Selasa, 05 Oktober 2021 – Hari Biasa Pekan XXVII – PF. St. Faustina Kowalska

Rm. FX Joko Susilo SCJ dari Komunitas SCJ Bogotá – Kolombia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 130:1-2

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan. Tuhan, dengarkanlah suaraku. Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

PENGANTAR:

Marta mau menangani sendiri. Ia sibuk dengan macam-macam pekerjaan dan menghadapi kesulitan-kesulitan. Bila kita mempersilakan Sabda Tuhan berkarya, semuanya akan berhasil. Yunus akhirnya melakukan itu setelah diancam beberapa kali. Maria melakukannya tanpa prasangka. Waktu yang kita manfaatkan bagi Sabda Tuhan, bukanlah waktu terbuang.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang maharahim, Engkau menawari kami hidup dan keselamatan dan memanggil kami kembali bila tersesat. Bangunlah kembali hati dan semangat kami, bukalah mata kami terhadap kebutuhan zaman sekarang, singkirkanlah kejahatan dan penuhilah kami dengan kekuatan Roh-Mu yang membawa kebebasan. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Yunus 3:1-10

“Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan Tuhan menaruh belas kasih.”

Untuk kedua kalinya Tuhan bersabda kepada Yunus, “Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kusabdakan kepadamu.” Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan sabda Tuhan. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, “Empat puluh hari lagi maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. Setelah kabar itu sampai kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya; diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.” Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah atas malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 130:1-2.3-4ab.7-8

Ref. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

  1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah seruanku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

  2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.

  3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Luk 11:28) Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 10:38-42

“Marta menerima Yesus di rumahnya, ia telah memilih bagian yang paling baik.”

Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. F.X. Joko Susilo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

ReSi Dehonian, Selasa 5 Oktober 2021. Hari Biasa Pekan Biasa XXVII – Peringatan Santa Faustina Kowalska, Perawan bersama saya Rm. FX. Joko Susilo scj dari Komunitas SCJ Bogotá – Kolombia.

Sahabat pendengar ReSi yang terkasih, hari ini, Yesus, berkunjung ke rumah keluarga Betania dan memberi kita setidaknya 3 pesan yang bisa menjadi permenungan kita, yang pertama tentang kemanusiaan: Dia, yang mencintai orang, membiarkan dirinya dicintai, karena keduanya penting. Dalam bacaan Injil hari ini, dalam pribadi Marta atau Maria, kita melihat dengan jelas bahwa mereka hidup dalam kasih satu sama lain, dan sangat mencintai Tuhan Yesus. Demikian pula Yesus mengasihi Marta dan Maria, dan saudaranya Lazarus, dan Dia mengasihi kita masing-masing.

Kedua, di jalan kekudusan tidak ada dua jiwa yang sama. Di Kolombia, khususnya di Bogotá dimana kami tinggal dan berkarya, ada begitu banyak devosi umat. Salah satu devosi yang cukup favorit disini, adalah devosi kepada Santa Marta. Setiap hari selasa, disini sebut Martes, banyak paroki dipenuhi dengan umat, mereka memberi waktu untuk berdoa menghormati dan memohon berkat melalui perantaraan santa Marta.

Dari pengalaman melayani di beberapa paroki di Indonesia, sejauh ini saya belum pernah menjumpai secara khusus devosi kepada Santa Marta. Dari pengalaman ini, kita semua belajar dan berusaha untuk mencintai Tuhan, tetapi dengan gaya dan kepribadian kita sendiri, yang khas. Model kita ada di dalam Kristus dan Perawan Maria serta para orang Kudus.

Hari ini, Gereja juga memperingati santa Faustina Kowalska, Tuhan Yesus memilih St. Maria Faustina sebagai Rasul Kerahiman-Nya, sehingga ia dapat memberitahukan kepada dunia tentang pesan-Nya yang agung: “Dalam Perjanjian Lama. Aku mengirimkan para nabi dengan menggunakan petir kepada bangsa pilihan-Ku. Kini aku mengutus engkau dengan kerahiman-Ku kepada semua bangsa di seluruh dunia. Aku tak ingin menghukum umat manusia yang sedang sakit, tetapi Aku ingin menyembuhkannya, dengan mendekapnya di Hati-Ku yang berbelas kasih.”(Buku Harian 1588).

Pesan yang ketiga, mari kita tidak kehilangan kedamaian kita dan mampu memilih bagian yang terbaik dalam hidup dan kemuridan Yesus.

Allah yang Maharahim melimpahkan berkat-Nya untuk kita, keluarga dan komunitas kita: + Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa maha pengasih, jadikanlah kiranya anggur roti ini pertanda, bahwa Engkau menerima kami menurut apa adanya, dan menghendaki kebebasan kami dari segala penindasan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Lukas 10:42

‘Marta, Marta, engkau gelisah dan cemas akan banyak hal. Padahal hanya satu yang penting. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang takkan diambil daripadanya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahabaik, kami telah Kaupuaskan dengan tubuh dan darah Yesus dan Kauperkenankan mendengarkan sabda-Nya. Semoga kami dapat berbuat baik sesuai dengan semangat-Nya berkorban. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

1 Comment

Leave a Comment