
Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta – Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Yesaya 1:16b.17
Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik. Usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam. Belalah hak anak yatim, perjuangkanlah perkara para janda.
PENGANTAR:
Sekalipun kalian berdoa berkali-kali, Tuhan takkan mendengarkannya’ kata Yesaya, ‘kalau tidak mengusahakan keadilan, menolong kaum tertindas dan membela para janda dan yatim.’ Yesus menyamakan diri dengan kaum kecil itu. Secangkir air sejuk yang diberikan kepada sesama, diberikan kepada dia sendiri. Dengan demikian, sepanjang hidup kita mengikuti jejak Kristus.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa mahabaik, Putra-Mu pernah bersabda, ‘Seorang hamba takkan melebihi tuannya.’ Kami mohon, ajarilah kami mengangkat salib, yaitu salib cinta kasih dan pengabdian kepada sesama. Demi Yesus Kristu Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 1:11-17
“Bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku.”
Dengarkanlah sabda Tuhan, hai para pemimpin Sodom, “Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak? Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya. Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah. Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 50:8-9.16bc-17.21.23
Ref. Siapa yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.
-
Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.
-
Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
-
Itukah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kaukira Aku ini sederajat dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL
U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mat 5:10) Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah kerajaan Allah.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 10:34 – 11:1
“Barangsiapa menyambut kalian, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.”
Pada suatu hari Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Jangan kalian menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Dan barangsiapa mengasihi puteranya atau puterinya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya demi Aku, ia akan memperoleh kembali. Barangsiapa menyambut kalian, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang yang benar sebagai orang benar, ia kan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu, sungguh ia takkan kehilangan upahnya.” Setelah Yesus selesai mengajar keduabelas rasul-Nya, Ia pergi dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus
RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Senin, 13 Juli 2026, hari biasa pekan ke limabelas.. Tema Resi kita kali ini adalah: Mengasihi Kristus di Atas Segalanya. Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..
Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan bahwa Tuhan Yesus mengingatkan para murid bahwa mengikuti-Nya bukanlah jalan yang selalu mudah…. Para sahabatku, kesetiaan kepada Kristus kadang membawa pertentangan, bahkan dengan orang-orang terdekat. Namun, di balik semua itu, Tuhan Yesus menegaskan bahwa siapa pun yang berani memikul salib dan tetap setia kepada-Nya akan menemukan kehidupan yang sejati. Dari sabda ini apa yang bisa kita ambil hikmahnya? Saya menawarkan tiga hal saja yang layak kita renungkan, yaitu:
-
Mengutamakan Kristus di atas segalanya: Mengikuti Tuhan Yesus berarti menjadikan-Nya sebagai pusat hidup, bahkan ketika harus membuat pilihan yang sulit. Kasih kepada Tuhan menjadi dasar bagi setiap relasi dan keputusan kita. Lalu yang bisa kita renungkan adalah: “Apakah dalam hidupku, Tuhan Yesus sungguh menjadi yang terutama, atau masih ada hal-hal lain yang lebih kuutamakan daripada Dia?”
-
Berani memikul salib setiap hari: Tuhan Yesus tidak menjanjikan hidup tanpa kesulitan. Sebaliknya, setiap murid dipanggil untuk memikul salib dengan setia, percaya bahwa Tuhan selalu menyertai langkahnya. Lalu apa yang bisa kira refleksikan: “Bagaimana sikapku saat menghadapi penderitaan, penolakan, atau kesulitan karena berusaha hidup sesuai kehendak Tuhan?”
-
Kebaikan sekecil apa pun tidak pernah sia-sia: Tuhan Yesus berkata bahwa bahkan memberi secangkir air kepada seorang murid-Nya tidak akan kehilangan upahnya. Tuhan menghargai setiap tindakan kasih, sekecil apa pun, yang dilakukan dengan tulus. Pertanyaannya adalah: “Sudahkah aku menghadirkan kasih Tuhan melalui perhatian dan kebaikan-kebaikan sederhana kepada sesama setiap hari?”
No Comments