
Rm Stefanus Sigit Pranoto SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Fransikus de Sales Palembang – Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Mzm. 54:6-8
Allah adalah Penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela aku akan mempersembaahkan kurban dan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena baiklah nama-Mu.
PENGANTAR
Hidup manusia selalu berada dalam tegangan: hidup dalam Roh atau hidup di luar Roh. Hidup dalam Roh berarti ia hidup dalam terang Tuhan, sementara hidup di luar Roh adalah hidup dalam kegelapan. Dalam tegangan ini, ma- nusia sering jatuh karena kelemahannya. Namun, rahmat pertobatan dan pengampunan senantiasa diberikan Allah. Melalui Ekaristi ini kita diingatkan bahwa Allah senantiasa membuka pintu supaya kita dapat kembali ke jalan Allah berkat Kristus.
TOBAT
I : Tuhan Yesus Kristus, ilalang dan gandum Kaubiarkan tum- buh bersama karena segalanya Kauarahkan kepada kebaikan. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
I : Engkau amat sabar terhadap manusia. Kekuasaan dan ke- adilan-Mu melindungi semua orang. Kristus, kasihanilah kami.
U : Kristus, kasihanilah kami.
I : Engkau bersabda, “Siapa bertelinga, hendaklah ia men- dengarkan.” Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
DOA PEMBUKA:
Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Ya Allah, sayangilah hamba-hamba-Mu, dan lipatgandakan- lah karunia rahmat-Mu dalam diri mereka. Semoga dengan iman, harapan, dan kasih yang berkobar-kobar, mereka selalu tekun mematuhi perintah-perintah-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U: Amin.
BACAAN PERTAMA: Kebijaksanaan 12:13.16-19
“Apabila mereka berdosa, Kauberi kesempatan untuk bertobat.”
Selain Engkau, tidak ada Allah yang memelihara segala-galanya, sehingga Engkau harus membuktikan kepadanya bahwa Engkau menghukum dengan adil. Asas keadilan-Mu ialah kekuatan-Mu, dan karena berdaulat atas semuanya maka Engkau bersikap lunak terhadap segala sesuatu. Kekuatan-Mu hanya Kauperlihatkan apabila orang tak percaya akan kepenuhan kuasa-Mu, orang yang berani menentang kekuasaan-Mu Kaupermalukan. Tetapi, meskipun Engkau Penguasa yang kuat, Engkau mengadili dengan belas kasihan, dan dengan sangat murah hati memperlakukan kami. Sebab kalau mau, Engkau dapat berbuat apa saja. Dengan berlaku demikian Engkau mengajar umat-Mu bahwa orang benar harus sayang akan manusia. Anak-anak-Mu Kauberi harapan yang baik ini: Apabila mereka berdosa, Kauberi kesempatan untuk bertobat.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 86:5-6.9-10.15-16a
Ref. Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim
-
Ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setia-Mu berlimpah bagi semua yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan dan perhatikanlah suara permohonanku.
-
Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan; mereka akan memuliakan nama-Mu: Tuhan, sungguh besarlah Engkau! Engkau melakukan keajaiban-keajaiban hanya Engkaulah Allah!
-
Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah pengasih dan penyayang, Engkau sabar dan berlimpah kasih setia. Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku.
BACAAN KEDUA: Roma 8:26-27
“Roh berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
Saudara-saudara, Roh membantu kita dalam kelemahan kita. Sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa. Tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelami hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U: Alleluya.
S: (Mzm 11:25) Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:24-30
“Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.”
Sekali peristiwa Yesus membentangkan suatu perumpamaan kepada orang banyak, kata-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu dan berkata kepadanya, “Tuan, bukankah benih baik yang Tuan taburkan di ladang Tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu, ‘Seorang musuh yang melakukannya!’ Lalu berkatalah hamba-hamba itu, ‘Maukah Tuan, supaya kami pergi mencabuti lalang itu?’ Tetapi ia berkata, ‘Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabuti lalangnya. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.’ Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai, ‘Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandumnya kedalam lumbungku!”
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Stefanus Sigit Pranoto SCJ
Vivat cor Jesu, per Cor Maria, hiduplah Hati Yesus, melalui hati Maria,
Mengapa Allah membiarkan kejahatan tetap ada?
Pertanyaan ini mungkin pernah muncul dalam hati kita. Kita melihat orang jujur justru mengalami kesulitan, sementara orang yang berbuat curang tampak hidup tenang. Kita pun bertanya, “Mengapa Tuhan tidak segera bertindak?”
Pertanyaan itu sebenarnya sudah dijawab Yesus melalui perumpamaan tentang lalang di antara gandum.
Ketika para hamba menemukan lalang tumbuh bersama gandum, mereka ingin segera mencabutnya. Namun sang tuan melarang mereka. Ia tahu bahwa tindakan yang tergesa-gesa justru dapat merusak gandum yang sedang bertumbuh.
Perumpamaan ini mengajarkan bahwa Allah memiliki kesabaran yang jauh melampaui kesabaran manusia. Tuhan tidak menunda karena tidak peduli. Sebaliknya, Ia memberi kesempatan agar manusia bertobat dan berubah.
Hal ini juga menjadi peringatan bagi kita. Betapa mudahnya kita memberi cap kepada orang lain: “dia memang begitu”, “dia tidak mungkin berubah”. Padahal hanya Tuhan yang mengenal isi hati seseorang dan mengetahui bagaimana rahmat-Nya bekerja dalam hidup setiap orang.
Di sisi lain, Injil ini juga mengingatkan bahwa kita tidak perlu gelisah ketika melihat kejahatan seolah-olah menang. Tuhan tidak pernah kehilangan kendali. Pada waktunya, Ia akan menegakkan keadilan dengan sempurna.
Karena itu, perhatian kita jangan hanya tertuju pada “lalang” di sekitar kita. Pertanyaan yang lebih penting adalah: Apakah saya sedang bertumbuh menjadi gandum yang baik?
Marilah kita terus memelihara hidup dalam kasih, kejujuran, dan kesetiaan kepada Tuhan. Sementara menantikan waktu-Nya, kita dipanggil untuk tetap menjadi benih-benih kebaikan yang membawa harapan bagi dunia.
Sebab pada akhirnya, Tuhan bukan hanya Hakim yang adil, tetapi juga Bapa yang sabar, yang selalu memberi kesempatan kepada anak-anak-Nya untuk bertumbuh dan menghasilkan buah.
DOA UMAT:
I : Marilah kita berdoa kepada Bapa, agar kita selalu setia kepadaNya dan bertumbuh menjadi berkat bagi kehidupan, laksana gandum yang baik.
L: Bagi Bapa Suci dan para Uskup. Semoga Bapa Suci, serta para Uskup selalu diterangi oleh Roh Kebijaksanaan-Mu dalam karya pengembalaan mereka sehingga dapat membedakan gandum dengan rumput dan mendukung sekuat tenaga usaha mereka yang mencari kebenaran. Kami mohon…
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
L: Bagi semua orang tua dan pendidik. Semoga para orangtua dan para pendidik semakin menyadari bahwa keyakinan dan teladan hidup mereka lebih berarti bagi perkembangan kaum muda dengan segala persoalan mereka. Kami mohon.
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan
L: Bagi mereka yang menderita secara lahir batin. Semoga Sabda-Mu menguatkan mereka yang sedang menderita secara lahir batin sehingga iman mereka diteguhkan, pengharapan mereka dinyalakan, dan kasih mereka dikobarkan untuk selalu berjuang mempersatukan penderitaan mereka dengan penderitaan Kristus demi keselamatan sesama. Kami mohon…
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan
L: Bagi kami sendiri. Semoga Allah Bapa memberkati dan meneguhkan perjuangan kita dalam ikut serta menaburkan benih Sabda-Nya di tengah masyarakat. Kami mohon…
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan
I: Bapa Yang Mahabaik, Engkau selalu menjaga dan melindungi kami. Keadilan-Mu selalu memberikan kesempatan baru kepada kami. Utuslah Roh-Mu dan ajarilah kami berdoa. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan Pengantara kami.
U: Amin
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN
Ya Allah, dalam kurban Kristus yang satu dan sempurna, Engkau telah menyempurnakan berbagai kurban Perjanjian Lama. Terimalah persembahan dari kami, hamba-hamba- Mu, dan kuduskanlah dengan berkat-Mu, sama seperti Engkau pernah memberkati kurban Habel Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U : Amin.
ANTIFON KOMUNI – Mzm. 111:4-5
Perbuatan Tuhan yang agung pantas dikenang, Tuhan itu pengasih dan penyayang. Orang yang takut akan Dia diberiNya makanan.
DOA SESUDAH KOMUNI
Marilah kita berdoa: Ya Allah, Engkau telah menyegarkan kami, umat-Mu dengan misteri surgawi. Kami mohon bantulah kami untuk beralih dari hidup sebagai manusia lama kepada kepenuhan hidup yang baru. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U : Amin.
DOWNLOAD AUDIO RESI:
No Comments