Senin, 27 Juli 2020 – Hari Biasa Pekan XVII

Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas Superiorat SCJ Teluk Betung, Lampung – Indonesia

 

ANTIFON PEMBUKA  –  Mzm 105:23

Allah memutuskan untuk memusnahkan mereka, seandainya tidak dicegah oleh Musa, hambaNya yang terpilih. Sebab Musa mengantara di hadapan Tuhan, jangan sampai amarahNya membinasakan mereka.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang bijaksana, semoga kami memahami perumpamaan-perumpamaan yang disabdakan oleh PuteraMu. Semoga sabdaMu lalu berwujud sungguh-sungguh di tengah-tengah kami. Demi Yesus Kristus,….

BACAAN PERTAMA: Yeremia 13:1-11

Beginilah sabda Tuhan kepadaku, “Pergilah membeli ikat pinggang lenan, dan ikatkanlah pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air!” Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang disabdakan Tuhan, lalu kuikatkan pada pinggangku. Sesudah itu datanglah sabda Tuhan kepadaku untuk kedua kalinya, “Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli, yang sekarang ada pada pinggangmu itu. Pergilah segera ke Sungai Efrat, dan sembunyikanlah di sana, di celah-celah bukit batu!” Maka pergilah aku dan menyembunyikannya di tepi Sungai Efrat sebagaimana diperintahkan Tuhan kepadaku. Sesudah beberapa lama bersabdalah Tuhan kepadaku, “Pergilah segera ke Sungai Efrat, dan ambillah dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana!” Maka pergilah aku ke Sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya. Tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna lagi untuk apa pun. Lalu datanglah sabda Tuhan kepadaku, “Beginilah sabda Tuhan, ‘Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakan Yehuda dan Yerusalem. Bangsa yang jahat ini enggan mendengarkan sabda-Ku. Mereka mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan bersujud kepada mereka. Bangsa yang jahat ini akan menjadi seperti ikat pinggang yang tidak berguna untuk apa pun. Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah dahulu segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku,’ demikianlah sabda Tuhan, ‘supaya mereka itu menjadi umat yang ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar.

KIDUNG TANGGAPAN: Ulangan 32:18-19.20.21

Reff: Engkau telah melupakan Allah yang melahirkan dikau

  1. Hai umat, engkau telah melalaikan Gunung Batu yang memperanakkan dikau, dan melupakan Allah yang melahirkan dikau. Ketika Tuhan melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.

  2. Tuhan bersabda, “Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.

  3. Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.”

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya
S: Dengan rela hati Allah telah melahirkan kita oleh sabda kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung ciptaan-Nya.

BACAAN INJIL: Matius 13:31-35

Sekali peristiwa Yesus membentangkan perumpamaan ini, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil di antara segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang di cabang-cabangnya.” Dan Yesus menceritakan perumpamaan lain lagi, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang wanita dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat, sampai seluruhnya beragi.” Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan Ia tidak menyampaikan apa pun kepada mereka kecuali dengan perumpamaan. Dengan demikian digenapilah sabda nabi, “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan. Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”

RESI DIBAWAKAN OLEH: Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ

Vivat Cor Iesus per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalu Hati Maria.

Sahabat resi yang terkasih, Injil hari ini dengan jelas mengatakan bahwa sampai detik ini Yesus tetap menggunakan perumpaan untuk mengajar para murid. Bagian akhir dari Injil hari ini dengan jelas mengatakan itu, bahkan itu disampaikan oleh nabi. Artinya pengajaran semacam itu mempunyai unsur ilahinya, bahkan juga unsur provetis, bisa dimaknai sesuai jamannya, tidak lekang oleh jaman dan waktu.

Maka saya mengajak anda semua untuk merenungkan hal sederhana berikut: 

  1. Kisah kebijaksanaan apa yang masih anda ingat dari orang tua, atau guru, atau siapa saja yang anda kenal? Apakah anda masih tau maknanya?

  2. Apakah anda juga sudah melakukan hal yang sama: menceritakan kisah-kisah kebijaksanaan kepada anak-anak anda? Anak berarti bisa juga murid.

Dari Injil hari ini, satu sudut pesan kecil yang bisa kita renungkan adalah: jangan pernah bosan, atau bahkan lalai, mengajari anak dengan kisah-kisah atau legenda-legenda yang mempunyai nilai luhur untuk kehidupan.

Entah kapan saatnya, pastilah mereka akan mengenang cerita itu, mengambil maknanya, dan menjadi pelajaran hidup yang berharga. Persis yang kita lakukan ketika kita ingat kisah-kisah indah yang pernah kita dengar.

Semoga dengan demikian, meski ditengah pandemi, kita berani menjadi biji sesawi yang diambil dan ditaburkan oleh Allah sendiri. Berkat Tuhan menyerati kita sekalian. Amin.

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN:

Allah baa kami di surga, melalui roti dan anggur ini sudilah menyatakan kehendakMu kepada kami; semoga Roh Yesus Al Masih, yang mengajar kami mengenal kehendakMu, menjiwai kami sekarang dan selama-lamanya. Amin.

ANTIFON KOMUNI  –  Mat. 12:33

Kerajaan Allah itu seumpama ragi, yang diambul seorang wanita dan dicampur dengan terigu tiga takar, sehingga seluruhnya beragi.

DOA PENUTUP:

Marilah beroda: Allah Bapa kami di surga, berkenanlah mengadakan tanda-tanda KerajaanMu. Semoga Kau perlihatkan bahwa Engkau berada di mana-mana dan mendampingi siapa saja yang mencari kedamaian sejati. Demi Kristus, ….

1 Comment

Leave a Comment