Sabtu, 09 Agustus 2025 – Hari Biasa Pekan XVIII

Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Kenten Palembang – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 18:2-3

Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku. Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahanan dan penyelamatanku.

PENGANTAR: 

Mengasihi dan menghormati Allah dengan segenap hati dan segenap daya merupakan syukur kita atas segala karya-Nya sebagai pencipta dan penyelamat. Yesus masih menambahkan cinta kasih kepada se sama sebagai ungkapan murni cinta kasih sejati kepada Allah. Kalau masih kita tambah dengan iman, betapa pun kecilnya, maka segala nya mungkin bagi kita.

DOA KOLEKTAN: 

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, ajarilah kami menaruh cinta kasih dan hormat kepada nama-Mu. Semoga kami ikut terhitung dalam umat-Mu, karena berbelas kasih terhadap sesama. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ulangan 6:4-13

“Kasihilah Allahmu dengan segenap hati!”

Musa berkata kepada umat Israel, “Dengarlah hai orang Israel: Tuhanlah Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan segenap kekuatanmu! Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan. Semuanya itu harus kauajarkan berulang kali kepada anak-anakmu, dan kaubicarakan apabila engkau duduk di rumah, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan bangun; haruslah kauikatkan sebagai tanda pada dahimu. Engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Maka apabila Tuhan, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu, yaitu kota-kota yang besar dan baik yang tidak kaudirikan; rumah-rumah yang sudah penuh pelbagai barang berharga; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan zaitun yang tidak kautanami; dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, berhati-hatilah, jangan sampai engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Engkau harus takwa kepada Tuhan Allahmu. Kepada Dia engkau harus beribadah dan demi nama-Nyalah engkau harus bersumpah.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 18:2-3a,3bc-44,47,51ab

Ref. Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku.

  1. Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahanan dan penyelamatku.

  2. Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku. Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat dari para musuhku.

  3. Tuhan itu hidup! Terpujilah Gunung Batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku, Tuhan mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya; Ia menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (2Tim 1:10b) Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 17:14-20

“Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu.”

Sekali peristiwa datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.” Maka kata Yesus, “Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu lalu keluarlah ia dari padanya, dan anak itu sembuh seketika itu juga. Kemudian ketika mereka sendirian, para murid menghampiri Yesus dan bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Yesus menjawab, “Karena kalian kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kalian dapat berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah dari sini ke sana’, maka gunung ini akan pindah; dan tiada yang mustahil bagimu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ

Vivat Cor Iesu, Per Cor Mariae. Terpujilah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ, dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Palembang dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian Edisi Sabtu 9 Agustus 2025. Mari Kita Dengarkan dan Renungan bersama firman Tuhan dari Injil Suci menurut Mat. 17:14-20.

Saudara/I, Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih. Pernahkah Anda merasa lelah berharap? Atau pernahkah Anda berdoa berkali-kali, tapi rasanya Tuhan diam saja? Mungkin Anda seperti seorang ibu yang terus mendoakan anaknya yang sedang jauh dari Tuhan, atau seperti seorang bapak yang berjuang mencari pekerjaan, tapi pintu-pintu seolah tertutup rapat. Atau mungkin Anda anak muda yang sudah mencoba banyak hal, tapi tetap merasa gagal.

Dalam situasi seperti itu, kita sering bertanya:
“Apakah doaku tidak cukup kuat?”
“Apakah imanku terlalu kecil?”
“Apakah aku kurang percaya kepada Tuhan?”

Nah, Injil hari ini membawa kita ke sebuah kisah yang begitu dekat dengan hidup kita.

Ada seorang ayah yang membawa anaknya yang kerasukan kepada para murid Yesus. Tapi para murid gagal menyembuhkan. Lalu Yesus datang, dan dengan kuasa-Nya menyembuhkan anak itu. Murid-murid pun bertanya, “Mengapa kami tidak bisa menyembuhkannya?”

Yesus menjawab, “Karena kamu kurang percaya. Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu bisa berkata kepada gunung ini: ‘Pindah!’ dan itu akan terjadi.”

Saudara-saudari, kata “iman” yang digunakan Yesus di sini dalam bahasa Yunani adalah πίστις (pistis). Ini bukan hanya kepercayaan bahwa Tuhan itu ada, tapi pistis berarti kepercayaan yang dihidupi, kesetiaan yang terus bertahan, walau belum melihat hasilnya. Iman itu seperti akar kecil yang tetap mencari air walau tanahnya kering.

Yesus tidak meminta kita punya iman sebesar gunung, tapi iman sekecil biji sesawi — salah satu biji terkecil di dunia. Artinya, Tuhan tidak mencari iman yang besar, tapi iman yang sungguh. Iman yang hidup, bertumbuh, dan tidak menyerah walau kecil.

Dalam hidup sehari-hari, “gunung” bisa berarti masalah yang besar: Gunung konflik keluarga, masalah ekonomi yang berat, perjodohan yang sulit, relasi yang tidak sehat atau toxic, luka batin atau kegagalan, dan kepahitan hidup lainnya.

Kita merasa gunung itu tidak mungkin dipindahkan. Tapi Yesus meyakinkan kita, iman kecil yang sungguh dapat menggerakkan gunung. Bukan karena hebatnya iman kita, tapi karena besarnya kuasa Tuhan yang bekerja di dalamnya.

Maka, hari ini mari kita belajar seperti biji sesawi: kecil tapi hidup.
Mari kita tetap percaya, walau doa kita belum dijawab.
Mari kita tetap melangkah, walau hati masih takut.
Karena Tuhan tidak menuntut kita langsung hebat,
Tapi Tuhan rindu kita setia dalam hal yang kecil.

Saudara-saudari, jika hari ini Anda merasa lelah percaya, ingatlah: iman yang kecil tapi setia akan membuka jalan besar bersama Tuhan.

Mari kita tutup renungan ini dengan doa singkat: Tuhan, aku percaya. Tambahkanlah imanku. Ajarku untuk percaya bukan karena aku kuat, tapi karena Engkau setia. Amin.

Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin   Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa maha pengasih, semoga berkat roti anggur ini kami selalu sehat dan siap siaga melakukan segala amal baik, sebab Putra-Mu hadir di tengah-tengah kami. Dialal Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Matius 17:20

Sekiranya ada iman padamu, tiada yang mustahil bagimu.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah kita berdoa: Allah Bapa, sumber iman kepercayaan, ajarilah kami berkali-kali beriman dan siap sedia mendengarkan dan melaksanakan itu di dalam hidup kami. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

3 Comments

  • Helena Sri Hartini Agustus 9, 2025 at 5:13 am

    Amen 🙏🙏
    Terimakasih Rm Antonius
    Semoga selalu sehat dan tetap setia dalam panggilan imamat.
    Berkah Dalem 🙏

    Reply
  • damai didengar pagi Agustus 9, 2025 at 5:39 am

    didengar pagi pagi, mengawali hari, menyejukkan hati,

    Reply
  • Firmus dega Agustus 9, 2025 at 7:51 am

    Makasih Romo

    Reply

Leave a Comment