Minggu, 21 Juni 2020 – Hari Minggu Biasa XII

Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas SCJ Biak Papua Indonesia

 
 

BACAAN PERTAMA: Yeremia 20:10-13

“Tuhan telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.”

Aku, Yeremia, telah mendengar bisikan banyak orang, “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!” Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh. Kata mereka, “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!” Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung, jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan! Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-mulah kuserahkan perkaraku. Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.”

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 69:8-10,14,17,33-35

Ref. Tuhan sudi dengarkan rintihan umat-Mu.

  1. Tuhan, karena Engkaulah aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.

  2. Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, aku bermohon pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia! Jawablah aku, ya Tuhan, sebab baiklah kasih setia-Mu, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar!

  3. Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali. Hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan. Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.

 

BACAAN KEDUA: Roma 5:12-15

“Karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam.”

Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dalam dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu masuklah juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa. Sebab sebelum hukum Taurat ada, di dunia ini telah ada dosa. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada dalam hukum Taurat. Sungguhpun demikian, dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa maut telah berkuasa juga atas mereka yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran dari Dia yang akan datang. Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang itu semua orang telah jatuh dalam kuasa maut, jauh lebih besarlah kasih karunia dan karunia Allah, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang lantaran satu orang, yaitu Yesus Kristus.

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya, alleluya, alleluya.
S: (Yoh 14:18) Roh kebenaran akan memberi kesaksian tentang daku, dan kamu pun harus memberi kesaksian pula, Sabda Tuhan.

 

BACAAN INJIL: Matius 10:26-33

“Janganlah kamu takut kepada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh.”

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya, “Janganlah kamu takut kepada mereka yang memusuhimu, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; tetapi takutlah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun tak seekor pun dari padanya akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia akan Kuakui di depan Bapa-Ku di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal juga di depan Bapa-Ku yang di surga.”

 

RENUNGAN DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Tugiyatno SCJ

Vivat cor Jesu per cor Marie, terpujilah Hati Kudus Yesus melalui hati Maria.

Saudara –saudari sahabat Resi Dehonian, jumpa kembali dengan saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Biak Papua, dalam Resi renungan singkat Dehonian, edisi Hari Minggu biasa ke XII 21 Juni 2020. Kita akan mendengarkan dan merenungkan bacaan dari Injil dari Matius 10: 26-33. Marilah kita membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan, hari ini kita mendengar Yesus yang mengajar melalui suatu perumpamaan. Waktu saya masih remaja sebelum masuk tahun Rohani dalam pendidikan calon imam, di kampong halaman saya pernah menangkap beberapa ekor burung pipit dengan sebuah jebakan burung sederhana. Saat itu ada beberapa burung yang terperangkap dan saya begitu gembira. Saya sudah menyiapkan sangkar yang lebih besar dan makanan burung yang cukup saat itu. Namun karena burung hasil perangkap tidak pelihara dari kecil, ternyata burung-burung itu selalu ketakutan bila ada orang mendekat. Empat hari sesudahnya saya mencoba menangkap salah satunya dan memeriksa. Ternyata burung-burungng semula saya tangkap gemuk-gemuk itu akhirnya menjadi kurus. Pada hal saya sudah menyiapkan makanan bagi burung-burung itu cukup bahkan lebih. Piker saya mereka tak perlu terbang ke sana kemari untuk mencari makanan. Tidak itu saja ternyata pangkal paruh mereka mulai terluka karena meronta-ronta ingin keluar sangkar. Karena tidak tega, akhirnya burung-burung itu saya lepas kembali. Saat dilepas dan terbang mereka tampak seperti amat bahagia.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan hari ini Yesus juga mengajarkan kepada kita melalui perumpamaan burung pipit yang dijual seduit dua ekor. Seduit kiranya adalah pecahan mata uang terkecil pada waktu itu. Artinya bahwa burung pipit amat murah, tiada harganya. Tetapi yang perlu direnungkan adalah bahwa burung pipit juga ciptaan Tuhan. Tuhan yang menyediakan bagi mereka makan dan juga untuk terbang bebas menghiasi kecantikan alam semesta. Bilamana Tuhan lalai memberi mereka makan 2 hari saja pasti mereka akan mati kelaparan. Apalagi manusia yang diciptakan seturut CitraNya dan menjadi ciptaanNya yang sungguh amat baik. Pasti Tuhan juga selalu mencukupkan setiap kebutuhan manusia.

Jumlah penduduk dunia pada 2020 ini, sekitar 7,7 miliard. Semuanya berusaha untuk mencari penghidupan, bukan saja untuk sekarang tetapi untuk masa depan. Bila kita berhitung secara matematis ada gambaran demikian. Setiap 1kg beras jumlahnya sekitar 65.000 butir. Kalau saja setiap hari ada masing-masing orang menyisakan satu butir nasi terbuang, ada lebih dari 100 ton nasi yang terbuang. Suatu angka yang amat besar, walaupun sebutir nasi harus menunggu 3,5 bulan untuk diproses dari biji gabah yang ditanam.

Ada suatu ungkapan dari tokoh besar Mahatma Gandhi yang mengatakan: “Dunia ini dapat memberi yang cukup untuk seluruh makhluknya, tetapi tidak akan cukup bagi satu orang yang serakah”.

Yang pertama kita renungkan adalah kita tidak perlu kawatir akan kebutuhan hidup kita. bagi orang yang mau mencari dan berusaha. Tuhan tidak pernah melalaikan burung pipit yang terbang ke sana kemari mercari makan. Apalagi manusia, pasti Tuhan sungguh-sungguh memberikan kebutuhan hidup, bagi orang yang mau berusaha mencari. Dan yang ke dua, kita dipanggil untuk setia bersaksi setiap saat. Kita diajak setia kepada Tuhan, entah saat kita dalam situasi bahagia dan berlimpah berkat. Kita juga tetap dipanggil untuk setia sekalipun dalam keadaan menderita. Kita kuat, bukan karena kita hebat, tetapi karena Tuhan Yesus telah lebih dahulu setia kepada kita. semoga hati kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.

 

No Comments

Leave a Comment