
Rm Rafael Sudibyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang Sumatera Selatang – Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Bdk Mzm 81:17
Ia telah memberi mereka gandum yang terbaik. Ia telah mengenyangkan mereka dengan madu dari gunung batu.
PENGANTAR:
Pada perjamuan malam terakhir, Yesus bersabda, “Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku”. Sejak itu, setiap kali kita merayakan Ekaristi, kita mengenangkan Kristus yang memberikan hidup-Nya bagi keselamatan kita. Bila kita makan Tubuh-Nya dan minum Darah-Nya, kita ikut serta dalam hidup, wafat dan kebangkitan-Nya. Karena roti itu satu, maka kita bersama-sama merupakan satu tubuh. Dengan makan roti kehidupan dan minum darah keselamatan, kita kenangkan dengan rasa syukur, bahwa Yesus telah mengorbankan diri-Nya seutuhnya bagi kita.
SERUAN TOBAT:
I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki kami selalu mengenangkan Dikau dengan merayakan Ekaristi. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
I : Engkau menghendaki kami itu serta dalam hidup, wafat dan kebangkitan-Mu dengan makan Tubuh-Mu dan minum darah-Mu. Kristus, kasihanilah kami.
U : Kristus, kasihanilah kami.
I : Engkau menghendaki kami bersatu dengan Dikau dan sesama dengan makan roti dan minum darah keselamatan yang satu dan sama. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
DOA PEMBUKA:
Marilah bedoa: Ya Allah, Putra-Mu telah meninggalkan kenangan akan wafat dan kebangkitan-Nya dalam sakramen yang mengagumkan ini. Kami mohon semoga kami dapat menghormati misteri kudus Tubuh dan Darah Putra-Mu sehingga kami senantiasa dapat menikmati buah penebusan-Nya. Sebab, Dialah Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ulangan 8:2-3.14b-16a
“Tuhan memberi engkau makan manna yang tidak kaukenal dan juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu.”
Di padang gurun seberang Sungai Yordan berkatalah Musa kepada umat Israel, “Ingatlah akan seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun itu. Maksud Tuhan ialah merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Tuhan merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari segala yang diucapkan Tuhan. Ingatlah selalu pada Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Dialah yang memimpin engkau melalui padang gurun yang luas dan dahsyat itu, dengan ular-ularnya yang ganas serta kalajengkingnya, dengan tanahnya yang gersang, yang tidak ada airnya. Dialah yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras. Dialah yang di padang gurun memberi engkau makan manna yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 147:12-13.14-15.19-20
Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah. Pujilah Tuhan, hai umat Allah.
-
Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion. Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.
-
Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu, dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi, dengan segera firman-Nya berlari.
-
Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.
BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 10:16-17
“Karena roti itu hanya satu, maka kita ini, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh.”
Saudara-saudaraku terkasih, bukankah piala syukur yang kita syukuri merupakan persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita bagi-bagi merupakan persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti itu hanya satu, maka kita ini, sekalipun banyak merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
SEKUENSIA: Madah Ekaristi, sol = es, m.7, PS 556
Syair: Lauda Sion, ayat 1-4.5-8 Thomas dari Aquino 1263/64, terj. Komlit KWI 1992
Lagu: Prancis abad ke-12, Graduale Romanum 1974
-
Sion, puji Penyelamat, Sang Pemimpin dan Gembala dalam kidung pujian.
-
Pujilah sekuat hati, kar’na Dia melampaui puji yang kaulambungkan.
-
Hari ini yang tersaji: Roti Hidup yang dipuji, sumber hidup yang kekal.
-
Itulah yang dihidangkan bagi para rasul Tuhan: Tak perlu diragukan.
-
Lihat Roti malaikat, jadi boga peziarah: sungguh itu roti putra, anjing jangan diberi.
-
Inilah yang dilambangkan waktu Ishak dikurbankan: Domba Paskah disajikan, dan manna dihujankan.
-
Yesus, Roti yang sejati, Kau Gembala murah hati, s’lalu lindungilah kami, dan tunjukkan pada kami bahagia yang kekal.
-
Dikau Allah mahakuasa, bimbing kami, insan fana, undang kami dalam pesta, dan jadikan kami warga umat kudus bahagia. Amin. Alleluya.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya.
S : (Yoh 6:51, 2/4) Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan.
Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:51-58
“Tubuh-Ku benar-benar makanan, Darah-Ku benar-benar minuman.”
Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata, “Bagaimana Yesus ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan!” Maka kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku, dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa memakan Aku, ia akan hidup oleh Aku. Akulah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Rafael Sudibyo SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Rm. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang, dalam resi – renungan singkat dehonian, edisi hari minggu, minggu Tubuh dan Darah Kristus, 7 Juni 2026. Marilah kita mendengarkan sabda Tuhan; Bacaan dari Injil Suci, menurut Yohanes (Yohanes 6:51-58).
Para pendengar RESI Dehonian yang terkasih, Pernahkah kita menyadari betapa seringnya kita merasa lapar di dalam hidup ini? Bukan sekadar lapar fisik yang bisa hilang dengan sepiring nasi, melainkan rasa lapar yang jauh lebih dalam. Kelaparan akan ketenangan batin saat pikiran sedang kalut, kelaparan akan kasih sayang saat merasa kesepian, atau kelaparan akan kepastian di tengah masa depan yang terasa abu-abu. Kita sering mencoba mengenyangkan rasa lapar batin ini dengan berbagai hal duniawi—entah itu kesibukan kerja, hiburan, gadget, atau pencapaian demi pencapaian. Namun, jujur saja, setelah semuanya didapat, mengapa hati kita sering kali masih terasa kosong dan sepi?
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang kita rayakan hari ini hadir untuk menjawab kerinduan terdalam jiwa kita itu. Lewat bacaan-bacaan suci hari ini, Tuhan mau mengajak kita melepaskan lelah sejenak dan masuk ke dalam sebuah perenungan yang teduh.
Dalam bacaan pertama dari Kitab Ulangan, Musa mengajak bangsa Israel untuk mengingat kembali perjalanan mereka di padang gurun. Padang gurun adalah lambang dari masa-masa sulit dalam hidup kita—saat kita merasa tidak berdaya, kering, dan kehilangan pegangan. Di tempat yang gersang itu, Allah tidak membiarkan umat-Nya mati kelaparan. Ia menurunkan manna dari langit. Melalui peristiwa itu, Allah sebenarnya sedang berbisik kepada batin mereka, dan juga kepada batin kita hari ini: “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Tuhan ingin kita belajar bahwa rasa aman dan kebahagiaan sejati kita tidak terletak pada apa yang bisa kita genggam dan usahakan sendiri, melainkan pada penyerahan diri yang total kepada penyelenggaraan-Nya.
Bayang-bayang padang gurun itu kini digenapi dengan begitu indah oleh Yesus dalam Injil Yohanes. Yesus berkata dengan penuh kasih, “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga.” Yesus tidak lagi sekadar memberi makanan dari langit, tetapi Ia memberikan diri-Nya sendiri untuk kita. Ketika Yesus meminta kita makan daging-Nya dan minum darah-Nya, Ia sedang menawarkan sebuah hubungan yang sangat intim. Ia ingin hidup-Nya menyatu dengan hidup kita. Bayangkan, Tuhan semesta alam sudi menjadi begitu rapuh dan kecil dalam rupa sepotong roti, hanya agar Ia bisa masuk ke dalam diri kita, menyembuhkan luka-luka batin kita, dan menguatkan jiwa kita yang rapuh.
Namun, mari kita renungkan lebih dalam: saat kita menyambut Komuni, kita tidak sedang berjalan sendirian. Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa roti yang satu itu membuat kita yang banyak ini menjadi satu tubuh. Ekaristi adalah sakramen cinta kasih yang mempersatukan. Artinya, kita tidak bisa mengatakan kita mencintai Yesus yang ada di dalam tabernakel atau yang kita sambut dalam Komuni, jika kita masih menyimpan kebencian, enggan menyapa, atau menutup mata terhadap sesama kita yang sedang menderita. Menerima Tubuh Kristus berarti kita juga siap menerima dan mengasihi sesama kita sebagai bagian dari tubuh-Nya.
Keindahan misteri Ekaristi ini senantiasa dijaga oleh Gereja. Konsili Vatikan II dengan sangat indah menyebut Ekaristi sebagai “sumber dan puncak seluruh hidup kristiani.” Segala lelah, air mata, tawa, dan perjuangan harian kita sepanjang minggu, kita bawa dan letakkan di atas altar untuk dipersatukan dengan kurban Yesus. Dan dari altar itulah, kita menerima kekuatan baru. Jauh sebelum Konsili Vatikan II, Paus Leo XIII dalam surat gembalanya yang menyentuh, Mirae Caritatis, menulis bahwa Ekaristi adalah “obat bagi jiwa”. Beliau tahu betul bahwa dunia ini bisa sangat melelahkan dan sering kali membuat iman kita layu. Karena itu, Kristus memberikan Ekaristi sebagai mata air yang menyegarkan kembali jiwa kita yang haus, agar kita tidak putus asa dalam peziarahan hidup ini.
Saudara-saudari, mari kita tanyakan dengan lembut ke dalam hati kita masing-masing: setiap kali kita maju menerima Komuni Kudus hari Minggu, apakah momen itu masih menggetarkan hati kita? Ataukah sudah bergeser menjadi sekadar rutinitas mingguan yang biasa saja?
Ekaristi adalah sebuah undangan cinta. Lewat sepotong roti yang sederhana, Yesus memberikan seluruh diri-Nya tanpa sisa untuk kita. Maka, setelah kita dikuatkan oleh Roti Hidup ini, mari kita pulang ke rumah, ke tempat kerja, dan ke tengah masyarakat dengan semangat yang baru. Kita diutus untuk menjadi “roti yang terpecah” bagi orang lain—menjadi pribadi yang mau meluangkan waktu mendengarkan sesama, yang murah hati memaafkan, dan yang hadir membawa kedamaian. Semoga Ekaristi yang kita sambut hari ini mengubah hidup kita menjadi semakin serupa dengan Kristus. Amin.
Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita. Amin. Para Pendengar Resi Dehonian dimanapun anda berada, semoga Tuhan selalu memberkati Langkah laku, aktivitas, dan persaudaraan diantara kita, + Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.
DOA UMAT:
I : Allah menyediakan rezeki bagi kita, dan selalu menyapa serta memperhatikan kita masing-masing. Maka, marilah kita berdoa kepada Allah di surga.
L : Bagi seluruh kaum beriman: Ya Bapa, semoga perjamuan Ekaristi yang setiap kali kami rayakan, memberi kekuatan nyata kepada umat-Mu untuk meningkatkan pengabdian kami kepada-Mu serta sesama kami. Marilah kita mohon,…
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L: Bagi Keadilan dan kerukunan: Ya Bapa, semoga semua orang yang berkumpul di sekeliling altar ini seturut kemampuannya giat mengusahakan keadilan dan kerukunan di tengah-tengah masyarakat. Marilah kita mohon,…
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L : Bagi sanak saudara yang sedang menghadapi ajal: Ya Bapa, semoga sanak saudara kami yang sedang menghadapi ajalnya, masih Kauperkenankan menyambut Tubuh Kristus sebagai bekal serta jaminan kebangkitan. Marilah kita mohon,…
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L : Bagi kita semua: Ya Bapa, semoga kami semakin mencintai Ekaristi, tekun mengikuti Perayaan Ekaristi sepenuh hati, dan rajin menghayati doa-doa Devosi Ekaristi bagi kekuatan kami untuk berbuat baik dan hidup suci. Marilah kita mohon,…
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
I : Allah Bapa Yang Mahakudus, Engkau telah mengatasi kelemahan kami dengan Tubuh dan Darah Putera-Mu. Buatlah kami sanggup untuk melaksanakan tugas apa pun yang Kaukehendaki untuk kami jalankan, dengan kekuatan yang kami terima dari Yesus Kristus, Tuhan kami. U : Amin
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa Yang Mahakudus, inilah roti dan anggur, sari gandum dan sari buah anggur, satu-satunya persembahan Gereja-Mu. Kami mohon semoga karenanya kami rukun dan bersatu. Berikanlah kepada kami, damai dan sukacita-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin
ANTIFON KOMUNI – Yohanes 6:56
Siapa yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku, tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, sabda Tuhan.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah, Bapa Yang Maha Pengasih, kami bersyukur karena telah Kauanugerahi Tubuh dan Darah Putra-Mu. Kami mohon, ajarilah kami memahami dan menghayati, bahwa Engkau selalu hadir di tengah-tengah kami serta senantiasa mendampingi kami, sehingga apa yang kami lakukan untuk mengenangkan Dikau menjadi titik permulaan perjamuan abadi. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Resi-Minggu 07 Juni 2026 oleh Rm Rafael Sudibyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang Sumatera Selatang – IndonesiaUnduh

Pengantar:
P. Leo Yohanes Dehon, SCJ, mendirikan Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus pada tahun 1878, di Prancis. Inisial Latin, “SCJ” setelah nama imam atau Bruder, mengidentifikasikan bahwa dia adalah anggota Kongregasi ini, yang lebih dikenal dengan nama “Dehonian” yang diambil dari nama belakang Pater pendiri. Saat ini, Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus melayani di lebih dari 40 negara.
Yang penting bagi Kongregasi Religius ini bukanlah karya/pelayanan tertentu, melainkan semangat / motivasi spiritual untuk pelayanan apa pun yang diberikannya. Pater Dehon menekankan “kehidupan batin”, maksudnya adalah relasi / hubungan yang intim dengan Tuhan, yang mencintai umat manusia tanpa batas. Sebagai pengikut setia Yesus, Allah yang menjadi manusia, P. Dehon dapat berkata seperti yang dilakukan St. Paulus, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. [Galatia 2:19-20].
Dari kontemplasi atas Persembahan Diri Yesus secara total, yang berpuncak pada wafat-Nya di kayu salib dan lambung-Nya yang tertikam, muncul gam-bar dan devosi kepada Hati Yesus, lambang dari sumber kasih yang menakjubkan ini. Pengabdian kepada Hati Yesus berarti tidak hanya mengembalikan cinta kepada Tuhan dan umat Tuhan, tetapi juga mem-percayai dan menyelesaikan rancangan kasih Tuhan – bukan kehendakku tetapi kehendak Tuhan yang terjadi – bahkan ketika harus memikul salib. Ini adalah semangat pemberian diri dari seorang dehonian dan siapa saja yang tertarik pada pengabdian kepada Hati Yesus.
Semoga Novena, Litani, dan pengudusan ini menopang dan memperkuat devosi Anda kepada Hati Yesus.
MEDITASI Hari V
“Hati Yesus bagi kita tidak hanya menjadi Hati seorang Bapa, seorang Saudara, seorang Sahabat. Dia juga ingin siap membantu kita dan memenuhi semua kebutuhan kita, karena Dia memiliki perhatian yang mendalam dan penuh kasih kepada kita.
Fr. Leo John Dehon, SCJ, Crowns of Love for the Sacred Heart I, 3rd Mystery, 5th Meditation
NOVENA HATI KUDUS YESUS
HARI V
Hati Yesus yang Maha Kudus, cinta-Mu kepadaku sungguh tanpa batas; perhatian-Mu begitu menyentuh hatiku. Luaskanlah kasihku kepada sesama dan besarkanlah hatiku untuk memperhatikan mereka yang terluka di dunia ini.
Dengan penuh keyakinan pada cinta Hati-Mu yang lembut, aku datang kepada-Mu dengan penuh iman dan memohon apa yang sungguh aku butuhkan.
[Sebutkan permintaan Anda.]
Karena Engkau sangat mengenalku, aku akan menunggu dengan sabar untuk menerima dari Hati-Mu yang pemurah, apa yang benar-benar aku butuhkan untuk kepentinganku dan saudara-saudariku. Semoga jawaban atas doaku, memungkinkan aku untuk bekerja sama dengan Hati-Mu dalam membangun Kerajaan cinta, keadilan, dan damai-Mu.
Amin.
Bapa Kami, Salam Maria 3x, Kemuliaan,
Supaya kasih Hati Yesus mudah dipahami dan relevan, P. Leo Yohanes Dehon SCJ, menyarankan untuk mengaitkannya dengan gambaran umum (tentang hati Yesus) dan pengalaman pribadi (akan kasih Allah). Doa-doa dalam litani ini didasarkan pada gambar-kata yang menggugah ini, yang disusun dari tulisan-tulisan rohani P. Dehon.
Persembahkanlah hatimu, putra dan putri Tuhan, persembahkanlah hatimu sebagai kurban kepada Tuhan di atas mezbah Hati Yesus.
Doa-doa Litani Hati Yesus
Hati Yesus, Hati Bapa kami dan Allah kami, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, yang sepenuhnya milik Bapa-Mu dan kami, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, kasih Allah yang menjelma bagi manusia, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, lambang cinta manusia kepada Allah, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, yang menaruh perhatian khusus dan penuh kasih kepada kami, kami bersyukur kepada-Mu.
Hati Yesus yang lembut seperti hati seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu.
Hati Yesus, yang mengasihi kami lebih dari seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus, sahabat yang kebaikannya tak terhingga, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari seorang sahabat, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus, pasangan jiwa kami yang penuh kasih, yang kasihnya selalu segar, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari pasangan hidup, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Kudus Yesus, penuntun kepada Kebijaksanaan yang tak terbatas, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang ingin selalu menolong kami dan memenuhi semua kebutuhan kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang bersimpati dengan semua kelemahan rohani dan jasmani kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, harta silih, kasih, dan anugerah kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada kami, kami mencintai-Mu.
Hati Ekaristis Yesus, roti yang menguatkan dan menyirami jiwa-jiwa dengan semangat kemurahan hati, kepahlawanan, dan amal-kasih, kami menyambut-Mu.
Hati Ekaristis Yesus, Raja-Gembala, dan penyelenggara hidup kami, kami menyambut-Mu.
Hati Ekaristis Yesus, Saudara kami yang penuh kasih dan setia, kami menyambut-Mu.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada semua orang yang menderita, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada mereka yang dilanda masalah, kesulitan, dan beban berat, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang lapar, yang bekerja keras, dan yang miskin, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang sakit dan lemah, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang menderita ketika kami menderita, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, yang menuntut keadilan, rasa hormat, dan kebajikan bagi para pekerja, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, penjaga yang berjaga-jaga melindungi Gereja-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, yang berdoa untuk kebutuhan umat-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, teladan kami, cita-cita kami, segalanya bagi kami, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Dipenuhi dengan keyakinan akan kasih Allah yang melimpah bagi semua ciptaan, kami berdoa:
Guru yang baik, Engkau telah memberikan kepada kami
rahmat untuk mulai mencintai-Mu;
berilah kami juga rahmat untuk bertekun dalam cinta-Mu,
yang sering kali terasa begitu berat.
Dalam semangat cinta,
kami ingin terus-menerus mempersembahkan kepada-Mu
perbuatan, pekerjaan, dan penderitaan kami sehari-hari. Amin.
Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
Lebih dari sekadar upacara – seremoni, pengudusan keluarga kepada Hati Yesus adalah komitmen harian untuk menghidupi cinta, penerimaan, pengampunan, dorongan, dan perhatian.
Ini adalah praktik spiritual untuk menciptakan sebuah keluarga (tidak sempurna, tetapi penuh kasih) tempat tinggal yang nyaman bagi Hati Yesus .
Jika memungkinkan, keluarga berkumpul di sekitar meja, yang di atasnya diletakkan gambar Hati Yesus. Atau, berkumpul di dekat gambar Hati Yesus yang dipasang di tempat yang pantas dalam rumah. Jika diinginkan, nya-lakan lilin dan hiasi ruangan dengan bunga.
Berikut ini adalah ritual sederhana, yang dapat Anda sesuaikan dengan situasi Anda. Sangat ideal untuk memiliki salinan “Doa Keluarga Pengudusan ke Hati Yesus” untuk setiap anggota keluarga. Sudah sepantasnya yang ter-tua dalam rumah tangga [mungkin kakek-nenek] untuk memimpin doa ini. Mintalah seorang anggota keluarga yang lebih muda untuk membaca kutipan Kitab Suci setelah memberinya kesempatan untuk berlatih mem-bacanya. Putuskan sebelumnya bagaimana Anda ingin melakukan “Doa dengan Tangan”.
Pendahuluan: Pemimpin menggunakan kata-kata ini atau yang serupa:
P : Kita telah berkumpul bersama sebagai sebuah keluarga untuk membuat janji kepada Tuhan dan meminta Tuhan untuk membantu kita menepati janji kita. Gambar Hati Yesus dan Doa Pengudusan kita ini akan mengingatkan kita betapa Allah mengasihi kita dan betapa kita harus berusaha untuk saling mengasihi.
Mari kita mendengarkan bacaan dari Alkitab. Bacaan dari Surat Pertama Yohanes 4:9, 11 dan 12
Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
~ Waktu untuk hening sejenak ~
Doa Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
[Jika memungkinkan, doakan doa ini bersama-sama]
Hati Yesus yang penuh kasih,
karena kami tahu bahwa Engkau mencintai kami
kami mohon bantuan-Mu.
Sebagai sebuah keluarga / Komunitas
(orang tua, kakek-nenek, dan anak-anak)
Ajarilah kami bagaimana kami mampu saling mencintai apa adanya,
mendorong satu sama lain untuk menjadi yang terbaik,
dan mendukung siapa pun di antara kami yang membutuhkan.
Di saat kuat atau lemah,
di saat-saat berahmat atau saat jatuh dalam dosa,
bantulah kami untuk berbelaskasih seperti Engkau Berbelaskasih,
dan menjadi keluarga-tempat tinggal yang nyaman bagi-Mu.
Walaupun kami bukan keluarga yang sempurna,
kami ingin menjadi keluarga yang penuh kasih.
Dengan bantuan-Mu,
kami berjanji untuk terus mengusahakannya.
Semoga Hati-Mu yang penuh belaskasih menjaga kami setiap saat
dan keluarga kami selalu berada dalam lindungan-Mu.
Amin.
Doa dengan Tangan
Dengan kata-kata, kami meminta Yesus untuk tinggal bersama kami dan kami berjanji untuk melakukan apa yang kami bisa untuk menjadi keluarga yang penuh kasih. Sekarang, mari kita ekspresikan hal yang sama dengan tangan kita.
[Pilih cara A atau B:]
[A] Saya akan mengulurkan tangan dan meletakkannya di atas meja. Kemudian, saya meminta masing-masing orang untuk mengulurkan tangan sehingga kita semua bisa saling bersentuhan.
[B] Saya meminta kita semua untuk berdiri dalam lingkaran dan saling ber-gandengan tangan.
[Setelah hening sejenak, gunakan kata-kata ini atau yang serupa:]
Kita semua adalah bagian dari keluarga ini. Masing-masing dari kita memberi dan menerima.
Mari kita semua menjalani tanggungjawab masing-masing untuk men-ciptakan keluarga yang penuh kasih.
Doa Bapa kami.
Dengan tangan yang masih bersentuhan, marilah kita mengucapkan doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita.
Bapa kami….…
Doa Penutup
Hati Yesus yang Penuh Kasih,
jagalah keluarga kami selalu dalam lindunganMu
dan ajari kami untuk mencintai
dan mendukung satu sama lain.
Amin.
Doa untuk Pembaruan Harian
Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
Kasih Hati Yesus yang Mahakasih.
Jagalah keluarga kami selalu dalam lindungan-Mu
dan ajari kami bagaimana mencintai dan mendukung satu sama lain.
Amin
Hati Yesus,
bantu kami menciptakan keluarga yang penuh kasih
di mana Engkau selalu merasa nyaman tinggal di dalamnya.
Amin.
Copyright 2020, United States Province
Priests of the Sacred Heart
No Comments