Senin, 06 Juli 2026 – Hari Biasa Pekan XIV

Rm C Wahyu Tri SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Maz. 145:2-3

Setiap hari hendak memuji Engkau,dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Agunglah Tuhan dan sangat terpuji, Keagungan-Nya tak terselami.

PENGANTAR: 

Suatu perkawinan yang terancam buyar karena pengkhianatan sulit diselamatkan. Sebab orang tidak tahan menghadapi pengkhianatan. Namun, Tuhan lain. Bila umat-Nya berkhianat, di ambil-Nya kembali. Ia tetap setia. Yesus berkeliling berbuat baik dan di mana Ia menjumpai iman, Ia menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati.

DOA PEMBUKA: 

Marilah bedoa: Allah Bapa sumber kebahagiaan, Engkau menghendaki bergaul dengan manusia; Engkau menghendaki mengikat perjanjian dengannya, yang memuat janji kedamaian dan ketenangan. Kami mohon, Semoga setiap kali menyebut nama-Mu, kami lalu merasa bahagia. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Hosea 2:13.14b-15.18-19

“Aku akan menjadikan dikau istriku untuk selama-lamanya.”

Inilah sabda Tuhan, “Aku akan membujuk umat kesayangan-Ku dan membawanya ke padang gurun, lalu berbicara menenangkan hatinya. Di sana ia akan merelakan diri seperti pada masa mudanya, seperti ketika ia berangkat ke luar dari tanah Mesir. Maka pada waktu itu, demikianlah sabda Tuhan, engkau akan memanggil Aku ‘Suamiku’, dan tidak lagi memanggil Aku ‘Baalku’. Aku akan menjadikan dikau istri-Ku untuk selama-lamanya, dan Aku akan menjadikan dikau istri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan dikau istri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 145:2-3.4-5.6-7.8-9

Ref. Tuhan itu pengasih dan penyayang.

  1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.

  2. Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.

  3. Kekuatan karya-karya-Mu yang dahsyat akan dimaklumkan, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan. Kenangan akan besarnya kebaikan-Mu akan dimasyhurkan, orang akan bersorak-sorai tentang keadilan-Mu.

  4. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya
S :  (2Tim 1:10b) Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:18-26

Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup.”

Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus seorang kepala rumah ibadat. Ia menyembah Dia dan berkata, “Anakku perempuan baru saja meninggal; tetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka Ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangun dan bersama murid-murid-Nya mengikuti orang itu. Pada waktu itu seorang wanita yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karna katanya dalam hati, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata, “Teguhkanlah hatimu, hai anakku, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Maka sejak saat itu juga sembuhlah wanita itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling serta orang banyak yang ribut, berkatalah Ia, “Pergilah! Karena anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk. Dipegang-Nya tangan si anak, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm C Wahyu Tri SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Dalam Injil Matius ini dihadirkan 2 pribadi yang memiliki iman akan Yesus. Beriman karena mereka percaya siapakah Yesus, Yesus adalah pribadi yang memiliki kuasa untuk memberi kehidupan, menyembuhkan. Kata kepala rumah ibadat: datanglah dan letakkan tanganMu atas anak perempuanku yang baru saja meninggal maka ia akan hidup. Kata perempuan yang telah 12 tahun menderita pendarahan: asal ku jamah saja jubahNya maka aku akan sembuh. 2 Pribadi yang menaruh kepercayaan kepada Tuhan Yesus.

Percaya kepada Yesus bukan sekadar kata “Aku percaya” tetapi baik kepala rumah ibadat dan si Perempuan yang pendarahan itu 100% menaruh harapan kepada Yesus karena apa yang telah mereka usahakn dalam hidup mereka untuk menghadapi sakit penyakit sepertinya tidak ada daya lagi. Hanya Yesus yang bisa buat sesuatu untuk mereka. Kepasrahan menjadi kunci penting dalam beriman. Orang yang pasrah berarti menaruh ke tangan Yesus untuk mau melakukan apa saja dengan segala yang dikehendaki agar suatu yang baik terjadi pada mereka. Dalam kepasrahan tampak sikap kerendahan hati mereka.  

Dari 2 pribadi itu kita melihat arti percaya: kerendahan hati untuk menaruh hidup kepada Yesus, menaruh harapan pada Yesus dan juga membiarkan kuasa Yesus yang bekerja pada mereka.  Itulah sikap iman yang kadang kita lupakan dalam keagamaan. Beriman sering dihayati sebagai tindakan melaksanakan perintah agama dan semua ritual tanpa disertai sikap iman di dalamnya.

Maka tak aneh sepertinya hidup keagamaan kita kurang berdampak karena kita berhenti di level kewajiban atau yang kelihatan saja. Saya sering menjumpai di antara umat konflik besar dalam lingkungan, wilayah dan juga dengan pengurus paroki bukan karena mereka mempertahankan iman sejati tetapi di level iri, mencari panggung, mencari keuntungan proyek dalam gereja dan tak jarang memanipulasi relasi demi kepuasan diri. Agama dipakai untuk kepentingan dangkal egoistik dan emosional saja.

Jika kita tidak bertobat seperti kepala rumah ibadat dan Perempuan itu, nampaknya akan sulit bagi kita untuk mengalami banyak transformasi hidup. Bukankah Tuhan Yesus pernah berkata: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih baik dari orang farisi maka kita jatuh dalam lobang yang sama… St. Yakobus juga pernah menegur kita karena cara doa kita yang keliru? Sikap iman 2 pribadi itu lah yang membuat Tuhan Yesus berpaling kepada mereka.

Hari ini saya mengundang Anda untuk membangun sikap iman itu terlebih dahulu sebelum kita berdoa, sebelum kita berkarya, dan sertailah tindak-tanduk Anda dengan sikap iman tersebut. Tentu sesuatu yang baik akan datang kemudian.

DOA PERSIAPAN PERSEMEBAHAN: 

Allah Bapa mahasetia, berkatilah anggur roti ini menjadi lambang kehadiran-Mu, di tengah-tengah kami serta tanda kesanggupan akan kedamaian. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Maz. 145:8-9

Tuhan itu pengasih dan penyayang, Panjang kesabaran-Nya dan besar kasih setia-Nya. Tuhan baik terhadap semua orang, penuh kasih setia terhadap segala ciptaan-Nya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, orang jatuh dibangkitkan, orang mati dihidupkan kembali, berkat sabda penuh belas kasih. Semoga kami mengimani benar segala sabda yang tertulis mengenai Dikau. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment