Sabtu, 19 Agustus 2023 – Hari Biasa Pekan XIX – SCJ PW St. Yohanes Eudes, Imam

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yosua 24:24

Hanya kepada Tuhan, Allah kita, kami akan beribadah. dan sabda-Nya akan kami dengarkan.

PENGANTAR:

Tuhan setia pada janji-Nya. Tak pernah sedikit pun Ia mengingkari janji-Nya. Namun pihak lain, yaitu manusia, selalu memerlukan pembaruan janjinya. Maka secara teratur kita rayakan Ekaristi. Dan ini mengandaikan kesederhanaan anak-anak. Mereka mengungkapkan secara spontan ini hatinya. ‘Kerajaan surga diperuntukkan bagi kaum sederhana’.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa, Engkaulah Allah kami yang mahaesa, yang menuntun para leluhur dan dengan demikian memberi harapan untuk hidup penuh iman kepada-Mu. Berkenanlah mengikat perjanjian dengan kami, ikatlah kami dengan sabda-Mu, agar kami bebas untuk berbuat baik. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

ATAU PERINGATAN St. Yohanes Eudes, Imam

ANTIFON PEMBUKA – Lukas 4:18

Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapinya dan diutus mewartakan kabargembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur yang remuk redam.

DOA PEMBUKA: 

Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Allah Bapa Yang Mahakudus, secara mengagumkan Engkau telah memilih Santo Yohanes Eudes, imam-Mu, untuk mewartakan kekayaan Kristus yang tak terselami. Semoga berkat teladan dan nasihat-nasihatnya kami yang sedang bertumbuh dalam pengenalan akan Dikau, setia untuk hidup dalam terang Injil. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yosua 24:14-29  

“Pilihlah pada hari ini, kalian kamu beribadah kepada siapa!”

Menjelang wafatnya Yosua berkata kepada umat Israel, “Hendaklah kalian takwa dan beribadah kepada Tuhan dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah dewa-dewa yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang Sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada Tuhan. Tetapi jika kalian menganggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kalian mau beribadah kepada siapa. Kepada dewa-dewa yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang Sungai Efrat, atau kepada dewa orang Amori yang negerinya kalian diami ini? Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.” Maka bangsa itu menjawab, “Jauhlah daripada kami meninggalkan Tuhan untuk beribadah kepada allah lain! Sebab Tuhan, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan; Dialah yang telah melakukan tanda-tanda mukjizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui. Tuhanlah yang telah menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita. Kami pun akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita.” Tetapi Yosua berkata, “Kalian tidaklah sanggup beribadah kepada Tuhan, sebab Dia itu Allah yang kudus, Allah yang cemburu. Dia takkan mengampuni kesalahan dan dosamu. Apabila kalian meninggalkan Tuhan, dan beribadah kepada allah lain, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik bagimu serta membinasakan kalian, sekalipun dahulu Ia melakukan yang baik bagimu.” Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua, “Tidak! Hanya kepada Tuhan saja kami akan beribadah.” Kemudian berkatalah Yosua, “Kalianlah saksi terhadap kalian sendiri, bahwa kalian telah memilih Tuhan untuk beribadah kepada-Nya.” Jawab mereka, “Ya, kami saksi!” “Maka sekarang jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengahmu! Dan condongkanlah hatimu kepada Tuhan, Allah Israel.” Lalu bangsa itu menjawab, “Kepada Tuhan, Allah kita, kami akan beribadah. Dan sabda-Nya akan kami dengarkan.” Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan serta peraturan bagi mereka di Sikhem. Yosua menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus Tuhan. Kepada seluruh bangsa ia lalu berkata, “Sesungguhnya batu inilah yang akan menjadi saksi terhadap kita, sebab telah didengarnya segala sabda Tuhan yang diucapkan-Nya kepada kita. Sebab itu batu ini akan menjadi saksi terhadap kalian supaya kalian jangan menyangkal Allahmu.” Lalu Yosua melepas bangsa itu pergi, dan masing-masing pulang ke milik pusakanya. Dan sesudah peristiwa-peristiwa itu Yosua bin Nun, hamba Tuhan, meninggal dunia. Umurnya seratus sepuluh tahun.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 16:1-2a.5.7-8.11

Ref. Ya Tuhan, Engkaulah milik pusakaku.

  1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.”

  2. Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

  3. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah di tangan kanan-Mu ada hikmat yang abadi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mat 11:25) Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 19:13-15

“Janganlah menghalang-halangi anak-anak datang kepada-Ku, sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga!”

Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka. Tetapi murid-murid Yesus memarahi orang-orang itu. Maka Yesus berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku. Sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga.” Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudari-saudara yang dicintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Sabtu, 19 Agustus 2023, bagi kami para Dehonian peringatan Wajib St. Yohanes Eudes Imam, atau Pekan Biasa ke 19. Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati anda semua. Amin.

Tema Resi kita kali ini adalah: Kerajaan Allah Milik Anak-anak.Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..

Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Pada bacaan Injil yang kita dengar hari ini sangat mengesan, namun dalaam maknanya. Yesus tidak hanya menunjukkan kedekatan dan cintakasih-Nya kepada anak-anak namun dengan tegas Tuhan Yesus menunjukan bahwa kalua kita mau masuk Kerajaan Allah maka kita harus menjadi seperti anak kecil ini. Lalu apa yang sebetulnya yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus? Pelajaran apa yang bisa kita ambil di dalamnya? Saya menawarkan 3 hal saja.

  1. Kerajaan Allah adalah milik anak kecil dan mereka yang serupa dengan anak kecil. Tuhan begitu mengasihi anak-anak, mereka selalu diterima ke dalam kerajaan Allah, dengan kata lain kerajaan Allah milik anak-anak kecil, maka kalua kita mau diterima kedalam kerajaan Allah kita harus menjadi seperti anak kecil ini. Lalu anak kecil yang bagaimana?

  2. Kita harus menjadi seperti anak kecil yang “Tidak berdaya”. Dengan ketidak berdayaannya ini anak kecil terus mengandalkan Allah. Dia tidak mengandalkan dirinya sendiri karena memang tidak berdaya, maka membutuhkan orang lain yang lebih dewasa. Kita sebagai orang katolik selalu mengandalkan Allah dalam hidup kita dalam ketidak berdayaan kita. Dalam ketidak berdayaan percaya penuh kepada penyelenggaraan Ilahi.

  3. Dalam ketidak berdayaan tidak ada kesombongan. Anak kecil yang mengandalkan orangtuanya begitu bangga kepada orangtuanya, selalu memuji dan dan bangga akan orangtuanya. Demikian juga pengikut Kristus yang selalu mengandalkan Kritus, tidak ada kesmbongan karena semua keberhasilan, semua kesuksesan, semua yang ada padanya karena Allah semata. Pribadinya menjadi rendah hati. Maka dia menjadi tulus dalam tindakannya, karena percaya bahwa segala yang ada padanya karena belas kasih Allah semata.

  4. Yang terakhir dalam ketidakberdayaan akan menrima segala sesuatu dengan sukacita dan penuh rasa syukur. Anak kecil yang tidak berdaya akan begitu mudah tersentuh oleh kasih meskipun wujudnya sangat sederhana namun akan diterima dengan penuh sukacita dan penuh rasa syujur. Maka sebagai pengukut kristus yang sungguh mengandalkan Allah akan begitu peka dengan segala karunia yang diterimanya, meski[pun nampaik kecil dan sederhana, akan diterima dengan penuh rasa syukur dan suka cita. Mereka manjdi mudah terpesona, kagum, dan mudah bersyukur.

Nah para sahabatku, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, bagaimana, maukah Anda semua menjadi anak kecil yang tidak berdaya? Yang selalu mengandalkan Tuhan, tanpa kesemobongan, namun penuh sukacita dan rasa syukur? Mari kita semakin membuka hati dan budi kita agar Tuhan senantiasa memberikan rahmat bagi kita agar mau menjadi tidak berdaya sebagaimana anak kecil.

Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita sehingga kita semakin menyerupai anak kecil dalam menyambut kerajaan Allah. Tuhan memberkati. Berkah Dalem. Dalam Nama Bapa, dan Putrea, dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa mahamulia tuntunlah kami menghadap Engkau dengan sabda Yesus Putra-Mu terkasih. Puaskanlah kami dengan anggur roti dan berilah kami Roh-Nya. Sebab Dialah ….

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 11:25

Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, kami bersyukur, karena Yesus Putra-Mu telah membukakan pintu kerajaan-Mu bagi kami. Kami mohon, semoga sabda-Nya meresap di dalam hati kami Agar kami dapat mendekat kepada-Mu, Allah dan Bapa kami. Demi Kristus ….

ATAU PERINGATAN St. Yohanes Eudes, Imam

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa Yang Mahaluhur, dengan rendah hati kami menghadap Engkau. Roti dan anggur ini kami persembahkan pada peringatan Santo Yohanes Eudes untuk memberikan kesaksian tentang kekuasaan-Mu. Semoga perayaan suci ini mendatangkan jugahasil penebusan bagi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U:  Amin.

ANTIFON KOMUNI – Matius 28:20

Aku akan menyertai kalian setiap hari sampai pada akhir dunia.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Allah Bapa Yang Mahakuasa, kami telah dikuatkan dengan santapan suci. Semoga kami tetap mengabdi Engkau seturut teladan Santo Yohanes Eudes, dengan cinta yang tak kenal lelah demi keselamatan semua orang. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U: Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Santo Yohanes Eudes

Rasul Devosi pada Hati Kudus Yesus Pendiri Congregation of Jesus and Mary (CJM), dan Konggregasi Suster Sisters of Our Lady of Charity of the Refuge

Yohanes Eudes dilahirkan di Normandy, Perancis pada tahun 1601. Ia adalah putera sulung seorang petani. Bahkan sejak masih kanak-kanak, Yohanes telah berusaha meniru teladan Yesus dalam memperlakukan keluarga, teman-teman serta para tetangganya. Ketika usianya sembilan tahun, seorang anak lelaki menampar wajahnya. Yohanes merasa amat marah. Tetapi, kemudian ia ingat akan sabda Yesus dalam Injil: “Barang siapa menampar pipi kananmu berikan juga pipi kirimu”. Jadi, ia melakukannya.

Orangtua Yohanes menghendaki putera mereka menikah dan memiliki keluarga. Dengan lembut tapi tegas, Yohanes meyakinkan mereka bahwa ia dipanggil untuk menjadi seorang imam. Ia masuk biara Ordo Dominikan dan menerima pendidikan calon imam. Setelah ditahbiskan sebagai imam, suatu wabah penyakit menyerang Normandy. Wabah ganas itu mengakibatkan kesengsaraan yang hebat dan juga kematian. Pastor Eudes menawarkan diri untuk menolong mereka yang sakit, merawat baik jiwa maupun raga mereka.

Di kemudian hari, Pastor Eudes menjadi seorang pengkhotbah misi yang populer di berbagai paroki. Sesungguhnya, sepanjang hidupnya ia menyampaikan 110 khotbah misi. St. Yohanes juga berperan penting dalam terbentuknya kongregasi-kongregasi religius: Kongregasi Suster-suster dari Maria Bunda Berbelaskasihan (SCMM) dan Kongregasi Suster-suster Gembala Baik (RGS). Pastor Eudes juga membentuk Kongregasi Yesus dan Maria (CJM) bagi para imam. Kongregasi ini bertujuan melatih para pemuda untuk menjadi imam paroki yang baik.

St. Yohanes memiliki devosi yang kuat kepada Hati Yesus yang Mahakudus dan Hati Maria yang Tak Bernoda. Ia menulis sebuah buku tentang devosi-devosi tersebut. Yohanes jatuh sakit setelah menyampaikan suatu khotbah terbuka dalam cuaca yang amat dingin. Ia tidak pernah sepenuhnya sembuh kembali.

Yohanes wafat pada tahun 1680. Ia dinyatakan “beato” oleh Paus St. Pius X pada tahun 1908. Paus menyebut Yohanes Eudes sebagai Rasul Devosi kepada Hati Yesus yang Mahakudus dan kepada Hati Maria yang Tak Bernoda. St. Yohanes Eudes dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 1925.

Arti Nama

Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes)yang aslinya berasal dari nama Ibrani  יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti YAHWEH Maha pengasih“, “Allah Maha Baik”

Variasi Nama

John, Jon (English), Deshaun, Deshawn, Keshaun, Keshawn, Rashaun, Rashawn (African American), Gjon (Albanian), Yahya (Arabic), Hovhannes, Ohannes (Armenian), Ganix, Ion, Jon (Basque), Ioannes (Biblical Greek), Yehochanan, Yochanan (Biblical Hebrew), Iohannes (Biblical Latin), Yann, Yanick, Yannic, Yannick (Breton), Ioan, Ivan, Yan, Yoan, Ivo, Yanko (Bulgarian), Joan, Jan (Catalan), Jowan (Cornish), Ghjuvan (Corsican), Ivan, Ivica, Ivo, Janko, Vanja (Croatian), Ivan, Jan, Johan, Honza, Janek (Czech), Jan, Jens, Johan, Johannes, Jon, Hans, Jannick, Jannik (Danish), Jan, Johan, Johannes, Hanne, Hannes, Hans, Jo, Joop (Dutch), Johano, Joĉjo (Esperanto), Jaan, Johannes, Juhan (Estonian), Jani, Janne, Johannes, Joni, Jouni, Juhana, Juhani, Hannes, Hannu, Juha, Juho, Jukka, Jussi (Finnish), Jean, Yann, Jeannot, Yanick, Yannic, Yannick (French), Xoán (Galician), Jan, Johann, Johannes, Hannes, Hans, Jo (German), Ioannes, Ioannis, Yanni, Yannis, Yianni, Yiannis (Greek), Keoni (Hawaiian), Yochanan (Hebrew), János, Jancsi, Jani, Janika (Hungarian), Jóhann, Jóhannes, Jón (Icelandic), Eoin, Sean, Seán, Shane (Irish), Giovanni, Gian, Gianni, Giannino, Nino, Vanni (Italian), Johannes, Joannes (Late Roman), Jānis (Latvian), Sjang, Sjeng (Limburgish), Jonas (Lithuanian), Johan, Hanke (Low German), Ivan, Jovan, Ivo (Macedonian), Ean, Juan (Manx), Hann, Jan, Jon, Hankin, Jackin, Jankin (Medieval English), Jehan (Medieval French), Zuan (Medieval Italian), Jan, Jens, Johan, Johannes, Jon, Hans (Norwegian), Joan (Occitan), Iwan, Jan, Janusz, Janek (Polish), João, Joãozinho (Portuguese), Ioan, Ion, Iancu, Ionel, Ionuț, Nelu (Romanian), Ioann, Ivan, Vanya (Russian), Eoin, Iain, Ian (Scottish), Ivan, Jovan, Ivo, Janko, Vanja (Serbian), Ján, Janko (Slovak), Ivan, Jan, Janez, Žan, Anže, Janko (Slovene), Iván, Juan, Xuan, Juanito (Spanish), Jan, Jens, Johan, Johannes, Jon, Hampus, Hans, Hasse, Janne (Swedish), Yahya (Turkish), Ivan (Ukrainian), Evan, Iefan, Ieuan, Ifan, Ioan, Iwan, Siôn, Ianto (Welsh)

Bentuk Feminim :

Jone (Basque), Joanna (Biblical), Ioanna (Biblical Greek), Iohanna (Biblical Latin), Ioana, Ivana, Yana, Yoana (Bulgarian), Joana, Jana (Catalan), Ivana (Croatian), Ivana, Jana, Johana, Janička (Czech), Johanna, Johanne (Danish), Jana, Janna, Johanna, Janneke, Jantine, Jantje (Dutch), Johanna (Estonian), Janina, Johanna (Finnish), Jeanne, Jeannette, Jeannine (French), Xoana (Galician), Jana, Janina, Johanna (German), Ioanna, Nana (Greek), Johanna (Hungarian), Jóhanna, Jóna (Icelandic), Chevonne, Shavonne, Shevaun, Shevon, Síne, Siobhan (Irish), Giovanna (Italian), Johanna (Late Roman), Janina (Lithuanian), Ivana, Jovana (Macedonian), Jehanne, Johanne (Medieval French), Johanna, Johanne (Norwegian), Janina, Joanna (Polish), Joana (Portuguese), Ioana (Romanian), Zhanna, Ivanna (Russian), Jean, Sìne, Jessie, Teasag (Scottish), Ivana, Jovana (Serbian), Jana (Slovak), Ivana, Jana (Slovene), Juana (Spanish), Janina, Janna, Johanna, Jannicke, Jannike (Swedish), Siân (Welsh)

No Comments

Leave a Comment