RENA Minggu, 10 Januari 2021 – Pesta Pembaptisan Tuhan

Rena-Minggu 10 Januari 2021 oleh Fr. Andreas Septorio Putra Paima dari komunitas Postulat-Novisiat SCJ Gisting Indonesia

 
 
 

AUDIO RENA: 

Kudaki-daki

Ku daki-daki-daki –daki Gunung yang tinggi

Ku turun-turun-turun-turun lembah yang dalam

Ku melintasi padang rumput hijau terbentang, Yesus besertaku

Kuterbang-terbang-terbang-terbang luar angkasa

Kuselam-selam-selam-selam dalam samudra

Kudayung-dayung-dayung-dayung prahu di sungai, Yesus besertaku

Di kanan Kau ada,di Kiri Kau ada, di atas dan di bawah Kau ada

Disuka Kau ada Didukaku Kau ada, Karna Kau Yesusku

Haloo adik-adik semuanya, apa kabar? Frater harap kabar adik-adik dan keluarga baik semua. Adik kembali lagi bersama frater dalam rena ( renuangan anak) Dehonian, Vivat Cor Iesu- Per Cor Mariae. Kali ini adik-adik-adik kembali lagi bersama Fr. Rio sekarang frater berada di Postulat-Novisiat St. Yohanes, Gisting,Lampung. Sebelum mendengarkan injil dan renungan mari kita bernyanyi bersama, lagunya yaitu kudaki-daki gunung yang tinggi

 

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:7-11)

“Engkaulah Anak yang Kukasihi. Kepada-Mulah Aku berkenan.”

Tatkala banyak orang minta dibaptis, Yohanes memberitakan kepada mereka, “Sesudah aku akan datang Dia yang lebih berkuasa daripadaku; membungkuk dan membuka tali kasutnya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat keluar dari air, Yesus melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari surga, “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

 

Adik-adik yang frater kasihi baru saja kita merayakan hari Raya Natal yaitu Hari Raya kelahiran Tuhan Yesus ke dunia. Bagaimana perasaannya pasti senang kan? Apalagi Natal Tahun ini bisa berkumpul bersama keluarga tercinta di rumah. Adik-adik frater mau tanya nih setelah bayi lahir kita orang katolik membawa bayi ke Gereja untuk diberi sakramen apa? Jadi,diberikan sakramen Baptis. Dengan sakramen baptis secara resmi dedek bayi resmi menjadi anggota Gereja. Frater yakin ini pasti adik-adik semua sudah dibaptiskan. Adik-adik pasti tau ya orang dibabtis itu mengunakan air. Air itu sangat penting bagi kita semua karena bisa untuk menghilangkan rasa haus,bisa untuk mandi,untuk mencuci baju dan masih banyak lagi kegunaanya. Namun adik-adik air yang digunakan dalam sakramen baptis bukan sembarang air ya atau bukan juga air Aqua.

Injil yang baru saja kita dengar hari minggu ini menceritakan Yesus yang dibaptis oleh Yohanes Pembabtis disungai mana? Ya benar sekali disungai Yordan. Adik-adik air yang digunakan untuk membabtis bukanlah air biasa, jadi air yang digunakan itu air yang telah diberkati dan akhirnya menjadi lambang kehadiran Roh Kudus yang hadir dalam diri kita. Dengan dibabtis kita akan semakin bertumbuh dan berkembang dalam iman akan Yesus Kristus. Kita tahu bahwa Yesus dibabtis oleh Yohanes Pembabtis. Kita juga tahu bahwa Yesus sendiri adalah Allah namun Yesus mau dibabtis oleh manusia biasa. Kita bisa meniru sikap dari Yohanes Pembabtis ia begitu rendah hati dan tentu baik kepada Allah dan sesamanya. Yohanes pembabtis sangat terkenal pada waktu itu karena ia membabtis banyak orang, namun ia tidak sombong melainkan ia lebih mengagungkan Yesus sebagai anak Allah. Dari sosok Yohanes Pembabtis kita dapat mencontoh sebagai anak-anak yang tidak sombong terhadap teman-temannya, tidak menghina teman-teman melainkan baik terhadap Allah,orangtua,dan teman-teman. Teladan yang dapat kita contoh selain Yohanes Pembabtis adalah Yesus sendiri. Yesus mengajarkan kita untuk selalu dekat dengan Allah dan sesama. Dengan dibabtis kita seharusnya terus-menerus bersyukur kepada Allah karena kita telah dipersatukan sebagai anggota Gerejadan menjadi umat Allah selama-lamanya. Maka adik-adik ditahun yang baru ini mari kita mulai menjadi anak-anak yang selalu berbuat baik kepada Allah, orangtua dan sesama agar kita semua menjadi anggota Gereja yang berguana bagi semua orang.

No Comments

Leave a Comment