Jumat, 30 Januari 2026 – Hari Biasa Pekan III

Rm Paulus Jose Pratama SCJ Paroki St Yohanes Penginjil Bengkulu – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 51:3

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku.

PENGANTAR:

Kisah dosa Daud mengingatkan kita, bahwa setiap orang itu berdosa. Panggilan dan kewibawaan bukanlah kekebalan. Hal itu dapat mengecilkan hati dan mengecewakan kita. Tetapi pada Tuhan tiada yang tanpa harapan. Pada-Nya selalu ada jalan keluar. Tuhan berkarya diam-diam dan dalam-dalam, pun dengan orang berdosa.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa maharahim, Engkau selalu penuh belas kasih terhadap siapa pun yang menghadap Engkau dengan hati menyesal. Janganlah memandang dosa kami, tetapi terimalah niat kami yang baik, mau mengikuti Putra-Mu dan hidup seturut sabda-Nya. Sebab Dialah Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Samuel 11:1-2.4a.5-10a.13-17

“Daud menghina Allah dengan mengambil istri Uria menjadi istrinya.”

Pada pergantian tahun, raja-raja biasanya maju berperang. Pada waktu itu Daud menyuruh Yoab maju bersama orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bangsa Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, ia berjalan-jalan di atas sotoh istana. Maka tampaklah kepadanya dari atas sotoh itu seorang wanita sedang mandi; wanita itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh orang mengambil dia. Wanita itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Kemudian pulanglah wanita itu ke rumahnya. Lalu mengandunglah wanita itu, dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud: “Aku mengandung.” Lalu Daud mengirim utusan kepada Yoab mengatakan, “Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. Kemudian berkatalah Daud kepada Uria, “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.” Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama hamba-hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. Maka diberitahukanlah kepada Daud demikian: “Uria tidak pergi ke rumahnya.” Keeseokan harinya Daud memanggil Uria untuk makan dan minum dengannya dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring di tempat tidurnya bersama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya. Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. Ditulisnya dalam surat itu demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang hebat, kemudian kamu mengundurkan diri padanya supaya ia terbunuh mati.” Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. Ketika orang-orang itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 51:3-4.5-6a.6bcd-7.10-11

Ref. Kasihanilah kami, ya Tuhan, karena kami yang berdosa.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!

  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.

  3. Maka, Engkau adil bila menghukum aku, dan tepatlah penghukuman-Mu. Sungguh, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

  4. Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bangkit menari-nari! Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mat 11:25) Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 4:26-34

“Kerajaan Surga seumpama orang yang menabur benih. Benih itu tumbuh, namun orang itu tidak tahu.”

Pada suatu ketika Yesus berkata, “Beginilah halnya Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu! Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba”. Yesus berkata lagi, “Dengan apa hendak kita bandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain, dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya”. Dalam banyak perumpamaan semacam itu Yesus memberitakan sabda kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Paulus Jose Pratama SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih.. Salam jumpa bersama Saya, Rm. Yosse SCJ dari Paroki St. Yohanes Penginjil, Bengkulu, dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Jumat 30 Januari 2026. Tema Resi kita kali ini adalah “Mensyukuri Benih Firman yang Ditaburkan”.  Mari kita mempersiapakan hati dan kita awali permenungan ini dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..

Sahabat pecinta Hati Kudus. Yesus mengilustrasikan kebenaran pertumbuhan Kerajaan Allah melalui perumpamaan. Beberapa perumpamaan dapat dipahami sangat baik oleh para muridnya maupun orang-orang Farisi dan Ahli Taurat. Bahkan, dalam beberapa perumpamaan Yesus, orang-orang Farisi sangat marah kepada Yesus ketika mereka menyadari, “Oh, ternyata perumpamaan itu mengena di hati mereka.”

Hari ini, kita mendengar perumpamaan tentang benih yang tumbuh. Yesus menyampaikan ada pertumbuhan yang tanpa kita sadari begitu indah, yang terjadi ketika Firman Allah ditanamkan di dalam hati manusia. Misalnya; saat kita mengikuti Misa dan mendengarkan Firman Tuhan, saat kita berdoa lingkungan, atau membaca secara pribadi Sabda Tuhan; benih sedang ditabur dan ditanam. Kemudian, kita menjalani hidup seperti biasa, tetapi tanpa disadari Sabda Tuhan sedang bekerja.

Terkadang, kita tidak dapat melihat hasilnya secara langsung, tetapi selalu ada pertumbuhan. Pertama tunas, lalu batang, kemudian bulir, lalu berbuah limpah. Secara bertahap, kita akan melihat hidup kita diubah hanya oleh kuasa Firman yang masuk ke dalam hati kita setiap hari. Pada saat itulah, Roh Kudus membimbing kita untuk bertumbuh.

Namun, terkadang pula kita merasa gelisah dan tidak sabar atau ingin segera melihat hasil pertumbuhannya. Kita ingin menanam benih seperti kisah Timun Mas yang tumbuh dalam sekejap dan menjadi ladang mentimun yang berbuah lebat. Di antara buah-buah tersebut, terdapat satu buah mentimun berwarna emas yang sangat besar. Setelah dibelah, ditemukan bayi perempuan cantik yang diberi nama Timun Mas.

Kita menginginkan pertumbuhan instan, namun kenyataannya pertumbuhan rohani kita seringkali tidak terlihat. Ada karya Tuhan yang tidak disadari oleh kita. Tetapi kemudian, kita melihat ke belakang dan menyadari seberapa jauh kita telah melangkah. “Wow! Saya bisa melihat karya Tuhan. Saya bisa melihat seberapa jauh Tuhan telah membimbing saya.” Inilah keindahan dan nilai dari Firman Tuhan yang ditaburkan di dalam hati kita. Perlahan akan ada perubahan yang terjadi dari hari ke hari di hidup kita, jika kita sungguh setia dan percaya. Betapa mulianya ketika Firman Tuhan sungguh menghasilkan buah dalam hidup kita. Mari, kita sadari pertumbuhan hidup kita dan bersyukur kepada Tuhan.

Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Amin. Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa Raja mahamulia, semoga kerajaan-Mu berkembang subur di tengah-tengah kami setiap kali kami mengenangkan Putra-Mu dalam roti anggur. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Markus 4:31

Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi, yang terkecil di antara semua benih di bumi. Tetapi bila ditaburkan di tanah dan tumbuh, maka jadilah yang terbesar di antara segala sayuran.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa tumpuan segala harapan, kami bersyukur kepada-Mu karena kami telah menerima perumpamaan-perumpamaan, sehingga kami dapat mengalami pemeliharaan-Mu. Semoga semua sabda-Mu itu menumbuhkan harapan akan mencapai cita-cita hidup kami, serta mendatangkan kesehatan dan kedamaian bagi semua orang. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

5 Comments

  • Epin roma Januari 30, 2026 at 4:14 am

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus Memberkati. Amin

    Reply
  • Herlin Januari 30, 2026 at 7:12 am

    Amin

    Reply
  • Laura Duanita Adam Januari 30, 2026 at 9:05 am

    Termakasih Romo sihat selalu,Tuhan yesus memberkati kita semua,Amin

    Reply
  • Stevanus irfanlie Januari 30, 2026 at 9:43 am

    Makasi romoo tuhan memberkati

    Reply
  • Firmus dega Januari 30, 2026 at 9:46 am

    Makasih Romo

    Reply

Tinggalkan Balasan ke Stevanus irfanlie Cancel Reply