
Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA
Terpujilah Allah Bapa, dan Putra Allah yang Tunggal, serta Roh Kudus: karena besarlah kasih-Nya bagi kita.
PENGANTAR:
Saat kita dibaptis “dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus”, kita dipersatukan dengan Allah Tritunggal Maha Kudus. Kita diangkat sebagai putra-putri-Nya. Sebagai putra-putri terkasih-Nya, marilah kita arahkan hidup kita kepada Bapa untuk menerima kasih Sang Putra dan selalu dijiwai oleh Roh Kudus. Semoga dalam setiap Perayaan Ekaristi dan terutama pada Hari Raya Tritunggal Mahakudus ini, semangat dan cinta kasih kita untuk membina kesatuan dan kerukunan di tengah masyarakat kita dibangkitkan, seperti persatuan mesara pada Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
SERUAN TOBAT:
I: Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putera Bapa yang diberikan kepada dunia, agar setiap orang percaya kepada-Mu tidak binasa, melainkan memiliki hidup abadi. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
I : Engkaulah Putera Allah, yang diutus bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelematkannya. Kristus, kasihanilah kami.
U : Kristus, kasihanilah kami.
I : Engkaulah yang mengutus Roh Kudus dari Bapa agar kami jangan sampai menjadi anak yatim piatu, melainkan dijiwai oleh Roh-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, dengan mengutus Sabda Kebenaran dan Roh Pengudus ke dalam dunia, Engkau telah mengungkapkan kepada manusia misteri-Mu yang mengagumkan. Semoga dengan iman yang benar kami mengakui kemuliaan Tri-tunggal yang kekal dan menyembah keesaan-Nya dalam keagungan kuasa-Nya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Keluaran 34:4b-6.8-9
“Tuhan, Tuhan Allah, Engkaulah pengasih dan murah hati.
Pada waktu itu Musa bangun pagi-pagi, dan naiklah ia ke atas Gunung Sinai, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, dan membawa kedua loh batu di tangannya. Maka turunlah Tuhan dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa, dan Musa pun menyerukan nama Tuhan. Berjalanlah Tuhan lewat di depan Musa sambil berseru, “Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya!” Segera Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah, serta berkata, “Jikalau aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami. Sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami. Ambillah kami menjadi milik-Mu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
KIDUNG TANGGAPAN: Dan 3:52-56
Ref. Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.
-
Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus. Kepada-Mu lah pujian selama segala abad.
-
Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
-
Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah Engkau di bentangan langit. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus 13:11-13
“Kasih karunia Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus.”
Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Hendaklah kamu sehati sepikir, dan hiduplah dalam damai sejahtera. Maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera, akan menyertai kamu! Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Salam dari semua orang kudus kepada kamu. Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya
S : (lih. Why 1:8) Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, kepada Allah yang ada sejak dahulu, kini dan sepanjang masa mendatang.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 3:16-18
“Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.”
Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak tunggal Allah.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur Indonesia, dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Minggu, 31 Mei 2026, yang bertepatan dengan Hari Raya Tritunggal Maha Kudus. Tema Resi kita kali ini adalah: “Kasih yang Menyelamatkan”. Semoga Berkat melimpah senantiasa menyertai Anda semuanya. Amin. Marilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin
Para Sahabat, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Hari Gereja merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus, kita semua diundang untuk merenungkan Allah yang bukan hanya Mahakuasa, tetapi juga Mahakasih. Dalam Injil yang kita dengar hari ini dikisahkan Tuhan Yesus bersabda bahwa Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal. Kasih Allah itu nyata dalam relasi Tritunggal: Bapa yang mengasihi, Putra yang diutus untuk menyelamatkan, dan Roh Kudus yang terus menghidupkan iman dalam hati kita. Allah Tritunggal bukan Allah yang jauh, melainkan Allah yang hadir, dekat, dan terus bekerja dalam kehidupan kita sehari-hari. Lalu apa yang bisa kita refleksikan? Saya menawarkan 3 hal saja:
-
Tuhan Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita. Sering kali kita merasa harus menjadi sempurna terlebih dahulu supaya layak dicintai Tuhan. Namun dalam Injil hari ini ditegaskan bahwa kasih Allah datang lebih dahulu, bahkan ketika manusia masih lemah dan berdosa. Kasih Allah bukan hadiah karena kita baik, tetapi anugerah yang menyelamatkan. Hari Raya Tritunggal mengingatkan kepada kita bahwa hidup kita berasal dari kasih dan dipanggil untuk kembali kepada kasih itu. Pertanyaan refleksinya adalah: “Apakah aku sungguh percaya bahwa Tuhan tetap mengasihiku meskipun aku memiliki kelemahan dan dosa?”
-
Iman bukan sekadar tahu tentang Tuhan, tetapi percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus bersabda bahwa siapa yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal. Percaya berarti menyerahkan hidup kepada Tuhan, bukan hanya mengenal ajaran-Nya. Dalam hidup sehari-hari, kita sering lebih percaya pada kekuatan sendiri, rasa takut, atau kekhawatiran. Allah Tritunggal mengundang kita untuk belajar bersandar kepada-Nya dengan hati yang penuh iman. Lalu pertanyaannya adalah: “Dalam pergumulan hidupku saat ini, apakah aku sungguh menyerahkan diriku kepada Tuhan atau masih berjalan dengan kekuatanku sendiri?”
-
Kasih Allah harus menjadi nyata melalui hidup kita. Kasih Allah Tritunggal tidak berhenti pada diri kita sendiri. Kita dipanggil menjadi tanda kasih itu bagi sesama: lewat perhatian, pengampunan, kesabaran, dan kepedulian kecil setiap hari. Dunia membutuhkan orang-orang yang menghadirkan wajah Allah yang penuh kasih, bukan yang mudah menghakimi dan menyakiti. Yang menjadi pertanyaannya adalah: “Sudahkah kehadiranku menjadi tanda kasih dan penghiburan Tuhan bagi orang-orang di sekitarku?”
No Comments