Jumat, 04 Juni 2021 – Hari Biasa Pekan IX – Novena Hati Kudus Yesus III

Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ dari komunitas SCJ Prawang Riau – Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON KOMUNI – Tobit 11:14

Terpujilah Allah! Terpujilah nama-Nya yang agung! Hendaklah nama Tuhan yang agung berada di atas kita, dan terpujilah segala malaikat untuk selamanya.

PENGHANTAR: 

Tobit dan istrinya tetap mengandalkan Tuhan sekalipun tidak masuk akal. Orang biasanya mengandalkan kekuatan sendiri, baru pada akhirnya ingat akan Tuhan. Tetapi Mesias mempu nyai kelebihan. Ia Putra Daud dan lebih dahulu mengandalkan Allah Bapa-Nya.

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, sehatkanlah kiranya kebutaan kami dan ajarilah kami mengimani Yesus Kristus dan semoga kami Kaujadikan putra dan putri-Mu yang pantas. Demi Yesus Kristus Putra- Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Tobit 11:5-17

“Aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kini aku dikasihi-Nya, dan aku melihat kembali anakku, Tobia.”

Pada waktu itu duduklah Hana mengamati jalan yang bakal ditempuh Tobia, anaknya. Ia telah mendapat firasat bahwa anaknya tengah datang. Berkatalah Hana kepada ayah Tobia, “Sungguh, anakmu telah datang, dan juga orang yang menyertainya.” Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya, “Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka. Oleskanlah empedu ikan itu pada matanya. Obat itu akan meresap dahulu, lalu akan terkelupaslah bintik-bintik putih itu dari matanya. Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya.” Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya lalu berkatalah ia, “Setelah engkau kulihat, Anakku, sekarang aku dapat mati!” Dan ia pun menangis. Tobit pun berdiri, dan meskipun kakinya tersandung-sandung, ia keluar dari pintu pelataran rumah. Tobia menghampiri ayahnya dengan membawa empedu ikan itu. Lalu ditiupinya mata Tobit, ditopangnya ayahnya dan kemudian berkatalah ia kepadanya, “Tabahkan hatimu, Ayah!” Kemudian obat itu dioleskannya pada mata Tobit dan dibiarkannya sebentar. Lalu dengan kedua belah tangan dikelupaskannya sesuatu dari ujung-ujung matanya. Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis. Katanya, “Aku melihat engkau, Anakku, cahaya mataku!” Ia menyambung pula, “Terpujilah Allah! Terpujilah nama-Nya yang besar! Terpujilah para malaikat-Nya yang kudus! Hendaklah nama Tuhan yang besar berada di atas kita dan terpujilah segala malaikat untuk selama-lamanya. Sungguh, aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi aku melihat kembali anakku Tobia.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 146:2abc,7,8-9a,9bc-10

Ref. Pujilah Tuhan, hai jiwaku.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

  2. Tuhan tetap setia untuk selama-lamanya, Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.

  3. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk. Tuhan mengasihi orang-orang benar, Tuhan menjaga orang-orang asing.

  4. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-menurun!

     

     

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Yoh 14:23) Ayat. Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 12:35-37

“Bagaimana mungkin Mesias itu anak Daud?”

Pada suatu hari Yesus mengajar di Bait Allah, kata-Nya, “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus, “Tuhan telah bersabda kepada Tuanku: Duduklah di sisi kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?” Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus dengan penuh minat.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Hidup Rohani menjadi sebuah tumpuan kuat yang memampukan kita untuk tetap bertahan. Secara pribadi kita butuh untuk meluangkan waktu sekedar curhat atau berdoa kepada Tuhan. Konsistensi untuk tetap menjalin relasi dengan Tuhan senantiasa harus kita rawat dan kita hidupi setiap hari. Merayakan Ekaristi secara sadar dan sungguh, menerima Sakramen Tobat, devosi-devosi pribadi (Rosario) dan adorasi adalah langkah-langkah kita untuk semakin mendekatkan diri kita dengan Tuhan. Ada kalanya semua itu hanya berjalan begitu saja dan seolah-olah tidak menimbulkan efek yang signifikan. Tetapi kita selalu menanamkan dalam hati bahwa meskipun suasana hati tidak sreg, kita tetap harus menjaga relasi dengan Tuhan. Bagaimana mungkin sebuah tanaman yang kehausan hanya didiamkan dan tidak disiram?

Kedekatan diri dengan Tuhan tentu akan berdampak nyata dalam hidup kita. Bukan hanya diri kita yang merasakan, tetapi setiap orang yang dekat dengan kita akan dapat merasakan juga kedekatan yang kita bangun dengan Tuhan. Kedekatan diri kita dengan Tuhan lah yang akhirnya secara perlahan membuka mata batin kita untuk melihat karya Allah yang mengagumkan. Seperti Tobit yang telah menerima kesembuhan dari Allah. Setelah mengalami kebutaan bertahun tahun lamanya, merasa kesepian dan bahkan merasa diri ditinggalkan oleh ia pun diperkenankan oleh Allah untuk dapat melihat kembali.

Maka ketika kita telah melihat banyak kuasa Allah yang mengagumkan, tugas kita hanyalah memuji namaNya. Terpujilah Allah, Terpujilah namaNya yang Mulia. Katakanlah kalimat itu Dalam hati setiap kali kita merasakan dan melihat karya Agung Allah. Selamat Beraktifitas, Tuhan memberkati.

Novena Hati Kudus Yesus 

Yesus yang amat kami kasihi. Penebus bangsa manusia, lihatlah kami sekarang dengan rendah hati berlutut di hadapan-Mu. Kami ini umat-Mu, dan kami ingin tetap menjadi umat-Mu; tetapi agar persatuan kami dengan Dikau lebih erat lagi maka sekarang ini kami masing-masing dengan rela hati menyerahkan diri kepada hati-Mu yang Mahakudus.

Yesus, banyak orang  yang belum mengenal Engkau, banyak pula yang menghina perintah-perintah-Mu, dan yang mengingkari-Mu. Yesus yang Mahamurah, kasihanilah semua orang itu, dan tariklah mereka kepada hati-Mu yang kudus. Ya Tuhan, hendaklah Kaurajai bukan mereka yang setia saja yang belum pernah menjauhkan diri dari pada-Mu, tetapi juga anak-anak yang meninggalkan Dikau seperti anak yang hilang itu. Berilah mereka kesadaran untuk segera kembali ke rumah Bapanya, jangan sampai binasa karena kesusahan dan kelaparan.

Hendaklah Kaurajai mereka yang tertipu oleh pengajaran yang salah atau yang terpisah karena pengkhianatan. Pulangkanlah mereka ke pelabuhan kebenaran dan ke persatuan iman supaya hanya ada satu kawanan dan satu Gembala.

Ya Tuhan berikanlah kepada Gereja-Mu kemerdekaan yang tetap dan sentosa. Berilah kepada segala bangsa keamanan dan ketertiban. Berilah supaya akhirnya di seluruh dunia berkumandanglah satu suara ini: Kemuliaan kepada hati ilahi yang membawa bahagia kepada kita. Kepada hati itulah hormat serta pujian selama segala abad. Amin. (SHDT 297-298)

(Kalau tanpa Ekaristi: sesudah doa novena langsung didoakan doa Bapa Kami, Doa Penutup dan Berkat atau tanda salib).

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa sumber keselamatan, kami mohon dilimpahi semangat Putra- berkat roti anggur ini, Mu sebab la telah menderita demi keselamatan kami dan kini hidup…. 

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 146:2

Pujilah Tuhan, hai hatiku! Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup, dan bermazmur memuji-Nya selama hayat dikandung badan.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahasetia, ajarilah kami mendengarkan Utusan-Mu yang telah mengunjungi kami, ialah Yesus, utusan perjanjian. Semoga kami Kaujadikan umat, yang setia mematuhi sabda-Mu dan selalu mengusahakan perdamaian. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

 
 
 
 
 

No Comments

Leave a Comment