Selasa, 17 Januari 2023 – Peringatan Wajib St. Antonius, Abas

Rm. Agustinus Guntoro SCJ dari Komunitas SCJ Martino Capelli Hong Kong

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Masmur 91:13-14

Orang jujur bertumbuh bagaikan palma, berkembang bagaikan pohon jati. Mereka ditanam dekat bait Tuhan, bertunas di pelataran rumah Allah.

PENGANTAR:

Hidup menyepi tanpa alasan yang kuat, siapa yang tahan? Antonius mengikuti sabda Yesus, “Bila kamu ingin sempurna, dermakanlah segala milikmu dan kembalilah, ikutilah Aku!” sebagai rahib, ia tinggal di padang gurun. berkali-kali ia tergoda untuk kembali ke dunia rama. begitu beratlah pengasingan diri itu. tetapi ia bergumul melawan godaan dan menang. cara hidupnya berkembang. banyak pengikutnya tingga di sekitarnya. Maka ia dianggap bapa para rahib.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa, sumber cinta kasih,  Santo Antonius abas telah Kaupanggil untuk mengabdi kepada-Mu di padang gurun dengan cara hidup yang mengagumkan. Semoga berkat teladannya kami sanggup mengingkari diri dan menaruh cinta kasih kepada-Mu di atas segalanya. Demi Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 6:10-20

“Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman.”

Saudara-saudara, Allah bukan tidak adil. Maka tidak mungkin Ia lupa akan pekerjaan dan kasih yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya lewat pelayananmu terhadap orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang lestari, sampai apa yang kamu harapkan akhirnya benar-benar kamu miliki. Kami ingin kalian jangan menjadi lamban, tetapi tetap bersemangat mengikuti jejak mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. Ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi daripada-Nya. Dalam sumpah itu Ia berjanji, “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.” Abraham menanti dengan sabar, dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. Kalau orang bersumpah, ia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan baginya sumpah itu menjadi suatu pengukuhan yang mengakhiri segala kesangsian. Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang behak menerima janji, dan supaya mereka benar-benar percaya akan putusan-Nya Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah. Kedua kenyataan ini, janji dan sumpah, tidak berubah-ubah, dan tentang ini Allah tidak mungkin berdusta! Jadi maksud Allah mengikat janji dengan sumpah ialah: Supaya kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat bahwa kita akan menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, sauh yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, yakni ketika Ia, menurut tata imamat Melkisedek, menjadi Imam Agung untuk selama-lamanya.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 111:1-2.4-5.9.10c

Ref. Tuhan selamanya ingat akan perjanjian-Nya.

  1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.

  2. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang. Kepada orang takwa diberikan-Nya rezeki. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya.

  3. Ia memberikan kebebasan kepada umat-Nya, Ia menetapkan perjanjian untuk selama-lamanya; kudus dan dahsyatlah nama-Nya! Dia akan disanjung sepanjang masa.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya

S : Bapa Tuhan kita Yesus Kristus akan menerangi mata budi kita, agar kita mengenal harapan panggilan kita.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 2:23-28

“Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.”

Pada suatu hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada Yesus, “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Jawab Yesus kepada mereka, “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengiringnya kekurangan dan kelaparan? Tidakkah ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Agung lalu makan roti sajian – yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam – dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya?” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat. Jadi Anak Manusia adalah Tuhan, juga atas hari Sabat.”

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Guntoro SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.

Para sahabat dimana pun Anda berada, saya, Agustinus Guntoro, scj dari komunitas Martino Capelli di Hong Kong, menyapa dan mengundang Anda untuk sejenak merenung bersama RESI (Renungan Singkat) Dehonian, hari ini, tanggal 17 Januari 2023, dengan tema: Gitu aja kok repot! Hahaha….

Para sahabatku yang terkasih, masalah yang diangkat oleh orang-orang Farisi dalam Injil hari ini, kalau kurasa-rasakan dalam konteks sebagai orang Jawa, sebetulnya sesuatu yang tidak elok untuk dibicarakan, alias saru. Masak hanya soal makanan, dan kayaknya hanya semacam mencicipi bulir-bulir gandum saja (tidak benar-benar makan) kok dipermasalahkan! Receh banget alias tidak bermutu untuk dibicarakan. Tapi mungkin kita tidak sadar, bahwa ada banyak orang disekitar kita yang masing sangat sibuk dengan hal-hal yang receh semacam ini. Termasuk dalam hal beragama lho!

Pertanyaan-pertanyaannya itu seringkali membagongkan alias mengherankan. Soal menyalami orang yang beragama lain itu boleh tidak! Memakai atribut atau simbol-simbol agama lain itu boleh tidak! Menolong orang yang berbeda keyakinan itu boleh tidak! Merayakan ibadat atau pesta iman di dalam rumah biasa itu boleh tidak! Dan… soal-soal semacam itu terus dipertanyakan setiap saat, disepanjang atau setiap tahun.

Beragama yang dewasa itu yang bagaimana sih? Menurut saya, kedewasaan kita dalam beragama itu ketika kita tahu mana yang esensial mana yang tidak, mana yang perlu diprioritaskan dan mana yang tidak. Ketika kita bisa move on dari kerewelan kita pada hal yang receh-receh dan lahiriah, kita bisa mengunyah Sabda Tuhan Yesus ini dengan nikmat, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.” Agama itu diadakan untuk manusia, dan bukan manusia untuk menjadi agamis.

Dan kembali ke soal makanan yang dipertanyakan di awal, kita hidup itu untuk makan dan makanan, atau makanan itu untuk kehidupan kita? Hehehe… Anda pasti tahu jawabannya. Tolong, kasih tahu tuh orang-orang yang sealiran dengan orang-orang Farisi, yang bingungnya “jalan ditempat”, alias itu-itu saja yang dipertanyakan.

Para sahabat yang terkasih, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita, agar kita tahu mana membedakan yang penting dan tidak penting. Gitu aja repot! Terima kasih. Tuhan memberkati kita semuanya.

DOA PERSIAPAN⁣

Allah Bapa maha pengasih, perkenankanlah kami menyantap rezeki vang dianugerahkan Putra Mu kepada kami. Kami mohon, berilah kami Putra Mu dan barulah kehidupan kami. Demi Kristus. Tuhan dan pengantara kami.⁣

ANTIFON KOMUNI – Markus 2: 28⁣

Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat. Maka Putra Manusia berkuasa atas hari Sabat.⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kebebasan, Engkau menghendaki kami mendiami dunia dengan bebas. Kami mohon, ajarilah kami memahami: dengan maksud apa kami dipanggil mengikuti Putra-Mu sebagai murid-murid-Nya? Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

2 Comments

  • Herlin Januari 17, 2023 at 5:49 am

    Amin

    Reply
  • M Kriswantoro Januari 17, 2023 at 7:01 am

    😁🤭 Gitu aja kok repot..😂
    Trimakasih Romo Guntoro.. kadangkala kami pun masih berfokus pada yang receh-receh..💓💕 Pun begitu.. Semoga renungan hari ini tidak menjadi alibi untuk tidak Misa di hari Minggu karena dagang di Hari Minggu lebih ramai & menguntungkan..🤭🙏🙏

    Reply

Leave a Comment