Rabu, 27 Mei 2026 – Hari Biasa Pekan VIII

Rm Cornelius Maruli Widyan Raswata SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci Riau Keuskupan Padang – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – I Petrus 1:19

Kalian telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia, warisan nenek-moyang kalian. Kalian telah ditebus dengan darah Kristus.

PENGANTAR:

Sampai akhir hidup Yesus di tengah masyarakat pun murid-murid-Nya belum memahami, bahwa mereka mendapat tugas rohani semata-mata. Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus menubuatkan akan menyerahkan hidup-Nya di sana. Para murid malahan bertengkar mengenai kedudukan dalam kerajaan nanti. Jawaban Yesus tegas, “Masalahnya dalam kerajaan-Ku bukan untuk dilayani, melainkan melayani.”

DOA KOLEKTA: 

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa dan kekal,  kami mohon lahirkanlah kami kembali berkat sabda dan berkat Roh Yesus Kristus Putra-Mu, agar dapat menyebut dan memuliakan nama-Mu di dalam segala tingkah laku kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus 1:18-25

“Kamu telah ditebus dengan darah yang berharga, darah anak domba tak bernoda, yaitu darah Kristus.”

Saudara-saudara, kalian tahu bahwa kalian telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu. Kalian telah ditebus bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Kristus telah dipilih sebelum dunia dijadikan. Tetapi baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir karena kalian. Oleh Dialah kalian percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga iman dan pengharapanmu tertuju kepada Allah. Kalian telah menyucikan diri dengan mentaati kebenaran. Maka kalian sanggup mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. Oleh sebab itu hendaklah kalian sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati. Sebab kalian telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang baka, yaitu oleh sabda Allah yang hidup dan kekal. Sebab ‘semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya laksana bunga rumput! Rumput menjadi kering dan bunga gugur. Tetapi sabda Tuhan tetap untuk selama-lamanya’. Inilah sabda yang disampaikan Injil kepada kalian.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur Tanggapan 147:12-13.14-15.19-20

Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah, pujilah Tuhan, hai umat Allah!

  1. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.

  2. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi, dengan segera firman-Nya berlari.

  3. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel . Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

BAIT PENGANTAR INJIL

U : Alleluya
S : (Mat 20:28) Putra Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.

BACAAN INJIL : Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 10:32-45

“Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan.”

Sekali peristiwa Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem. Yesus berjalan di depan. Para murid merasa cemas, dan orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang pun merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya. Yesus berkata, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.” Lalu Yakobus, dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus. Mereka berkata, “Guru, kami harap Engkau mengabulkan suatu permohonan kami.” Jawab Yesus, “Apakah yang kalian ingin Kuperbuat bagimu?” Mereka menjawab, “Perkenankanlah kami ini duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, seorang di sebelah kanan, dan seorang di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Kalian tidak tahu apa yang kalian minta. Sanggupkah kalian meminum piala yang harus Kuminum? Dan dibaptis dengan pembaptisan yang harus Kuterima?” Mereka menjawab, “Kami sanggup.” Yesus lalu berkata kepada mereka, “Memang, kalian akan meminum piala yang harus Kuminum, dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan atau kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang yang baginya telah disediakan.” Mendengar itu, kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, “Kalian tahu, bahwa orang-orang yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tetapi janganlah demikian di antara kalian! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kalian, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kalian, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Sebab Anak Manusia pun datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi orang banyak.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Cornelius Maruli Widyan Raswata SCJ

Vivat Cor Iesu Per Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus. Salam jumpa bersama Saya, Rm Cornelius Maruli SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci, Riau, Keuskupan Padang, Indonesia. Kita akan mendengarkan RESI (Renungan Singkat) Edisi Rabu, 27 Mei, Pekan Biasa XII. Semoga Kasih Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin. Tema Resi kita kali ini adalah Yesus, ampuni kami yang sering dikuasai cinta diri” Namun sebelumnya, mari kita persiapkan hati dan kita awali permenungan kita dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. AMIN

Pendengar Resi Dehonian terkasih, dimanapun engkau berada. Dalam kisah Yesus hari ini, kita merasakan suasana yang amat berbeda antara yang ada dalam hati Yesus dan hati para murid-Nya. Semua tahu, Yesus ditolak di Yerusalem. IA pun untuk ketiga kalinya memberitahukan tentang diri-Nya yang akan ditolak dan dibunuh di Yerusalem. Namun sekarang, mereka sedang menuju Yerusalem.

Hati para murid pasti berkecamuk, Yesus dengan sangat jelas membeberkan penderitaan, penolakan, hingga kematian keji yang akan segera dihadapi-Nya. Namun menariknya, di sisi lain, Yakobus dan Yohanes justru sibuk meminta “porsi posisi istimewa” di sebelah kanan dan kiri Yesus saat Ia bertakhta nanti. Mereka masih memahami bahwa Kerajaan Yesus adalah seperti konsep dunia ini. Ketika Yesus sedang bersiap-siap untuk memberikan segalanya, para murid justru sedang berhitung tentang apa yang bisa mereka dapatkan.

Yesus menyampaikan tujuan kedatangan-Nya, yakni, “Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang”. Penderitaan-Nya adalah bukti cinta yang radikal. Tapi sekali lagi, saat IA sedang mempersiapkan diri-Nya, ada juga murid yang berpikir tentang “apa nanti yang saya dapatkan, saat mengikuti-Mu”.

Sesaat melihat sikap Yakobus dan Yohanes, bisa saja kita ikut marah seperti 10 murid lain. Tapi sebenarnya mereka pun tak sepenuhnya mengerti. Saat mengikuti Yesus, kita juga sering punya sikap seperti Yakobus dan Yohanes. Kita mengikut Yesus tetapi masih egois dan cinta diri, mencari kenyamanan, menuntut penghormatan, ingin diperhitungkan, dan ingin selalu dilayani oleh sesama. Kita menginginkan kemuliaan bersama Kristus, tetapi kita buru-buru berbalik arah dan menghindar ketika diminta untuk ikut memikul salib atau berkorban bagi orang lain. 

Yesus memberikan teladan. IA mengosongkan diri-Nya, merelakan diri-Nya menderita demi kebenaran, dan melayani semua orang dengan ketulusan. Semakin lama mengikuti Yesus, apakah hatiku semakin menyerupai hati-Nya? Mari kita periksa hati kita kembali: sudahkah hidup kita menjadi persembahan yang menyenangkan bagi Dia yang telah memberikan segalanya untuk kita? Semoga, kita tidak malah melukai dan membuat Dia menderita lagi dengan segala perbuatan dosa kita?

Yesus menderita bukan karena perbuatan-Nya. Yesus menderita, disalibkan, dan mati untuk menebus kesalahan kita. Itu dilakukan agar kita hidup, dan diselamatkan dari maut. Kita disadarkan agar tak perlu kawatir dengan masa depan yang telah disiapkan-Nya bagi kita, yakni kemuliaan surgawi, bukan di dunia ini.

Sahabat Resi terkasih, Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita. Ya Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu!  Yesus, semoga hati kami tak dikuasai sikap “cinta diri”.Dan, Semoga Allah Mahakuasa memberkatimu, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber kehidupan, kami mohon diberi tempat pada perjamuan Putra-Mu, agar dapat memahami, bagaimana hidup dapat berkembang dalam penderitaan dan wafat Putra-Mu. Sebab Dialah ….

ANTIFON KOMUNI – Markus 10:45

Putra Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan menyerahkan nyawa sebagai tebusan bagi semua orang.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa, hapuskanlah kekuasaan yang semata-mata digunakan untuk saling membunuh di antara manusia, tetapi ajarilah kami untuk saling mengabdi dengan tulus ikhlas. Demi Kristus, ….

DOWNLIAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment