Sabtu, 11 Juli 2026 – Peringatan Wajib St. Benediktus, Abas

Rm Vincen Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Wisconsin – USA

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – lih. Mzm 23:5-6

Merekalah orang-orang suci yang diberkati Tuhan. Mereka disayangi Allah penyelamat, sebab angkatan inilah yang mencari Tuhan.

PENGANTAR:

Protes bukanlah penemuan orang modern. Selalu ada saja orang yang menentang masyarakat korup dan tak rukun. Benediktus dari Nursia melakukan itu pula, tetapi bukan dengan selebaran atau agitasi. Dengan cara hidupnya ia memperlihatkan bahwa perbaikan masih mungkin, yaitu dengan hidup sederhana mengabdi Tuhan dan sesama. Maka mula-mula di Subiaco dan kemudian di Monte Casino berdirilah biara dengan tata hidup yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh Ordo Benediktin; membawa damai bukan di meja musyawarah, melainkan dengan bekerj kersa dan tekun berdoa.

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa Allah Bapa, kekayaan sejati, Engkau sudah menetapkan Santo Benediktus abas menjadi guru gemilang dalam pengabdian kepada-Mu. Semoga kami mencintai Engaku melebihi segalanya dan menempuh jalan hukum-Mu dengan sepenuh hati. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 6:1-8

“Aku ini orang yang berbibir najis, dan mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam.” 

Dalam tahun wafatnya Raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi bait suci. Para Serafim ada di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutup muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutup kaki, dan dua sayap untuk melayang-layang. Mereka berseru seorang kepada yang lain, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu, dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. Lalu aku berkata, “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini orang yang berbibir najis, dan aku tinggal di tengah bangsa yang berbibir najis, namun mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam.” Tetapi seorang dari para Serafim itu terbang mendapatkan daku. Di tangannya ada bara api, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya pada mulutku serta berkata, “Lihat, bara ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan bersabda, “Siapakah yang akan Kuutus? Dan siapakah yang akan pergi atas nama-Ku?” Maka aku menjawab, “Inilah aku, utuslah aku!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 93:1ab.1c-2.5

Ref. Tuhan adalah Raja. Ia berpakaian kemegahan.

  1. Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan dan kekuatanlah ikat pinggang-Nya.

  2. Sungguh, telah tegaklah dunia, tidak lagi goyah! Takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.

  3. Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu berhiaskan kekudusan, ya Tuhan, sepanjang masa!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U :  Alleluya, alleluya, alleluya
S : Berbahagialah kalian, kalau dicacimaki demi Yesus Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 10:24-33

“Janganlah takut kepada mereka yang membunuh badan.”

Pada waktu itu Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Seorang murid tidak melebihi gurunya, dan seorang hamba tidak melebihi tuannya. Cukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya, dan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kalian takut kepada mereka yang memusuhimu karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi, yang takkan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang. Dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah. Dan janganlah kalian takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa. Tetapi takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun tak seekor pun jatuh tanpa kehendak Bapamu. Dan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kalian takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit. Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-ku yang di surga.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Vincen Suparman SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Injil hari ini (Matius 10:24–33) adalah bagian yang kuat di mana Jesus mempersiapkan murid-murid-Nya menghadapi kenyataan penganiayaan, sembari meyakinkan mereka akan perlindungan Allah dan konsekuensi kekal dari pilihan-pilihan mereka. Takutlah akan Allah, bukan takut akan Manusia,  Jesus mengawali dengan mengingatkan para pengikut-Nya bahwa mereka akan menghadapi tentangan—bahkan lebih berat daripada yang Ia alami—karena mereka adalah “anggota keluarga-Nya” (ay. 25).

Ini bukanlah seruan untuk merasa lebih tinggi daripada guru atau tuan mereka, melainkan untuk memahami bahwa mengikut Jesus akan menjadikan mereka sasaran. Peringatannya jelas: jangan takut kepada mereka yang hanya dapat mencelakai tubuh, tetapi takutlah kepada Ia yang dapat membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka (ay. 28). Jaminan dan Pemeliharaan Allah.

Ilustrasi tentang burung pipit dan rambut di kepala (ay. 29–31) bukan sekadar ungkapan puitis; hal itu berakar pada konteks budaya persembahan kurban, yang menunjukkan bahwa Allah sangat menghargai setiap pribadi tanpa batas. Kebenaran ini dimaksudkan untuk melawan rasa takut, meyakinkan murid-murid bahwa tidak ada yang tersembunyi dari Allah dan bahwa Ia tidak akan membiarkan mereka hancur tanpa pemeliharaan-Nya. Keberanian dan Ketekunan Bagian ini menyerukan keberanian untuk menyuarakan kebenaran (ay. 27) dan untuk berdiri teguh bagi Kristus, bahkan saat menghadapi permusuhan.

Keberanian ini tidak lahir dari mengandalkan diri sendiri, melainkan dari kepercayaan akan kehadiran dan perlindungan Allah. Pengakuan Iman di Hadapan Umum Ayat 32–33 menekankan bobot kekal dari kesaksian di hadapan umum. Mengakui Kristus di hadapan orang lain akan dibalas dengan pengakuan di hadapan Allah; menyangkal Dia akan berujung pada penyangkalan di hadapan Allah pula. Ini adalah panggilan untuk menjalani hidup sedemikian rupa sehingga iman seseorang terlihat nyata dan tanpa rasa malu, bahkan ketika hal itu menuntut pengorbanan. Penerapan untuk Masa Kini Bagi orang percaya masa kini, bagian ini menantang kita untuk: Menyadari kenyataan adanya tentangan—baik berupa kritik, penolakan, maupun penganiayaan. Menambatkan keberanian kita pada janji-janji Allah—percaya bahwa Ia tidak akan membiarkan kita binasa. Bersedia berbicara dan bertindak bagi Kristus—bahkan saat hal itu sulit dilakukan. Hidup dengan integritas—sehingga iman kita nyata terlihat dalam perkataan dan perbuatan kita. Singkatnya, Matius 10:24–33 merupakan peringatan sekaligus dorongan semangat: janganlah takut, sebab Allah menyertai Anda, dan kesaksian Anda memiliki makna yang kekal.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa, sumber selamat dan damai, pandanglah kiranya persemabahan yang kami sajikan pada peringatan Santo Benediktus abas. Semoga kami seperti dia selalu mencari Engkau dan pantas memperoleh rahmat untuk mengabdi-Mu dalam kerukunan dan damai. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI:

Sungguh Aku bersabda kepadamu: Kalian telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Aku. Kalian akan menerima ganjaran seratus kali lipat dan mewarisi hidup abadi.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa Allah Bapa maha pengasih, kami sudah menerima jaminan hidup abadi. Kami mohon kepada-Mu dengan rendah hati, semoga kami mengikuit nasihat Santo Benediktus, mengabdikan diri kepada karya-Mu dengan setia dan mengasihi sesama dengan cinta yang menyala. Demi Kristus,

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

St. Benediktus Abas

Santo Benediktus dari Abas (lahir di Nursia, Italia ± 480 – wafat ± 547) adalah seorang pendiri komunitas-komunitas (Cenobium) monastik Kristen dan penyusun peraturan untuk biarawan yang hidup dalam komunitas tersebut. Tujuannya tersurat dalam Peraturan Santo Benediktus yang disusunnya, yakni “semoga Kristus … menuntun kita sekalian ke dalam Kehidupan Kekal” (Peraturan Santo Benediktus 72.12). Gereja Katolik Roma mengkanonisasikannya pada tahun 1220. Menurut tradisi, St. Benediktus adalah saudara kembar dari St.Skolastika. Hidupnya penuh dengan petualangan dan perbuatan-perbuatan hebat. Semasa kanak-kanak, ia dikirim ke Roma untuk belajar di sekolah rakyat. Tumbuh dewasa sebagai seorang pemuda, Benediktus merasa muak dengan gaya hidup korupsi para kafir di Roma.

Benediktus membangun dua belas komunitas biarawan, yang paling terkenal di antaranya adalah biara pertamanya Monte Cassino di pegunungan Italia Selatan. Tidak berada bukti bahwa dia bermaksud pula untuk membangun sebuah ordo religius tersendiri. Ordo Santo Benediktus berdiri di 100 tahun modern, lagi pula, ordo tersebut bukanlah sebuah “ordo” sebagaimana lazimnya dipahami orang melainkan hanya adalah sebuah federasi kongregasi-kongregasi tempat biara-biara Benediktin yang secara tradisional dapat berdiri sendiri itu berafiliasi dengan maksud menyuarakan kepentingan-kepentingan bersama, namun tanpa meniadakan otonomi masing-masing biara.

Pencapaian utama Benediktus adalah sebuah “Peraturan” mengandung petunjuk-petunjuk untuk para biarawan yang dipimpinnya, yang disebut pula Peraturan Santo Benediktus. Peraturan ini sangat dipengaruhi tulisan-tulisan Santo Yohanes Cassian (± 360 – 433, salah seorang Bapa Padang Pasir) dan menunjukkan kesesuaian dengan Peraturan Sang Guru. Namun peraturan ini juga memiliki suatu semangat unik dari keseimbangan, moderasi, daya pikir sehat (επιεικεια, epieikeia), dan hal ini memikat banyak komunitas bangunan sepanjang 100 tahun menengah, termasuk komunitas-komunitas biarawati, untuk mengalihgunakannya. Hasilnya, Peraturan Santo Benediktus menjadi salah satu tata-tertib rohani yang paling berpengaruh dalam alam Kristiani Barat. Karena argumen inilah maka benediktus kerap disebut “pendiri Monastisisme Kristiani Barat”.

St. Benediktus mampu melakukan hal-hal baik karena ia senantiasa berdoa. Ia wafat pada tanggal 21 Maret tahun 547. Pada tahun 1966, Paus Paulus VI menyatakan St. Benediktus sebagai santo pelindung Eropa. Pada tahun 1980, Paus Yohanes Paulus II menambahkan St. Sirilus dan St. Metodius sebagai santo pelindung Eropa bersama dengan St. Benediktus.

Arti Nama

Benediktus = Diberkati (Latin)

Variasi Nama

Bennett, Benedict (English), Benedikt (Czech), Benedictus, Ben (Dutch), Pentti (Finnish), Benoit (French), Bieito (Galician), Benedikt (German), Peni (Hawaiian), Benedek, Bence (Hungarian), Benedikt (Icelandic), Benedetto, Benito, Bettino (Italian), Benedictus (Late Roman), Bendiks (Latvian), Benedykt (Polish), Benedito, Bento (Portuguese), Benedikt (Russian), Benito (Spanish), Benesh (Yiddish)

SUMBER: https://katakombe.org/para-kudus/juli/benediktus.html

No Comments

Leave a Comment