Jumat, 25 Maret 2022 – HARI RAYA KHABAR SUKACITA

Rm. C. Wahyu Tri SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  — Bdk. Ibr. 10:5.7⁣⁣

Ketika masuk ke dunia, Kristus bersabda, “Ya Allah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.”⁣⁣⁣⁣

PENGANTAR : ⁣⁣

Harapan Perjanjian Lama kini mulai terlaksana pada Bunda Maria. Dengan pengantaraannya Allah tinggal di antara ma nusia, Allah beserta kita, karena Putra-Nya menjadi manusia seperti kita. Berkat penjelmaan itu, manusia dilahikan. Dan, penjelmaan itu masih terus berlangsung sampai sekarang, juga pada diri kita. Tetapi sebagaimana dahulu pada Bunda Maria, sekarang pun bagi kita dituntut kesediaan, keter bukaan terhadap rahmat Allah.⁣⁣

⁣⁣DOA PEMBUKA⁣⁣

Marilah kita berdoa. (hening sejenak) Ya Allah, Engkau menghendaki agar Sabda-Mu menjelma menjadi manusia dalam rahim Perawan Maria. Semoga kami, yang dalam iman mengakui Penebus kami sebagai Allah dan manusia, layak mengambil bagian dalam kodrat nIlahi-Nya. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U : Amin.⁣⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 7:10-14; 8:10

“Seorang perempuan muda akan mengandung.”

Tuhan berfirman kepada Raja Ahas, “Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.” Tetapi Ahas menjawab, “Aku tidak mau minta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!” Lalu berkatalah Nabi Yesaya, “Baiklah! Dengarkanlah, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu, Tuhan sendirilah yang akan memberikan suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel, artinya: Allah menyertai kita.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 40:7-8a.8b-9.10.11

Ref. Ya Tuhan, aku datang melakukan kehendak-Mu.

  1. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut, lalu aku berkata, “Lihatlah, Tuhan, aku datang!”

  2. Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: “Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.”

  3. Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.

  4. Keadilan-Mu tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan dan keselamatan-Mu kubicarakan, kasih dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan, tapi kuwartakan kepada jemaat yang besar.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 10:4-10

“Lihatlah Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.”

Saudara-saudara, tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Kristus masuk ke dunia, Ia berkata, “Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki. Sebagai gantinya Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau juga tidak berkenan. Maka Aku berkata: Lihatlah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allahku.” Jadi mula-mula Ia berkata, “Engkau tidak menghendaki kurban dan persembahan; Engkau tidak berkenan akan kurban bakaran dan kurban penghapus dosa — meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat. — Dan kemudian Ia berkata, “Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Jadi yang pertama telah Ia hapuskan untuk menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (Yoh 1:14ab) Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 1:26-38

“Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki.”

Dalam bulan yang keenam Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku tidak bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Ch. Wahyu Tri Haryadi SCJ

Vivat cor Iesu, per cor Mariae – Hiduplah Hati Jesus melalui Hati Maria.

Gabriel berarti Allah adalah kekuatanku. Gabriel adalah malaikat pembawa kabar. Ia menyampaikan apa yang menjadi kehendak Allah kepada umat manusia. Dalam bacaan tadi ia membawa kabar kepada seorang Wanita muda yang Bernama Maria. Kabar itu sepertinya membuat maria terkejut. Tentu saja ini sangat mengejutkan karena kabarnya tentang ialah: engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki…  seorang yang belum menikah namun akan mengandung tentu merupakan hal yang impossible selain itu juga merupakan aib bagi masyarakat yang sangat menjunjung tinggi anak sebagai buah perkawinan. Maka sepintas ini nampaknya bukan kabar gembira tetapi berita yang menakutkan.

Namun bila kita hanya berhenti pada pesan itu tentu berita ini bukan kabar gembira. Ketika kita menyimak apa yang dikatakan selanjutnya tentu akan mengubah pemahaman kita. Malaikat Gabriel melanjutkan: Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.

Apa yang semula menakutkan itu berubah karena yang dilahirkan adalah anak Allah yang mahatinggi dan padanya Allah berkenan mengaruniakan kuasanya. Yang akan dikandung dan dilahirkan bukanlah pribadi sembarangan karena berasal dari Allah dan akan menjadi penebus umat manusia. Maria terbelalak karena yang diterimanya bukan hanya soal tentang dirinya tetapi tentang nasib hidup umat manusia. Apa yang semula menurutnya impossible dan aib dan sepertinya menakutkan pupus karena Maria melihat suatu yang melampaui yang hanya sekedar menjadi kerisauan manusiawi.

Saudara-I, saya mengajak kita masuk dalam pergulatan ibu Maria. Ibu Maria seperti kehidupan kita sehari-hari, berhadapan dengan kekawatiran manusiawi. Kekawatiran manusiawi itu datang karena kita merasa tidak aman, tidak memiliki jaminan, berhadapan dengan resiko, atau kita ditempatkan dalam situasi yang tidak kita mengerti. Manusia pada prinsipnya membutuhkan kepastian, rasa aman, jaminan dan hal yang dapat ia pahami. Saya yakin kita pun kerap berada dalam kekawatiran itu. Ingat apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus: Sebab itu janganlah kamu kuatir sebab bapaMu di surga tahu apa yang kamu perlukan.  

Malaikat Gabriel membawa kesadaran Maria akan kuasa Allah. Segala sesuatu yang baik dari Allah tidak mungkin ditinggalkan atau dibiarkan oleh Allah. Apa yang dibutuhkan ialah Iman bahwa Allah akan setia pada janjinya atau Allah akan melakukan apa yang harus dilakukan bagi kebaikan kita. Saya tahu itu merupakan hal yang sulit bagi kita. Ada seorang tokoh yang mengatakan bahwa percaya kepada Allah adalah sikap seorang yang berani memasuki sebuah ruang gelap. Ia tak dapat melihat apapun kecuali hitam pekat. Iman membuatnya terus berjalan dan berusaha untuk menemukan pintu keluar. Apakah itu mudah? Tentu tidak. Selain gelap, mekanisme jiwa yang merasa takut, tiada keyakinan, adanya rasa tak aman dan juga hambatan-hambatan dimukanya. Kesetiaannya, perjuangannya dan juga keberaniannya menghadapi kekawatiran akhirnya membuat tangannya menemukan gagang pintu keluar. Dan saat ia buka pintu itu, cahaya memasuki seluruh ruangan. Menghapus semua kegelapan dibelakangnya.

Ibu Maria pun demikian, iman yang ia punya membuatnya berani menerima pesan malaikat Gabriel. Katanya, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”  Setelah itu kabar itu terus menjadi kabar baik bukan hanya bagi dia tetapi bagi semua umat manusia dari segala zaman.

Saudari-a, lalu apa yang dapat kita petik dari sabda Tuhan di hari raya Kabar Sukacita ini?

Saya menyuguhkan kepada para pendengar resi suatu kebenaran kristiani. Setiap kabar gembira yang kita terima dalam kehidupan membawa pula suatu pergulatan untuk menjadikan kabar itu benar-benar kabar gembira. Kita diundang pada keberanian untuk mewujudkannya dalam kehidupan. Dari sikap iman ibu Maria kita percaya: menerima kabar gembira itu membutuhkan keberanian, perjuangan dan juga iman pada sumber Kebaikan yaitu Bapa yang tahu kebutuhan kita.

Ibu Maria berhasil menerima Yesus dalam hidupnya dan memperjuangkannya sampai akhir hidupNya, bagaimana dengan kita? Apakah kita berani menempatkan Yesus sebagai kabar baik bagi perjalanan kita di dunia ini? Seberapa besar kita memperjuangkan Yesus dalam setiap episode hidup kita?

Tuhan Memberkati.

SYAHADAT⁣⁣⁣⁣

DOA UMAT⁣⁣

I : Marilah pada Hari Raya Kabar Sukacita ini kita mohon kepada Yesus agar boleh meneladan Bunda Maria dengan membuka diri bagi kedatangan-Nya yang membawa ke selamatan. Marilah berdoa bersama kepada-Nya.⁣⁣

L : Bagi seluruh Gereja: Ya Yesus, bimbinglah agar Gereja tidak gentar melanjutkan perutusannya membawa Kabar Baik kepada seluruh dunia demi keselamatan semua manusia. Marilah kita mohon … ⁣⁣

U : Tuhan Yesus, tinggallah beserta kami sepanjang hidup kami.⁣⁣

L : Bagi para pemimpin dunia: Ya Yesus, bantulah para pemimpin dunia agar mereka me ratakan jalan bagi cinta kasih dan perdamaian, kerukunan dan persatuan, keadilan dan kesejahteraan yang akan Kau berikan kepada dunia. Marilah kita mohon …⁣⁣

U : Tuhan Yesus, tinggallah beserta kami sepanjang hidup kami.⁣⁣

L : Bagi semua keluarga: Ya Yesus, dengan pertolongan Santa Perawan Maria, bantu lah keluarga keluarga untuk belajar memercayai janji Tuhan dan menemukan keindahan hidup kristiani. Marilah kita mohon ….⁣⁣

U : Tuhan Yesus, tinggallah beserta kami sepanjang hidup kami. ⁣⁣

L :  Bagi kita semua: Ya Yesus, berkat kesaksian Santa Perawan Maria, bantulah kami semua agar menjadi pengikut-Mu yang setia, dengan membaktikan hidup kami penuh syukur kepada Allah. Marilah kita mohon.⁣⁣

U : Tuhan Yesus, tinggallah beserta kami sepanjang hidup kami.⁣⁣

I : Tuhan Yesus yang penuh kasih dan belas kasihan, pada hari ini kami berjanji kepada-Mu, bahwa kami akan mengasihi Engkau dengan setia sepanjang hidup kami, berkat bim bingan dan doa restu Santa Perawan Maria, Bunda kami. Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami kini dan sepanjang masa. U : Amin⁣⁣⁣⁣

LITURGI EKARISTI⁣⁣⁣⁣

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣⁣

Allah Yang Mahakuasa, dalam penjelmaan Putra Tunggal Mu Gereja mengenali asal-mulanya. Terimalah persembahan umat-Mu agar dapat bersukacita merayakan misteri ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U : Amin⁣⁣⁣⁣

PREFASI  —  Misteri Inkarnasi⁣⁣

Sungguh layak dan sepantasnya, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah Yang Mahakuasa dan kekal, dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. ⁣⁣

Dengan penyerahan iman, Sang Perawan menyambut kabar Malaikat; dan dengan penuh kasih, dalam rahim yang tak bernoda, berkat naungan kuasa Roh Kudus, ia mengandung Anak yang akan lahir di antara manusia, untuk keselamatan manusia. Dengan demikian, digenapilah janji kepada putra putri Israel, dan dipenuhilah harapan para bangsa secara mengagumkan.⁣⁣

Dengan pengantaraan Kristus, Bala Malaikat sujud menyem bah keagungan-Mu dan selalu bersukacita di hadirat-Mu. Perkenankanlah kami, ya Tuhan, menyatukan suara dengan mereka dan turut bersukaria sambil bernyanyi/berseru:⁣⁣

U : Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan …⁣⁣⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  —  Yes. 7:14⁣⁣

Lihat, seorang perawan akan mengandung dan akan melahirkan seorang Putra. Dia akan diberi nama Imanuel.⁣⁣⁣⁣

DOA PENUTUP⁣⁣

Marilah kita berdoa: Ya Allah, kami mengakui bahwa Dia yang dikandung Sang Perawan adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Teguhkanlah misteri iman yang sejati dalam hati kami, supaya berkat kebangkitan-Nya yang menyelamatkan kami layak memperoleh kehidupan yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U : Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

Leave a Comment