Jumat, 22 Mei 2026 – Hari Biasa Pekan VII Paskah (Novena Roh Kudus hari kedelapan)

Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ Dari Komunitas SCJ Paroki St Maria Tak Bernoda Tegalrejo Belitang OKUT SumSel – Indonesia

 

AUDIO RESI:

ANTIFOM PEMBUKA – Wahyu 1:5-6

Kristus menaruh cinta kasih kepada kita, dan menguduskan kita dengan darah-Nya. la menjadikan kita raja dan imam di hadapan Allah Bapa-Nya. Aleluya.

PENGANTAR: 

Seorang penguasa Romawi yang tidak beriman menjelaskan: Paulus dimasukkan penjara, karena seorang bernama Yesus yang sudah meninggal dunia, tetapi menurut Paulus hidup. Oleh Yesus yang sama itu, Petrus ditanya sampai tiga kali: apakah Petrus mengasihi Dia lebih dari yang lain? Di samping menerima tugas, Petrus juga diberi tahu tentang salib yang akan disandang nya. Seorang pengikut Kristus sejati tak dapat menghindari salib.

DOA KOLEKTA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber cahaya kekal, Engkau telah membukakan kami jalan menuju hidup yang kekal dengan memuliakan Putra-Mu dan mengutus Roh Kudus.. Semoga cinta bakti dan iman kami selalu bertambah. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

ATAU: 

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, kami telah Kaupanggil mengikuti Putra-Mu. Kami mohon, curahkanlah Roh Kudus kepada kami, agar kami dapat melanjutkan karya-Nya yang sudah dimulai di tengah-tengah kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 25:13-21

“Yesus telah mati, tetapi dengan yakin Paulus mengatakan, bahwa Ia hidup.”

Waktu Paulus ditahan dalam penjara di kota Kaisarea, datanglah Raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Festus. Karena mereka beberapa hari lamanya tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya, “Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Gubernur Feliks pada waktu dia pergi. Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum. Aku menjawab mereka, bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebagai suatu anugerah sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu. Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Pada keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu. Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhan pun tentang perbuatan jahat, seperti yang telah aku duga. Mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang yang bernama Yesus, yang sudah mati, tetapi dengan yakin Paulus mengatakan bahwa Ia hidup. Karena aku ragu-ragu bagaimana harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah Paulus mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ. Tetapi Paulus naik banding, Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan, dan menunggu sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 103:1-2.11-12.19-20ab

Ref. Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!

  2. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takwa kepada-Nya! Sejauh timur dari barat, demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.

  3. Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di surga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu. Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikat-Nya, agungkanlah Dia hai pahlawan-pahlawan perkasa.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 14:26) Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu; Ia akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 21:15-19

“Gembalakanlah domba-domba-Ku!”

Yesus yang telah bangkit menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Sesudah mereka sarapan, Yesus berkata kepada Simon Petrus, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya, “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku!” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya, “Benar, Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku!” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu! Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku!” Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika masih muda engkau sendiri mengikat pinggangmu dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki. Tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu, dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Hal ini dikatakan Yesus untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ

Vivat Cor Jesu per Cor Marie. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa dengan saya Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ dari Komunitas Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Belitang, OKU Timur, Sumatera Selatan, Indonesia dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian edisi Jumat 22 Mei 2026. Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Suci menurut Yohanes 21:15-19.

Sahabat Resi Dehonian yang terkasih. Pernahkah kita merasa tidak layak di hadapan Tuhan karena kegagalan, dosa, atau masa lalu kita? Jika ya, kisah Injil hari ini adalah kabar baik yang memulihkan kita. Mari kita bayangkan situasi Petrus dalam Injil Yohanes hari ini. Di tepi Pantai Tiberias, di depan api arang, ia berhadapan muka dengan Yesus yang telah bangkit. Api arang itu pasti melempar ingatan Petrus pada malam kelam di halaman Imam Agung, tempat di mana ia menyangkal Yesus tiga kali. Petrus mungkin dipenuhi rasa bersalah dan cemas, mengira Yesus akan menuntut penjelasan atas pengkhianatannya.

Namun, apa yang Yesus tanyakan? Yesus tidak bertanya, “Mengapa engkau menyangkal Aku?” Yesus juga tidak mengungkit kegagalan masa lalu Petrus. Yesus hanya mengajukan satu pertanyaan yang diulang sampai tiga kali: “Petrus, apakah engkau mengasihi Aku?” Tiga kali pertanyaan ini bukan untuk menyiksa batin Petrus, melainkan untuk menyembuhkan lukanya. Tiga kali penolakan Petrus, dihapus oleh tiga kali pengakuan kasih.

Tuhan kita adalah Allah yang luar biasa. Dia tidak mencari kesempurnaan masa lalu kita, melainkan ketulusan hati kita di masa kini. Ketika Petrus dengan jujur mengakui keterbatasannya dan berkata, “Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau,”  Yesus menerima kasih Petrus apa adanya, dengan segala kerapuhannya.

Bagi Yesus, syarat utama untuk menjadi murid dan melayani-Nya bukanlah manusia yang tanpa cela, melainkan hati yang mau mengasihi. Namun, kasih kepada Kristus tidak boleh berhenti sebagai perasaan di dalam hati atau doa di dalam gereja saja. Setiap kali Petrus menjawab “Aku mengasihi-Mu”, Yesus selalu menyambungnya dengan perintah: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Ini adalah pesan kuat bagi kita semua. Kasih kita kepada Tuhan harus mewujud dalam tindakan konkret: peduli, merawat, dan menuntun sesama terutama mereka yang sedang terluka, lemah, dan terpinggirkan. Kita dipanggil untuk menjadi perpanjangan tangan kasih-Nya di dunia.

Di akhir perikop, Yesus berkata, “Ikutlah Aku.” Ini adalah undangan untuk memulai lembaran baru. Petrus berjalan mengikuti Yesus bukan lagi dengan kesombongan yang mengandalkan kekuatan diri sendiri, melainkan dengan kerendahan hati yang bersandar pada rahmat Tuhan. Hari ini, di hadapan altar-Nya yang kudus, Yesus memandang mata kita masing-masing dan bertanya hal yang sama: “Apakah engkau mengasihi Aku?”

Mari kita menjawab dengan rendah hati seperti Petrus: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” Dan setelah itu, marilah kita pergi untuk menggembalakan sesama dengan kasih. Semoga Hati Kudus Yesus menyertai kita semua dalam perjuangan Kasih kita kepada sesama. Amin.

DOA MOHON TUJUH KURNIA ROH KUDUS (Didoakan setelah homili)

1. Datanglah, ya Roh Hikmat,

P+U.   turunlah atas diri kami. Ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Dan semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

2. Datanglah, ya Roh Pengertian,

P+U.   turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

3. Datanglah, ya Roh Nasihat,

P+U.  dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami selalu melakukan yang baik dan benar, serta menjauhi yang jahat.

4. Datanglah, ya Roh Keperkasaan,

P+U.   kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

5. Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah,

P+U.  ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

6. Datanglah, ya Roh Kesalehan,

P+U.   bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu. Semoga kami berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

7. Datanglah, ya Roh Takut akan Allah,

P+U.   ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu, dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa mahakudus, terimalah roti anggur dan bersihkanlah hati kami dengan kedatangan Roh Kudus. Demi Kristus, ….

ATAU: 

Allah Bapa sumber kedamaian sejati, semoga kami siap sedia mengikuti Dia yang kini dalam anggur roti memberikan diri-Nya kepada kami. Maka, tentu ada kedamaian dan kerukunan di antara semua orang yang baik iktikadnya. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 16:13

Tuhan bersabda, “Roh kebenaran akan datang dan mengajarkan segala kebenaran kepadamu.” Aleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan, Engkau menyegarkan dan menyucikan kami dengan sakramen yang telah kami sambut. Semoga kami Kauanugerahi hidup abadi. Demi Kristus, ….

ATAU: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahasetia, kami ingin taat setia kepada-Mu dan mengabdi-Mu menurut kebenaran. Semoga kami Kaubantu dengan Roh-Mu, agar kami selalu memperhatikan semua yang Kauserahkan kepada kami. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

DOA NOVENA ROH KUDUS – HARI VIII

Persiapan Menyambut Kedatangan Tujuh Karunia Roh Kudus

Pendarasan doa setiap harinya disesuaikan dengan karunia Roh Kudus yang dituju. Berikut bacaan doa Novena Roh Kudus selama sembilan hari yang dikutip dari laman Discerning Hearts.

 

DOA NOVENA ROH KUDUS – Hari Kedelapan

Datanglah, ya Roh Kudus,
Pencipta segala sesuatu;
datanglah dan kunjungilah hati kami dengan kuasa-Mu.
Penuhilah hati yang telah Engkau ciptakan
dengan rahmat-Mu, ya Sahabat yang baik.
Engkau disebut Penghibur,
karunia dari tangan Allah,
sumber kehidupan, terang, cinta,
dan nyala api kebaikan tertinggi.
Engkau adalah jaminan rahmat tujuh karunia,
jari tangan Bapa,
yang dijanjikan kepada kami,
dan Engkau membuat lidah kami berbicara tentang kebenaran.
Terangilah indera kami,
curahkanlah cinta ke dalam hati kami.
Kuatkanlah tubuh kami yang lemah
agar kami tidak pernah lelah berbuat baik.
Dan kabulkanlah permohonan
yang dengan sungguh kami mohonkan dalam novena ini…

(Sampaikan intensi doamu di sini)

Ya Roh Kudus,
ajarlah kami untuk hidup dalam kesetiaan kepada Allah.
Ketika hati kami mudah goyah dan dunia menawarkan banyak godaan,
teguhkanlah iman kami agar tetap berjalan di jalan Tuhan.
Berilah kami hati yang rendah hati untuk mau dibimbing,
keberanian untuk mengatakan kebenaran,
dan ketulusan untuk melayani tanpa mencari pujian.
Semoga melalui hidup kami,
semakin banyak orang merasakan kasih dan kehadiran Allah.

Datanglah ya Roh Kudus,
penuhilah hati umat-Mu,
dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu.
Amin.

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus

 

ROSARIO ROH KUDUS

Rosario Roh Kudus disusun pada tahun 1892 oleh seorang biarawan Fransiskan Kapusin di Inggris sebagai sarana bagi umat beriman untuk menghormati Roh Kudus. Doa ini kemudian memperoleh persetujuan apostolik dari Paus Leo XIII pada tahun 1902. Rosario ini dimaksudkan sebagai sarana untuk menghormati Roh Kudus, sama seperti Rosario Bunda Maria di maksudkan para rahib Dominikan untuk menghormati Bunda Maria.

Rosario ini terdiri atas 5 kelompok manik-manik. Tiap kelompok terdiri dari 7 manik. Sebelum dan sesudah tiap kelompok terdapat 2 butir manik besar, sehingga seluruhnya ada 35 butir manik kecil dan 12 butir manik besar. Sebagai tambahan, terdapat 3 manik kecil pada bagian permulaan. Pada ketiga manik kecil ini dibuat tanda salib, lalu di daraskan doa tobat dan himne datanglah Roh Pencipta.

Dalam tiap kelompok manik, diucapkan doa kemuliaan pada ketujuh manik kecil, dan 1 doa Bapa Kami serta 1 Salam Maria pada kedua manik besar. Pada 2 manik besar yang tersisa di bagian akhir, diucapkan Sahadat Para Rasul (Aku percaya …..), doa Bapa Kami dan Salam Maria untuk mendoakan Bapa Suci.

Pada doa ini terdapat 5 misteri: masing-masing misteri direnungkan pada setiap kelompok manik-manik. Angka lima merupakan penghormatan atas lima Luka Suci Yesus yang merupakan sumber rahmat yang dibagikan Roh Kudus untuk seluruh umat manusia.

Secara berurutan, Rosario Roh Kudus di daraskan sebagai berikut:

I. TANDA SALIB

II. DOA TOBAT

III. DATANGLAH ROH PENCIPTA

Datanglah hai Roh Pencipta kunjungilah jiwa kami semua penuhilah dengan rahmat-Mu hati kami ciptaan-Mu. Gelar-Mu ialah penghibur rahmat Allah yang mahaluhur Sumber Hidup, Api Kasih dan Pengurapan Ilahi.

Engkaulah sumber sapta karunia jemari tangan Sang Ilahi. Engkaulah janji sejati Allah Bapa yang mempergandakan bahasa. Terangilah akal budi, curahkan cinta di setiap hati. Segala kelemahan kami semoga Kau lindungi dan Kau kuatkan. Jauhkanlah semua musuh segera, anugrahkanlah kedamaian jiwa, dengan Engkau sebagai penuntun kami kejahatan tak’kan mempengaruhi. Perkenalkanlah kami kepada Bapa ajarilah agar mengakui Putra serta Engkau, Roh dari Keduanya yang kami imani dan puji selamanya. Segala kemuliaan bagi Allah Bapa dan bagi Sang Putra yang telah bangkit dari mati serta bagi-Mu Roh Kudus pula sepanjang segala abad.  Amin

IV. MISTERI PERTAMA:

“Dari Roh Kuduslah Yesus dikandung Perawan Maria.” (Renungan Luk1:35 ) Ujud khusus:

Dengan tekun, mintalah bantuan dari Roh Ilahi serta perantaraan Bunda maria untuk mengikuti kebajikan-kebajikan Yesus Kristus, contohlah segala kebajikan-Nya, sehingga kita dapat menjadi serupa dengan citra Putra Allah.

Renungan dan doa pribadi …

Bapa Kami …

Salam Maria …

Kemuliaan … (7x)

V. MISTERI KEDUA:

“Roh Allah turun atas Yesus.” (Renungan Mat3:16 ) Ujud khusus:

Peliharalah dengan penuh kesungguhan anugrah yang tak ternilai, rahmat pengudusan yang dicurahkan dan ditanamkan dalam jiwa kita oleh Roh Kudus pada saat pembabtisan. Peganglah dengan teguh janji baptis yang telah kita ucapkan: tingkatkan iman, harapan dan cinta kasih melalui tindakan nyata, serta hiduplah sebagai anak-anak Allah dan anggota Gereja Allah yang sejati agar kelak kita dapat memperoleh warisan surgawi.

Renungan dan doa pribadi …

Bapa Kami …

Salam Maria …

Kemuliaan … (7x)

VI. MISTERI KETIGA:

“Oleh Roh Kudus, Yesus dibimbing menuju padang gurun untuk dicobai.” (Renungan Luk4:1-2) Ujud khusus:

Bersyukurlah selalu atas ketujuh karunia Roh Kudus yang dicurahkan pada kita saat menerima Sakramen Penguatan: Roh kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengenalan akan Allah, kesalehan, dan rasa takut akan Allah. Serahkan diri kita dengan setia kepada bimbingan Ilahi-Nya, sehingga di atas segala godaan dan pencobaan hidup kita berlaku secara perkasa sebagai seorang Kristen sejati dan prajurit Kristus yang berani.

Renungan dan doa pribadi …

Bapa Kami …

Salam Maria …

Kemuliaan … (7x)

VII. MISTERI KEEMPAT:

“Peranan Roh Kudus dalam Gereja.” (Renungan Kis2:2 Kis2:4 Kis2:11 ) Ujud khusus:

Bersyukurlah kepada Tuhan karena Ia menjadikan kita sebagai anggota Gereja-Nya yang selalu dijiwai dan diarahkan oleh Roh Kudus, Roh yang diturunkan ke dunia untuk tugas itu pada hari Pentekosta. Dengarlah dan patuhilah Takhta Suci, wakil Roh Kudus yang tidak dapat salah, serta Gereja, pilar dan dasar kebenaran. Junjunglah ajaran-ajarannya dan belalah hak-haknya.

Renungan dan doa pribadi …

Bapa Kami …

Salam Maria …

Kemuliaan … (7x

VIII. MISTERI KELIMA:

“Roh Kudus dalam jiwa-jiwa orang beriman.” (Renungan 1Kor6:19 1Tes5:19 Ef4:30 ) Ujud khusus:

Sadarilah keberadaan Roh Kudus dalam diri kita, peliharalah dengan seksama kemurnian tubuh dan jiwa, ikutilah dengan setia bimbingan Ilahi-Nya, sehingga kita dapat menghasilkan buah-buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, iman, kerendahan hati, penguasaan diri, dan kemurnian.

Renungan dan doa pribadi … Bapa Kami …

Salam Maria … Kemuliaan … (7x) Aku Percaya … Bapa Kami …

Salam Maria …

 

No Comments

Leave a Comment