Minggu, 18 Desember 2022 – Hari Minggu Adven IV

Rm. Yohanes Sigit Winarno SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Kenten Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yes 45:8

Hai langit, turunkan embun, hai awan, curahkan yang adil, hai bumi, bukalah dirimu, tumbuhkanlah Sang Penyelamat.

PENGANTAR:

Telah tiga minggu kita mempersiapkan diri menyambut kelahiran Tuhan Yesus. Perlahan tapi pasti, kita sudah diarahkan untuk meyakini bahwa peristiwa kelahiran Yesus adalah sebuah sejarah kehidupan. Tokoh-tokoh yang disebut dalam kelahiran Yesus sudah mulai ditegaskan. Yesaya menyebut bahwa seorang perawan akan melahirkan Immanuel, Allah beserta kita. Maria ibu Yesus, Yusuf, dan Elisabet, saudari Maria, adalah pribadi-pribadi yang dipilih Allah untuk menjadi sarana keselamatan dalam Yesus Kristus. Semakin kuatkah batin kita untuk menerima Dia yang akan lahir dengan hati yang gembir dan pantas?

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putra Bapa yang menjelma menjadi manusia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Putra Bunda Maria, yang terkandung berkat kuasa Roh Kudus. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah tanda kehadiran Allah di tengah-tengah kami. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Yang Mahabaik, kami percaya bahwa Engkau selalu menyertai kami dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, Sang Immanuel. Kami mohon, bukalah hati kami agar dapat mengenal kehadiran dan penyertaan-Nya dalam hidup kami sehari-hari. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 7:10-14

“Seorang perempuan muda akan mengandung.”

Beginilah firman Tuhan Allah kepada Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, “Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.” Tetapi Ahas menjawab, “Aku tidak mau minta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!” Lalu berkatalah Nabi Yesaya, “Baiklah! Dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu, Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya seorang perempuan muda akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAAN: Mazmur 24:1-2.3-4b.5-6

Ref. Bukalah pintu hatimu, sambutlah Raja Sang Kristus.

  1. Miliklah Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagad dan semua yang diam di dalamnya.  Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.

  2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan muni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan, dan tidak bersumpah palsu.

  3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 1:1-7

“Yesus Kristus, keturunan Daud itu adalah Anak Allah.”

Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu dahulu telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan para nabi dalam kitab-kitab suci. Pokok isinya ialah tentang Anak Allah, yang menurut daging dilahirkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan sebagai Anak Allah yang berkuasa oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Dia itulah Yesus Kristus Tuhan kita. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. Dan kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus, kamu pun termasuk di antara mereka. Kepada kamu semua yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Semoga kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, menyertai kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Matius 1:23; 2/4) Seorang gadis akan mengandung dan melahirkan putra, nama-Nya: Imanuel, Allah beserta kita.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 1:18-24

“Yesus lahir dari Maria, tunangan Yusuf, anak Daud.”

Kelahiran Yesus Kristus adalah sebagai berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi, dan berkata,”Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan Anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita.” Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Sigit Winarno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Bapak ibu, saudara-saudari, teman-teman orang muda, dan anak-anak yang saya kasihi di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Kita dilahirkan sejak awal mula memiliki panca indera. Panca indera yang kita miliki membantu perkembangan dan pertumbuhan kita sebagai manusia menjadi lebih baik. Salah satu panca indera yang kita miliki yaitu indera pendengaran. Meskipun demikian tidak semua orang bisa mendengarkan. Ada beberapa alasan mengapa orang tidak bisa mendengarkan, misalnya: alat pendengaran rusak atau tidak berfungsi maksimal, orang sibuk dengan diri sendiri sehingga tidak memperhatikan suara di sekitarnya, lingkungan rame, bising dan terjadi polusi suara, atau sumber suara terlalu kecil dan pelan sehingga sulit didengarkan, dll. Ada banyak penyebab mengapa orang tidak bisa atau sulit mendengarkan.

Kisah Injil hari mengambarkan bagaimana Yusuf seorang pribadi yang tulus. Ketulusan tersebut nampak dalam sikap bagaimana ia mau mendengarkan suara Allah yang disampaikan oleh malaikat melalui mimpi. Setelah tahu bahwa Maria mengandung, Yusuf tidak mau mencemarkan tunangannya itu dan hendak menceraikannya secara diam-diam. Bagi Yusuf, rencana dan kehendak Allah menjadi yang utama dalam hidupnya. Tuhan menjadi prioritas utama dan ia rela untuk mengubur serta membuang jauh-jauh rencana dan kehendak diri sendiri. “Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya” (ay.24). Tuhan ingin manusia memperoleh keselamatan melalui kehadiran Imanuel yang lahir melalui Maria. Semua itu menjadi nyata karena peran Yusuf yang mau mendengarkan rencana Tuhan dalam mimpi.

Bapak ibu, saudara-saudari, teman-teman orang muda, dan anak-anak yang saya kasihi di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Di Minggu Adven IV ini, kita diajak untuk meneladan Maria dan Yusuf yang lebih mendengarkan dan mengikuti kehendak serta rencana Tuhan dibandingkan dengan kehendak dan rencana diri sendiri. Kadang tidak mudah bagi kita untuk melepaskan dan merelakan rencana, kehendak, atau mimpi-mimpi kita yang sudah tersusun rapi. Kita butuh waktu mengatakan ya atas semuanya itu. Terlepas bagaimana hebatnya pergulatan yang kita alami, kita harus yakin bahwa kehendak dan rencana Tuhan adalah yang terbaik. Tuhan ingin setiap dari anak-anak-Nya mendapat keselamatan dan kehidupan. Semoga penantian kita akan kedatangan Tuhan yang semakin dekat, semakin membuat kita peka akan cinta Tuhan yang membawa kepada keselamatan. Tuhan memberkati. Amin.

DOA UMAT:

I : Cinta kasih Allah Bapa sungguh amat agung. Marilah kita ungkapkan doa-doa kita sebagai wujud syukur dan imankita akan kasih sayang-Nya.

L : Bagi Gereja Allah yang kudus: Allah Bapa Mahakasih, teguhkanlah dan perbaharuilah Gereja-Mu dalam mewartakan kasih-Mu bagi keselamatan dunia berkat perayaan penjelmaan Putra-Mu. Marilah kita mohon …

U : Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

L : Bagi masyarakat kita: Allah Bapa Mahabaik, tuntunlah masyarakat kami dalam menanggapi Sabda-Mu sehingga kami semakin mengakui misteri cinta kasih-Mu dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Marilah kita mohon …

U : Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

L : Bagi kaum muda: Allah Bapa Mahabaik, dampingilah kaum muda kami, yang saat ini sedang berjuang menyelami arti kedatangan Putra-Mu di tengah umat manusia dengan terlibat berbagi hidup bagi sesama. Marilah kita mohon …

U : Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

L : Bagi kita semua di sini: Allah Bapa Mahasetia, berkatilah kami semua dalam berbagai kegembiraan Natal, khususnya bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Marilah kita mohon …

U : Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

I : Allah Bapa Yang Maha Pengasih, kami bersyukur atas cinta kasih-Mu, yang tampak dalam diri Yesus Kristus. Semoga perayaan kelahiran Yesus Kristus, Putra-Mu, memperbarui dan mengobarkan cinta kasih kami, hingga kami semakin sehati dan sejiwa dengan Yesus, Sang Juru Selamat kami. U : Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Bapa Yang Mahakudus, jadikanlah roti dan anggur yang kami persembahkan ini sebagai tanda kehadiran-Mu di tengah-tengah kami dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Yesaya 7:14

Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan diberi nama Immanuel.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahakuasa, kami telah menerima jaminan penebusan abadi. Semoga dengan semakin dekatnya hari keselamatan, kami semakin giat menyiapkan diri agar pantas merayakan misteri kelahiran Putra-Mu, yang hidup dan berkuaa sepanjang segala masa. U : Amin

RESI DIBAWAKAN OLEH: 

No Comments

Leave a Comment