Kamis, 12 Agustus 2021 – Hari Biasa Pekan XIX

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Matius 18:22

Bukan hanya sampai tujuh kali harus kuampuni saudaramu, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh.

PENGANTAR: 

Tuhan menuntun, menjaga, dan melindungi umat-Nya. Bila la hadir, umat tak usah khawatir. Hal itu berlaku juga bagi Gereja Kristus. Tanda kehadiran Tuhan adalah cinta kasih persaudaraan yang selalu siap sedia memaafkan siapa pun.

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, Engkau mengikat perjanjian dengan kami, reda perjanjian pengampunan melalui Yesus Putra-Mu. Kami mohon, perkenankanlah kami mewujudkan belas kasih-Mu itu dalam kerukunan dan kebaikan kepada sesama. Demi Yesus Kristus putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yosua 3:7-10a.11.13-17

“Tabut perjanjian Tuhan akan mendahului kalian menyeberangi Sungai Yordan.”

Tuhan bersabda kepada Yosua, “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau. Maka perintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian, demikian, ‘Setelah kalian sampai ke tepi air Sungai Yordan, haruslah kalian tetap berdiri di tengah Sungai Yordan.’” Yosua lalu berkata kepada orang Israel, “Datanglah mendekat dan dengarkanlah sabda Tuhan, Allahmu.” Lalu ia menyambung, “Dari hal inilah akan kalian ketahui, bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah kalian. Sungguh, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi akan mendahului kalian masuk ke Sungai Yordan. Begitu kaki para imam pengangkat tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berhenti di dalam air sungai, maka air Sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir dan menjadi bendungan.” Ketika bangsa Israel berangkat dari tempat perkemahan untuk menyeberangi Sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan. Segera sesudah para imam pengangkat tabut sampai ke Sungai Yordan, dan para imam itu menginjakkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu, maka berhentilah air mengalir. Padahal waktu itu musim panen, dan selama musim panen air sungai selalu meluap. Air yang turun dari hulu naik menjadi bendungan di kejauhan di dekat Adam, yaitu kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa Israel di hadapan Yerikho. Tetapi para imam pegangkat tabut perjanjian Tuhan tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah Sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai mereka semua selesai menyeberangi Sungai Yordan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 114:1-2.3-4.5-6

Ref. Pujilah Allah alleluya, alleluya

  1. Pada waktu Israel keluar dari Mesir, di kala kaum keturunan Yakub keluar dari bangsa yang asing bahasanya, maka Yehuda menjadi tempat kudus-Nya, dan Israel wilayah kekuasaan-Nya.

  2. Laut melihatnya, lalu melarikan diri, dan Sungai Yordan berbalik ke hulu. Gunung-gunung melompat-lompat seperti domba jantan, dan bukit-bukit seperti anak domba.

  3. Ada apa, hai laut, sehingga engkau melarikan diri, hai Yordan, sehingga engkau berbalik ke hulu? Ada apa, hai gunung-gunung, sehingga kamu melompat-lompat seperti domba jantan, hai bukit-bukit, sehingga kamu seperti anak domba?

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mzm 119:135) Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 18:21-19:1

“Aku berkata kepadamu, “Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali kalian harus mengampuni.”

Sekali peristiwa datanglah Petrus kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadapku? Sampai tujuh kalikah?” Yesus menjawab, “Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi hutangnya, raja lalu memerintahkan, supaya ia beserta anak isteri dan segala miliknya dijual untuk membayar utangnya. Maka bersujudlah hamba itu dan menyembah dia, katanya, “Sabarlah dahuu, segala utangku akan kulunasi.” Tergeraklah hati raja oleh belas kasih akan hamba itu sehingga hamba itu dibebaskannya, dan utangnya pun dihapusnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berutang seratus dinar kepadanya. Kawan itu segera ditangkap dan dicekik, katanya, “Bayarlah utangmu!” Maka sujudlah kawan itu dan minta kepadanya, “Sabarlah dahulu, utangku itu akan kulunasi.” Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya ke dalam penjara sampai semua utangnya ia lunasi. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih, lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Kemudian raja memerintahkan memanggil orang itu dan berkata kepadanya, “Hai hamba jahat! Seuruh utangmu telah kuhapuskan oleh karena engkau memohonnya. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” Maka marahlah tuannya dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo, sampai ia melunasi seluruh utangnya. Demikian pula Bapa-Ku di surga akan berbuat terhadapmu, jika kalian tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu. Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya berangkatlah Ia dari Galilea, dan tiba di daerah Yudea, di seberang Sungai Yordan.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Marie… Hiduplah Hati Kudus Yesus, melalui Hati Maria…

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Jumpa Kembali Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Palembang dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Kamis, 12 Agustus 2021, dalam masa Biasa Pekan ke 19. Semoga belas kasih dan kerahiman, serta berkat melimpah dari Hati Kudus Yesus turun atas kita semua. Amin

Tema Resi kita kali ini adalah: Pengampunan tiada Batas”. Mari kita persiapakan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Saudari-saudara sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Pengampunan adalah sebuah kata yang mudah sekali diucapkan, tapi tak mudah untuk dilakukan, apa lagi disertai perasaan sakit hati, kecewa bahkan marah yang menumbuhkan rasa kebencian dan dendam yang membara.  Orang sering dengan mudah mengingat kesalahan orang lain. Bahkan kadang-kadang satu kesalahan kecil pun selalu diingat-ingat. Sikap seperti ini seringkali membuat situasi yang tidak nyaman. Mereka yang diingat kesalahannya merasa tidak nyaman. Mereka yang mengingat-ingat kesalahan pun terkesan menyimpan luka yang tak tersembuhkan.

Injil hari ini menceriterakan tentang model pengampunan seperti apa yang harus kita berikan kepada saudara kita yang berbuat dosa. Dalam Injil dikatakan bahwa Petrus datang dan bertanya kepada Yesus, ”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali”. Lalu apa yang bisa kita pelajari dari sabda Tuhan yang kita dengar hari ini? Saya menarwarkan 3 hal saja.

  1. Pengampunan itu tiada batasnya.  Dengan kata lain, kita tidak perlu menghitung berapa kali kita mengampuni, kita tidak perlu menghitung atau mengingat-ingat kesalahan orang lain. Berhentilah mengingat  ‘angka’  dan teruslah mengampuni.  Memang tidak mudah, sebab mengampuni bukan berarti melupakan seratus persen dan tidak ingat sama sekali, melainkan kita membuat keputusan untuk melepaskan rasa sakit dan mencoba berdamai serta mencoba untuk tidak mengingat-ingat lagi.  Banyak orang merasa sulit mengampuni karena terlalu besar luka hati yang dirasakan atau menunggu orang lain meminta maaf terlebih dahulu.

  2. Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa Hati Allah memiliki Samudra belas kasih dan kerahiman yang tanpa batas kepada kita dengan menveritakan perumpamaan seorang Raja yang mengampuni kesalahan hamba yang berhutang 10 ribu talenta. (1 talenta sama dengan 6000 dinar, dengan demikian hamba tersebut berhutang 60 juta dinar). Dengan kata lain, Kerahiman dan belas kasih Allah tiada batasnya. Tidak memngingat-ingat kesalah kita.

  3. Tuhan meminta kita untuk mengampuni sesama sebagaiman Allah telah mengampuni kesalah kita. Mengampuni sesama juga menjadi syarat agar kita diampuni Tuhan. Karena segala kesalah dan dosa yang kita perbuat dihadapan Tuhan dan sesama jauh lebih besar dan Allah berbelas kasih kepada kita. Lihat saja hamba terebut yang menagih hutang temannya yang hanya 100 dinar. Tidak sebanding dengan pengampunan Raja terhadap hutangnya yang 60 juta dinar. Maka selayaknya kita mengampuni sesame kita karena kita telah terlebih dahulu diampuni Tuhan atas segala dosa dan pelanggaran kita yang tak terhitung jumlahnya.

Para sahabatku, memang mengampuni tidaklah mudah, tetapi sebagai umat beriman, Tuhan Yesus mengajar kita untuk untuk mengampuni dengan segala kerendahan hati, serta membuka tangan serta hati kita untuk mengampuni mereka yang membuat kita mengalamai luka batin, sakit hati. Pengampunan ini merupakan perwujudan dari Kerahiman dan Belas Kasih Allah Bapa kepada umat manusia, yang memberikan Putera-Nya yang dikasihi untuk datang ke dunia dan menebus dosa dunia.

Sahabatku, kita semua berutang budi kepada Allah atas belas kasihan dan kerahiman-Nya yang telah diberikan kepada kita melalui dan di dalam Putera-Nya, Yesus Kristus. Mari kita memulai hidup harian kita dengan “Pengampunan” Apakah kita siap mengampuni sesama kita walaupun terkadang pengampunan itu meninggalkan luka dalam hati kita? Jika kita “terluka” karena pengampunan, ingat Yesus telah terlebih dahulu terluka di kayu salib demi menebus dosa kita. ….

Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita dan memberikan rahmat yang sungguh kita butuhkan untuk menghadapi saat-saat genting dalam hidup kita. Amin. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa maha penyayang, semoga Kauampuni segala dosa kami, bila kami menyambut anugerah-Mu. Perkenankanlah kami menikmati kerukunan yang mampu menumbuhkan cinta kasih luhur. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – II Korintus 5:19 

Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus tanpa memperhitungkan pelanggaran mereka.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa kami, sumber belas kasih, semoga kami selalu Kaudampingi dalam segala tingkah laku kami, dan semoga Engkau berkenan mengampuni bila terjadi kesalahan dalam pengabdian kami serta ajarilah kami menaruh belas kasih kepada sesama. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment