Rabu, 06 Oktober 2021 – Hari Biasa Pekan XXVII

Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Komunitas SCJ Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA: – Mazmur 86:9-10

Ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setia-Mu berlimpah bagi semua yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan. Dan perhatikanlah suara permohonanku.

PENGANTAR:

Atas anjuran Nabi Yunus orang-orang Ninive bertobat. Yunus malahan kecewa. Tetapi Tuhan sabar dan maha pengasih. Ia tidak membalas seperti kita manusia, sebab Ia Bapa kita. Ia mengampuni, asal kita juga mengampuni sesama. Kita pun diperkenankan ikut serta mendatangkan kerajaan-Nya.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami, maha pengasih dan penyayang, Engkau selalu memperhatikan setiap orang, meski ia berdosa dan mengingkari Engkau. Kami bersyukur karena demikian besar cinta dan belas kasih-Mu;  dan kami mohon semoga kami bersedia berbuat baik. Demi Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Yunus 4:1-11

Engkau sayang akan pohon jarak itu. Mana mungkin Aku tidak sayang akan kota Niniwe yang besar itu?”

Yunus sangat kesal hatinya dan marah-marah, karena Tuhan mengasihani kota Niniwe. Maka berdoalah ia kepada Tuhan, “Ya Tuhan, bukankah telah kukatakan, ketika aku masih di negeriku. Aku tahu bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya, yang menyesali malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. Itulah sebabnya aku melarikan diri ke Tarsis. Maka sekarang, ya Tuhan, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati daripada hidup.” Tetapi Tuhan bersabda, “Layakkah engkau marah?” Yunus telah keluar dari kota Niniwe dan tinggal di sebelah timurnya. Di situ ia mendirikan sebuah pondok dan duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu. Lalu atas penentuan Tuhan Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak yang menaungi kepala Yunus, agar ia terhibur dari kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu. Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah pula datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu. Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah, bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus; lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati. Ia berkata, “Lebih baiklah aku mati daripada hidup.” Tetapi Tuhan bersabda kepada Yunus, “Layakkah engkau marah kepada pohon jarak itu?” Jawab Yunus, “Selayaknyalah aku marah sampai mati.” Tuhan lalu bersabda, “Engkau sayang akan pohon jarak itu. Padahal tidak sedikit pun engkau berjerih payah dan tidak pula engkau menumbuhkannya! Pohon itu tumbuh dalam satu malam dan binasa pula dalam satu malam. Nah, mana mungkin Aku tidak sayang akan kota Niniwe yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, dengan ternaknya yang begitu banyak? Padahal mereka itu tak tahu membedakan tangan kanan dan tangan kiri!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 86:3-4.5-6.9-10

Ref. Engkaulah Allah, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

  1. Engkaulah adalah Allahku, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.

  2. Ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setia-Mu berlimpah bagi semua yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.

  3. Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan; mereka akan memuliakan nama-Mu. Tuhan, sungguh besarlah Engkau! Engkau melakukan keajaiban-keajaiban, hanya Engkaulah Allah!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alelluya
S : (Rm 8:15) Kalian akan menerima roh pengangkatan menjadi anak; dalam roh itu kita akan berseru, ‘Abba, ya Bapa’.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 11:1-4

“Tuhan, ajarlah kami berdoa.”

Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-murid-Nya.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah: ‘Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Vivat core Jesu per core Marie, hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria. Sahabat resi yang mengasihi Tuhan, jumpa lagi dengan saya romo Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari palembang dalam resi, renungan singkat dehonian edisi selasa 6 Oktober 2021. Mari kita dengarkan firman Tuhan yang diambil Kitab Yunus 4:1-11.

Haruskah Kita Cemburu, Marah dan Jengkel pada Allah

Sahabat resi yang terkasih, pernah kita berada dalam posisi marah, cemburu, jengkel kepada Allah karena dalam perhitungan dan penilaian kita Allah salah meberikan berkat dan rahmatnya. Mengapa Allah tidak memilih kita, memilih teman kita atau keluarga kita dalam memberikan kesehatan, kesembuhan, rejeki yang melimpah, pasangan yang setia, anak yang tahu hormat, tahu berbakti dan berterimakasih pada orang tua. Mengapa Allah tetap memberi kesempatan ke 5 atau bahkan tidak terhitung pada mereka yang sunguh berdosa. Mengapa yang berdosa berat tidak meninggal karena wabah covid  atau menderita dengan kesulitan ekonomi. Sementara kita merasa sebagai anak yang baik  miskin berkat dan merasa sekarat dengan aneka macam keadaan diri atau orang yang di sayangi.

Nabi Yunus sebagai seorang nabi marah  pada Allah karena Allah tetap mengasihi bangsa Niniwe yang nyata bukan bangsa pilihan. Bagi nabi Yunus orang Niniwe pantas untuk dibinasakan, tetapi nyatanya nabi Yunus diutus kepada mereka dan membuat mereka ahirnya bertobat. Kemarahan dan kekesalan nabi Yunus dia ungkapkan dengan perkataanya “lebih baik aku mati dari pada hidup”. Yunus kesal bukan pertama tama hanya pada pohon jarak yang tumbuh subur menanunginya di saat panas dan ahirnya mati. Kalau kita lihat dalam konteks lebih luas Yunus marah dan lari dari Allah karena kesempatan untuk bertobat itu sunguh sunguh dipakai oleh bangsa Niniwe. Nabi Yusus marah dan cemburu karena ia dipakai Allah dengan baik untuk mempertobatkan bangsa Niniwe yang belum tahu membedakan tangan kanan atau tangan kiri tetapi barangkali dia gagal mempertobatkan bangsanya sendiri, kaum kerabatnya yang sebenar sudah tahu mana tangan kanan dan tangan kiri.

Dalam realita sehari hari barangkali kita akan menjumpai kenyataan yang harus diterima dengan iklas bahwa ada guru yang berhasil mendidik anak orang tapi gagal mendidik anak sendiri, dokter yang bisa membantu kesembuhan pasien tapi tak berdaya dengan sakit sanak keluarganya, katekis, romo yang berhasil membantu pertobatan banyak orang tetapi tidak bisa membantu pertobatan sanak keluarganya. Allah tidak pilih pilih dalam berbagi berkat, tidak ada berkat yang tertukar yang ada adalah realita orang menerima berkat dengan terbuka atau sebaliknya menyianyiakan sehingga tidak bisa bertahan seperti pohon jarak yang layu dan mati karena ulat penggerek dan panas yang terik. Kalau Allah berkata pada Yunus mana mungkin Ia tidak sayang pada bangsa Niniwe kalau nabi Yunus pun sayang pada pohon jarak yang tidak ia tanam dan besarkan. Pasti Allah juga berkata kepada kita yang mempunyai seribu satu komplain dengan perkataan yang sama mana mungkin Aku Allahmu tidak sayang kepadamu. Layakkah kita marah marah dan jengkel dengan aneka macam keadaan kita? Berkat Tuhan menyertai kita.

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami di surga, kami mohon rezeki sehari-hari, yang akan mengingatkan kami kepada Putra-Mu, sebab Dia telah mengurbankan segalanya guna menebus kami, dan kini hidup ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 11:4

Bapa, ampunilah dosa kami, sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, semoga datanglah kerajaan-Mu, dan semoga kedamaian Kaulimpahkan kepada siapa pun, yang berusaha melayani Engkau dengan mengusahakan kebahagiaan sesama secara setia dan tulus ikhlas. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

1 Comment

Leave a Comment