Kamis, 02 Juli 2026 – Hari Biasa Pekan XIII

Rm Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Dehon House Manila – Philipina

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Amos 7:15

Dari pekerjaan menggiring kambing domba. Aku dipanggil Tuhan dan diperintahkan, ‘pergilah, bernubuatlah terhadapa umat-Ku Israel.’

PENGANTAR: 

Orang yang diilhami Tuhan tidak hanya berhak berbicara tentang perkara rohani semata-mata, tetapi dapat juga berbicara tentang perkara duniawi. Maka Amos bentrok dengan raja dan petugas kenisah. Maka Yesus yang juga diilhami Allah, tidak hanya menyembuhkan jiwa, tetapi juga raga.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa sumber belas kasih, berkenanlah mengampuni dosa-dosa kami bila kami bertobat kepada-Mu. Semoga kami pun menaruh belas kasih kepada sesama kami. Sebagaimana Engkau menaruh belas kasih kepada kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Amos 7:10-17

“Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku.” 

Sekali peristiwa Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan, “Amos telah mengadakan persepakatan melawan Tuanku di tengah-tengah kaum Israel. Negeri ini tidak dapat menahan segala perkataannya. Sebab beginilah kata Amos, ‘Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan’.” Lalu berkatalah Amazia kepada Amos, “Hai Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah di sana makananmu! Dan bernubuatlah juga di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab Betel adalah tempat kudus raja dan bait suci kerajaan.” Jawab Amos kepada Amazia, “Aku ini bukan nabi, dan bukan pula termasuk golongan para nabi, melainkan hanya seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi Tuhanlah yang mengambil aku dari pekerjan menggiring kambing domba; Tuhan bersabda kepadaku, ‘Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.’ Maka sekarang dengarkanlah sabda Tuhan, Engkau berkata, ‘Janganlah bernubuat menentang Israel, dan jangan ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak.’ Sebab itu beginilah sabda Tuhan, ‘Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang. Tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur. Engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan’.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 9:8.9.10.11

Ref. Sabda Mu ya Tuhan, adalah Roh dan kehidupan

  1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaja.

  2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.

  3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.

  4. Lebih indah daripada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan dari madu tetesan dari sarang lebah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (2Kor 5:19) Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:1-8

“Mereka memuliakan Allah karena telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.”

Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada si lumpuh, “Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Maka berkatalah beberapa ahli Taurat dalam hatinya, “Ia menghujat Allah!” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kalian memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu? Manakah yang lebih mudah, mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan, ‘Bangunlah dan berjalanlah’? Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa,” lalu berkatalah Ia kepada si lumpuh, “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut, lalu memuliakan Allah, karena Ia telah memberi kuasa demikian besar kepada manusia.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Yohanes Dwi Wicaksono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah hati Yesus melalui Hati Maria.

Ada beberapa hal menarik dari perikopa Injil hari ini yang bisa kita terapkan dalam diri kita masing-masing. Pertama, orang lumpuh dalam perikopa Injil hari ini tidak datang sendirian. Dia juga tidak secara eksplisit mengatakan atau meminta kepada Yesus untuk disembuhkan. Tetapi Yesus ‘tiba-tiba’ saja membuatnya sembuh, dimulai dari kesembuhan rohani, lalu ke kesembuhan jasmani. Alasan Yesus melakukan penyembuhan ini adalah karena Yesus melihat iman orang-orang yang membawa orang lumpuh itu kepada-Nya. Siapapun kita, apa pun status kita, kita bisa menjadi bagian dari orang-orang yang membawa orang lumpuh itu kepada Yesus supaya disembuhkan. Apakah ada orang lumpuh di sekitarku?

Dalam beriman, kita tidak pernah berjalan sendirian. Kita memiliki banyak saudara. Demikian pun kita dipanggil untuk menjadi saudara bagi orang lain. Imanku, imanmu, iman kita. Dalam satu iman kita membawa kesembuhan dan kebaikan bagi orang lain. Tindakan imanmu mampu membawa keselamatan bagiku. Tindakan imanku mampu membawa mereka yang sakit, menderita, sendirian, terasing, tersingkirkan, berjumpa dengan Yesus dan mendapat anugerah keselamatan.

Kedua, ada dua kelompok orang di hadapan Yesus hari ini: mereka yang membawa orang lumpuh dan orang lumpuh itu; dan beberapa ahli Taurat yang berpikir dalam hati mereka tentang apa yang orang lain lakukan. Kelompok yang pertama membawa orang lumpuh kepada Yesus supaya disembuhkan, kelompok kedua memberi penilaian dalam hati apa yang dilakukan oleh Yesus. Kelompok pertama menggunakan hati untuk merasa dan bertindak bagi sesamanya, kelompok kedua memakai hati untuk berpikir dan menilai tindakan sesamanya.

Mungkin saja kita adalah bagian dari kelompok yang pertama, tetapi mungkin juga kita adalah bagian dari kelompok yang kedua. Mereka bisa menjadi cermin yang bersih bagi kita untuk melihat wajah kita masing-masing dengan jelas berhadapan dengan tindakan sederhana bagi sesama kita. Apakah kita cenderung menguasai hati dengan pikiran, atau kita berjuang untuk menguasai pikiran dengan hati? Memang pikiran dan hati memiliki dirinya masing-masing, Namun demikian, Yesus hari ini mengingatkan kita semua supaya kita mampu berpikir dengan hati dan berhati-hati dalam memikirkan banyak perkara.

“Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?”

“Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Matius 15:19)

Jagalah hatimu yang hanya satu itu supaya tetap berfungsi dengan semestinya. Kerusakan hati sedikit demi sedikit akan membuat imun tubuhmu lemah. Imun tubuh yang lemah akan membawa daya tahan rohanimu ke dalam lingkaran bahaya dan rentan. Datang dan belajarlah dari Hati-Nya yang selalu memberi kelegaan. Semoga hati-Nya meraja dalam hati kita semua.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber belas kasih, berkat roti anggur ini teguhkanlah kami dalam janji-Mu dan kasihanilah kiranya kami berkat perantaraan Yesus Putra-Mu, yang ….

ANTIFON KOMUNI Matius 9:8

Orang banyak melihat itu takut, lalu memuliakan Allah Karena telah memberi manusia kuasa demikan besar.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan hidup, kami bersyukur karena Engkau telah menemukan kami kembali dengan penuh belas kasih melalui Yesus Putra-Mu terkasih. Semoga sabda dan karya-Nya membangun kami menjadi manusia baru. Sebab Dialah …

DPWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment