Rabu, 16 Agustus 2023 – Hari Biasa Pekan XIX

 
 

Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 106:4

Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan hati-Mu. perhatikanlah aku demi keselamatan karya tangan-Mu.

PENGANTAR:

Setiap orang bertemu dengan kepercayaan lain ataupun agama lain. Hal itu jangan sampai lalu punya anggapan setiap keyakinan itu baik, atau sebaliknya secara fanatik berpegang teguh pada pendirian kita. Di ambang pintu masuk tanah perjanjian, Israel takut menghadapi risiko pilihannya. Sedangkan beberapa murid Yesus secara fanatik berpegang teguh pada pendiriannya.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa, sumber belas kasih, ampunilah kiranya kami, bila kami sampai menempuh jalan yang sesat dan semoga kami menengadah kepada Dia, yang sabda-Nya menjadi rezeki kehidupan kami, ialah Yesus Putra-Mu terkasih, belas kasih-Mu yang nyata bagi setia orang sepanjang zaman. Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ulangan 34:1-12        

“Musa tutup usia sesuai dengan sabda Tuhan, dan tiada lagi seorang nabi seperti dia yang muncul.”

Pada waktu akan meninggal, naiklah Musa dari dataran Moab ke pegunungan Nebo, yakni ke puncak Pisga, yang berhadapan dengan Yerikho. Di sana Tuhan memperlihatkan kepada Musa seluruh negeri Kanaan: daerah Gilead sampai ke kota Dan, seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah barat, Tanah Negeb dan Lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon kurma itu, sampai Zoar. Dan bersabdalah Tuhan kepadanya, “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub: ‘Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ini.’ Engkau boleh melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.” Lalu tutup usialah Musa, hamba Tuhan, di sana di tanah Moab, sesuai dengan sabda Tuhan. Ia dikuburkan oleh Tuhan di suatu lembah di tanah Moab, di hadapan Bet-Peor, dan sampai hari ini tidak ada orang yang tahu kuburnya. Musa berumur seratus dua puluh tahun ketika ia meninggal dunia; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu. Dan Yosua bin Nun dipenuhi dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah menumpangkan tangan atasnya. Sebab itu orang Israel taat kepada Yosua dan melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. Tetapi tiada lagi seorang nabi yang bangkit di antara orang Israel seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka. Betapa hebatnya segala tanda dan mukjizat yang dilakukan Musa atas perintah Tuhan di tanah Mesir terhadap Firaun dan semua pegawainya serta seluruh negerinya. Betapa hebatnya segala perbuatan megah dan tindakan dahsyat yang dilakukan Musa di depan seluruh bangsa Israel.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 66:1-3a.5.8.16-17

Ref. Terpujilah Allah, yang mempertahankan jiwa kami hidup.

  1. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Allah, “Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu.”

  2. Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia. Pujilah Allah kami, hai para bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya!

  3. Marilah, dengarkanlah, hai kamu sekalian yang takwa pada Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku. Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U :  Alleluya
S : (2Kor 5:19) Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 18:15-20

“Jika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu, engkau telah mendapatnya kembali.”

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan dikau, bawalah seorang atau dua orang lain, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga. Dan lagi Aku berkata kepadamu, jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul demi nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka.”

Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

CORECTIO FRATERNA

Saudara-saudariku pencinta Resi yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Hari ini Yesus mengajar kita semua bagaimana bersikap atas sesame yang berbuat salah. Secara manusiawi pengajaran Yesus sangat penting bagi kita, karena tak ada satu manusia pun yang terluput dari kesalahan. Namun ada dua sikap terhadap kesalahan seseorang. Sikap pertama, sikap langsung menghakimi dan menjadikan orang yang melakukan kesalahan itu sebagai terdakwa. Sikap Kedua, adalah sikap pembiaran karena merasa apa yang terjadi bukan urusan kita. Kedua sikap itu tidak ditemukan dalam ajaran Yesus hari ini. Justru Yesus mengajak kita untuk peduli terhadap mereka yang bersalah. Kepedulian itu dilandasi oleh kasih persaudaraan, bahwa orang yang bersalah itu adalah sama seperti kita. Kepedulian kasih itu bertujuan untuk menjadikan orang yang bersalah berubah dan berkembang menjadi lebih baik. Kepedulian kasih ini tak akan sesuai dengan kehendak Tuhan, bila kita masih diliputi kesombongan.

Kesombongan adalah salah satu akar dosa atau dosa pokok. Kesombongan menunjuk pada suatu kelekatan tak teratur pada keunggulan diri sendiri. Orang yang sombong cenderung mencari makna dan kepenuhan hidup dalam prestasi dan pencapaian diri sendiri. Di dalam Kitab Suci, dikatakan bahwa dosa manusia pertama adalah dosa kesombongan (Sir 10:14-15, Rm 5:19, Tob 4:14). Menurut Katekismus Gereja Katolik, Ada dua jenis kesombongan: manusia menilai kemampuannya terlalu tinggi, dengan berharap bahwa ia dapat mencapai keselamatan tanpa bantuan dari atas; atau ia berharap terlalu berani bahwa ia dapat menerima pengampunan dari kemahakuasaan dan kerahiman Allah, tanpa bertobat, dan menjadi bahagia, tanpa jasa apa pun” (KGK, 2092).  Orang yang sombong memang selalu lupa diri bahwa mereka tidak sendirian tetapi hidup bersama orang lain dan berada di hadirat Tuhan. Jadi, seorang yg tidak menegur, belum tentu mengasihi. Dan orang yg menegurpun belum tentu mengasihi. Ada kalanya orang menegur karena dia benci. Ada kalanya ia menegur karena dia sakit hati. Ada kalanya orang mendiamkan, karena dia masa bodoh dengan semua yang terjadi. Hal inilah yang perlu kita perhatikan saat bersikap terhadap sesama yang bersalah, sehingga teguran kita menjadi Corectio Fraterna, yang makin mengembangkan orang lain, diri kita juga kehidupan bersama.

Yesus dalam bagian terakhir injil menekankan aspek doa untuk sukses dalam memberi koreksi. Yesus berkata: “Jika dua orang di antaramu di dunia sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul demi namaKu, Aku hadir di tengah-tengah mereka”. Oleh karena itu, landasan teguran kita kepada sesama, bukanlah alasan manusiawi, melainkan atas dasar Iman, Harapan dan Kasih kepada Allah yang hadir dalam diri sesama.

Saudara-saudariku pencinta Resi, dunia, Masyarakat, keluarga dan komunitas kita akan menjadi indah kalau hari demi hari kita saling mendoakan, saling memberi koreksi persaudaraan dalam kerendahan hati. Rasa dendam dan iri hati akan hilang, asalkan orang tidak sombong untuk menerima koreksi persaudaraan. Di lain pihak, ada juga orang suka memberi koreksi tetapi dirinya sulit untuk menerima koreksi.  Ingat saudara saudariku, Iman, Harapan dan kasih akan mengoreksi banyak hal dalam diri kita dan orang lain, agar hidup kita makin hari makin baik sebagai citraNya. Tuhan mengasihi dan memberkati kita semua. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa maharahim, berkenanlah mengampuni kesalahan kami berkat rezeki ini, lambang Yesus Putra-Mu yang telah sudi merasakan menjadi manusia papa dan kini menjadi perantara kami di hadapan-Mu sepanjang masa.

ANTIFON KOMUNI – Matius 15:28

Yesus bersabda, “Sungguh besar imanmu! Terjadilah bagimu seperti yang Kaukehendaki.”

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, kami bersyukur karena Engkau telah menunjukkan belas kasih-Mu kepada kami dalam diri Yesus Mesias. Semoga sabda-Nya menghilangkan lapar kami akan keadilan dan semoga hidup kami dapat membawa kedamaian. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin. 

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

Leave a Comment