Minggu, 12 Juli 2026 – Hari Minggu Biasa XV

Rm Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St Petrus Kenten Palembang – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – (bdk. Mzm 54:6-8)

Allah adalah Penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela aku mempersembahkan kurban dan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena baiklah nama-Mu.

PENGANTAR:

Garis besar bacaan-bacaan hari ini dapat disingkat demikian: tuhan amat sabar terhadap manusia. Segalanya diarahkan kepada kebaikan. Rumput dan gandum dibiarkan tumbuh bersama. Bila sudah tiba musim panen, maka gandumnya akan disimpan di lumbung, sedangkan rumputnya akan dibakar.

Tetapi kesabaran-Nya itu bukanlah tanda kelemahan. Kekuasaan dan keadilan-Nya melindungi semua orang. Tetapi bila orang tidak percaya kepada-Nya dan tidak mengakui kekuasaan-Nya, maka dasar kesombongannya akan diambil, kata kebijaksanaan.

Karena di dalam hidup kita kebaikan dan kejahatan kerap kali tercampur, maka pantaslah kita sembelum mulai perayaan Ekaristi ini mengakui dan menyesali segala kekurangan dan kesalahan kita dengan rendah hati.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah yang mahabaik, rumput dan gandum Kaubiarkan tumbuh bersama, karena segalanya Kauarahkan kepada kebaikan. Tuhan Kasihanilah Kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkau amat sabar terhadap manusia. Kekuasaan dan keadilan-Mu melindungi semua orang. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Karena kesombongan, kami sering kurang sabar terhadap diri kami dan sesama, terutama mereka yang tidak kami sukai. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Ya Allah, sayangilah hamba-hamba-Mu, dan lipatgandakanlah karunia rahmat-Mu dalam diri mereka. Semoga dengan iman, harapan, dan kasih yang berkobar-kobar, mereka selalu tekun mematuhi perintah-perintah-Mu. Dengan pengantaraan Yesus, Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 55:10-11

“Hujan menyuburkan bumi dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.”

Beginilah firman Tuhan, “Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman yang keluar dari mulut-Ku: Ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah. 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 65:10abcd.10e-11.12-13.14

Ref. Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.

1. Engkau mengindahkan tanah, lalu mengaruniainya kelimpahan; Engkau membuatnya sangat kaya. Sungai-sungai Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka.
2. Ya, beginilah Engkau menyediakannya: Engkau mengaliri alur bajaknya, dan membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya; dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya, dan memberkati tumbuh-tumbuhannya.
3. Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; tanah-tanah padang gurun mengalirkan air, bukit-bukit yang berikat-pinggangkan sorak-sorai.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 8:18-23

Dengan amat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah menyatakan.”

Saudara-saudara, aku yakin, penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan amat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan karena kehendak Dia yang telah menaklukkannya; tetapi penaklukan ini dalam pengharapan, sebab makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan, dan masuk ke dalam kemerdekaan mulia anak-anak Allah. Kita tahu, sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin; dan bukan hanya makhluk-makhluk itu saja! Kita yang telah menerima Roh Kudus sebagai anugerah sulung dari Allah, kita pun mengeluh dalam hati smbil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : Benih melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus, akan hidup selama-lamanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:1-23 (Singkat: 13:1-9)

“Ada seorang penabur keluar untuk menabur.”

Pada suatu hari Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka dengan memakai perumpamaan-perumpamaan. Ia berkata, “Ada seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung-burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah tumbuhan itu dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh ke tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah, ada yang seratus ganda, ada yang enam puluh ganda, ada yang tiga puluh ganda. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengarkan! Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya, “Mengapa Engkau mengajar mereka dengan perumpamaan?” Jawab Yesus, “Kamu diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi orang-orang lain tidak. Karena barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi sampai ia berkelimpahan; tetapi barangsiapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga. Itulah sebabnya Aku mengajar mereka dengan perumpamaan, karena sekalipun melihat, mereka tidak tahu, dan sekalipun mendengar, mereka tidak menangkap dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar lagi, namun tidak mengerti; kamu akan melihat dan melihat lagi, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, telinganya berat untuk mendengar, dan matanya melekat tertutup; agar jangan mereka melihat dengan matanya, dan mendengar dengan telinganya, dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Kusembuhkan. Akan tetapi berbahagialah kamu karena melihat, dan berbahagialah telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. Karena itu, dengarlah arti perumpamaan tentang penabur itu. Setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Surga, tetapi tidak mengerti, akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu firman itu terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah. Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada yang tiga puluh kali lipat.”
Demikialah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Antonius Edi Prasetyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

MENGOLAH LAHAN HIDUP

Pendengar Resi Dehonian terkasih, Jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ Dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Palembang, Dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian Edisi Minggu 12 Juli 2026

Saudara-saudariku yang terkasih, para sahabat Hati Kudus Yesus. Sering kali kita membaca perumpamaan tentang menabur benih ini dengan bertanya, “Saya kira-kira termasuk tanah yang mana?” Pertanyaan itu memang penting, tetapi jika berhenti di sana kita kehilangan pesan utama yang ingin disampaikan Yesus.

Tokoh utama perumpamaan ini bukanlah tanah, melainkan Sang Penabur.

“Seorang penabur keluar untuk menabur.” Seluruh perhatian diarahkan kepada tindakan penabur yang terus menaburkan benih. Yang mengherankan adalah cara ia menabur. Ia tidak memilih-milih tanah. Ia tidak menghitung untung rugi. Ia tidak hanya menabur di tempat yang pasti menghasilkan panen. Benih ditaburkan ke pinggir jalan, ke tanah berbatu, ke semak duri, bahkan ke tanah yang subur.

Mungkin bagi kita yang berprofesi sebagai petani atau yang memiliki hobi bercocok tanam mengejar hasilnya, tindakan seperti itu tampak tidak masuk akal. Namun justru di situlah Yesus sedang menggambarkan hati Allah.

Allah bukan pribadi yang hanya mengasihi mereka yang sudah baik. Ia lebih dahulu mengasihi mereka yang keras hati, yang rapuh, yang terluka, bahkan mereka yang berkali-kali menolak-Nya. Sabda-Nya terus menerus ditaburkan tanpa lelah. Kasih-Nya tidak berhenti hanya karena manusia tidak segera berubah dan keras hati. Kesetiaan Allah selalu lebih besar daripada penolakan manusia.

Perumpamaan ini disampaikan ketika Yesus sedang mengalami penolakan dari para pemimpin agama. Secara manusiawi, mungkin orang akan berkata, “Sudahlah, mereka tidak mau mendengarkan.” Namun Yesus justru menggambarkan Allah sebagai Penabur yang tetap keluar setiap hari membawa benih-Nya. Penolakan manusia tidak pernah membuat Allah berhenti berharap karena cintaNya jauh lebih besar.

Inilah kabar sukacita Injil. Kita sering merasa lemah, gagal, berdosa, tidak layak atau tidak sempurna. Berulang kali kita jatuh pada dosa dan kesalahan yang sama. Kita mungkin pernah menjadi tanah yang keras, dangkal, atau dipenuhi semak duri. Namun Allah tidak pernah berkata, “Tanah ini sudah tidak berguna.” Sebaliknya, Ia terus datang, terus menabur, terus memberi kesempatan baru. Setiap hari adalah kesempatan baru bagi Sabda-Nya untuk menemukan ruang dalam hati kita. Melalui sakramen-sakramenNya, Allah menawarkan diri agar kasihNya mampu mengubah kita.

Allah adalah Penabur yang murah hati, melampaui logika ekonomi manusia. Ia tetap menabur bahkan ketika peluang berhasil tampak kecil. Dari pengalaman terlebih dahulu dikasihi oleh Allah yang setia itulah lahir pertobatan dan buah kehidupan. Itulah sukacita injil sejati yang ditawarkan Allah melalui GerejaNya; rahmat mendahului tuntutan (gratia praeveniens).

Karena itu, ajakan untuk menjadi “tanah yang baik” bukanlah tuntutan moral agar kita berusaha menjadi sempurna dengan kekuatan sendiri. Ajakan itu lahir sebagai jawaban atas kasih Allah yang lebih dahulu menabur tanpa lelah. Kita mampu berbuah bukan karena hebatnya usaha kita, tetapi karena kita terus menerima benih Sabda yang tidak pernah berhenti dianugerahkan kepada kita.

Maka pertanyaan Injil hari ini bukan pertama-tama, “Apakah saya sudah menjadi tanah yang baik?” Pertanyaan yang lebih mendasar adalah, “Apakah saya masih percaya bahwa Allah tidak pernah berhenti menaburkan kasih dan Sabda-Nya dalam hidup saya?” Sebab selama Sang Penabur masih keluar membawa benih, tidak ada satu pun hati yang terlalu keras untuk diubah, tidak ada satu pun hidup yang terlalu rusak untuk dipulihkan, dan tidak ada satu pun masa depan yang tertutup bagi rahmat Allah.Top of FormBottom of Form

Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin  Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA UMAT:

I : Marilah kita berdoa kepada Bapa agar kita selalu setia kepada-Nya dan bertumbuh menjadi berkat bagi kehidupan, laksana gandum yang baik.

L : Bagi Bapa Suci dan para Uskup: Semoga Bappa Suci, serta para Uskup selalu diterangi oleh Roh Kebijaksanaan-Mu dalam karya penggembalaan mereka sehingga dapat membedakan gandum dengan rumput dan mendukung sekuat tenaga usaha mereka yang mencari kebenaran. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi semua orang tua dan pendidik: Semoga para orang tua dan para pendidik semakin menyadari bahwa keyakinan dan teladan hidup mereka lebih berarti bagi perkembangan kaum muda dengan segala persoalan mereka. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang menderita secara lahir batin: Semoga Sabda-Mu menguatkan mereka yang sedang menderita secara lahir bathin sehingga iman mereka diteguhkan, pengharapan mereka dinyalakan, dan kasih mereka dikobarkan untuk selalu berjuang mempersatukan penderitaan mereka dengan penderitaan Kristus demi keselamatan sesama. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi kita sendiri: Semoga Allah Bapa memberkati dan meneguhkan perjuangan kita dalam ikut serta menaburkan benih Sabda-Nya di tenah masyarakat. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

I : Bapa Yang Mahabaik, Engkau selalu menjaga dan melindungi kami. Keadilan-Mu selalu memberi kesempatan baru kepada kami. Utuslah Roh-Mu dan ajarilah kami berdoa. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, Semoga berkat persembahan roti dan anggur ini, Engkau berkenan menganugerahkan Roh Kudus kepada kami sehingga kami dapat menghasilkan buah-buah pertobatan sejati, yaitu cinta kasih kepada-Mu dan sesama. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 111:4-5

Perbuatan Tuhan yang agung pantas dikenang. Tuhan itu pengasih dan penyayang. Orang yang takut akan Dia diberi-Nya makanan.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, Engkau telah menyegarkan kami, umat-Mu dengan misteri surgawi. Kami mohon bantulah kami untuk beralih dari hidup sebagai manusia lama kepada kepenuhan hidup yang baru. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment