Sabtu, 13 Januari 2024 – Hari Biasa Pekan I

 

Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Seminari Menengah Santo Paulus Palembang – Indonesia

 

AUDIO RESI: 

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 21:6-7

Besarlah kemuliaannya karena kemenangan anugerah-Mu; keagungan dan semarak Kaukaruniakan kepadanya. Engkau membuat dia menjadi berkat abadi, Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.

PENGANTAR

Suatu panggilan sedikit banyak tak terduga, namun berjalan bertahap. Biasanya ada persiapan seperti misalnya panggilan Saul, yang ternyata merupakan kerja sama antara Tuhan dengan manusia. Yesus datang untuk menyelamatkan yang hilang. la memanggil orang miskin dan kecil.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, pencipta dan penyelamat, Yesus Putra-Mu telah Kauurapi untuk menyampaikan sabda penuh cinta kasih kepada umat manusia.  Semoga kami dapat memenuhi sabda-Nya, agar dapat menemukan keselamatan. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, …..

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Samuel 9:1-4.17-19;10:1a

“Inilah orang yang disebut-sebut Tuhan! Inilah Saul yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Nya.”

Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kisy bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah. Ia seorang suku Benyamin, seorang yang berada. Orang ini punya anak laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak seorang pun dari antara orang Israel lebih elok daripadanya: ia lebih tinggi daripada setiap orang sebangsanya dari bahu ke atas. Kisy, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkatalah Kisy kepada Saul, anaknya, “Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu.” Lalu mereka menjelajah pegunungan Efraim; juga mereka menjelajah tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada; kemudian mereka menjelajah tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya. Ketika Samuel melihat Saul, yang datang minta petunjuk, bersabdalah Tuhan kepada Samuel, “Samuel, inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; Inilah orang yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku.” Sementara itu Saul datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata, “Maaf, di mana rumah pelihat itu?” Jawab Samuel kepada Saul, katanya, “Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu akan makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan kemudian aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu.” Maka keesokan harinya Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata, “Sungguh, Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel. Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 21:2-3, 4-5, 6-7

Ref. Ya Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita.

  1. Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa girang hatinya karena kemenangan yang Kauberikan! Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak.

  2. Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di kepalanya. Hidup dimintanya dari pada-Mu dan Engkau memberikannya: Umur panjang untuk selama-lamanya.

  3. Besarlah kemuliaannya karena kemenangan yang Kauberikan; keagungan dan semarak Kaukaruniakan kepadanya. Engkau membuat dia menjadi berkat abadi, Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Luk 4:18-19) Tuhan mengutus Aku mewartakan Injil kepada orang yang hina dina dan memberitakan pembebasan kepada orang tawanan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 2:13-17

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Sekali peristiwa Yesus pergi ke pantai Danau Galilea, dan semua orang datang kepada-Nya. Yesus lalu mengajar mereka. Kemudian ketika meninggalkan tempat itu, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi, lalu mengikuti Yesus. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Lewi, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Yesus makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya, “Mengapa Gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengar pertanyaan itu dan berkata kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa!”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) Dehonian pada Sabtu, 13 Januari 2024 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Seminari Menengah Santo Paulus Palembang. Kita akan mengawali permenungan kita dengan mendengarkan sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Santo Markus 2:13-17

Saudara/i terkasih dalam Tuhan, perjumpaan dengan Yesus yang dialami oleh Lewi menjadikannya pribadi yang baru, mentransformasinya semakin lebih baik. Hal ini dikarenakan Lewi menyediakan dirinya sebagai medan di mana Allah sendiri yang berkarya dalam hidupnya. Sebaliknya para ahli Taurat dan orang Farisi mengalami gagal paham akan figur Yesus dan jati diri mereka sendiri. Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi sebenarnya merupakan kaum yang pandai secara jabatan yang mereka emban. Sayangnya, talenta yang seharusnya menggetarkan hati mereka karena Tuhan sendiri mau menyapa kemanusiaan yang fana justru menjadikan mereka pribadi yang sombong dan sulit bersyukur. Kesombongan dan kesulitan untuk bersyukur itulah yang sesungguhnya membutakan mata rohani mereka.

Sebagai orang Kristiani, idealnya kita sudah tahu bahwa iman, harapan, dan kasih semestinya diletakkan pada pemberian diri Tuhan melalui kehadiran Putra Tunggal-Nya, Kristus Yesus. Kehadiran Yesus sejatinya merupakan penyingkapan kasih Allah kepada manusia dalam kehadiran Putra-Nya yang menjadi manusia. Kristus Yesus hadir agar Allah yang meraja sungguh dirasakan oleh sebanyak mungkin jiwa, termasuk kita.

Ketidakmampuan dan tidak adanya rasa syukur lebih-lebih dapat kita alami jika kita berada dalam keadaan berbeban berat dan seolah tidak ada titik terang dalam hidup ini. Hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini adalah berusaha untuk menyadari jati diri kita agar Allah hadir dan menyempurnakannya sendiri.

Saudara/i yang baik, melalui bacaan hari ini kita dibantu untuk semakin mengenali diri kita dan Tuhan yang kita imani. Jika kita merasa Tuhan berada jauh, mungkin kita perlu mohon rahmat untuk menjadi pribadi yang rendah hati dan mudah bersyukur, karena sejatinya Tuhan sudah dan akan melakukan karya-karya baik dalam kehidupan kita. Hati Kudus Yesus memberkati kita. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa, sumber cahaya, jadikanlah kami putra dan putri-Mu setiap kali kami mengenangkan Putra-Mu, Yesus, Saudara kami, yang menjadi cahaya kehidupan bagi siapa pun di dunia. Sebab Dialah….

ANTIFON KOMUNI – Markus 2:17

Yesus bersabda, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, Putra-Mu Kauutus mengunjungi orang berdosa. Kami mohon, nyalakanlah sinar sabda-Mu, yang mendatangkan pengharapan dan berilah kami Roh-Mu, yang akan membimbing kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment