Rabu, 30 Juni 2021 – Hari Biasa Pekan XIII

Rm. Stefanus Sigit Pranoto SCJ dari Komunitas SCJ Yogyakarta Indonesia

 
 
 
 
 

AUDIO RESI

ANTIFON PEMBUKA  – Mazmur 34:12

Marilah anak-anak, dengarkanlah daku, takut akan Tuhan akan kuajarkan kepadamu.

PENGANTAR : 

Kita cenderung menolak orang yang tidak sekeyakinan dengan kita. Demikian pula sikap Abraham terhadap Ismael. Orang gila, abnormal dan lain-lainnya sama pula nasibnya. Tetapi Tuhan memberi makan dan minum kepada Ismael. Dan Yesus mem bela siapa pun. Itulah contoh bagi para pengikut-Nya.

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, kami telah Kauhimpun menjadi umat-Mu dalam diri Yesus, Putra Perjanjian. Perkenankanlah kiranya kami memandang Dia sebagai lambang kasih setia-Mu kepada kami manusia. Sebab Dialah Putra-Mu, …..

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 21:5.8-20 

“Ismael tak mungkin menjadi ahli waris bersama dengan anakku Ishak.”

Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya lahir baginya. Ketika Ishak bertambah besar, pada hari ia disapih, Abraham mengadakan perjamuan besar. Pada waktu itu Sara melihat, bahwa Ismael, anak yang dilahirkan Hagar, wanita Mesir itu, bagi Abraham sedang main dengan Ishak, anak kandungnya. Berkatalah Sara kepada Abraham, “Usirlah hamba wanita itu beserta anaknya, sebab anaknya itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” Hal ini sangat menyebalkan hati Abraham oleh karena anaknya itu. Tetapi Allah bersabda kepada Abraham, “Janganlah sebal hatimu karena anak dan budakmu itu. Segala yang dikatakan Sara itu haruslah engkau dengarkan, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Tetapi keturunan dari hambamu itu pun akan Kujadikan suatu bangsa, karena ia pun anakmu.” Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan semua itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, dan menyuruhnya pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air di kirbat itu habis, dibuangnyalah anaknya ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, katanya, “Aku tidak tahan melihat anakku mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah anaknya dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, katanya, “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anakmu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anakmu itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan menjadikan dia bangsa yang besar.” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur. Ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, dan anaknya ia beri minum. Allah menyertai Ismael, sehingga ia bertambah besar. Ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 34:7-8.10-11.12-13

Ref. Orang tertindas itu berseru, dan Tuhan mendengarkannya.

  1. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka.

  2. Takutlah akan Tuhan, hai orang-orangnya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia tak berkekurangan. Singa-singa muda merasa kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan tidak kekurangan suatu pun.

  3. Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan Tuhan akan kuajarkan kepadamu! Siapakah yang menyukai hidup? Siapakah yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Yak 1:18) Atas kehendak-Nya sendiri Allah telah menciptakan kita dengan kebenaran, agar kita menjadi yang pertama dari ciptaan-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 8:28-34

“Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”

Pada suatu hari Yesus menyeberang danau Genesaret dan tiba di daerah orang Gadara. Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan, menemui Dia. Mereka itu sangat berbahaya, sehingga tak seorang pun berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya, “Apakah urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau datang kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Tidak jauh dari mereka itu ada sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu minta kepada Yesus, katanya, “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau, dan mati di dalam air. Para penjaga babi lari, dan setibanya di kota mereka menceritakan segala sesuatu, juga tentang dua orang yang kerasukan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah berjumpa dengan Dia, mereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. St. Sigit Pranoto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sebagai orang-orang Kristiani, kita percaya bahwa Yesus adalah sungguh Anak Allah. Dialah Sang Putera yang adalah pribadi kedua dari misteri Allah Tritunggal. Sebagai Putera Allah, Yesus memiliki kuasa yang sering tak bisa kita pahami dalam cara pandang manusiawi. Hanya dalam keterbukaan iman-lah misteri Ilahi itu mampu kita terima dan selami kekayaan-Nya.

Dalam Injil hari ini dikisahkan bagaimana pengakuan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Pengakuan itu justru muncul dari kata-kata roh jahat yang merasuki dua orang di perkampungan Gadara. Dalam suasana penuh ketakutan akan kuasa Yesus, mereka berkata: “Apa urusan-Mu dengan kami, hak Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”

Setan-setan atau kuasa kejahatan pun tahu bahwa Yesus punya kuasa. Mereka tahu bahwa sosok Yesus yang mereka hadapi adalah Anak Allah, yang mampu mengusir mereka.

Kata-kata dan pengakuan bahwa Yesus adalah Anak Allah ini semestinya justru semakin memperteguh iman kita. Bahkan setan, yang adalah musuh-musuh Yesus sendiri mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah. Maka sebenarnya kita pun tak perlu ragu mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup.

Semoga terang Injil hari ini semakin membuat kita bangga akan iman kepercayaan kita, dan semakin mampu mengungkapkan iman kita dalam kehidupan nyata, meneladan dan mewujudkan ajaran Yesus dalam hidup sehari-hari. Dan semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita semua.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa mahakudus, berkat anggur roti ini semoga kami Kausembuhkan dari segala dosa, serta Kaucurahi Roh yang baik, yaitu Roh Yesus Putra-Mu terkasih, yang….

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 34:7

Orang tertindas yang berseru, didengarkan Tuhan, dan diselamatkan Tuhan dari segala derita.

DOA UMAT : 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber belas kasih, ajarilah kami mengimani bahwa Kristuslah utusan-Mu yang datang membagikan sabda dan rezeki. Semoga kami lalu Kaujadikan putra dan putri-Mu yang setia ialah semangat belas kasih dan damai. serta penuh dengan semangat-Nya, Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

1 Comment

  • Herlin Djunaidy Juni 29, 2021 at 10:38 pm

    Amin

    Reply

Leave a Comment