Jumat, 12 Desember 2025 – Hari Biasa Pekan II Adven

Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Lihatlah, Tuhan akan datang dengan mulia, mengunjungi umat-Nya dalam damai, dan memberi mereka hidup abadi.

PENGANTAR:

Guru yang paling ulung hanya mampu mengajar sekuat kuasa-nya, namun hasilnya tergantung dari kemauan dan kemampuan muridnya. Demikian pula kita sebagai murid-murid Yesus, hendaknya kita membuka hati dan menanggapi pesan-pesan ilahi yang dibawakan oleh Yesus dari Nazaret.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa, perkenankanlah umat-Mu selalu berjaga sambil menantikan kedatangan Putra-Mu. Semoga kami dengarkan nasihat Penyelamat kami, sehingga pada saat Ia datang, kami dapat menyongsong-Nya dengan pelita menyala. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 48:17-19

“Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku.”

Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, “Akulah Tuhan Allahmu, yang mengajarkan hal-hal yang berfaedah bagimu, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya. Nama mereka takkan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 1:1-2.3.4.6

Ref. Barangsiapa mengikuti Engkau, ya Tuhan, akan mempunyai terang hidup.

  1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.

  2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

  3. Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, orang berdosa tidak akan betah dalam perkumpulan orang benar; sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : Tuhan pasti datang. Sambutlah Dia! Dialah pangkal damai sejahtera.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 11:16-19

“Mereka tidak mendengarkan Yohanes Pembaptis maupun Anak Manusia.”

Yesus berkata kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya, ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak berkabung.’ Sebab Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan dan tidak minum, dan mereka berkata, ‘Ia kerasukan setan’. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang-orang berdosa’. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sobat Resi terkasih, ada perumpamaan dalam Injil hari ini tentang seruling dan permainan lagu yang mengundang kita untuk meresponnya entah dengan tarian dan ikut merasakan lagu yang sedang dinyanyikan. Itulah gambaran gerak Allah untuk menyelamatkan dunia. Itu berbentuk undangan yang memerlukan tanggapan kita manusia. Ikut menari saat seruling dimainkan adalah gambaran manusia yang mau terlibat dalam karya keselamatan Allah sendiri. Bagaimana lalu respon manusia?

Ada dua tokoh sentral ditampilkan yakni Yohanes dan Yesus sendiri. Mereka sama-sama mencintai manusia dan ingin mewujudkan karya keselamatan Allah. Katakanlah ada dua metode berbeda mereka lakukan. Namun, orang-orang menolak Yohanes karena ia tidak makan minum sehingga dianggap kerasukan setan. Yohanes dimaki padahal ia mencela kejahatan. Tokoh berikutnya adalah Yesus yang mempunyai pendekatan berbeda. Ia makan dan minum biasa seperti manusia kebanyakan. Tetapi, Yesus dihina karena mengajak orang berbuat baik dengan berbaur dan bergaul dengan para pendosa. Ternyata semua pendekatan dianggap keliru oleh mereka yang cinta akan kejahatan. Orang yang cinta akan kejahatan telah dibutakan matanya sehingga pendekatan yang baik dianggap sama saja.

Smoga Hati Kudus Yesus yang penuh kasih itu semakin meraja.

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa mahakudus, terimalah kiranya doa dan persembahan kami, hamba-Mu yang hina ini. Bantulah kami dengan rahmat-Mu, karena dengan daya kekuatan kami, kami takkan sanggup memperoleh keselamatan. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Filipi 3:20-21

Kita menantikan Yesus Kristus, Penebus dan Tuhan kita, yang akan mengubah tubuh kita yang hina menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahabaik, kami telah Kausegarkan karena telah ikut serta dalam misteri suci ini. Ajarilah kami menghargai hidup di dunia ini dengan bijaksana dan mencita-citakan hidup surgawi. Demi Kristus, ….

DOAWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

  • Epin Roma Desember 11, 2025 at 8:48 pm

    Amin terima kasih Romo Tuhan memberkati

    Reply

Tinggalkan Balasan ke Epin Roma Cancel Reply