Kamis, 21 Mei 2026 – Hari Biasa Pekan VII Paskah (Novena Roh Kudus hari ke tujuh)

Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON KOMUNI  – Ibrani 4:16

Marilah kita menghadap takhta kasih karunia dengan penuh harapan untuk memperoleh rahmat dan mendapat pertolongan pada waktunya. Aleluya.

PENGANTAR:

Dalam kata-kata perpisahan-Nya, Yesus mengharapkan kerukun an dan persatuan di antara umat manusia. Sebagai contoh, digambarkan persatuan antara Dia sendiri dan Bapa-Nya. Apa yang sudah nyata di surga, hendaknya diusahakan di dunia. Santo Paulus meneguhkan meletakkan ikatan yang duniawi dengan yang surgawi: karena harapannya akan kebangkitan orang mati, ia diseret ke pengadilan.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, terimalah roti anggur yang kami hunjukkan atas perintah-Mu. Limpahkanlah rahmat penebusan kepada kami berkat misteri suci yang kami rayakan dalam sembah bakti yang pantas. Demi Kristus, ….

ATAU: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan hidup, semoga dunia Kauciptakan menjadi baru dan umat manusia rukun bersatu padu berkat Roh Kudus, berkat kebaikan dan cinta kasih yang lebih kuat daripada perselisihan. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 22:30.23:6-11

“Hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”

Setelah Paulus ditangkap di Kota Yerusalem, kepala pasukan ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Karena itu ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan supaya imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka. Paulus tahu bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi. Oleh karena itu ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya, “Hai Saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharapkan kebangkitan orang mati.” Ketika Paulus berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki, dan terbagi-bagilah orang banyak itu. Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan, dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya. Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya, “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya.” Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan supaya turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka lalu membawanya ke markas. Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisi Paulus dan berkata kepadanya, “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 16:1-2.5.7-8.9-10.11

Ref. Jagalah aku, ya Tuhan, sebab pada-Mu aku berlindung.
atau Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.

  1. Jagalah aku ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, Engkau bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.”

  2. Aku memuji Tuhan yang telah memberikan nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

  3. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tentram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.

  4. Engkau memberitahukan kepadaku, ya Allah, jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Yoh 17:23) Semoga mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 17:20-26

“Supaya mereka sempurna menjadi satu.”

Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, “Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu. Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku, dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yakni mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae! Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria!

Sobat resi terkasih, Seruan Latin ini pasti pernah atau sering kita dengar: Ut omnes unum sint. Bahkan mungkin di berbagai kesempatan, seruan itu dibuat lagu dan dinyanyikan. Ut omnes unum sint dalam bahasa kita berarti “Semoga mereka menjadi satu.” Ini adalah doa Yesus yang terungkap dalam Injil hari ini, terutama pada ayat 21 dan 22. Yesus berdoa bagi para murid-Nya, orang yang percaya kepada-Nya, termasuk kita di zaman ini yang mengimani-Nya atau percaya akan kasih Allah. Estafet iman pada zaman para murid semestinya diteruskan hingga zaman kita sekarang dan seterusnya. Mereka semua hendaknya menjadi satu, tidak terpecahkan.

Meneladan Tritunggal Mahakudus, kesatuan yang Yesus inginkan bagi Gereja-Nya bukan sekadar kesatuan organisasi, keseragaman liturgi, atau kompromi sosial. Model kesatuan umat Kristiani adalah kesatuan organik, rohani, dan penuh kasih seperti hubungan antara Allah Bapa dan Allah Putera. Ketika Gereja atau umat Kristen terpecah-pecah oleh ego dan konflik, dunia akan sulit memercayai Injil. Sebaliknya, kasih dan kesatuan sejati di antara orang percaya adalah alat bukti iman terbesar yang menyatakan bahwa Yesus benar-benar Juruselamat yang diutus Allah. Perpecahan dalam komunitas Kristiani melukai hati Tuhan dan merusak kesaksian Injil. Kita dipanggil untuk aktif merawat kesatuan di antara perbedaan-perbedaan yang ada.

Semoga Hati Kudus Yesus semakin membimbing dan menyatukan komunitas kita.

DOA MOHON TUJUH KURNIA ROH KUDUS (Didoakan setelah homili)

1. Datanglah, ya Roh Hikmat,

P+U.   turunlah atas diri kami. Ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Dan semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

2. Datanglah, ya Roh Pengertian,

P+U.   turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

3. Datanglah, ya Roh Nasihat,

P+U.  dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami selalu melakukan yang baik dan benar, serta menjauhi yang jahat.

4. Datanglah, ya Roh Keperkasaan,

P+U.   kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

5. Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah,

P+U.  ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

6. Datanglah, ya Roh Kesalehan,

P+U.   bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu. Semoga kami berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

7. Datanglah, ya Roh Takut akan Allah,

P+U.   ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu, dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa mahakudus, kuduskanlah roti anggur ini. Semoga yang akan kami terima sebagai anugerah-Mu menjadikan diri kami persembahan abadi bagi-Mu. Demi Kristus, ….

ATAU: 

Allah Bapa Yang Maha Esa, semoga kami rukun bersatu padu berkat santapan yang sama, dan berilah kami piala yang mendatangkan sukacita bagi kami berkat kasih setia-Mu kepada manusia. Demi Kristus, …..

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 16:7

Tuhan bersabda, “Sungguh benar sabda-Ku ini: Berguna bagimu bahwa Aku pergi. Kalau tidak, Penolong takkan datang kepadamu.” Aleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan hidup, kami telah merayakan ibadat ini. Semoga sabda-Mu menyemangati kami, dan kurnia perjamuan-Mu membarui hidup kami, agar kami layak menerima kurnia Roh Kudus, Demi Kristus, …..

ATAU:

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih dan penyayang, bila kami saling menaruh cinta kasih, maka Engkau tak jauh dari kami. Maka, semoga Kauhangatkan yang dingin dan Kaurukunkan yang berselisih di dunia ini. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

DOA NOVENA ROH KUDUS – HARI VII

Persiapan Menyambut Kedatangan Tujuh Karunia Roh Kudus

Pendarasan doa setiap harinya disesuaikan dengan karunia Roh Kudus yang dituju. Berikut bacaan doa Novena Roh Kudus selama sembilan hari yang dikutip dari laman Discerning Hearts.

 

DOA NOVENA ROH KUDUS –  Hari Ketujuh

Datanglah, ya Roh Kudus,
Pencipta segala sesuatu;
datanglah dan kunjungilah hati kami dengan kuasa-Mu.
Penuhilah hati yang telah Engkau ciptakan
dengan rahmat-Mu, ya Sahabat yang baik.
Engkau disebut Penghibur,
karunia dari tangan Allah,
sumber kehidupan, terang, cinta,
dan nyala api kebaikan tertinggi.
Engkau adalah jaminan rahmat tujuh karunia,
jari tangan Bapa,
yang dijanjikan kepada kami,
dan Engkau membuat lidah kami berbicara tentang kebenaran.
Terangilah indera kami,
curahkanlah cinta ke dalam hati kami.
Kuatkanlah tubuh kami yang lemah
agar kami tidak pernah lelah berbuat baik.
Dan kabulkanlah permohonan
yang dengan sungguh kami mohonkan dalam novena ini…

(Sampaikan intensi doamu di sini)

Jauhkanlah musuh dari kami,
berilah kami damai senantiasa.
Bantulah kami mengikuti jejak-Mu dengan rela hati,
agar kami dijauhkan dari dosa.
Semoga melalui Engkau
kami semakin mengenal Bapa dan Putra,
dan semakin teguh percaya kepada-Mu,
Roh dari keduanya.
Bagi Bapa di takhta tertinggi,
bagi Putra Allah yang bangkit,
dan bagi Sang Penghibur,
terpujilah kemuliaan dan hormat selama-lamanya.

Datanglah ya Roh Kudus,
penuhilah hati umat-Mu,
dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu.

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus

 

ROSARIO ROH KUDUS

Rosario Roh Kudus disusun pada tahun 1892 oleh seorang biarawan Fransiskan Kapusin di Inggris sebagai sarana bagi umat beriman untuk menghormati Roh Kudus. Doa ini kemudian memperoleh persetujuan apostolik dari Paus Leo XIII pada tahun 1902. Rosario ini dimaksudkan sebagai sarana untuk menghormati Roh Kudus, sama seperti Rosario Bunda Maria di maksudkan para rahib Dominikan untuk menghormati Bunda Maria.

Rosario ini terdiri atas 5 kelompok manik-manik. Tiap kelompok terdiri dari 7 manik. Sebelum dan sesudah tiap kelompok terdapat 2 butir manik besar, sehingga seluruhnya ada 35 butir manik kecil dan 12 butir manik besar. Sebagai tambahan, terdapat 3 manik kecil pada bagian permulaan. Pada ketiga manik kecil ini dibuat tanda salib, lalu di daraskan doa tobat dan himne datanglah Roh Pencipta.

Dalam tiap kelompok manik, diucapkan doa kemuliaan pada ketujuh manik kecil, dan 1 doa Bapa Kami serta 1 Salam Maria pada kedua manik besar. Pada 2 manik besar yang tersisa di bagian akhir, diucapkan Sahadat Para Rasul (Aku percaya …..), doa Bapa Kami dan Salam Maria untuk mendoakan Bapa Suci.

Pada doa ini terdapat 5 misteri: masing-masing misteri direnungkan pada setiap kelompok manik-manik. Angka lima merupakan penghormatan atas lima Luka Suci Yesus yang merupakan sumber rahmat yang dibagikan Roh Kudus untuk seluruh umat manusia.

Secara berurutan, Rosario Roh Kudus di daraskan sebagai berikut:

I. TANDA SALIB

II. DOA TOBAT

III. DATANGLAH ROH PENCIPTA

Datanglah hai Roh Pencipta kunjungilah jiwa kami semua penuhilah dengan rahmat-Mu hati kami ciptaan-Mu. Gelar-Mu ialah penghibur rahmat Allah yang mahaluhur Sumber Hidup, Api Kasih dan Pengurapan Ilahi.

Engkaulah sumber sapta karunia jemari tangan Sang Ilahi. Engkaulah janji sejati Allah Bapa yang mempergandakan bahasa. Terangilah akal budi, curahkan cinta di setiap hati. Segala kelemahan kami semoga Kau lindungi dan Kau kuatkan. Jauhkanlah semua musuh segera, anugrahkanlah kedamaian jiwa, dengan Engkau sebagai penuntun kami kejahatan tak’kan mempengaruhi. Perkenalkanlah kami kepada Bapa ajarilah agar mengakui Putra serta Engkau, Roh dari Keduanya yang kami imani dan puji selamanya. Segala kemuliaan bagi Allah Bapa dan bagi Sang Putra yang telah bangkit dari mati serta bagi-Mu Roh Kudus pula sepanjang segala abad.  Amin

IV. MISTERI PERTAMA:

“Dari Roh Kuduslah Yesus dikandung Perawan Maria.” (Renungan Luk1:35 ) Ujud khusus:

Dengan tekun, mintalah bantuan dari Roh Ilahi serta perantaraan Bunda maria untuk mengikuti kebajikan-kebajikan Yesus Kristus, contohlah segala kebajikan-Nya, sehingga kita dapat menjadi serupa dengan citra Putra Allah.

Renungan dan doa pribadi …

Bapa Kami …

Salam Maria …

Kemuliaan … (7x)

V. MISTERI KEDUA:

“Roh Allah turun atas Yesus.” (Renungan Mat3:16 ) Ujud khusus:

Peliharalah dengan penuh kesungguhan anugrah yang tak ternilai, rahmat pengudusan yang dicurahkan dan ditanamkan dalam jiwa kita oleh Roh Kudus pada saat pembabtisan. Peganglah dengan teguh janji baptis yang telah kita ucapkan: tingkatkan iman, harapan dan cinta kasih melalui tindakan nyata, serta hiduplah sebagai anak-anak Allah dan anggota Gereja Allah yang sejati agar kelak kita dapat memperoleh warisan surgawi.

Renungan dan doa pribadi …

Bapa Kami …

Salam Maria …

Kemuliaan … (7x)

VI. MISTERI KETIGA:

“Oleh Roh Kudus, Yesus dibimbing menuju padang gurun untuk dicobai.” (Renungan Luk4:1-2) Ujud khusus:

Bersyukurlah selalu atas ketujuh karunia Roh Kudus yang dicurahkan pada kita saat menerima Sakramen Penguatan: Roh kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengenalan akan Allah, kesalehan, dan rasa takut akan Allah. Serahkan diri kita dengan setia kepada bimbingan Ilahi-Nya, sehingga di atas segala godaan dan pencobaan hidup kita berlaku secara perkasa sebagai seorang Kristen sejati dan prajurit Kristus yang berani.

Renungan dan doa pribadi …

Bapa Kami …

Salam Maria …

Kemuliaan … (7x)

VII. MISTERI KEEMPAT:

“Peranan Roh Kudus dalam Gereja.” (Renungan Kis2:2 Kis2:4 Kis2:11 ) Ujud khusus:

Bersyukurlah kepada Tuhan karena Ia menjadikan kita sebagai anggota Gereja-Nya yang selalu dijiwai dan diarahkan oleh Roh Kudus, Roh yang diturunkan ke dunia untuk tugas itu pada hari Pentekosta. Dengarlah dan patuhilah Takhta Suci, wakil Roh Kudus yang tidak dapat salah, serta Gereja, pilar dan dasar kebenaran. Junjunglah ajaran-ajarannya dan belalah hak-haknya.

Renungan dan doa pribadi …

Bapa Kami …

Salam Maria …

Kemuliaan … (7x

VIII. MISTERI KELIMA:

“Roh Kudus dalam jiwa-jiwa orang beriman.” (Renungan 1Kor6:19 1Tes5:19 Ef4:30 ) Ujud khusus:

Sadarilah keberadaan Roh Kudus dalam diri kita, peliharalah dengan seksama kemurnian tubuh dan jiwa, ikutilah dengan setia bimbingan Ilahi-Nya, sehingga kita dapat menghasilkan buah-buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, iman, kerendahan hati, penguasaan diri, dan kemurnian.

Renungan dan doa pribadi … Bapa Kami …

Salam Maria … Kemuliaan … (7x) Aku Percaya … Bapa Kami …

Salam Maria …

 

No Comments

Leave a Comment