Kamis, 09 Juli 2026 – Hari Biasa Pekan XIV

Rm Fransiskus Edi Setiawan SCJ dari Komunitas SCJ Biara St Yohanes Gudang Peluru Jakarta – Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Hosea 11:1.9cd

Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir anak-Ku itu Kupanggil. Aku ini Allah dan bukan Manusia. Aku ini Yang Kudus di tengah-tengahmu.

PENGANTAR:

Yang ditulis Nabi Hosea tentang Allah mengungkapkan kasih sayang mesra yang termasuk langka, yaitu kasih sayang yang memutuskan Allah mengutus Putra-Nya, agar kita hidup sejahtera. Para murid pun diutus dengan semangat sama. Tanpa ikatan apa pun bebas dari segala sesuatu mereka pergi berkeliling mewartakan kabar gembira.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa sumber cahaya abadi, Engkau selalu memelihara serta memperhatikan apa pun di dunia ini. Engkau menyampaikan sabda sebagai cahaya di jalan. Kami mohon, semoga mata kami tetap terbuka terhadap Putra-Mu, cahaya kehidupan kami. Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, Yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Hosea 11:1,3-4,8c-9

“Hati-Ku berbalik dari segala murka.”

Beginilah sabda Tuhan, “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir anak-Ku itu Kupanggil. Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkatnya di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Akulah yang menyembuhkan mereka. Aku telah menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengambil kekang dari rahang mereka, yang membungkuk di hadapan mereka untuk memberi makan. Hatiku berbalik dari segala murka. Belas kasihan-Ku bangkit serentak. Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala, tidak akan membinasakan Efraim lagi. Sebab Aku ini Allah, dan bukan manusia, Aku ini Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada ALlah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 80:2ac.3b.15-16

Ref. Tuhan, Engkaulah penyelamatku.

  1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah menyelamatkan kami.

  2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mrk 1:15) Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 10:7-15

“Kamu telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma.”

Pada waktu itu Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berilah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kalian membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kalian masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun kepadanya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kalian dan tidak mendengarkan perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu, dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Fransiskus Edi Setiawan SCJ d

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, jumpa kembali dengan saya Rm. Fransiskus Edi Setiawan, SCJ dari Komunitas Rumah Dehonian St. Yohanes, Gudang Peluru, Jakarta, Indonesia dalam Resi (renungan singkat) Dehonian edisi Hari Kamis, 09 Juli 2026, Hari Biasa Pekan XIV.

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, Pernahkah Anda membayangkan melakukan perjalanan jauh tanpa membawa dompet, tanpa membawa ponsel, bahkan tanpa membawa baju ganti? Bagi manusia modern seperti kita, hal itu terdengar mustahil atau bahkan konyol. Kita adalah generasi yang cemas jika baterai ponsel di bawah 20 persen, dan kita merasa tidak aman jika tidak memiliki jaminan finansial yang cukup. Namun, dalam Injil Matius hari ini, Yesus memberikan instruksi yang sangat radikal kepada para murid-Nya saat mengutus mereka: “Janganlah kamu membawa emas, perak, atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan…” Apa maksud Yesus di balik perintah yang tampaknya “menyulitkan” ini?

Tugas utama para murid bukanlah mempromosikan diri mereka sendiri atau mendirikan institusi, melainkan mewartakan bahwa Allah hadir dan meraja. Kehadiran Kerajaan Allah ini dibuktikan secara konkret melalui mukjizat: menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, dan mengusir setan. Artinya, Injil yang diwartakan bukan sekadar kata-kata manis, melainkan kuasa yang membebaskan manusia dari penderitaan. “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma“. Ini adalah prinsip dasar pelayanan Kristiani. Kasih karunia Allah, keselamatan, dan karunia Roh Kudus adalah hadiah gratis dari Tuhan. Para murid dilarang keras mengomersialkan pelayanan atau mencari keuntungan finansial dari iman. Yesus ingin para murid-Nya tidak mengandalkan kekuatan materi, melainkan mengandalkan Dia yang mengutus mereka.

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih, kita mungkin bukan rasul yang berjalan dari kota ke kota di Yudea pada abad pertama. Namun, lewat sakramen baptis, kita semua adalah utusan Kristus di abad ke-21 ini. Bagaimana kita menghidupi amanat ini sekarang? Pertama, belajar Melepaskan “Ikat Pinggang” Kemelekatan Uang, jabatan, dan status sosial adalah “ikat pinggang” zaman modern kita. Yesus tidak mengatakan bahwa uang itu jahat. Namun, Yesus mengingatkan agar kita tidak mengandalkan hal-hal itu sebagai sumber keamanan utama kita. Di tempat kerja, di dalam keluarga, atau di lingkungan paroki, apakah kita melayani karena ada “udang di balik batu” (demi pujian, relasi bisnis, atau keuntungan pribadi)? Ingatlah prinsip: diterima cuma-cuma, diberikan cuma-cuma. Kedua, membawa Shalom (Damai) di Dunia yang Penuh Konflik Dunia hari ini, terutama di media sosial dan lingkungan sosial kita, sering kali penuh dengan caci maki, gosip, dan polarisasi. Sebagai utusan Kristus, tugas kita saat memasuki rumah, kantor, atau komunitas adalah membawa damai. Kehadiran kita harus menyembuhkan hubungan yang retak, bukan malah mengompori perpecahan.

Mari kita renungkan bersama: Apakah hidup kita hari ini sudah mencerminkan seorang utusan yang merdeka, atau kita justru terlalu berat melangkah karena membawa beban kecemasan, gengsi, dan ambisi materi?

Yesus yang mengutus kita adalah Yesus yang bertanggung jawab atas hidup kita. Dia tidak pernah mengirim kita ke medan pertempuran tanpa menyertai kita. Mari kita pergi, wartakan dengan sukacita bahwa Kerajaan Allah ada di tengah-tengah kita melalui perkataan kita yang jujur, tindakan kita yang penuh kasih, dan hati kita yang bebas dari dendam.

Semoga Allah memberkati hidup kita, keluarga kita, niat baik dan usaha kita, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber kehidupan, berkenanlah menerima iman kepada Dia, yang menjadi utusan-Mu serta rezeki keselamatan kami, yaitu Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Matius 10:7-8a

Pergilah dan wartakanlah: kerajaan surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber segala harapan, semoga sabda-Mu berkarya subur dalam diri kami. Pancarkanlah cahaya pengharapan baru akan kedamaian dalam diri Yesus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment