Kamis, 08 Juli 2021 – Hari Biasa Pekan XIV

Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada

 
 
 
AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  – Kejadian 45:5 

Demi keselamatan hidup kalianlah Allah menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir.

PENGANTAR: 

Yusuf mirip dengan Mesias. Sekalipun menderita karena ulah saudara-saudaranya, ia menyelamatkan hidup mereka. Para mu rid pun diutus membawa hidup ke mana-mana. Mereka me nerima dengan cuma-cuma, maka hendaknya memberi dengan cuma-cuma pula. Mereka diutus berkeliling dengan bekal kabar sukacita saja.

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pengharapan, semoga sabda-Mu Kaujadikan kekuatan di tengah-tengah kami. Teguhkanlah kerajaan-Mu pada diri kami, agar sanggup membangkitkan pengharapan serta menabahkan hati. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 44:18-21.23b-29; 45:1-5

“Demi keselamatanmu Allah mengutus aku ke Mesir.”

Di tanah Mesir Yusuf pura-pura menuduh adiknya, Benyamin, mencuri. Maka tampillah Yehuda mendekati Yusuf dan berkata, “Mohon bicara Tuanku, izinkanlah hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada Tuanku, dan janganlah bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab Tuanku adalah seperti Firaun sendiri. Tuanku telah bertanya kepada hamba-hamba ini, ‘Masih adakah ayah atau saudaramu?’ Dan kami menjawab Tuanku, ‘Kami masih mempunyai ayah yang sudah tua dan masih ada anaknya yang masih muda, yang lahir pada masa tuanya; kakaknya telah mati, dan hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu, sebab itu ayah sangat mengasihi dia’. Lalu Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini, ‘Bawalah dia kemari kepadaku, supaya mataku memandang dia’. Lagi Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini, ‘Jika adikmu yang bungsu itu tidak datang kemari bersama kalian, kalian tidak boleh melihat mukaku lagi’. Setelah kami kembali kepada hambamu, ayah kami, maka kami memberitahukan kepadanya perkataan Tuanku itu. Kemudian ayah kami berkata, ‘Kembalilah kamu membeli sedikit bahan makanan bagi kita’. Tetapi jawab kami, ‘Kami tidak dapat pergi ke sana, sebab kami tidak boleh melihat muka orang itu, apabila adik yang bungsu tidak bersama-sama kami’. Kemudian berkatalah hambamu, ayah kami, ‘Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku; yang seorang telah pergi, dan aku telah berkata, “Tentulah ia diterkam oleh binatang buas, dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali. Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan daku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka’.” Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya. Lalu berserulah ia, “Suruhlah keluar semua orang dari sini.” Maka tidak ada seorangpun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran oleh orang-orang Mesir dan seisi istana Firaun. Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, “Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?” Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia. Lalu kata Yusuf kepada mereka, “Marilah mendekat.” Maka mendekatlah mereka. Kata Yusuf lagi, “Akulah Yusuf, saudaramu, yang kalian jual ke Mesir. Tetapi sekarang janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri karena kalian menjual aku ke sini, sebab demi keselamatan hidup kalianlah Allah menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 105:16-17.18-19.20-21

Ref. Ingatlah akan karya Tuhan yang ajaib.

  1. Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas tanah Kanaan, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nya seorang mendahului mereka, yakni Yusuf yang dijual menjadi budak.

  2. Kakinya diborgol dengan belenggu lehernya dirantai dengan besi, sampai terpenuhilah nubuat-Nya, dan firman Tuhan membenarkan dia.

  3. Maka raja menyuruh melepaskan dia, dan penguasa para bangsa membebaskannya. Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan pengelola segala harta kepunyaannya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mrk 15:1) Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 10:7-15

“Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma.”

Pada waktu itu Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berilah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kalian membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kalian masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kalian berangkat. Apabila kalian masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun kepadanya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kalian dan tidak mendengarkan perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu, dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Aegidius Warsito SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Marie, terpujilah Hati Yesus melalui Hati Maria…

Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ – Toronto – Kanada, di dalam Resi-renungan singkat- Dehonian edisi Kamis, 8 Juli 2021. Mari kita baca bersama perikopa Injil pada hari ini yang diambil dari Matius 10:7-15.

Saudara/I pendengar Resi Dehonian yang terkasih, untuk memulai peremenungan ini, saya akan membukanya dengan sebuah cerita singkat. Alkisah ada seorang pria yang sangat saleh dan suci hatinya. Ia sangat merindukan untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga dan sering bertanya dalam hatinya kapan saya  akan bisa merasakan Kerajaan Surga itu? Dan pada saat ia sedang memikirkan hal itu, tiba-tiba dia mengalami serangan jantung dan dia meninggal saat itu juga. Segera jiwanya diantar oleh seorang malaikat ke Surga untuk bertamu dan tinggal bersama Yesus.

Saudara/I yang terkasih, Kerajaan Allah/Surga datang kepada kita melalui banyak jalan di dalam kehidupan yang kita alami, dan salah satunya melalui kematian. Lalu pertanyaan yang pantas kita tanyakan untuk diri kita adalah: Apakah Anda dan saya sudah siap untuk menghadapi kematian?

Mungkin kebanyakan dari kita akan mengatakan belum karena kita masih memiliki banyak hal yang harus dikerjakan dan dinikmati di dalam kehidupan ini.

Di sadari atau tidak, kebanyakan dari kita begitu sibuk dengan banyak hal yang harus dikerjakan dan dipikirkan, akan tetapi sekali lagi pertanyaannya: apakah di tengah kesibukan itu, kita juga menyibukkan diri kita dengan hal-hal surgawi, dengan hal-hal yang berhubungan dengan Tuhan? Hal-hal yang akan membawa kita pada persahabatan yang erat dengan Yesus; seperti berbuat baik kepada orang lain.

Saudara/I pendengar Resi Dehonian yang terkasih, perintah Yesus bagi para rasul untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menyucikan orang kusta, mengusir setan adalah perintah yang berlaku juga untuk Anda dan saya. Dengan kata lain Yesus mengatakan kepada kita semua untuk membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain terutama orang yang miskin dan membutuhkan pertolongan. Ini berarti, Yesus menantang kita semua untuk tidak mementingkan diri sendiri, melainkan kita diajak untuk lebih peka terhadap kebutuhan mereka karena dengan berbuat demikian kita mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan berbuat demikian orang lain juga akan lebih mudah melihat dan merasakan kasih dan penyertaan Tuhan, dan ini juga berarti kita ambil bagian di dalam menghadirkan Kerajaan Surga itu di dunia ini.

Lalu permenungan selanjutnya: apakah dengan melakukan perintah Yesus ini, kita akan mendapatkan berkat financial yang berlimpah selama kita hidup di dunia ini? Kalau kita tidak mendapatkan semuanya ini, lalu untuk apa kita menajalankan perintah Yesus ini?

Yang jelas tidak ada jaminan bahwa dengan melakukan semuanya ini kita akan mendapatkan berkat melimpah secara financial, bahkan tidak jarang malah kita harus mengorbankan sebagaian kekayaan atau yang kita miliki untuk mewujudkan perintah Yesus ini. Walaupun demikian, jangan takut untuk mengikuti perintah Yesus ini. Karena ketika kita mengikuti dan menjalankannya, kita sudah mempersiapkan tempat tinggal kita yang kekal di surga di suatu hari nanti.

Untuk menutup permenungan ini, marilah kita bertanya pada diri kita sendiri: apa yang akan kita peroleh jika kita memiliki semua kekayaan di dunia ini tetapi kita tidak memiliki Tuhan di dalam hati kita? Apa sebenarnya tujuan akhir dari kehidupan yang kita jalani ini?

Semoga perikopa hari ini menyadarkan kita semua akan apa yang harus kita lakukan sebagai seorang Katolik. Semoga Tuhan memberkati dan melindungi pekerjaan kita di sepanjang hari ini. Dan semoga Hati Kudus Yesus meraja di hati kita. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa sumber kebahagiaan, limpahkanlah kiranya kedamaian-Mu kepada kami dalam roti anggur ini. yang telah wafat demi kebahagiaan kami. Semoga Kauberkati pula, agar menggambarkan Putra-Mu terkasih, Sebab Dilah….

ANTIFON KOMUNI  – Matius 10:7-8

Pergilah dan wartakanlah: kerajaan surga sudah dekat. Kalian telah menerima dengan cuma-cuma, maka dengan cuma-cuma pula hendaknya kalian memberi.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahabaik, utuslah kami mewartakan nama-Mu kepada siapa pun di sekitar kami. Jadikanlah kami pewarta kebaikan dan kemanusiaan yang selalu memperhatikan umat-Mu. Demi Kristus, ….

1 Comment

Leave a Comment