Kamis, 23 April 2026 – Hari Biasa Pekan III Paskah

Rm Gregorius Virdiawan Mubin SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St St Petrus Kota Batak Riau – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKAAN –Keluaran 15:1-2⁣

Marilah kita memuji Allah, pahlawan gagah perkasa. la menyelamatkan kita dengan kekuatan-Nya yang jaya. Aleluya.⁣⁣

PENGANTAR⁣

Kita telah dibaptis. Namun, itu belum berarti bahwa kita telah mengimani Dia sepenuh hati, dan secara vital bersatu dengan Kristus, rezeki kehidupan. Bacaan hari ini memberi gambaran bagaimana orang dapat saling mengantarkan sesama ke gereja,   pembaptisan, dan iman akan Yesus. Iman itulah yang akan mengantar kita memasuki hidup abadi.⁣⁣

DOA KOLEKTA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, hari-hari ini, Engkau menyatakan cinta kasih-Mu dengan lebih berlimpah kepada kami dan membebaskan kami dari kesesatan. Semoga kami semakin terbuka bagi rahmat-Mu dan semakin teguh dalam kebenaran-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, belum pernah ada orang yang melihat Engkau, namun pada kami telah Kautunjukkan cinta kasih-Mu kepada manusia, yang terungkap dalam diri Yesus, Putra-Mu terkasih. Kami mohon, ajarilah kami melaksanakan sabda-Nya. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 8:26-40

“Jika Tuan percaya dengan segenap hati, Tuan boleh dibaptis.

Waktu Filipus di Samaria, berkatalah seorang malaikat Tuhan kepadanya, “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menyusur jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang, ia duduk dalam keretanya sambil membaca kitab Nabi Yesaya. Lalu kata Roh kepada Filipus, “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!” Filipus segera mendekat, dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab Nabi Yesaya. Kata Filipus, “Mengertikah Tuan apa yang Tuan baca itu?” Jawabnya, “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya, siapakah yang akan menceritakan asal usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. Maka kata sida-sida itu kepada Filipus, “Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?” Maka mulailah Filipus berbicara, dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. Mereka melanjutkan perjalanan, dan tiba di suatu tempat yang ada airnya. Lalu kata sida-sida itu, “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?” Sahut Filipus, “Jika Tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya, “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.” Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus, dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia menjelajah daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 66:8-9.16-17.20

Ref. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!

  1. Pujilah Allah kami, hai para bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.

  2. Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takwa kepada Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku. Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.

  3. Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku, dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya daripadaku.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yoh 6:51) Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan. Barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:44-51

“Akulah roti hidup yang telah turun dari surga.”

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku; dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi; Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa! Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari surga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Gregorius Virdiawan Mubin SCJ

Vivat cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Aroma Kehidupan di Tanah yang Gersang

Saudara sekalian yang direngkuh oleh Hati Yesus, kembali bersama saya Pastor Gregorius Virdi Mubin SCJ, dari komunitas SCJ Kota Batak – Riau. Mari sejenak kita merenungkan bacaan Injil hari ini, Hari Kamis Biasa pekan III Paskah. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Ada fenomena ajaib ketika tanah yang kering dan gersang tiba-tiba menghembuskan aroma khas sesaat sebelum hujan turun. Para ilmuwan menyebutnya aaroma petrichor, perpaduan minyak nabati dari tumbuhan, senyawa geosmin hasil karya bakteri tanah, serta sentuhan ozon. Ketika kelembapan udara meningkat, tanah seakan lebih dulu menangkap pesan hujan sebelum tetes pertama menyentuh permukaan. Fenomena organik ini menjadi jendela bagi kita untuk memahami misteri tarikan Allah yang bekerja dalam kedalaman jiwa: sebuah daya pikat lembut yang membangunkan kerinduan batin, sama seperti aroma tanah yang membangkitkan harapan akan turunnya hujan.

Yesus menegaskan bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada-Nya jikalau tidak “ditarik” oleh Bapa. Terdapat daya pikat magnetis yang kuat namun lembut, sebuah inisiatif murni dari Allah yang menyentuh sensor kekekalan dalam batin kita. Namun, tarikan ini menuntut kita untuk mau diajar oleh Allah, yang berarti bersedia membiarkan cangkang ego dan prasangka kita hancur agar pengajaran-Nya bisa meresap. Puncaknya, Yesus menawarkan diri-Nya bukan sebagai konsep abstrak, melainkan sebagai sarx atau “daging” yang nyata. Ia adalah Roti Hidup yang memberikan substansi kemanusiaan-Nya untuk dikonsumsi dunia, menggantikan “manna” yang bersifat sementara dengan nutrisi ilahi yang memberikan kehidupan kekal.

Mendaratkan pesan ini dalam keseharian berarti kita diajak untuk lebih peka terhadap “aroma” kehadiran Tuhan dalam kegelisahan batin atau kerinduan kita akan makna. Jangan biarkan hati kita menjadi “tanah yang bebal” dengan mempertahankan cangkang kesombongan yang hampa. Biarkanlah diri kita ditarik oleh kasih-Nya dalam Ekaristi dan Sabda. Ketika kita mengonsumsi Sang Roti Hidup, kita pun diutus untuk menjadi hidup bagi sesama melalui tindakan kasih yang nyata. Mari kita biarkan diri kita “pecah” seperti benih yang menanggapi hujan, agar dari hidup kita yang fana ini, terpancarlah aroma kehidupan Kristus yang mampu menyegarkan dunia yang sedang kekeringan. Amin.

Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Tuhan memberkati!

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣: 

Allah Bapa sumber kehidupan iman, roti anggur yang kami persembahkan ini akan Kauubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Demikian pula kami manusia lemah ini, Kauangkat menjadi putra dan putri-Mu sendiri. Kami mohon, semoga kami hidup sesuai dengan kebenaran yang kami imani ini. Demi Kristus, …..⁣⁣

ATAU : ⁣

Allah Bapa kami, tunjukkanlah kepada kami kebaikan-Mu dalam roti anggur ini. Semoga kami dapat meyakini penyelenggaraan-Mu terhadap kami dengan perantaraan Yesus, rezeki hidup kami, ….⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  — II Korintus 5:15⁣

Kristus telah wafat untuk semua orang, agar mereka yang hidup bukan lagi hidup untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Kristus yang telah wafat dan bangkit untuk mereka. Aleluya.⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan baru. Engkau telah menyegarkan umat-Mu dengan sakramen-Mu. Semoga kami dapat beralih dari hidup lama ke hidup yang baru.Demi Kristus, …..⁣⁣

ATAU :⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kedamaian abadi, bagaimana kami dapat menghadap Engkau, bila tidak Kautunjukkan jalannya? Maka kami mohon, semoga kami dapat melihat Dia, yang menjadi jalan, kebenaran, dan kedamaian kami, yakni Kristus, ….⁣

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment