
Rm Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Dehon House Manila – Philipina
AUDIO RESI:
ANTIFON KOMUNI – Sir 44:15.14
Kebijaksanaan orang suci diwartakan bangsa-bangsa. Kemuliaannya dikabarkan umat, dan nama mereka hidup terus, dikenangkan turun-temurun.
PENGANTAR:
Ketika Atanasius menjadi batrik di Alexandria, nampaknya Gereja akan mengalami masa tenang. Penganiayaan berdarah sudah berlalu. Tetapi ternyata di dalam Gereja sendiri muncul pertentangan sengit. Arius seorang imam keuskupannya mengingkari bahwa Yesus adalah Tuhan. Pengikut-pengikutnya mengarahkan sasarannya kepada Atanasius, sebab ia dekat dengan umat, dan tidak menyembunyikan imannya akan keallahan Yesus. Berkali-kali Atanasius tak berkenan di hati Kaisar. Gerak-geriknya dibatasai. Berkat pernyataan imannya yang tegas ia dijuluki ‘Rasul Penjelmaan Tuhan’.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau menugasi Santo Atanasius, uskup,Mu, untuk membela keallahan Putera-Mu. Kami mohon semoga kebenaran ini semakin meresap di dalam hati kami, sehingga kami semakin mendalami iman kami dan semakin berkembang dalarn cinta kasih. Demi Yesus Kristus,….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 13:44-52
“Paulus dan Barnabas berpaling kepada bangsa-bangsa lain.”
Waktu Paulus berada di Antiokhia di Pisidia pada hari Sabat datanglah hampir seluruh warga kota, berkumpul di rumah ibadat Yahudi untuk mendengar firman Allah. Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati, dan sambil menghujat mereka membantah apa yang dikatakan Paulus. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata, “Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu! Tetapi kamu menolaknya, dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.” Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah, dan mereka memuliakan firman Tuhan. Dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu. Tetapi orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota Antiokhia itu. Begitulah mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas, dan mengusir mereka dari daerah itu. Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium. Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.2-3ab.3cd-4
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
-
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
-
Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
-
Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya
S : (Yoh 8:31b-32) Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, sabda Tuhan.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 14:7-14
“Barangsiapa melihat Aku, melihat Bapa.”
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Yohanes Dwi Wicaksono SCJ
Vivat Cor IESU per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria!
‘Tuhan, tunjukkan Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami’.
Mungkin kita dapat dengan mudah mengidentifikasi diri dengan permohonan Filipus kepada Yesus ini. Bisa jadi Filipus meminta itu karena sadar bahwa kerinduan terdalamnya adalah melihat Tuhan, dalam persekutuan dengan Tuhan.
Kita sering hidup dengan rasa kerinduan yang dalam. Kita menyadari keinginan dan kerinduan dalam diri kita yang tidak sepenuhnya tercukupi. Ada saat-saat ketika kita dapat merasa sangat bahagia, lebih bahagia daripada yang pernah kita bayangkan, ketika, seperti Petrus di Gunung Transfigurasi, kita berkata, ‘Betapa bahagianya kami berada di sini’.
Cepat atau lambat kita akan menyadari beberapa kerinduan yang belum tercapai sepenuhnya. Kita merasakan kegelisahan, semacam kekosongan yang tidak pernah sepenuhnya terisi. Itu karena kita diciptakan untuk sesuatu yang tidak dapat sepenuhnya diberikan oleh dunia ini kepada kita. Santo Agustinus berkata bahwa hati kita gelisah sampai beristirahat di dalam Tuhan. Itulah sebabnya ada begitu banyak kebenaran dalam doa Filipus kepada Yesus, ‘Tuhan, tunjukkan Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami’.
Dan Yesus menjawab Filipus, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”. Yesus mengatakan bahwa melihat Dia dengan mata iman, masuk ke dalam persekutuan dengan Dia, berarti melihat Bapa. Di sini dan sekarang, dalam kehidupan duniawi ini, kita dapat mulai mengalami apa yang pada akhirnya kita dambakan di dalam dan melalui hubungan kita dengan Yesus.
Di akhir perikopa ini, Yesus mengatakan sesuatu yang mungkin terdengar aneh di telinga kita. Ia menyatakan bahwa siapa pun yang percaya kepada-Nya akan melakukan pekerjaan yang lebih besar daripada yang telah Ia lakukan. Kita mungkin tergoda untuk bertanya, ‘Bagaimana mungkin ini terjadi?’ ‘Bagaimana mungkin murid-murid Yesus melakukan pekerjaan yang lebih besar daripada Yesus sendiri?’
Yesus sering berbicara dalam Injil dengan cara yang membuat kita bingung dan bertanya-tanya apa maksud-Nya. Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya dalam konteks Perjamuan Terakhir. Ia meyakinkan mereka bahwa kepergian-Nya pada sore hari berikutnya, ‘pergi kepada Bapa’, kematian-Nya, bukanlah bencana seperti yang tampak. ‘Pergi kepada Bapa’ tidak hanya mencakup kematian-Nya tetapi juga kebangkitan-Nya, pemuliaan-Nya. Hal itu akan menghasilkan pengutusan Penghibur, Roh Kudus. Kedatangan Roh Kudus kepada murid-murid akan memungkinkan Tuhan yang telah bangkit untuk terus melakukan pekerjaan-Nya di dalam dan melalui mereka. Sebagai Tuhan yang telah bangkit, Ia akan melakukan pekerjaan yang lebih besar melalui murid-murid-Nya, dalam kuasa Roh, daripada yang dapat Ia lakukan selama hidup-Nya di bumi.
Pelayanan-Nya di bumi terbatas pada tempat dan waktu tertentu. Pelayanan-Nya sebagai Tuhan yang telah bangkit akan berlangsung di setiap generasi dan di seluruh dunia. Namun, Ia hanya dapat melakukan pekerjaan-Nya yang lebih besar melalui murid-murid yang percaya kepada-Nya dan yang tetap berada dalam kasih-Nya. ‘Siapa pun yang percaya kepada-Ku… akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi’.
Sebagai orang percaya, kita dapat tergoda untuk berkecil hati di masa-masa ini. Bacaan Injil hari ini meyakinkan kita bahwa pekerjaan baik Tuhan terus berlanjut. Tuhan yang telah bangkit sama aktifnya hari ini, bahkan lebih aktif, daripada selama pelayanan publik-Nya. Kita semua diundang untuk menjadi bagian dari pekerjaan-Nya yang besar, yang tidak dapat dihentikan oleh kekuatan duniawi mana pun.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa yang mahaagung, pandanglah dengan rela persembahan kami pada peringatan Santo Atanasius ini. Semoga imannya yang murni serta kesaksiannya akan kebenaran, sungguh bermanfaat bagi kaum beriman. Demi Kristus,…..
ANTIFON KOMUNI – 1Kor 1:23-24
Kami memaklumkan Kristus yang tersalib Kristus, kuasa dan kebijaksanaan Allah.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakuasa, bersama Santo Atanasius kami mengimani keallahan Putera-Mu yang tunggal. Kami mohon semoga berkat perayaan ekaristi ini iman kami semakin hidup dan semakin teguh. Demi Kristus,….
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Resi-Sabtu 02 Mei 2026 oleh Rm Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Dehon House Manila – PhilipinaUnduh
Santo Atanasius Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Atanasius dilahirkan di Aleksandria kurang lebih pada tahun 297. Pada tahun 318, Atanasius ditabhiskan menjadi diakon, dan ditunjuk sebagai sekretaris Uskup Aleksandria. Dalam kurun waktu singkat setelah tabhisan diakon itu, ia menerbitkan karangannya tentang rahasia Penjelmaan. Sebagai sekretaris Uskup, ia berhubungan erat dengan para rahib padang gurun, seperti St. Antonius Abas, sang pertapa dari Mesir. Athanasius sendiri sangat tertarik sekali dengan kehidupan para rahib itu. Akhirnya dia sendiri pun meneladani cara hidup para pertapa itu dan menjadi seorang pendoa besar.
Atanasius membaktikan seluruh hidupnya untuk membuktikan bahwa Yesus adalah sungguh Allah. Hal ini amat penting, karena dimasa itu ada sekelompok orang yang disebut Arian menyangkalnya. Ajaran itu disebut ajaran Arianisme. Sebelum ia menjadi seorang imam, Atanasius telah banyak membaca buku tentang iman. Oleh sebab itulah dengan mudah ia dapat menunjukkan kelemahan-kelemahan ajaran bidaah Arian.
Menanggapi ajaran sesat Arianisme, Athanasius bersama uskupnya pergi menghadiri Konsili Nicea (sekarang: Iznik, Turki) yang diprakarsai oleh kaisar Konstantianus. Dalam konsili itu, Atanasius terlibat aktif dalam diskusi-diskusi mengenai Ke-Allah-an Yesus Kristus,Pribadi kedua dalam Tritunggal MahaKudus. Sekembali dari konsili itu, peranan Atanasius semakin terasa penting, terutama setelah meninggalnya uskup Aleksandria enam bulan kemudian. Atanasius kemudian ditahbiskan sebagai Uskup Agung Alexandria (Uskup dalam Gereja Timur disebut Patriark) ketika usianya masih belum tiga puluh tahun. Dalam tugasnya sebagai uskup, Atanasius mengunjungi seluruh wilayah keuskupannya, termasuk pertapaan-pertapaan para rahib. Ia mengangkat seorang uskup untuk wilayah Ethiopia. Ia sendiri memimpin keuskupannya selama 45 tahun.
Pada masa kepemimpinannya Arianisme mulai timbul lagi di Mesir. Dengan tegas Athanasius menentang Arianisme itu. Ia banyak menghadapi tantangan. Sebanyak lima kali ia terpaksa melarikan diri untuk menyelamatkan diri dari kepungan musuhnya. Athanasius dikenal sebagai seorang uskup yang banyak menulis. Dengan tulisan-tulisannya ia berusaha menerapkan dan membela ajaran iman yang benar.
Umat sungguh sangat mengasihi uskup agung mereka yang baik hati itu. Ia seperti seorang bapa bagi mereka. Sementara tahun-tahun berlalu, mereka menghargainya lebih dan lebih lagi, betapa banyak ia telah menderita bagi Yesus dan Gereja. Umatlah yang mengatur serta mengusahakan agar ia dapat hidup dengan tenang. Ia menghabiskan tujuh tahun terakhir hidupnya dengan tenang bersama mereka. Para musuhnya, kaum arian yang didukung oleh kaisar tetap mengejarnya, namun tak pernah dapat menemukanya.Pada masa itu Gereja sedang berada dalam perpecahan akibat munculnya ajaran bidaah Aranisme yang mengingkari ke-Allahan Kristus. Aranisme bahkan telah merebak sampai kedalam istana kekaisaran Romawi dan beberapa kaisar juga sempat menjadi pengikut Arian. Uskup Athanasius berjuang sekuat tenaga untuk melawan ajaran sesat dari kaum arian ini. Bahkan Kaisar Romawi yang juga pengikut Arian tidak dapat memaksanya berhenti menuliskan penjelasan-penjelasannya yang terang dan jelas mengenai iman kita yang kudus. Para musuhnya menganiayanya dengan berbagai cara. Lima kali ia diusir dari keuskupannya sendiri. Pengasingannya yang pertama berlangsung dua tahun lamanya. Ia dibuang ke kota Trier pada tahun 336.
St. Atanasius adalah pembela terbesar ajaran Gereja Katolik tentang Tritunggal Maha Kudus dan misteri Penjelmaan Sabda menjadi Manusia. St. Atanasius dikenal sebagai ‘Bapak Ortodoksi’ karena perjuangannya yang besar dalam menentang ajaran-ajaran sesat yang berkembang pada masa itu. St.Atanasius wafat dalam damai pada tanggal 2 Mei 373. Ia tetap menjadi salah seorang santo terbesar dan tergagah sepanjang masa dan pembela iman kristiani yang paling gigih yang pernah ada.
Arti Nama:
Abadi
Variasi Nama
Atanas, Tase (Bulgarian), Athanasios, Thanasis, Thanos (Greek), Atanas, Atanasij, Tase (Macedonian), Afanasiy, Afanasy (Russian), Atanasije (Serbian), Athanacio (Portugues), Athanacio (Spanish)
No Comments