
Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 51:5-6a
Aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa.
PENGANTAR:
Hina dan nista tindakan Raja Ahab. Dengan siasat licik ia menyingkirkan orang kecil, agar dapat menyita kebun anggurnya. Namun, Tuhan menaruh belas kasih kepadanya, ketika ia menunjukkan penyesalan dan pertobatan. Hujan diturunkan Tuhan, baik bagi orang benar maupun orang tidak benar. Demikianlah tambahan Injil pada Kitab Raja-raja.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa sumber belas dan cinta kasih, Engkau memancarkan sinar matahari kepada siapa pun, baik orang baik-baik maupun orang jahat. Kami mohon, semoga kami menaruh cinta kasih kepada musuh, serta mendoakan mereka yang membenci kami Demi Yesus Kristus Putra-mu ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 21:17-29
“Engkau menyuruh orang Israel berbuat dosa.”
Sesudah Nabot dibunuh, Tuhan bersabda kepada Nabi Elia, orang Tisbe, “Bangunlah, pergilah menemui Ahab, Raja Israel di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. Katakanlah kepadanya demikian, ‘Beginilah sabda Tuhan: Engkau telah membunuh dan merampas!’ Katakan pula kepadanya, ‘Beginilah sabda Tuhan: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ pulalah anjing akan menjilat darahmu’.” Kata Ahab kepada Elia, “Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?” Jawab Elia, “Memang sekarang aku akan mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di hadapan Tuhan. Sungguh, aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu. Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel. Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yeroboam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia. Sebab engkau telah menyakiti hati-Ku dengan menyebabkan orang Israel berbuat dosa. Juga mengenai Izebel Tuhan telah bersabda, ‘Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel. Siapa saja dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing, dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara’. Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak dirinya dengan melakukan yang jahat di mata Tuhan, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya. Bahkan ia telah berlaku sangat keji. Ia mengikuti berhala-berhala, seperti orang Amori yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel. Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya, dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban. Maka bersabdalah Tuhan kepada Elia orang Tisbe itu, “Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya. Barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 51:3-4.5-6a.11.16
Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.
-
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
-
Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa.
-
Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, penyelamatku, maka lidahku akan memasyhurkan keadilan-Mu!
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya
S : (Yoh 13:34) Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan. Kasihilah sesamamu sebagaimana Aku mengasihi kamu.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:43-48
“Kasihilah musuh-musuhmu.”
Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Kalian telah mendengar bahwa disabdakan, ‘Kasihilah sesamamu manusia, dan bencilah musuhmu’. Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian’. Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak Bapamu di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat, dan juga bagi orang yang baik. Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar. Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja, apakah lebihnya dari perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Selasa, 16 Juni 2026, pekan biasa ke sebelas. Tema Resi kita kali ini adalah: “Mengasihi Tanpa Batas, Seperti Bapa Mengasihi”. Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..
Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mengundang kita untuk melangkah lebih jauh dari cara berpikir manusia pada umumnya. Jika biasanya kita mudah mengasihi orang yang baik kepada kita dan sulit menerima orang yang menyakiti kita, maka Tuhan Yesus justru mengundang kita untuk mengasihi semua orang, bahkan mereka yang tidak kita sukai. Inilah jalan kasih yang diajarkan oleh Hati Yesus: kasih yang tidak memilih-milih dan tidak membatasi diri.. Lalu apa yang bisa kita renungkan dan refleksikan? Saya menawarkan 2 hal saja:
-
Kasih Kristiani Tidak Bergantung pada Sikap Orang Lain: Tuhan Yesus berkata: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus bukanlah kasih yang menunggu orang lain berubah terlebih dahulu. Kita semua dipanggil untuk tetap berbuat baik karena kita adalah murid Kristus. Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin ada rekan kerja yang sering mengkritik kita, tetangga yang kurang ramah, atau anggota keluarga yang pernah melukai hati kita. Mengasihi mereka bukan berarti menyetujui kesalahan mereka, tetapi memilih untuk tidak membalas kebencian dengan kebencian. Kita berusaha tetap menghormati mereka dan mendoakan mereka. Mari kita tanya dalam diri kita masing-masing: “Adakah seseorang yang saat ini sulit saya terima atau saya ampuni? “, atau “Apakah saya berani mendoakan orang yang pernah menyakiti saya?”
-
Menjadi Cerminan Kasih Bapa yang Universal: Tuhan Yesus mengingatkan kepada kita bahwa Allah Bapa di surga menerbitkan matahari bagi orang baik maupun orang jahat. Kasih Allah tidak terbatas pada kelompok tertentu tetapi Allah mengasihi semua orang dan menghendaki keselamatan semua orang. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk memiliki hati yang semakin luas. Kita tidak hanya peduli kepada orang-orang yang dekat dengan kita, tetapi juga kepada mereka yang membutuhkan perhatian, bantuan, dan kasih kita.
No Comments