Kamis, 10 September 2020 – Hari Biasa Pekan XXIII

Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang – Indonesia

 
 
 
 

ANTIFON PEMBUKA – 1 Kor.  8:6

Bagi kita hanya ada satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus. Segala sesuatu diciptakan dengan pengantaraan-Nya dan kita hidup karena Dia.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allab Bapa, sumber kebenaran, semua orang Kaukehendaki masuk kebenaran. Semoga hati kami terbuka untuk menerima cinta kasih Putera-Mu terkasih, yang menjadi jalan kehidupan kami. Sebab Dialah Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang…

BACAAN PERTAMA: I Korintus 8:1b-7.11-13

“Bila engkau melukai hati mereka yang lemah, engkau berdosa terhadap Kristus.”

Saudara-saudara, pengetahuan menjadikan orang sombong, tetapi kasih itu membangun. Orang yang menyangka diri mempunyai pengetahuan sebenarnya belum mencapai pengetahuan yang harus dicapainya. Tetapi orang yang mengasihi Allah, dikenal oleh Allah. Tentang makan daging persembahan berhala kita tahu bahwa tidak ada berhala di dunia ini, dan tidak ada Allah lain, selain Allah yang esa. Sebab sungguhpun ada apa yang disebut allah, baik di surga maupun di bumi dan memang benar ada banyak allah dan banyak tuhan yang demikian, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, asal segala sesuatu. Bagi Dialah kita hidup. Dan bagi kita hanya ada satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus; segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan kita hidup karena Dia. Tetapi tidak semua orang mempunyai pengetahuan ini. Ada orang yang karena masih terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Karena hati nurani mereka lemah, maka hati nuraninya ternoda. Dengan demikian, “pengetahuan” menyebabkan kebinasaan saudaramu yang masih lemah. Padahal Kristus juga wafat untuk dia. Maka engkau berdosa terhadap saudara-saudaramu, karena engkau melukai suara hati mereka yang masih lemah. Dan dengan demikian engkau sebenarnya berdosa terhadap Kristus sendiri. Oleh karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, untuk selama-lamanya aku takkan mau makan daging lagi, jangan sampai aku menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 139:1-3.13-14ab.23-24

Ref. Tuntunlah aku di jalan yang kekal.

  1. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

  2. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat.

  3. Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya, alleluya
S: Jika kita saling menaruh cinta kasih, Allah tinggal dalam kita; dan cinta kasih Allah dalam kita menjadi sempurna.

BACAAN INJIL: Lukas 6:27-38

“Hendaklah kalian murah hati sebagaimana Bapamu murah hati adanya.”

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Dengarkanlah perkataan-Ku ini: Kasihilah musuhmu. Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kalian. Mintalah berkat bagi mereka yang mengutuk kalian. Berdoalah bagi orang yang mencaci kalian. Bila orang menampar pipimu yang satu, berikanlah pipimu yang lain. Bila orang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu, dan janganlah meminta kembali dari orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kalian kehendaki orang berbuat kepada kalian, demikian pula hendaknya kalian berbuat kepada mereka. Kalau kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. [Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.] Lagipula kalau kalian memberikan pinjaman kepada orang dengan harapan akan memperoleh sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyaknya. Tetapi kalian, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan berilah pinjaman tanpa mengharapkan balasan, maka ganjaranmu akan besar dan kalian akan menjadi anak Allah yang maha tinggi. Sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan orang-orang jahat. Hendaklah kalian murah hati sebagaimana Bapamu murah hati adanya. Janganlah menghakimi orang, maka kalian pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah menghukum orang, maka kalian pun tidak akan dihukum. Ampunilah, maka kalian pun akan diampuni. Berilah, dan kalian akan diberi. Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan tumpah ke luar akan dicurahkan ke pangkuanmu. Sebab ukuran yang kalian pakai, akan diukurkan pula kepadamu.”

 

RENUNGAN DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ

Hendaklah kamu murah hati sebagaimana bapamu murah hati

Vivat Cor Iesu per Cor Marie. Hiduplah Hati Kudus Yesus, melalui Hati Maria.

Sahabat resi yang mengasihi Tuhan. Jumpa lagi dengan saya romo Agustinus Kelik Pribadi scj dari komunitas Palembang dalam resi, renungan singkat dehonian, kamis 10 september 2020. Mari kita dengarkan firman Tuhan yang diambil dari injil Luskas 6:27-38

Sahabat resi yang terkasih, Menjadi murah hati adalah panggilan kita bersama, enak kedengarnya dan indah rasanya bila kita mengalaminya. Tetapi dalam banyak pengalaman ada pergumulan yang berat untuk sampai pada titik menjadi murah hati. Salah satu faktor yang membuat kita gadang gamang atau ragu ragu untuk menjadi murah hati adalah masalah hasil yang kita harapkan dan ukuran yang kita pakai.

Ada sebuah keluarga yang dibesarkan dan didik dalam keluarga yang baik. Dalam perjalanan waktu ketika semua menjadi dewasa, mulailah pribadi lepas pribadi  mengunakan kebebsannya masing masing secara penuh. Hampir semuanya anak ini berhasil, bukan hanya masalah ekonomi tetapi juga hidup berkeluarga. Tapi sayang ada satu anak yang kurang berhasil, baik secara ekonomi maupun dalam hidup berkeluarga. Ini semua disebabkan karena ketidak mampuannya mengunakan kebebasannya untuk memilih pekerjaan, lingkungan dan menjadi pribadi yang dewasa dan bertangung jawab dalam keluarga. Anak anaknya terlantarkan tanpa masa depan yang jelas.

Tentu semua suadara berjuang bersama sama untuk membantunya berkali kali atas nama kasih dan keluarga besar. Kemurahan hati ditunjukan leawat nasehat, tuntunan, tetapi juga material untuk saudara dan keluarganya. Tidak sedikit perhataian,  uang, waktu yg diberiakan pada saudaranya dan keluarganya. Kebaikan dan kemurahan hati kadang diberikan tidak berasal dari kelimpahan tetapi juga dari kekuarangan mereka. Lama kelamaan saudara saudaranya menjadi lelah untuk menjadi murah hati, pengampun, penegertian  pada saudaranya sendiri, karena kemurahan hati yang sebenarnya mahal dianggap seperti kurang berarti. Mereka bertanya seperti apa ukuran murah hati, kalau kenyataan berkali kali membantu, mengampuni tetapi kenaytaan tidak ada buahnya. Saudaranya tetap jatuh dalam kegelapan hidup tanpa daya tahan dan daya juang untuk menjadi lebih baik. Mereka tidak hanya mencoba memberi ikan supaya adiknya maju, mereka juga memberi panjing dan jala. Tetapi entah mengapa panjing dan jala yang mereka berikan adiknya kadang ditinggalkan atau jual pada orang lain.

Sahabat resi yang terkasih, semoga kita yang masih bergulat untuk mejadi murah hati dapat berkaca dan menimba kekuatan dari allah sendiri supaya ukurannya tepat dan  kita menjadi lebih kreatif dalam bermurah hati sehingga ahirnya pribadi pribadi yang tersapa juga menjadi murah hati. Berkat Tuhan menyertai kita.

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa Mahapengasih, perkenankanlah kiranya kami dalam anggur dan roti ini menyaksikan cintakasih yang ada dalam pada Putera-Mu, dan semoga kami memiliki semangat-Nya. Sebab Dialah …

 

ANTIFON KOMUNI  –  Luk. 6:28

Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kalian,. Mintalah berkat bagi mereka yang mengutuk kalian. Berdoalah bagi orang yang mencaci kalian.

 

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa Mahapengasih, kami bersyukur atas cinta kasih yang Kaulimpahkan kepada kami sebagai hukum baru. Perkenankanlah berkembang dengan suburnya di tengah-tengah kami demi kedamaian dunia ini. Demi Kristus, …

1 Comment

  • Endang September 9, 2020 at 2:36 pm

    Amin

    Reply

Leave a Comment