Rabu, 26 Oktober 2022 – Hari Biasa Pekan XXX

Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Jakarta Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Efesus 6:7

Laksanakanlah pelayananmu dengan rela seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

PENGANTAR:

Kewibawaan dan ketaatan diserang. Orang ingin tahu, mengapa diminta sesuatu daripadanya. Orang ingin melihat bahwa kepentingannya diperhatikan. Semua itu akan berhasil, bila pengemban kuasa itu orang-orang yang mau melayani. Paulus mengatakannya ‘sebagai hamba-hamba Kristus yang melaksanakan kehendak Allah dengan rela’. Bukan dengan menguasai orang berwibawa, melainkan dengan rela melayani.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa dan kekal, semoga kami dapat menemukan kekuatan dalam sabda janji-Mu. Jadikanlah kiranya kami orang yang hidup karena Roh, yang akan dicurahkan dalam diri Yesus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus 6:1-9

“Laksanakan pelayananmu seperti orang yang melayani Kristus dan bukan manusia.”

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam Tuhan, karena memang haruslah demikian. Hormatilah ayah dan ibumu, sebab inilah perintah penting yang memuat suatu janji, yaitu: supaya kalian berbahagia dan panjang umur di bumi. Dan kalian para bapak, jangan bangkitkan amarah dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu di dunia ini dengan takut dan gentar dan dengan tulus hati, sama seperti kalian taat kepada Kristus. Jangan hanya taat di hadapan mereka untuk menyenangkan hati orang, tetapi taatlah sebagai hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah. Laksanakanlah pelayananmu dengan rela seperti orang-orang yang melayani Tuhan, dan bukan manusia. Kalian tahu, bahwa setiap orang, entah hamba, entah orang merdeka, akan menerima ganjaran dari Tuhan, kalau ia berbuat sesuatu yang baik. Dan kalian para tuan, bersikaplah demikian juga terhadap hamba-hambamu, dan janganlah mengancam. Ingatlah bahwa Tuhan mereka dan Tuhanmu ada di surga, dan Ia tidak memandang muka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MARMUR TANGGAPAN: Mazmur 145:10-11.12-14

Ref. Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya.

  1. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

  2. Untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.

  3. Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuhdan penegak bagi semua orang yang tertunduk.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (2Tes 2:14)  Allah telah memanggil kita untuk memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 13:22-30

“Mereka datang dari timur dan barat, dan akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.”

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar. Maka bertanyalah orang kepada-Nya, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ, “Berusahalah masuk melalui pintu yang sempit itu! Sebab Aku berkata kepadamu, ‘banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan menutup pintu, kalian akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata, ‘Tuan, bukakan pintu bagi kami’. Tetapi dia akan berkata, ‘Aku tidak tahu dari mana kalian datang’. Maka kalian akan berkata, ‘Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu, dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami’. Tetapi ia akan berkata, ‘Aku tidak tahu dari mana kalian datang. Enyahlah dari hadapanku, hai kalian semua yang melakukan kejahatan!’ Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kalian melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi ada di dalam Kerajaan Allah, tetapi kalian sendiri dicampakkan ke luar. Dan orang akan datang dari timur dan barat, dari utara dan selatan, dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Ingatlah, ada orang terakhir yang akan menjadi terdahulu, dan orang terdahulu yang akan menjadi yang terakhir.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria

Sahabat Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Romo Thomas Suratno, SCJ dari komunitas SCJ  Jakarta Indonesia dalam Renungan Singkat-dehonian edisi hari ini Rabu, 26 Oktober 2022– Hari Biasa dalam Pekan Biasa XXX. Bersama saya marilah kita mendengar dan merenungkan sabda Tuhan, yakni firman Tuhan yang tersurat dalam  INJIL: Luk 13:22-30.

Sahabat Resi yang terkasih, “Sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” demikian orang bertanya kepada Yesus. Namun Tuhan Yesus memilih untuk tidak menjawab secara langsung pertanyaan itu. Sebaliknya, Ia mengajarkan hal yang lebih penting, yaitu bagaimana agar kita dapat diselamatkan. Sebenarnya, pertanyaan serupa juga ditanyakan oleh orang di zaman ini, seperti: “Apakah Anda yakin Anda selamat?” Atau “Siapa sajakah orang-orang yang diselamatkan?” Nah, jika kita mempunyai pertanyaan-pertanyaan semacam itu, warta Injil hari ini mengingatkan kita, bahwa hal yang lebih penting menurut Tuhan Yesus adalah: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu!” (Luk 13:24). Yaitu, berjuang agar kita dapat masuk dalam bilangan orang-orang yang diselamatkan. Daripada mempertanyakan sedikit atau banyakkah orang yang diselamatkan dan siapa-siapa sajakah mereka, lebih baik kita masing-masing berjuang agar pada akhirnya kita dapat diselamatkan. Sebab rahmat keselamatan  yang dari Tuhan mensyaratkan kerjasama dan perjuangan dari pihak kita yang menerima rahmat itu.

Sahabat Resi yang terkasih, Perkataan Tuhan Yesus dalam Injil hari ini menjadi dasarnya. Yaitu keselamatan yang kita terima oleh iman, tetap harus dibuktikan dengan perjuangan, dengan perbuatan nyata yang menunjukkan iman kita. Rahmat keselamatan itu bukanlah sesuatu yang diberikan otomatis, karena asal mengucap “aku percaya” tapi tanpa perjuangan untuk mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di sini, Sahabat Resi yang terkasih, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa iman harus dibarengi dengan kerja keras, yang membuat orang dapat bertahan menghadapi berbagai cobaan dan godaan. Dengan kata lain, sebagai murid Kristus kita harus tahan menghadapi berbagai kesulitan hidup dan penderitaan. Pencobaan, yang diizinkan Tuhan untuk terjadi dalam kehidupan kita, seharusnya kita anggap sebagai “didikan Tuhan” yang tak boleh membuat kita putus asa, tetapi untuk menjadikan kita semakin kuat di dalam iman, agar “menghasilkan buah kebenaran yang memberi damai kepada mereka yang dilatih oleh-Nya.” (lih. Ibr 12:5,11) Sebab jika kita telah berhasil melalui pencobaan dengan bantuan rahmat Tuhan, maka kesaksian hidup kita dapat pula membangun iman orang-orang yang mendengarkan pemberitaan kita.

Sahabat Resi yang terkasih, Marilah kita meresapkan sabda Tuhan hari ini, dan melihat bagaimana Tuhan telah hadir dan menopang kita sampai saat ini. Ia memberkati dan meneguhkan kita, namun kadang juga menegur kita, jika kita berbuat kesalahan. Ia membuka jalan bagi kita, walaupun sering kali, itu mensyaratkan kerja keras kita juga. Semoga  sabda Tuhan hari ini membuka mata hati kita, dan supaya kita tetap teguh beriman, walau sedang mengalami kesulitan dan penderitaan. Sebab dengan demikian, kita melakukan perintah Tuhan, yaitu berjuang untuk dapat masuk dalam “pintu yang sesak itu” yang membawa kita kepada keselamatan kekal.

Sahabat Resi yang terkasih, dengan kesaksian dan pengharapan ini, menunjukkan bahwas kita tetap setia beriman kepada Tuhan, apapun keadaan kita, sebab kita percaya Tuhan kita adalah Allah yang terlebih dahulu setia pada kita, dan kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya (Mzm 117:2). Kasih setia Tuhan yang menantikan tanggapan kesetiaan kita kepada-Nya, walau di tengah kesulitan dan cobaan, itulah pesan sabda Tuhan hari ini.

DOA: Ya Tuhan Allah, berilah aku kekuatan rahmat-Mu sehingga aku dapat mengatasi segala macam kesulitan dan penderitaan karena aku tetap beriman kepada-Mu. Amin. Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami di surga, ajarilah kiranya kami memahami, mengapa di dalam kerajaan-Mu, yang datang kemudian malahan didahulukan. Perkenankanlah kami memandang Putra-Mu yang mengajar kami menghormati nama-Mu. Sebab Dialah ….

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 145:13cd.14

Tuhan setia dalam semua sabda-Nya, penuh kasih dalam segala karya-Nya Tuhan menopang semua orang yang jatuh, dan menegakkan semua orang yang tertunduk.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami sumber kehidupan, berkenanlah membuka pintu gerbang, agar kami dapat memasuki kerajaan-Mu. Semoga Yesus Putra-Mu terkasih menjadi kebenaran hidup kami. Sebab Dialah ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment