudari salam jumpa, bersama saya Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Resistencia, Argentina dalam RESI (Renungan Singkat) Dehonian: Minggu, 10 Maret 2024.

Saudara-Saudari Terkasih, Yesus mengajak para murid dan kita semua untuk mengingat bagaimana peristiwa Musa meninggikan ular di padang gurun. Saat itu Umat Allah yang dalam perjalanan menuju Tanah Terjanji sering kali berhadapan dengan berbagai macam tantangan dan ancaman. Salah satunya adalah ular tedung yang tentu saja bila memagut seseorang, orang itu bisa terancam menghadapi kematian. Musa menerima tongkat ular perunggu dari Allah untuk melindungi bangsa Israel. Siapapun yang ada dalam bahaya (serangan ular) dan memandang tongkat Musa yang ditinggikan, maka akan selamat.

Dan lebih dari itu Yesus mengingatkan peristiwa itu kepada Nikodemos bahwa Anak Manusia pun harus ditinggikan agar setiap orang yang memandang dan percaya kepada-Nya akan selamat: beroleh hidup yang kekal.

Saudara-Saudari Terkasih, orang-orang yang percaya dan mengikuti Yesus adalah orang-orang yang juga ada dalam perjalanan atau perziarahan iman. Dalam perjalanan iman ini banyak hal bisa terjadi: suka dan duka; sedih dan senang; keberhasilan dan kegagalan; dan segala macam cobaan, tantangan dan kesulitan. Dalam situasi ini setiap orang bisa mempunyai reaksi yang beragam. Ada banyak orang yang tetap dan semakin percaya kepada Yesus; namun tidak sedikit juga yang kemudian kecewa dan menolak serta meninggalkan Yesus. Namun cinta kasih Allah kepada manusia tidak berubah; artinya Allah tetap setia mencintai Umat-Nya. Bagi orang-orang berdosa, Allah mengutus Yesus Putera-Nya datang ke dunia untuk menyelamatkannya. Hal ini menujukkan betapa besar kasih Allah bagi dunia.

Untuk itu sejak awal Yesus mengingatkan kepada siapapun yang ingin mengikuti-Nya harus menentukan pilihan: menerima dan setia kepada Yesus atau menolak untuk mempercayai-Nya. Yesus menegaskan kembali kepada Nikodemus bahwa hanya bagi mereka yang menerima dan percaya kepada-Nya akan beroleh hidup yang kekal.

Saudara-Saudari Terkasih, bagi kita umat beriman saat ini, kiranya menjadi semakin jelas bahwa keselamatan sudah disediakan Allah bagi kita dalam Diri Yesus Kristus yang ditinggikan di Kayu Salib. Pilihan ada pada kita masing-masing. Saat kita ada dalam kesulitan, saat kita merasakan kebimbangan, ketakutan, keraguan dan apapun masalah yang kita harus hadapi, beranikah kita tetap memandang Salib Kristus, sepeti Umat Israel memandang Ular Perunggu Musa dan akhirnya diselamatkan.

Semoga masa Prapaskah ini semakin meneguhkan iman kita bahwa Salib Kristus adalah kekuatan bagi perjuangan & pergumulan hidup kita. Memandang Salib Kristus dengan penuh iman, maka kita pun selamat.

Berkat Allah Yang Maha Kuasa untuk kita: (+) Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amiin.

DOA UMAT: ⁣

I : Kristus bersabda, “Karena begitu besar kasih Allah kan dunia ini sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Berkat belas kasih-Nya yang tak terbatas, la akan mendengarkan doa-doa kita. Maka, marilah kita berdoa kepada Allah, Bapa kita.⁣

L : Bagi pimpinan Gereja. Ya Bapa, jiwailah kiranya para pemimpin Gereja dengan Roh-Mu agar kegembiraan dan harapan umat manusia tetap memancar dari mereka.⁣

U : Semoga kesaksian hidup mereka akan Injil-Mu menuntun kami untuk senantiasa hidup seturut Sabda-Mu.⁣

L : Bagi pimpinan masyarakat: Ya Bapa, terangilah para pemimpin masyarakat kami agar melihat salib sebagai tanda semangat pengorbanan bagi se sama.⁣

U : Semoga kekuasaan yang mereka miliki bukanlah kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan demi pelayanan dan kesela matan semua orang.⁣

L : Bagi mereka yang kehilangan segala-galanya, yaitu para pengungsi, para buangan dan korban perang: Ya Bapa, kasihanilah dan hiburlah mereka yang terpaksa mengungsi dan dibuang dari tengah masyarakatnya.⁣

U : Ulurkanlah tangan kasih-Mu melalui orang-orang yang tekun berjuang dalam mengakhiri penderitaan mereka.⁣

L : Bagi sahabat-sahabat yang sedang mengalami cobaan: Ya Bapa, tunjukkanlah kiranya salib Putra-Mu kepada sahabat-sahabat kami yang sedang mengalami cobaan.⁣

U : Melalui salib, ajarlah kami untuk memahami jalan cinta kasih yang akan meneguhkan kami bersama dalam menghadapi setiap cobaan hidup kami.⁣

I : Allah Bapa kami, Engkau mengutus Putra-Mu ke dunia bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkannya. Dampingilah kami dalam suka duka dan jadilah Penyelamat kami melalui Yesus Kristus, Putra-Mu dan Tuhan kami. U Amin⁣⁣

LITURGI EKARISTI⁣

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: ⁣

Ya Allah, terimalah persembahan yang kami unjukkan ke pada-Mu ini. Kami mohon, persatukanlah persembahan kami ini dengan kurban Kristus, Putra-Mu, sehingga men jadi sarana pendamaian bagi kami. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami. U Amin.⁣⁣

ANTIFON KOMUNI — Bdk. Mzm. 122:3-4⁣

Yerusalem dibangun sebagai kota yang rapat tersusun. Ke sana berziarah suku-suku, yakni suku-suku Tuhan, untuk memuji nama-Mu, ya Tuhan.⁣⁣

Jika dibacakan Injil tentang orang yang lahir buta  —  Bdk. Yoh. 9:11⁣

Tuhan mengolesi mataku, lalu aku pergi, dan aku membasuh muka, dan aku melihat, dan aku percaya kepada Allah.⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI : ⁣

Marilah kita berdoa: Ya Allah, kami bersyukur atas anugerah keselamatan yang kami terima, bukan karena jasa dan usaha kami tetapi ka rena kemurahan hati-Mu. Semoga, keyakinan iman ini selalu menopang hidup kami sehingga kami mempunyai pengharapan yang kuat akan keselamatan abadi yang Kau-janjikan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Tati Maret 10, 2024 at 6:14 am

    Terimakasih renunganya. Sehat selalu ya Mo dan tetap setia dalam panggilan. 🥰

    Reply
  • Herlin Maret 10, 2024 at 6:21 am

    Amin

    Reply

Leave a Comment