Selasa, 14 Juli 2026 – Hari Biasa Pekan XV

Fr Valentinus Fio Milinio Febriantoro SCJ dari Komunitas SCJ Visma Vijaya Praya (VVP) Yogyakarta – Indonesia

 

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 48:2-3a

Agunglah Tuhan dan sangat terpuji di kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi.

PENGANTAR:

Orang menghitung-hitung kemungkinan. Orang lain menyaran kan agar jangan bertindak tergesa-gesa. Perhitungan Raja Ahas melampaui batas. Yesaya menegurnya, karena Tuhan tidak diikut sertakan. Orang-orang sezaman Yesus pun selalu minta tanda tanda, tetapi tidak mau melihat mukjizat-mukjizat karya-Nya. Apakah kita belajar memahami tanda-tanda berdasarkan iman?

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahakuasa, ajarilah kami mengenal tanda-tanda bahwa Engkau menyampaikan sabdaMu kepada kami. Semoga hati kami selalu terbuka untuk menerima Roh Kudus, yang menjadi nafas kehidupan kami. Demi yesus Kristus,…..

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 7:1-9

“Jika kalian tidak percaya, niscaya kalian tidak teguh jaya.”

Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu. Namun mereka tidak dapat mengalahkannya. Lalu diberitahukanlah kepada keluarga Daud, “Aram telah berkemah di wilayah Efraim.” Maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin. Bersabdalah Tuhan kepada Yesaya, “Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu, dan katakanlah kepadanya, “Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang; janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dari Aram dan anak Remalya. Sebab Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata: Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya. Lalu kita mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya. Beginilah sabda Tuhan Allah, ‘Hal itu tidak akan sampai terjadi, sebab ibu kota Aram ialah Damsyik, dan kepala Damsyik ialah Rezin. Ibu Kota Efraim ialah Samaria, dan kepala Samaria ialah anak Remalya. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi. Jika kalian tidak percaya, niscaya kalian tidak teguh jaya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 48:2-3a.3b-4.5-6.7-8

Ref. Allah menegakkan kota-Nya untuk selama-lamanya.

  1. Agunglah Tuhan dan sangat terpuji di kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi.

  2. Gunung Sion, pusat kawasan utara, itulah kota Raja Agung. Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri sebagai benteng.

  3. Lihat, raja-raja datang bersekutu, dan maju serentak menyerang. Demi melihat kota itu, mereka tercengang-cengang, kacau-balau, lalu lari kebingungan.

  4. Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka mengerang seperti perempuan yang hendak melahirkan. Tak ubahnya seperti angin timur yang menghancurkan kapal-kapal Tarsis.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah sabda Tuhan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 11:20-24

“Pada hari penghakiman tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu.”

Sekali peristiwa Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat meskipun di sana Ia melakukan paling banyak mukjizat. Ia berkata, “Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida! Karena jika di Tirus dan Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah Kulakukan di tengah-tengahmu, pasti sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Pada hari penghakiman tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu.’ Dan engkau, Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak! Engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengahmu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Maka Aku berkata kepadamu, ‘Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu’.”

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Fr Valentinus Fio Milinio Febriantoro SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Salam jumpa dengan saya Frater Valentinus Fio Milinio Febriantoro, SCJ, dari komunitas Visma Vijaya Praya Jogjakarta. Sekarang marilah kita persiapkan hati dan pikiran kita untuk mendengarkan dan merenungkan Sabda Allah dari Injil Matius 11:20-24.

Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, kata- kata Yesus dalam Injil terasa sangat keras yaitu berupa kecaman. Kita bisa memahami mengapa Yesus mengecam kota Korazim, Betsaida, dan Kapernaum. Kalau dipikir-pikir sebenarnya sangat besarlah anugerah yang dialami dan diterima oleh ketiga kota itu. Sebab  mereka termasuk dari sedikit orang yang mendapat kesempatan melihat, mendengar, dan berjumpa langsung dengan Yesus sang Mesias. Sesungguhnya mereka memikiki alasan yang jauh lebih besar pula untuk percaya kepada Yesus daripada kebanyakan manusia sepanjang sejarah. Maka, masuk akal kalau menjadi sangat besarlah kesalahan mereka karena mereka menutup hati untuk percaya dan tidak mau bertobat padahal telah menyaksikan dan mengalami perkataan dan karya-karya Yesus secara langsung.

Dari situ, kita dapat memahami pesan penting dari peristiwa Yesus mengecam ketiga kota itu yaitu ‘semakin besar rahmat dan keistimewaan yang diterima seseorang, semakin besar pulalah tanggung jawab yang menyertainya.’ Lalu bagaimana dengan diri kita?

Bila kita lihat dan sadari, kita patut bersyukur karena Tuhan Yesus telah mempercayakan kepada Gereja kepenuhan kebenaran dan rahmat warta keselamatan melalui Sabda Allah dalam Kitab Suci, tradisi, dan pewartaan para rasul serta penerusnya. Itu adalah anugerah yang tidak kalah besar dengan yang diterima ketiga kota yang dikecam. Selain itu, dalam hidup harian kita yang mungkin tampak biasa, sesungguhnya anugerah-anugerah Allah itu nyata dan hadir pula berupa kesehatan, materi, kemampuan atau bakat yang kita miliki, kehadiran orang-orang yang mengasihi dan kita kasihi baik itu keluarga-pasangan-teman-sahabat.  Allah senantiasa terlibat dan menyertai hidup kita terasa dalam pengalaman hidup yang penuh warna dan anugerah iman yang memberi makna pada hidup kita.

Maka, mari kita bertanya diri sudahkah kita menanggapi anugerah-anugerah Allah itu dengan iman, semangat pertobatan, dan pemberian diri yang sepadan dengan besarnya rahmat yang kita terima itu? Sebab, menjadi seorang beriman yang sejati berarti berani membalas rahmat kasih Allah yang kita terima itu dengan cara menggunakan hidup kita ini untuk berbuah dalam kebaikan. Hendaknya kita juga belajar dari pengalaman ketiga kota yang dikecam Yesus dengan membangun sikap pertobatan yang sungguh-sungguh dari dosa-dosa kita, dan mewartakan sabda Allah dalam sikap hidup yang penuh kasih kepada Allah dan sesama. Itulah sekiranya tanggungjawab kita sebagai seorang beriman yang telah menerima anugerah Allah. Dengan demikian berarti kita ikut ambil bagian dalam menghadirkan kerajaan Allah nyata di dunia dan dirasakan bagi semakin banyak orang.  

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa kami yang mahakudus, ampinilah kiranya dosa-dosa kami, karena kami telah bersatu dengan yesus, PuteraMu, yang telah membela kami dengan sengsara, wafat, dan kebangkitanNya, dan kini menjadi jalan kami menuju kepadaMu. Sebab Dialah …..

ANTIFON KOMUNI – Yes.7:9

Jika kamu tidak percaya, niscaya kamu tidak bertahan.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, semoga kami mengimani benar-benar Roh Kudus, yang akan membimbing kami di jalan kebenaran. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment