Selasa, 10 Oktober 2023 – Hari Biasa Pekan XXVII

Rm. Andreas Nugroho SCJ dari Komunitas SCJ Rumah Damai Dehon Palembang – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 130:1-2

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan. Tuhan, dengarkanlah suaraku. Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

PENGANTAR:

Marta mau menangani sendiri. Ia sibuk dengan macam-macam pekerjaan dan menghadapi kesulitan-kesulitan. Bila kita mempersilakan Sabda Tuhan berkarya, semuanya akan berhasil. Yunus akhirnya melakukan itu setelah diancam beberapa kali. Maria melakukannya tanpa prasangka. Waktu yang kita manfaatkan bagi Sabda Tuhan, bukanlah waktu terbuang.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang maharahim, Engkau menawari kami hidup dan keselamatan dan memanggil kami kembali bila tersesat. Bangunlah kembali hati dan semangat kami, bukalah mata kami terhadap kebutuhan zaman sekarang, singkirkanlah kejahatan dan penuhilah kami dengan kekuatan Roh-Mu yang membawa kebebasan. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Yunus 3:1-10

“Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan Tuhan menaruh belas kasih.”

Untuk kedua kalinya Tuhan bersabda kepada Yunus, “Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kusabdakan kepadamu.” Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan sabda Tuhan. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, “Empat puluh hari lagi maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. Setelah kabar itu sampai kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya; diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.” Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah atas malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 130:1-2.3-4ab.7-8

Ref. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

  1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah seruanku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

  2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.

  3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Luk 11:28) Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 10:38-42

“Marta menerima Yesus di rumahnya, ia telah memilih bagian yang paling baik.”

Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Andreas Nugroho SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat  Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Rumah Dehon Palembang-Indonesia, dalam Resi – Renungan Singkat – Dehonian edisi Selasa, 10 Oktober 2023, Hari Biasa dalam Pekan Biasa XXVII. Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Suci menurut Lukas 10:38-42.

Baik Marta maupun Maria saudarinya Marta, sama-sama menaruh perhatian dan hormat kepada Tuhan Yesus Sang Guru. Cara Marta menghormati Tuhan Yesus dan menghargai kehadiranNya adalah ia mau repot menyiapkan segalanya untuk Tuhan yang berkenan singgah di rumahnya. Sedangkan Maria, Maria lebih memilih duduk di dekat kaki Tuhan dan mendengarkan pengajaranNya dengan penuh perhatian.

Tuhan Yesus lebih memuji sikap yang ditunjukkan Maria daripada sikap Marta karena melihat konteks yang terjadi saat itu. Tuhan Yesus singgah di rumah Marta dalam rangka perjalanan panjang nan melelahkan menuju Yerusalem, di mana Ia akan mengalami sengsara, wafat dan kebangkitanNya.

Maka dalam waktu yang singkat, harapannya banyak pengikutNya termasuk, Marta dan Maria, memilih yang perlu saja yaitu mendengarkan sabda pengajaran-Nya. Di tengah kesibukan dan rutinitas harian kita, semoga kita tetap punya hati dan waktu untuk melakukan yang perlu untuk perkembangan iman dan hidup rohani kita: punya waktu khusus untuk berdoa, bersama dalam keluarga dan doa pribadi dan membantu sesama yang lebih kurang beruntung daripada kita. 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahabijaksana, Kami bersyukur atas penyertaan dan kebaikanMu atas hidup kami. Mampukanlah kami menemukan hadir-Mu yang menguatkan dan melegakan lewat peristiwa harian dan sapaan sesama. Dan semoga kami pun mampu menguatkan sesama lewat sapaan dan bantuan meskipun sederhana dan biasa. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Berkat Allah yang Mahakuasa menyertai kita semua, + Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin. Semoga hati Kudus Yesus merajai kita semua. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa maha pengasih, jadikanlah kiranya anggur roti ini pertanda, bahwa Engkau menerima kami menurut apa adanya, dan menghendaki kebebasan kami dari segala penindasan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Lukas 10:42

‘Marta, Marta, engkau gelisah dan cemas akan banyak hal. Padahal hanya satu yang penting. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang takkan diambil daripadanya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahabaik, kami telah Kaupuaskan dengan tubuh dan darah Yesus dan Kauperkenankan mendengarkan sabda-Nya. Semoga kami dapat berbuat baik sesuai dengan semangat-Nya berkorban. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

1 Comment

Leave a Comment