
Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Matius 12:18
Inilah hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi. Roh-Ku akan Kucurahkan kepada Dia, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa.
PENGANTAR:
Akibat kelaliman kita, tidak hanya merugikan sesama tetapi juga Tuhan sendiri. Satu-satunya harapan para bangsa terdapat pada Yesus, yang dengan rendah hati dan lemah lembut hidup di tengah-tengah manusia untuk mewahyukan jalan cinta kasih-Nya.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa mahabaik, Engkau menghendaki suara-Mu terdengar dan kebaikan-Mu disaksikan orang dalam diri manusia penuh cinta kasih, yang takkan mematahkan gelagah terkulai dan takkan memadamkan sumbu berkedip-kedip. Semoga Dia menjadi lambang pengharapan dan kedamaian. Sebab Dialah Yesus Kristus, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Mikha 2:1-5
“Mereka merampas ladang-ladang dan menyerobot rumah-rumah.”
Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan merencanakan kejahatan di tempat tidurnya! Pada waktu fajar mereka melakukannya, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya. Bila menginginkan ladang, mereka merampasnya; bila menginginkan rumah, mereka menyerobotnya. Mereka menindas orang bersama isi rumahnya dan manusia bersama milik warisannya. Sebab itu beginilah sabda Tuhan, “Sungguh Aku merancang malapetaka terhadap kaum ini. Dan kalian takkan dapat menghindarkan lehermu dari padanya. Kalian takkan dapat lagi berjalan angkuh, sebab waktu itu adalah waktu yang mencelakakan. Pada hari itu orang akan melontarkan sindiran tentang kalian dan akan memperdengarkan suatu ratapan. Mereka akan berkata, “Kita telah dihancurluluhkan! Bagian warisan bangsaku telah diukur dengan tali, dan tak ada orang yang mengembalikannya. Ladang-ladang kita dibagikan kepada orang-orang yang menawan kita.” Sebab itu tidak akan ada bagimu orang yang melontarkan tali dengan undian di dalam jemaah Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 10:1-2.3-4.7-8.14
Ref. Ya Tuhan, janganlah Kaulupakan orang yang tertindas.
-
Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh ya Tuhan, dan menyembunyikan diri-Mu di kala aku kesesakan? Karena congkak, orang fasik giat memburu orang yang tertindas, mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.
-
Orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, orang tamak mengutuk dan menista Tuhan. Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas, “Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!” itulah seluruh pikirannya.
-
Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan. Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah.
-
Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (2Kor 5:19) Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 12:14-21
“Dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan.”
Sekali peristiwa orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus. Tetapi Yesus tahu maksud mereka, lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Dia, dan Ia menyembuhkan mereka semua. Dengan keras Ia melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Lihatlah, itu hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepadanya jiwa-Ku berkenan. Roh-Ku akan Kucurahkan atas Dia, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak, suara-Nya tidak terdengar di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Kepada-Nyalah semua bangsa akan berharap.”
Demikianlah Sanda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Sabtu, 18 Juli 2026, hari biasa pekan ke limabelas.. Tema Resi kita kali ini adalah: “Kekuatan Kasih yang Memulihkan”. Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..
Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Pada bacaan Injil hari ini dikisahkan bahwa kaum Farisi mulai bersekongkol untuk membunuh Tuhan Yesus. Namun Tuhan Yesus tidak membalas kebencian dengan kemarahan. Ia memilih menyingkir dari tempat itu, tetap menyembuhkan orang-orang yang datang kepada-Nya, dan melarang mereka memberitakan diri-Nya. Melalui sikap-Nya itu, Tuhan Yesus menggenapi nubuat Nabi Yesaya: Dialah Hamba Allah yang lemah lembut, tidak mematahkan buluh yang patah dan tidak memadamkan sumbu yang pudar. Ia datang bukan untuk menghancurkan, melainkan memulihkan dan membawa harapan bagi semua orang. Lalu apa yang bisa kira tenungkan? Saya menawarkan tiga hal saja: yitu:
-
Kasih lebih kuat daripada kebencian: Ketika menghadapi ancaman, Tuhan Yesus tidak membalas dengan kekerasan. Ia tetap setia melakukan kehendak Bapa dan terus berbuat baik. Kasih selalu memiliki daya yang lebih besar daripada dendam dan permusuhan. Pertanyaan refleksi nya adalah: “Ketika disakiti atau ditolak, apakah saya memilih membalas, atau tetap berusaha mengasihi dan berbuat baik?”
-
Kelemahlembutan adalah kekuatan sejati: Tuhan Yesus digambarkan sebagai pribadi yang tidak mematahkan buluh yang patah dan tidak memadamkan sumbu yang pudar. Ia menghargai setiap orang, terutama mereka yang rapuh dan terluka. Kelemahlembutan bukan tanda kelemahan, melainkan tanda hati yang dipenuhi kasih Allah. Yang menjadi pertanyaannya adalah: “Apakah kehadiran saya menjadi penghiburan bagi orang yang sedang lemah dan terluka?”
-
Menjadi pembawa harapan: Seluruh hidup Tuhan Yesus menghadirkan harapan bagi banyak orang. Sebagai murid-Nya, kita pun dipanggil untuk menyalakan harapan melalui perhatian, kata-kata yang menguatkan, dan tindakan kasih yang sederhana.. Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah: “Siapa yang hari ini dapat saya kuatkan agar kembali memiliki harapan?”
Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin