Minggu, 25 Juli 2021 – Hari Minggu Biasa XVII

Rm. Valentinus Teja Anthara SCJ dari Komunitas SCJ R.R. La Verna Padang Bulan Pringsewu Lampung Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Bdk. Mzm. 68:6-7,36

Allah bersemayam di tempat-Nya yang kudus. Di dalam rumah-Nya Ia menghimpun semua orang. Dia sendiri akan memberi kekuatan dan keberanian kepada umat-Nya.

PENGANTAR:

Di hadapan Allah, tidak ada yang tidak mungkin. Ketika Allah menghendaki, maka terjadilah. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, menjadi mungkin bagi Allah. Oleh karena itu, manusia tinggal datang, berserah dan membiarkan Allah berkarya. Penyerahan diri manusia ini akan membawanya menjadi terbuka dan dapat mengenali karya Allah dalam dirinya.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Ya Allah yang penuh kasih, kami mohon apa pun yang ada pada kami Engkau berkati sehingga menjadi tanda kemurahan hati-Mu. Semoga kami pun mempunyai semangat berbagi kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja 4:42-44

“Orang akan makan, dan bahkan akan ada sisanya.”

Sekali peristiwa datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi Elisa, abdi Allah, roti-hulu-hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa, “Berikanlah roti itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan.” Tetapi pelayan abdi Allah itu berkata, “Bagaimanakah aku dapat menghidangkannya di depan seratus orang?” Jawab abdi Allah itu, “Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman Tuhan: Orang akan makan, dan bahkan akan ada sisanya.” Lalu dihidangkannyalah roti itu di depan mereka. Maka makanlah mereka, dan masih ada sisa, sesuai dengan firman Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 145:10-11.15-16.17-18

Ref. Kecaplah betapa sedapnya Tuhan, Kecaplah betapa sedapnya Tuhan.

  1. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

  2. Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya; Engkau membuka tangan-Mu dan berkenan mengenyangkan segala yang hidup.

  3. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus 4:1-6

“Satu tubuh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan.”

Saudara-saudara, aku, orang yang dipenjarakan demi Tuhan, menasihati kamu, supaya sebagai orang-orang yang terpanggil, kamu hidup berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera: Satu tubuh, satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu. Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa kita semua, yang mengatasi semua, menyertai semua dan menjiwai semua.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Luk 7:16) Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:1-15

“Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak, sebanyak yang mereka kehendaki.”

Sekali peristiwa Yesus berangkat ke seberang Danau Galilea, yaitu Danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mukjizat-mukjizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Ketika itu Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya, dan melihat bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus, “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai Filipus, sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya, “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja!” Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada Yesus, “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya untuk orang sebanyak ini?” Kata Yesus, “Suruhlah orang-orang itu duduk!” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ; demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih, supaya tidak ada yang terbuang.” Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari lima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mukjizat yang telah diadakan Yesus, mereka berkata, “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dunia.” Karena Yesus tahu bahwa mereka akan datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk dijadikan raja, Ia menyingkir lagi ke gunung seorang diri.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Valentinus Teja Anthara scj

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Jesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan  saya  Romo  Valentinus Teja Anthara scj dari Komunitas SCJ – La Verna, Pringsewu – Lampung – Indonesia, dalam Resi – renungan singkat – dehonian –  edisi hari Minggu – tanggal dua puluh lima – Juli – dua ribu dua puluh satu – hari Minggu ke tujuh  belas – diambil dari Injil Yohanes bab enam ayat satu sampai dengan lima belas.

Para pendengar resi dehonian yang dikasihi Tuhan. Kisah mukjizat yang terjadi dalam Kitab Suci, selalu berawal dari rasa belas kasih Tuhan kepada umat yang menderita. Demikian pula yang terjadi dalam mukjizat penggandaan roti ini. Melihat ada begitu banyak orang yang mengikuti-Nya, Yesus meminta kepada Filipus untuk menemukan tempat di mana mereka bisa membeli roti untuk makanan orang banyak itu. Hal itu dikatakan oleh Yesus untuk mencobai para murid-Nya karena Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya. Namun Filipus menolak dengan mengatakan kalau hal itu tidak mungkin: “Roti seharga 200 dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja”

Di saat yang bersamaan, Andreas, saudara Simon Petrus, memberi tahu Yesus kalau di situ ada seorang anak yang mempunyai 5 roti jelai dan 2 ikan. Namun ia pun membantah kalau jumlah itu tidak akan berarti apa-apa bagi orang banyak tersebut.

Tetapi Yesus memiliki pemikiran lain. Dia segera mengambil 5 roti dan 2 ikan tersebut. Ia mengucap syukur atasnya dan membagi-bagikannya kepada orang banyak itu sebanyak yang mereka kehendaki. Setelah semuanya makan sampai kenyang, Yesus meminta kepada para murid-Nya untuk mengumpulkan potongan-potongan yang sisa. Dan potongan-potongan yang terkumpul itu sebanyak 12 bakul penuh.

Saudara dan saudari pendengar Resi yang terkasih. Sudah hampir dua tahun kita hidup dalam ketakutan dan kekawatiran. Pendemi covic corona ini tidak kunjung henti, tetapi semakin membara bagaikan bara api.  Membunuh dan menghacurkan kehidupan manusia dalam segala bidang. Pandemi ini sungguh merupakan misteri yang hingga hari ini manusia dengan segala keahliannya belum mampu mengungkapkan. Obatnya pun belum ditemukan. Sungguh mengerikan.

Belajar dari Injil hari ini, Jesus mengajarkan kepada para murid untuk peka dan peduli kepada kebutuhan sesama yang membutuhkan. Dengan cara itu, mereka bisa solider dengan orang lain. Jesus adalah roti kehidupan, ia tidak membiarkan orang yang datang kepadaNya mengalami kelaparan. Bersama para muridnya dia menyediakan makanan itu kepada yang membutuhkan.

Dari peristiwa penderitaan ini, semangat para rasul untuk berbagi dan bertanggung jawab atas kehidupan bersama juga masih tetap menjadi semangat manusia beriman. Lihatlah dimana-mana, banyak kejadian yang membuat hati masih bisa berbangga dalam suasana penderitaan ini. Banyak orang beriman masih bisa berbagi. Menarik untuk direnungkan orang beriman membagikan apa yang dimiliki entah itu bahan makanan atau apapun yang dipunyai. Mereka menempatkan barang itu  ditempat yang telah ditentunkan. Siapa yang membutuhkan bisa mengambil dari situ. Dan siapa yang ingin berbagi dan memberi bisa meletakan ditempat itu. Mereka tidak harus tahu siapa yang mengambil dan siapa yang menaruh. Berbagi kepada mereka yang membutuhkan, entah karena tidak mempunyai, atau mereka yang harus menjalani masa isolasi mandiri itulah yang utama.

Saudara dan saudari yang terkasih. Tuhan tidak “sare”, ketika manusia mengalami penderitaan. Dia hadir dalam hati manusia beriman, untuk peduli dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan bantuan. Lewat HatiNya yang mahakudus kita diajak untuk menjadi semakin peka dan peduli kepada sesama kita yang menderita. Semoga dengan demikian Namanya semakin dimuliakan oleh banyak orang dalam segala situasi. Berkah Hati Kudus Jesus selalu menyertai kita semua. Amin.

DOA UMAT:

I : Allah Bapa selalu memelihara dan memperhatikan kesejahteraan hidup setiap orang. Bahkan Ia berkenan memberikan Putra-Nya bagi keselamatan kita. Maka, marilah kita berdoa kepada-Nya.

L : Bagi Bapa Suci dan para Uskup: Ya Bapa, berkatilah Bapa Suci dan para Uskup dalam usaha memajukan persatuan Gereja dan menggembalakan segenap umat yang tengah berziarah menujur ke Kerajaan keselamatan-Mu. Marilah kita mohon …

U : Engkaulah Roti Hidup, sumber keselamatan kami, ya Tuhan.

L : Bagi kelaparan di dunia: Ya Bapa, dampingilah para pemimpin bangsa-bangsa dalam memerangi kelaparan di dunia. Semoga mereka tetap gigih berjuang mengusahakan kesejahteraan rakyat bangsanya. Marilah kita mohon …

U : Engkaulah Roti Hidup, sumber keselamatan kami, ya Tuhan.

L : Bagi para orang tua yang tak mampu berbuat apa-apa terhadap kelaparan anak-anak mereka: Ya Bapa, dampingilah dan tabahkanlah hati para orang tua yang menghadapi kelaparan anak-anak mereka. Teguhkanlah iman mereka agar jangan sampai putus asa, namun berjuang sekuat tenaga untuk memperoleh rezeki dari-Mu melalui belas kasih orang-orang di sekitarnya. Marilah kita mohon….

U : Engkaulah Roti Hidup, sumber keselamatan kami, ya Tuhan.

L : Bagi saudara-saudara kita warga baru paroki: Ya Bapa, semoga para putra dan putri paroki yang baru merasa diterima dalam lingkungan kami, merasa tinggal di rumah yang nyaman dan aman bersama-Mu. Marilah kita mohon …

U : Engkaulah Roti Hidup, sumber keselamatan kami, ya Tuhan.

I : Allah Bapa di surga, Engkau selalu memberikan lebih dari yang kami inginkan. Maka, dengarkanlah permohonan-permohonan kami dan curahkanlah belas kasih-Mu yang melimpah. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.  Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, terimalah persembahan kami ini dan jadikanlah rezeki surgawi yang akan memuaskan rasa lapar dan haus kami akan berkat-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

ANTIFON KOMUNI – Mzm. 103:2

Pujlah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur atas kelimpahan rezekit surgawi yang telah kami terima ini. Semoga kami pun senantiasa tergerak oleh belaskasihan sehingga dengan rela mau berbagi rezeki, keterampilan, pengetahuan dan apa pun yang ada pada kami demi terciptanya kebaikan bersama yang mencerminkan suasana Yerusalem surgawi yang kami dambakan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

DOWNLOAD AUDI RESI: 

1 Comment

Leave a Comment