
Rm Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Timika Papua – Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA — Filipi 2:10.8.11
Dalam nama Yesus, bertekuklah setiap lutut di surga, di bumi, dan di bawah bumi. Sebab Yesus telah taat sampai wafat, bahkan salib. Maka, Yesus Kristus adalah Tuhan untuk kemuliaan Allah Bapa.
PENGANTAR:
Dalam pertemuan hari ini, kita kenangkan taat setia Yesus sam pai pengahbisan dan sebaliknya pengkhianatan Yudas. Yesus adalah Hamba Penderita Yahwe yang mencapai dasar jurang penderitaan insani. Namun, la akan tetap taat setia karena yakin Tuhanlah penolong-Nya. Mungkin kita termasuk para murid yang bergantian bertanya, “Bukannya aku, ya Tuhan?”
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahabijaksana, menurut rencana-Mu, Putra-Mu menanggung derita di salib untuk mematahkan kuasa musuh kami. Semoga kami hamba-hamba-Mu Kauanugerahi kurnia kebangkitan. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
ATAU :
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kebahagiaan, wajah-Mu Kautunjukkan kepada kami dalam diri pria yang rendah hati, yaitu Yesus Kristus, Putra-Mu terkasih, yang telah mengurbankan hidup-Nya demi keselamatan dan kebahagiaan kami. Kami mohon, semoga kami dapat menanggapi sengsara-Nya. Sebab Dialah Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 50:4-9a
“Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku diludahi.”
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku beperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sungguh, Tuhan Allah menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 69:8-10.21bcd-22.31.33-34
Ref. Demi kasih setia-Mu yang besar, ya Tuhan, jawablah aku pada waktu Engkau berkenan.
-
Karena Engkaulah ya Tuhan, aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
-
Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belaskasihan, tetapi sia-sia, dan waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.
-
Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur; Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : Salam, ya Raja kami, hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 26:14-25
“Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!”
Sekali peristiwa, pergilah seorang dari keduabelas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata, “Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu? Jawab Yesus, “Pergilah ke kota, kepada Si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru: Waktu-Ku hamper tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama dengan keduabelas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya, “Bukan aku, ya Tuhan?” Yesus menjawab, “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!” Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut, “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Antonius Tugiyatno SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Saudara–saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Rabu Pekan Suci, 1 April 2026. Bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Timika Papua. Kita akan mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan dari Injil Matius 26: 14-25. Marilah kita memulainya dengan membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kuduss, amin.
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan, ada sebuah peribahasa lama yang mengatakan: “Air susu dibalas air tuba.” yang berarti kebaikan dibalas dengan kejahatan atau pengkhianatan. Tentu makna dari peribahasa itu adalah peristiwa yang menyedihkan tetapi juga penuh makna yang mendalam bila direnungkan. Ada dua hal yang saya renungkan.
Pertama, saya merenungkan tentang harga sebuah kesetiaan vs harga sebuah ambisi. Dalam teks ini, kita melihat kontras yang memilukan antara nilai Kristus dan nilai “tiga puluh keping perak”. Yudas Iskariot tidak menjual Yesus karena ia tidak mengenal-Nya; ia menjual-Nya karena ia merasa Yesus tidak lagi memenuhi ambisi pribadinya. Mungkin kita pun pernah mengalami terjebak dalam dilema yang sama. Kita tidak menjual Tuhan demi uang tunai, tetapi kita barangkali “menjual” prinsip iman, kejujuran, atau kasih karena satu dan lain hal. Poin ini mengingatkan kita bahwa ketika hati mulai menetapkan harga pada integritas, saat itulah terjadi nilai nilai pengkhianatan.
Kedua tentang tragedi di balik kata “Bukan Aku, ya Rabi?” Momen yang paling menyentuh hati adalah ketika Yesus berkata, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Di meja itu, semua murid bertanya dengan sedih, “Bukan aku, ya Tuhan?” Namun, perhatikan jawaban Yudas: “Bukan aku, ya Rabi?” Ada perbedaan tipis namun mendalam. Murid lain memanggil-Nya “Tuhan” (Kyrios), sedangkan Yudas memanggil-Nya “Rabi” (Guru). Bagi Yudas, Yesus hanyalah pengajar, bukan penguasa atas hidupnya. Pengkhianatan terdalam terjadi ketika kita masih duduk di meja perjamuan yang sama dengan Tuhan, melakukan aktivitas agamawi yang sama, namun hati kita sudah menjaga jarak. Sangatlah mungkin untuk tetap berada di dekat Kristus secara fisik , namun berada jauh dari-Nya secara hati.
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan, Matius 26:14-25 bukanlah sekadar catatan sejarah tentang kesalahan Yudas, melainkan sebuah cermin bagi jiwa kita masing-masing. Di malam yang gelap itu, Yesus tahu siapa yang akan mengkhianati-Nya, namun Ia tetap membiarkan tangan pengkhianat itu mencelup roti di mangkuk yang sama dengan-Nya. Itulah kasih yang melampaui logika. Ia tetap menawarkan persekutuan bahkan kepada mereka yang akan melukai-Nya. Jangan biarkan “retakan” kecil berupa kekecewaan, atau ambisi menguasai hati kita. Marilah kita kembali memandang Kristus bukan hanya sebagai “Rabi” atau guru moral, tetapi sebagai “Tuhan” yang memegang kedaulatan penuh atas setiap hidup kita. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa maha pengasih, terimalah roti anggur ini. Semoga kami Kauperkenankan memperoleh penebusan berkat misteri sengsara Putra-Mu yang kami rayakan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
ATAU:
Allah Bapa maha pengasih, dengan roti anggur ini kami meluhurkan Yesus, Tuhan kami, sambil mengenangkan jasa-jasa-Nya yang demikian besar sebagai tebusan kami semua. Semoga Engkau berkenan memberkati kami yang berkumpul di sini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa, dalam ibadat suci ini wafat Putra-Mu kami maklumkan. Berilah kami iman yang teguh, bahwa kami telah Kauanugerahi hidup abadi. Demi Kristus, ….
ATAU :
Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahaagung, semoga semua orang terbuka dan siap sedia hatinya untuk menerima anugerah-Mu yang agung, yaitu Yesus Kristus, Saudara kami. Dialah yang memiliki sabda kehidupan. Dialah pula yang menunjukkan jalan menuju kedamaian sejati. Semoga kami pantas menghayati sengsara dan wafat-Nya dan kelak memandang kemuliaan-Nya. Sebab Dialah ….
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Makasih Romo
Amin 🙏 trimakasih Romo 🙏