
Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 25:4bc
Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.
PENGANTAR:
Cinta kasih Paulus kepada Allah dan manusia mendorong dia untuk mewartakan Kristus dan dengan tabah menanggung derita dalam mengamankan kemurnian sabda. Tiada hukum yang lebih penting daripada ‘Kasihilah Tuhan Allah dan sesamamu seperti diri sendiri.’ Begitulah kita membangun Kerajaan Allah di dunia.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa mahakudus, Engkau takkan menyangkal diri-Mu, melainkan melimpahkan janji setia-Mu kepada umat manusia. Ajarilah kami cinta kasih-Mu melalui Yesus, sabda kebenaran-Mu, yang ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius 2:8-15
“Sabda Allah tidak terbelenggu. Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia.”
Saudara terkasih, ingatlah akan ini: Yesus Kristus, keturunan Daud yang telah bangkit dari antara orang mati, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. Karena pewartaan Injil inilah aku menderita, malahan dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi sabda Allah tidak terbelenggu. Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka pun memperoleh keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. Sabda ini benar: “Jika kita mati dengan Kristus, kita pun akan hidup dengan Dia. Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia. Jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita. Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Ingatkanlah dan pesankanlah dengan sungguh semua itu kepada mereka di hadapan Allah. Dengan demikian mereka tidak akan bersilat kata, yang sama sekali tidak berguna, tetapi malah mengacaukan orang yang mendengarnya. Berusahalah agar engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang mewartakan sabda kebenaran itu dengan terus terang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 25:4bc-5ab.8-9.10-14
Ref. Ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.
-
Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
-
Tuhan itu baik dan benar, sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.
-
Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya. Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya Ia beritahukan kepada mereka.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya
S : (Mzm 119:34) Berilah aku pengertian, maka aku akan menaati hukum-Mu, aku akan menepatinya dengan segenap hati, ya Tuhan.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 12:28b-34
“Inilah perintah pertama. Dan yang kedua sama dengan yang pertama.”
Pada suatu hari datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus dan bertanya, “Perintah manakah yang paling utama?” Yesus menjawab, “Perintah yang utama ialah, ‘Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita itu Tuhan yang esa! Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu. Dan perintah yang kedua, ialah: Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.’ Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada kedua perintah ini.” Berkatalah ahli Taurat itu kepada Yesus, “Guru, tepat sekali apa yang Kaukatakan, bahwa Dia itu esa, dan tak ada Allah lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati, dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri, jauh lebih utama daripada semua kurban bakar dan persembahan.” Yesus melihat betapa bijaksananya jawaban orang itu. Maka Ia berkata kepadanya, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.” Dan tak seorang pun masih berani menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ
Vivat Cor Iesu Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
HUKUM KASIH
Saudara-saudariku pencinta Resi, dalam bacaan Injil hari ini, Yesus ditanya tentang hukum yang paling utama. Jawabannya sangat jelas: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu… dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”. Dua perintah kasih ini bukan sekedar ajaran, tapi fondasi hidup kita sebagai murid Kristus, terutama saat ini, ketika dunia sedang diliputi konflik dan dilanda krisis di berbagai sektor. Tantangan lain yang tidak mudah juga ada dalam diri setiap orang yang semakin sibuk dan asyik dengan dirinya sendiri.
Dunia hari ini hampir setiap hari menampilkan wajah yang penuh dengan konflik; di rumah, di tempat kerja, lingkungan hidup dan masyarakat, bahkan antar-bangsa. Yesus mengajak kita untuk tidak menambah api kebencian melainkan “Kasihilah musuhmu,” kata-Nya. Sementara itu, kehidupan dunia juga menyeret setiap orang menjadi sibuk; sibuk dengan pekerjaan, gadget, atau rencana hidup dan Tuhan hanya menjadi “tambahan” semata. Padahal perintah Yesus jelas, “Kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu.” Apakah kita sudah menjadikan Tuhan prioritas? Apakah doa masih menjadi perhatian kita lebih daripada perhatian kita kepada gadget dan sosmed? Di rumah, kita sering mengabaikan keluarga karena lelah mencari uang. Di luar rumah, kita tak peduli dengan tetangga dan kesulitan orang lain, di tempat kerja kita sibuk mengejar karir dan prestasi sendiri. Padahal ada perintah, “Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.” Oleh karena itu kita murid-murid Tuhan Yesus, patut bertanya diri sekaligus siap dipertanyakan bagaimana perintah kasih tersebut dihayati dalam situasi saat ini?
Saudara-saudariku pencinta Resi, seberat apapun kondisi dan tantangan hidup kita, sebagai murid Yesus kita tetap dipanggil untuk menjalankan hukum kasih, karena itulah yang menjadi dasar dari segala sesuatu. Tak ada artinya segala sesuatu yang kita perjuangkan dan miliki di dunia ini, kalau kita tidak memiliki kasih dan membagikannya secara nyata dalam kehidpan sehari-hari. Cukup bagi kita melanjutkan seluruh aktifitas dan kesibukan yang selama ini sudah kita jalani. Hanya sekarang, lakukanlah semua itu dalam rangka penghayatan kasih kita kepada Tuhan dan sesama seraya selalu berdoa kepada DIA Sang Sumber kasih, “Tuhan, ajar aku mengasihi seperti Engkau mengasihi.” Tuhan mengasihi dan memberkati kita sekalian. Amin. *****
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa mahakudus, berkat roti anggur ini semoga perintah cinta kasih-Mu Kautanam dalam-dalam di hati kami. Jiwailah kami dengan semangat cinta kasih kepada sesama manusia, ialah cinta kasih Yesus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami.
ANTIFON KOMUNI – Markus 12:34
Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, semoga hidup kami didukung oleh cinta kasih, agar selalu sanggup ikut memikul beban sesama dengan cinta kasih pula. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
DOWNLOAD AUDIO RESI:

Pengantar:
P. Leo Yohanes Dehon, SCJ, mendirikan Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus pada tahun 1878, di Prancis. Inisial Latin, “SCJ” setelah nama imam atau Bruder, mengidentifikasikan bahwa dia adalah anggota Kongregasi ini, yang lebih dikenal dengan nama “Dehonian” yang diambil dari nama belakang Pater pendiri. Saat ini, Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus melayani di lebih dari 40 negara.
Yang penting bagi Kongregasi Religius ini bukanlah karya/pelayanan tertentu, melainkan semangat / motivasi spiritual untuk pelayanan apa pun yang diberikannya. Pater Dehon menekankan “kehidupan batin”, maksudnya adalah relasi / hubungan yang intim dengan Tuhan, yang mencintai umat manusia tanpa batas. Sebagai pengikut setia Yesus, Allah yang menjadi manusia, P. Dehon dapat berkata seperti yang dilakukan St. Paulus, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. [Galatia 2:19-20].
Dari kontemplasi atas Persembahan Diri Yesus secara total, yang berpuncak pada wafat-Nya di kayu salib dan lambung-Nya yang tertikam, muncul gam-bar dan devosi kepada Hati Yesus, lambang dari sumber kasih yang menakjubkan ini. Pengabdian kepada Hati Yesus berarti tidak hanya mengembalikan cinta kepada Tuhan dan umat Tuhan, tetapi juga mem-percayai dan menyelesaikan rancangan kasih Tuhan – bukan kehendakku tetapi kehendak Tuhan yang terjadi – bahkan ketika harus memikul salib. Ini adalah semangat pemberian diri dari seorang dehonian dan siapa saja yang tertarik pada pengabdian kepada Hati Yesus.
Semoga Novena, Litani, dan pengudusan ini menopang dan memperkuat devosi Anda kepada Hati Yesus.

MEDITASI HARI II
“Hati Kudus Yesus semuanya baik dan penuh dengan cinta untuk kita. Dia harus, kemudian, bersimpati dengan kesengsaraan kita (semua kelemahan kita, spiritual dan jasmani) dengan kelembutan yang tak terbatas.
Dia telah melakukan semua ini karena Dia sebenarnya adalah hati kita, karena kita adalah Tubuh Mistik-Nya.
Yesus hidup di dalam kita, Dia menderita, Dia berdoa, Dia bersukacita di dalam kita;
Hati-Nya benar-benar hati kita.”
P. Leo Yohanes Dehon, SCJ
Crowns of Love for the Sacred Heart I, 5th Mystery, 1st Meditation

NOVENA HATI KUDUS YESUS
HARI II
Hati Kudus Yesus, aku sangat terhibur mengetahui bahwa Engkau tinggal di dalam hatiku; bahwa Hati-Mu benar-benar hatiku. Semoga semua pikiran, perkataan, dan tindakanku mencerminkan perasaan Hati-Mu.
Dengan penuh keyakinan pada cinta Hati-Mu yang lembut, aku datang kepada-Mu dengan penuh iman dan memohon apa yang aku percaya menjadi kebutuhanku dan kebutuhan saudara-saudariku.
[Sebutkan permintaan Anda.]
Karena Engkau mengenal aku terus-menerus, aku akan menunggu dengan sabar untuk menerima dari Hati-Mu yang peka apa yang benar-benar aku butuhkan untuk kepentinganku dan saudara-saudariku.
Semoga jawaban atas doaku memungkinkan aku untuk bekerja sama dengan Hati-Mu dalam membangun Kerajaan Hati Kudus-Mu, yaitu cinta, keadilan, dan perdamaian yang berasal dari-Mu.
Amin.
Bapa Kami, Salam Maria 3x, Kemuliaan.
Supaya kasih Hati Yesus mudah dipahami dan relevan, P. Leo Yohanes Dehon SCJ, menyarankan untuk mengaitkannya dengan gambaran umum (tentang hati Yesus) dan pengalaman pribadi (akan kasih Allah). Doa-doa dalam litani ini didasarkan pada gambar-kata yang menggugah ini, yang disusun dari tulisan-tulisan rohani P. Dehon.
Persembahkanlah hatimu, putra dan putri Tuhan, persembahkanlah hatimu sebagai kurban kepada Tuhan di atas mezbah Hati Yesus.
Doa-doa Litani Hati Yesus
Hati Yesus, Hati Bapa kami dan Allah kami, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, yang sepenuhnya milik Bapa-Mu dan kami, kami memuji-Engkau.
Hati Yesus, kasih Allah yang menjelma bagi manusia, kami memuji-Engkau.
Hati Yesus, lambang cinta manusia kepada Allah, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, yang menaruh perhatian khusus dan penuh kasih kepada kami, kami bersyukur kepada-Mu.
Hati Yesus yang lembut seperti hati seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu.
Hati Yesus, yang mengasihi kami lebih dari seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus, sahabat yang kebaikannya tak terhingga, kami bersyukur kepa-da-Mu
Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari seorang sahabat, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus, pasangan jiwa kami yang penuh kasih, yang kasihnya selalu segar, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari pasangan hidup, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Kudus Yesus, penuntun kepada Kebijaksanaan yang tak terbatas, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang ingin selalu menolong kami dan memenuhi semua kebutuhan kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang bersimpati dengan semua kelemahan rohani dan jasmani kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, harta silih, kasih, dan anugerah kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada kami, kami mencintai-Mu.
Hati ekaristis Yesus, roti yang menguatkan dan menyirami jiwa-jiwa dengan semangat kemurahan hati, kepahlawanan, dan amal-kasih, kami menyam-but-Mu.
Hati ekaristis Yesus, Raja-Gembala, dan penyelenggara hidup kami, kami menyambut-Mu.
Hati ekaristis Yesus, Saudara kami yang penuh kasih dan setia, kami menyambut-Mu.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada semua orang yang men-derita, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada mereka yang dilanda ma-salah, kesulitan, dan beban berat, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang lapar, yang bekerja keras, dan yang miskin, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang sakit dan lemah, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang menderita ketika kami menderita, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, yang menuntut keadilan, rasa hormat, dan kebajikan bagi para pekerja, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, penjaga yang berjaga-jaga melindungi Gereja-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, yang berdoa untuk kebutuhan umat-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, teladan kami, cita-cita kami, segalanya bagi kami, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Dipenuhi dengan keyakinan akan kasih Allah yang melimpah bagi semua ciptaan, kami berdoa:
Guru yang baik, Engkau telah memberikan kepada kami
rahmat untuk mulai mencintai-Mu;
berilah kami juga rahmat untuk bertekun dalam cinta-Mu,
yang sering kali terasa begitu berat.
Dalam semangat cinta,
kami ingin terus-menerus mempersembahkan kepada-Mu
perbuatan, pekerjaan, dan penderitaan kami sehari-hari. Amin.
Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
Lebih dari sekadar upacara – seremoni, pengudusan keluarga kepada Hati Yesus adalah komitmen harian untuk menghidupi cinta, penerimaan, pengampunan, dorongan, dan perhatian.
Ini adalah praktik spiritual untuk menciptakan sebuah keluarga (tidak sempurna, tetapi penuh kasih) tempat tinggal yang nyaman bagi Hati Yesus .
Jika memungkinkan, keluarga berkumpul di sekitar meja, yang di atasnya diletakkan gambar Hati Yesus. Atau, berkumpul di dekat gambar Hati Yesus yang dipasang di tempat yang pantas dalam rumah. Jika diinginkan, nya-lakan lilin dan hiasi ruangan dengan bunga.
Berikut ini adalah ritual sederhana, yang dapat Anda sesuaikan dengan situasi Anda. Sangat ideal untuk memiliki salinan “Doa Keluarga Pengudusan ke Hati Yesus” untuk setiap anggota keluarga. Sudah sepantasnya yang ter-tua dalam rumah tangga [mungkin kakek-nenek] untuk memimpin doa ini. Mintalah seorang anggota keluarga yang lebih muda untuk membaca kutipan Kitab Suci setelah memberinya kesempatan untuk berlatih mem-bacanya. Putuskan sebelumnya bagaimana Anda ingin melakukan “Doa dengan Tangan”.
Pendahuluan: Pemimpin menggunakan kata-kata ini atau yang serupa:
P : Kita telah berkumpul bersama sebagai sebuah keluarga untuk membuat janji kepada Tuhan dan meminta Tuhan untuk membantu kita menepati janji kita. Gambar Hati Yesus dan Doa Pengudusan kita ini akan mengingatkan kita betapa Allah mengasihi kita dan betapa kita harus berusaha untuk saling mengasihi.
Mari kita mendengarkan bacaan dari Alkitab. Bacaan dari Surat Pertama Yohanes 4:9, 11 dan 12
Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
~ Waktu untuk hening sejenak ~
Doa Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
[Jika memungkinkan, doakan doa ini bersama-sama]
Hati Yesus yang penuh kasih,
karena kami tahu bahwa Engkau mencintai kami
kami mohon bantuan-Mu.
Sebagai sebuah keluarga / Komunitas
(orang tua, kakek-nenek, dan anak-anak)
Ajarilah kami bagaimana kami mampu saling mencintai apa adanya,
mendorong satu sama lain untuk menjadi yang terbaik,
dan mendukung siapa pun di antara kami yang membutuhkan.
Di saat kuat atau lemah,
di saat-saat berahmat atau saat jatuh dalam dosa,
bantulah kami untuk berbelaskasih seperti Engkau Berbelaskasih,
dan menjadi keluarga-tempat tinggal yang nyaman bagi-Mu.
Walaupun kami bukan keluarga yang sempurna,
kami ingin menjadi keluarga yang penuh kasih.
Dengan bantuan-Mu,
kami berjanji untuk terus mengusahakannya.
Semoga Hati-Mu yang penuh belaskasih menjaga kami setiap saat
dan keluarga kami selalu berada dalam lindungan-Mu.
Amin.
Doa dengan Tangan
Dengan kata-kata, kami meminta Yesus untuk tinggal bersama kami dan kami berjanji untuk melakukan apa yang kami bisa untuk menjadi keluarga yang penuh kasih. Sekarang, mari kita ekspresikan hal yang sama dengan tangan kita.
[Pilih cara A atau B:]
[A] Saya akan mengulurkan tangan dan meletakkannya di atas meja. Kemudian, saya meminta masing-masing orang untuk mengulurkan tangan sehingga kita semua bisa saling bersentuhan.
[B] Saya meminta kita semua untuk berdiri dalam lingkaran dan saling ber-gandengan tangan.
[Setelah hening sejenak, gunakan kata-kata ini atau yang serupa:]
Kita semua adalah bagian dari keluarga ini. Masing-masing dari kita memberi dan menerima.
Mari kita semua menjalani tanggungjawab masing-masing untuk men-ciptakan keluarga yang penuh kasih.
Doa Bapa kami.
Dengan tangan yang masih bersentuhan, marilah kita mengucapkan doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita.
Bapa kami….…
Doa Penutup
Hati Yesus yang Penuh Kasih,
jagalah keluarga kami selalu dalam lindunganMu
dan ajari kami untuk mencintai
dan mendukung satu sama lain.
Amin.
Doa untuk Pembaruan Harian
Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
Kasih Hati Yesus yang Mahakasih.
Jagalah keluarga kami selalu dalam lindungan-Mu
dan ajari kami bagaimana mencintai dan mendukung satu sama lain.
Amin
Hati Yesus,
bantu kami menciptakan keluarga yang penuh kasih
di mana Engkau selalu merasa nyaman tinggal di dalamnya.
Amin.
Copyright 2020, United States Province
Priests of the Sacred Heart
No Comments