Rabu, 01 November 2023 – Hari Raya Semua Orang Kudus

Rm. V. Teja Anthara SCJ dari Komunitas SCJ Seminari St. Paulus Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO MP3:

ANTIFON PEMBUKA

Bergembiralah kita semua dalam Tuhan merayakan semua orang kudus. Malaikat pun bersuka ria berpesta dan memuji-muji Putera Allah.

PENGANTAR:

Manusia sering membangun hidup dan kebahagiaannya atas uang, relasi dan kemewahan. Namun Kitab Suci mengajarkan bahwa semua itu bukan yang terpenting dalam hidup kita, dan Yesus menghimbau untuk memandang dunia dari sudut lain sama sekali. Di dalam kerajaan-Nya yang berbahagia adalah orang-orang miskin, sedih, dan mereka yang menderita demi Tuhan. Mereka yang miskin, sedih dan menderita demi Tuhan adalah para kudus yang kita rayakan pada hari ini.

Pesta Semua Orang Kudus mengajak kita memihak para papa miskin, orang kecil dan penderita dan memenuhi harapan mereka yang lapar. Barulah kita dapat dikatakan bersih tangan dan hati kita, barulah kita dapat mengharapkan pada suatu ketika akan bersama para kudus itu ikut serta dalam kemuliaan Tuhan dan dalam kejayaan Kristus atas kejahatan maut.

KEMULIAAN:

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, dalam perayaan ini kami kenangkan semua orang kudus yang mengimani Engkau dan mempercayakan dirinya kepada cinta kasih-Mu, entah mereka itu terkenal entah tidak. Dengan para kudus itu kami telah Kaupersatukan dalam umat-Mu, dalam Gereja-Mu. Maka kami mohon dengan perantaraan mereka penuhilah keinginan kami dan perkenankanlah kami ikut serta dilimpahi belaskasih-Mu. Demi Yesus Kristus,…

BACAAN PERTAMAl Bacaan dari Kitab Wahyu 7:2-4.9-14

“Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, mereka terdiri dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa”

Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup. Dengan suara nyaring ia berseru kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya, “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih, dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dengan suara nyaring mereka berseru, “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta, dan bagi Anak Domba!” Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta, tua-tua dan keempat makhluk yang ada disekeliling takhta itu. Mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah sambil berkata, “Amin! Puji-pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin! “Seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku, “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu, dan dari manakah mereka datang?” Maka kataku kepadanya, “Tuanku, Tuan mengetahuinya!” Lalu ia berkata kepadaku, “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar! Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 24:1-2.3-4ab.5-6

Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan

  1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkan di atas sungai-sungai.

  2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu.

  3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 3:1-3

“Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”

Saudara-saudara terkasih, lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita sungguh anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita ini sudah anak-anak Allah, tetapi bagaimana keadaan kita kelak belumlah nyata. Akan tetapi kita tahu bahwa, apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya. 

S : (Mat 11:28) Datanglah pada-Ku, kamu semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan membuat lega.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:1-12a

“Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga.”

Sekali peristiwa ketika melihat banyak orang yang datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, katanya, “Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat; bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Valentes Teja Anthara SCJ 

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Valentinus Teja Anthara scj dari Komunitas SCJ, Seminari Menengah St. Paulus – Palembang, – Indonesia, dalam Resi – renungan singkat – dehonian edisi hari Rabu – tanggal satu  –– November tahun dua ribu dua puluh tiga – hari biasa pekan biasa ke tiga puluh satu, bersamaan dengan Hari Raya Semua Orang Kudus.

Pendengar Resi yang berbahagia. Sabda bahagia ini sering disebut sebagai inti dari ‘ajaran’ Yesus. Penuh dengan makna dan arti yang sangat mendalam. Banyak memberi inspirasi yang luar biasa pada tokoh-tokoh terkenal didunia ini. Bahkan tidak berlebihan saya katakan bahwa ini adalah penuntun dan jalan menuju kehidupan di surga.

Yesus berbicara kepada para murid-Nya mengenai kehidupan kekal. Ia menyatakan prinsip-prinsip kebenaran Allah. Semua yang orang percaya harus hidup oleh iman kepada Yesus Kristus, Putera Allah. Yesus bersabda kepada para murid-Nya untuk selalu “berbahagia” dalam menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan mereka. 

Sahabat yang terkasih. Injil ini juga dikutip sebagai bacaan permenungan dalam hari raya semua orang kudus. Sekaligus menjadi bahan refleksi kita yang masih berjuang didunia ini. Saya ingin mengajak sahabat pendengar merenungkan; fokus pada ‘kebahagiaan dari sabda Yesus. Apa maksud dan maknanya.

Tidak bisa disangkal kenyataan bahwa setiap manusia didunia ini merindukan hidup bahagia. Mereka mendambakan hidup senang dan sejahtera, termasuk saya. Semua manusia, tidak terkecuali, mereka yang miskin atau kaya, mereka yang berpendidikan atau tidak berpendidikan, mereka yang tua atau pemuda, mereka yang tinggal di kota atau pedesaan. Pokoknya coca cola, dimana-mana dan kapan saja. Mereka pasti akan selalu berusaha bagaimana agar hidup mereka sejahtera dan bahagia lahir dan bathin.Tetapi untuk mendapatkan  suatu kebahagiaan tidak semudah yang kita pikirkan dan ucapkan.

Dalam kenyataan hidup ini manusia dibebani oleh berbagai persoalan hidup yang tidak gampang. Ambil contoh, misalnya; kemiskinan, penyakit, masalah pengangguran, masalah Narkoba dll. Semua membuat mereka susah dan menderita, tidak bahagia.

Dalam Matius 5:1-12 ini Yesus mengajarkan kepada para murid  dan kita semua, tentang siapa yang disebut berbahagia. Yesus menyampaikan delapan sifat orang yang diberkati atau berbahagia. Semuanya melambangkan kebaikan. Untuk setiap sifat itu, suatu berkat atau kebahagiaan untuk masa kini dinyatakan.  Berbahagialah orang yang, dan untuk masing-masing juga dijanjikan suatu berkat untuk masa akan datang.

Mereka yang berbahagia adalah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.  Orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.  5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran , karena mereka akan dipuaskan.  Orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Orang yang suci hatinya,  karena mereka akan melihat Allah. Orang yang membawa damai,  karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran,  karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.  Jika karena Aku  kamu dicela  dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah,  karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

Sahabat yang terkasih. Pengertian dan makna bahagia disini, bukan sekedar yang membuat bahagia saja lahir saja. Kebahagiaan adalah bertemu dengan Allah. Kebahagiaan adalah melihat Allah. Union with God, bersatu hati dengan Allah. Ini sugguh rasa bliss, satu hati dalam kebahagian dengan Allah. Lahir dan batin sudah menyatu.

Apa yang harus kita lakukan? Cukuplah kalau kita datang dengan hati yang polos, yang tulus dan yang bersih. Bahasa saya, kita harus sering datang menghadap Tuhan dengan sikap pasrah, sumarah dan semeleh. Hati dan jiwa kita harus bersih dari nafsu keinginan dan dosa-dosa yang bisa mengotori perjumpaan  kita dengan Allah.

Marilah kita menyadari diri kita bahwa kebahagiaan yang sejati bukan masalah fisik atau materi, melainkan rohani. Sumber kebahagiaan yang sejati itu berasal dari Tuhan. Dunia mungkin menawarkan kebahagian. Namun sifatnya sementara dan terbatas. Menjadi orang yang berbahagia perlu mawas diri dan selalu mengevaluasi diri, apa atau siapa yang kita kejar dalam hidup ini? Marilah kita mengejar hal-hal rohani lebih dari hal-hal jasmani atau materi. Semoga Hati Kudus Jesus memberkati kita. Amin.

DOA UMAT:

I : Dalam persekutuan dengan para kudus dari segala suku, bangsa, dan bahasa, dan dari segala masa, marilah kita berdoa kepada Bapa di surga, sumber segala kesucian:

L : Bagi para pemimpin Gereja: Ya Bapa, kuduskanlah pimpinan Gereja-Mu di dunia: Bapa Suci, para Uskup, dan para Imam. Penuhila mereka dengan Roh Putra-Mu sehingga mereka mampu menggembalakan umat-Mu dengan bijaksana, penuh semangat pelayanan dan kerendahan hati. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi umat beriman: Ya Bapa, kuduskanlah umat beriman sebagai persekutuan para kudus; akhirilah perpecahan di antara umat-Mu; sehingga semua warga Gereja menurut anugerah mereka sendiri-sendiri ikut membangun tubuh Yesus Kristus. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi masyarakat: Ya Bapa, kuduskanlah dan tuntunlah masyarakat kami agar senantiasa teguh berjuang mencapai kekudusan dengan berbagi hidup satu sama lain sesuai kehendak-Mu. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi kita yang berkumpul di sekitar altar ini: Ya Bapa, kuduskanlah kami yang berkumpul mengelilingi meja perjamuan-Mu ini. ajarilah kami untuk tidak bengga atas kehebatan dan jasa-jasa kami, melainkan mengakui, bahwa kami hanyalah hamba-hamba yang tak berguna; teguhkanlah kami agar semakin percaya pada kekuatan-Mu yang sungguh nyata dalam diri kami, serta di dalam diri para kudus-Mu. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Allah Bapa di surga, Engkau menjanjikan hidup kekal kepada kami. Dengarkanlah doa permohonan kami dan doronglah kami di dalam perjalan menuju cita-cita yang telah diwartakan oleh Kristus dan dijalani oleh para kudus. Demi Kristus,…

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa, kebahagiaan para kudus, terimalah kiranya persembahan yang kami unjukkan untuk menghormati semua orang kudus. Kami percaya bahwa mereka takkan mati lagi dan tetap bahagia selamanya. Semoga kami pun mengalami bantuan mereka dan berusaha mencari keselamatan kekal. Demi Kristus,…

PREFASI:

Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana pun juga kami senantiasa bersyukur kepada-Mu.

Sebab pada hari ini kami Kauperkenankan menuju kota-Mu yang suci, yaitu Yerusalem surgawi, Bunda kami. Di sanalah barisan saudara kami memuliakan Dikau senantiasa. Ke sana pula kami kaum musafir di dunia, melangkah maju dalam iman, bergegas dengan gembira.

Kami semua bersuka ria pula menyaksikan kemuliaan para anggota Gereja, perintis dan pendukung kami dalam kelemahan.

Dari sebab itu bersama mereka semua dan seluruh rombongan malaikat kami pun ikut serta meluhurkan Dikau sambil berseru/bernyanyi

ANTIFON KOMUNI – Mat 5:8-10

Berbahagialah orang suci hatinya, sebab mereka akan memandang Allah. Berbahagialah yang mengusahakan perdamaian, sebab Allah akan menyebut mereka anak-anaknya. Berbahagialah yang dikejar-kejar sebab taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah kerajaan Allah.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa yang layak dipuji, Engkaulah pokok kekudusan bagi semua orang kudus. Kami menyembah Dikau dan mohon, semoga kesucian kami Kausempurnakan dan Kaupenuhi dengan cita kasih-Mu. Dan semoga kami Kauperkenankan beralih dari santapan kaum musafir ini kepada perjamuan di dalam kerajaan surga. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Hari Raya Semua Orang Kudus

Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen. Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, yaitu tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi sebuah gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para Rasul. Dahulu di Roma hari raya ini biasanya dirayakan pada hari minggu sesudah Pentekosta. Lama kelamaan pesta ini menjadi populer untuk menghormati para Kudus, baik mereka yang sudah diakui resmi oleh Gereja maupun mereka yang belum dan yang tidak diketahui.

Pesta hari ini dirayakan untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat-jemaat perdana disebut “Persekutuan para Kudus”, yakni persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah. Secara khusus pada hari raya ini kita memperingati rombongan besar orang yang berdiri di hadapan takhta Allah, karena mereka telah memelihara imannya dengan baik sampai pada akhir pertandingan di dunia ini, sehingga memperoleh ganjaran yang besar di surga.

Panteon, Roma-Italia

Di antara mereka yang berbahagia itu teristimewa tampil para Santo-santa, Beato-beata sebagai perintis jalan dan penuntun bagi kita. Para kudus yang berbahagia di surga itu bersama Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, mendoakan kita agar tekun dalam perjuangan dan tabah dalam penderitaan. Bersama mereka kita nantikan kebangkitan badan. Dan bila Kristus menyatakan diri dalam kemuliaan, kita akan menjadi serupa dengan Dia. Pada saat itulah terjalin kesatuan kita yang sempurna dengan Kristus dan dengan semua saudara kita. Para kudus itu berbahagia karena mereka telah mengikuti Kristus.

Kebahagiaan dan kemuliaan mereka tak bisa kita lukiskan dengan kata-kata manusiawi. Sehubungan dengan itu Santo Paulus berkata: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1Kor 2:9) Ganjaran yang diterimanya dari Kristus adalah turut serta di dalam Perjamuan Perkawinan Anak Domba Allah. Air mata mereka telah dihapus sendiri oleh Yesus. Tentang itu Yohanes menulis: “Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan perkawinan Anak Domba.” (Why 19:9) “Dan Dia akan menghapus segala air mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau berdukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Oleh sebab itu “Kita, mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan kepada kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Hibr 12:1-2).

 

Sumber: https://www.imankatolik.or.id/kalender/1Nov.html

No Comments

Leave a Comment