Jumat, 24 April 2026 – Hari Biasa Pekan III Paskah

Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung Bandar Lampung Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  — Wahyu 5:12⁣

Anak Domba yang telah dikurbankan pantas menerima kekuatan dan keallahan, kebijaksanaan, keperkasaan, dan kehormatan. Aleluya.⁣⁣

PENGANTAR ⁣: 

Pertobatan Paulus di jalan menuju Damaskus menunjukkan betapa dahsyat kuasa Allah yang menghendaki seseorang men jadi alat di tangan Tuhan. Ia akan menderita banyak demi nama Yesus, namun ia akan dipenuhi Roh Kudus dan menjadi rasul para bangsa, mewartakan kabar gembira ke seluruh dunia. Ia menyerahkan diri sepenuhnya dan menempuh jalan meng ikuti jejak Yesus.⁣⁣

DOA KOLEKTA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa dan kekal, kami telah menerima rahmat kebangkitan Kristus. Semoga kami mampu bangkit untuk menjalani hidup baru berkat cinta kasih Roh Kudus. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, sungguh mengagumkan pergaulan-Mu dengan manusia. Orang berdosa bertobat dan para pembangkang mereda. Kami bersyukur atas semuanya itu dan mohon, semoga kami tetap setia bergaul dengan Dikau. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,…..⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 9:1-20

“Orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku, untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain.”

Ketika pecah penganiayaan terhadap jemaat, hati Saulus berkobar-kobar untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah, dan kedengaran olehnya suatu suara yang berkata kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya, “Akulah Yesus yang kauaniaya itu! Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota. Di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” Maka termangu-mangulah temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jua pun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa. Teman-temannya harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan, “Ananias!” Jawabnya, “Ini aku, Tuhan!” Firman Tuhan, “Pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus, yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Jawab Ananias, “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu betapa banyak kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” Tetapi firman Tuhan kepadanya, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain, kepada raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Dan seketika itu juga seolah-olah ada selaput gugur dari matanya, sehingga Saulus dapat melihat lagi. Saulus bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 117:1bc.2

Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!

  1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!

  2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya. Alleluya.
S : (Yoh 6:56) Barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, sabda Tuhan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:52-59

“Daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan Darah-Ku adalah benar-benar minuman.”

Di rumah ibadat di Kapernaum orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata, “Bagaimana Yesus ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?” Maka kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan Daging Anak Manusia dan minum Darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu, barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab Daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan Darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Akulah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus, melalui hati Bunda Maria.

Saudara-saudari yang terkasih, kita jumpa lagi dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian  hari ini, Jumat – 24 April 2026, Hari Biasa Pekan III Paskah. Bersama saya Romo Thomas Suratno, SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung-Bandar Lampung, mendengar dan merenungkan sabda Tuhan, yakni firman Tuhan yang tersurat dalam Yoh 6:52-59.

Mengapa orang-orang Yahudi tidak percaya kepada Yesus, bahwa Ia adalah Sang Roti Hidup? Mengapa mereka begitu sulit menerima bahwa Yesuslah Mesias? Karena mereka melihat dengan sudut panjang jasmani saja. Mereka hanya melihat Yesus sebagai salah seorang diantara mereka. Mereka tidak mampu melihat bahwa Yesus adalah tanda yang Allah berikan kepada mereka, bahwa Yesus adalah penggenapan dari nubuat para nabi. Karena itu, punya arti rohani, artinya yang jauh lebih mendalam. Maka, bagaimana agar orang dapat berubah dan menangkap arti yang lebih mendalam serta percaya kepada Yesus? Jawabannya adalah pertobatan (metanonia). Orang membiarkan diri dibimbing oleh Allah, bukan oleh ide, pikiran, serta keyakinannya sendiri.

Bagi kebanyakan orang, pengalaman pertobatan merupakan proses terus-menerus, barangkali sepanjang hidup. Kita bersyukur bahwa kita dapat mengimani Yesus yang memberikan tubuh dan darah-Nya dalam perayaan Ekaristi. Pengalaman pertobatan dan mengimani Yesus tidak lain merupakan anugerah Allah. Mari kita bertekun di dalam-Nya agar kelak dapat merayakan perjamuan abadi dan kekal bersama Dia.

Dalam Injil dikisahkan bagaimana Yesus membimbing para murid dan orang-orang di sekitar-Nya dari titik ekstrim yang membuat orang-orang tersebut krisis iman sampai ke penjelasan sederhana bahwa Dia memang Roti Hidup yang telah turun dari Surga. Oleh karena itu kalau mereka makan maka mereka akan hidup. Apa artinya makan tubuh dan darahNya? Artinya orang harus percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya utusan Bapa untuk menyelamatkan manusia. Percaya berarti mencintai Dia dan bahwa Dia hendaklah menjadi segalanya bagi setiap orang percaya.

Oleh karena itu diskursus Yesus tentang Roti Hidup pada bagian ini memang hanya bisa diterima dengan iman. Yesus memulai dengan kalimat negatif “kamu tidak makan dan minum…kamu tidak mempunyai hidup”. Penegasannya adalah pada kalimat positif: “makan daging dan minum darah, mempunyai hidup kekal”. Konsekuensi dari makan daging atau tubuh dan minum darah Yesus adalah: “hidup kekal dalam arti tinggal selamanya dengan Tuhan”.

Ekaristi adalah saat yang indah di mana manusia datang dan bersatu dengan Tuhan. Saya teringat kata-kata Theresia dari Kalkuta: “Mestinya kita jangan memisahkan hidup kita dari Ekaristi. Saat kita memisahkan hidup dari Ekaristi, sesuatu dalam hidup kita akan hancur. Pada suatu kesempatan orang bertanya kepada kami: “Dari manakah para suster di biara anda memperoleh kegembiraan dan kekuatan untuk melakukan pelayanan pada kaum miskin?” Ekaristi berisi sesuatu yang lebih dari sekedar sikap menerima. Ekaristi juga  berisi kepuasan untuk kelaparan Kristus. Dia berkata, “Datanglah padaKu”. Dia lapar akan jiwa-jiwa”

Di bagian lain Theresia dari Kalkuta juga berkata: “Hidupmu harus ditenun di sekeliling Ekaristi. Arahkan matamu padaNya. Dialah cahaya. bawalah hatimu sedekat-dekatNya pada hati ilahiNya, mintalah dariNya rahmat untuk mengenalNya, kasih untuk mencintaiNya, keberanian untuk melayaniNya. Carilah Dia dengan kerinduan”

Sabda Tuhan pada hari ini sangat indah. Kita diajak untuk tinggal dan bersatu dengan Tuhan Yesus, sang Roti Hidup. Segalanya telah Ia berikan kepada kita maka patutlah kita juga menyerahkan diri kita kepadaNya. Kita juga diubah untuk hidup di dalam Tuhan.

DOA:Ya Yesus, bukalah hatiku selalu bagi-Mu agar aku dapat mengalami dan merasakan persatuan dengan-Mu sekarang ini dalam Ekaristi yang senantiasa dapat aku terima bilamana aku merayakan Misa Kudus. Amin.

Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣: 

Allah Bapa mahasempurna, kuduskanlah kiranya persembahan ini dan terimalah dengan murah hati. Semoga berkat rahmat-Mu kami menjadi persembahan sempurna bagi-Mu. Demi Kristus, ….⁣⁣

ATAU : ⁣

Allah Bapa mahakudus, berkenanlah memberkati roti anggur ini dan semoga kami selalu penuh rasa syukur atas segala karya Yesus, Putra-Mu terhadap kami. Sebab Dialah…..⁣⁣

ANTIFON KOMUNI⁣: 

Kristus yang disalibkan telah bangkit dan menebus kita. Aleluya.⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣: 

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, Putra-Mu menghendaki kami merayakan ibadat ini untuk mengenangkan Dia. Kami telah ikut serta dalam kurban-Nya, dan mohon dengan rendah hati, semoga Engkau mengobarkan cinta kasih kami kepada-Mu. Demi Kristus, ….⁣⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, kami bersyukur atas roti anggur, atas Yesus santapan hidup kami. Tetapi, kami masih mohon, semoga kami tetap dan dengan Dikau rukun bersahabat dengan sesama berkat Yesus, Putra-Mu, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment