Minggu, 18 Februari 2024 – Hari Minggu Prapaskah I

 

Rm. Yohanes Sigit Winarno SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Kenten Palembang Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  — Bdk. Mam 91:15-16⁣⁣

la akan memanggil-Ku dan Aku akan mendengarkan dia. Aku akan meluputkan dan memuliakannya. Dengan umur panjang akan Kupenuhi dia.⁣⁣

PENGANTAR⁣⁣

Setiap tahun, kita diajak mempersiapkan diri menjelang Hari Raya Paskah. Masa Prapaskah ini jangan hanya menjadi masa tenang selama enam minggu, namun menjadi masa pengenalan kembali dengan tajam akan ketaatan kita mengikuti Yesus. Tanda paling jelas bahwa kita ikut Yesus adalah pembaptisan kita. Selama Masa Prapaskah ini, setiap orang yang dibaptis diajak untuk sungguh meneladan Yesus yang setia pada kehendak Bapa-Nya. Memilih hidup yang lebih baik dan selaras dengan Allah daripada memilih tin dakan berdosa (egoisme) dan berarti maut. Minggu pertama Prapaskah ini kita diingatkan pentingnya rahmat pembap tisan yang sudah kita terima dan kita hidupi.⁣⁣

DOA PEMBUKA⁣⁣

Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Allah Bapa Yang Mahakuasa, ajarilah kami untuk menghayati panggilan kami sebagai pengikut Kristus yang sejati. Semoga kami tidak hanya hidup karena makanan jasmani saja, tetapi juga karena Sabda yang Kauberikan kepada kami, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U Amin.⁣⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 9:8-15

“Perjanjian Allah dengan Nuh sesudah ia dibebaskan dari air bah.”

Sesudah air bah berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anak Nuh yang bersama-sama dengan dia, “Camkanlah, Aku mengadakan perjanjian dengan kamu dan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang ada besertamu, yakni burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi, segala yang keluar dari bahteramu, segala binatang di bumi. Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak kini segala yang hidup takkan dilenyapkan oleh air bah lagi dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.” Dan Allah berfirman, “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk hidup yang ada sertamu turun temurun untuk selama-lamanya: Busur-Ku akan Kutempatkan di awan sebagai tanda perjanjian antara Aku dan bumi. Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah Kuadakan dengan kamu dan dengan segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 25:4b-5ab.6-7ab.8-9

Ref. Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.

  1. Tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

  2. Ingatlah segala rahmat dan kasih-setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.

  3. Tuhan itu baik dan benar, sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus 3:18-22

“Air itu melambangkan pembaptisan yang kini menyelamatkan kamu.”

Saudara-saudaraku terkasih, Kristus telah mati satu kali untuk segala dosa kita. Ia yang benar telah mati untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu roh-roh mereka yang pada masa Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan dari air bah itu. Air itu melambangkan pembaptisan yang kini menyelamatkan kamu, bukan dengan membersihkan kenajisan jasmani, melainkan dengan memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah berkat kebangkitan Yesus Kristus, yang telah naik ke surga dan kini duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia menaklukkan segala malaikat, kuasa dan kekuatan kepada-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Sang Raja kemuliaan kekal.
S : (Mat 4:4b) Manusia hidup bukan saja dari roti, melainkan juga dari setiap sabda Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 1:12-15

“Yesus dicobai oleh Iblis dan malaikat-malaikat melayani Dia.”

Sekali peristiwa Roh memimpin Yesus ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai oleh Iblis. Yesus berada di sana di antara binatang-binatang liar, dan malaikat-malaikat melayani Dia. Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, “Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Sigit Winarno SCJ

Vivat Cor Jesu per Cor Marie. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Bapak, ibu, saudara-saudari, teman-teman muda, dan para sahabat resi yang saya kasihi di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Selama kita masih hidup kita akan menjumpai godaan. Seorang pelajar selalu saja tergoda untuk menyontek pada saat ulangan. Dalam hidup bertetangga kita sering tergoda untuk iri hati dan bersaing. Bila anggota keluarga sakit, ada saja yang membujuk: bawa saja ke orang pintar, pasti akan sembuh! Di pasar yang rame kita kesenggol orang yang lewat, ada godaan untuk marah. Demikian juga hidup sebagai suami dan istri, selalu ada godaan untuk tidak setia.

Bagaimana selama ini kita menghadapi godaan, banyak menangnya atau kalahnya? Sering kali godaan berkaitan dengan kelemahan dan kebutuhan. Seolah-olah itu kebutuhan hidup, padahal sebetulnya godaan. Injil hari ini menceritakan Yesus yang menghadapi godaan. Selama 40 hari, Yesus berpuasa dan matiraga di padang gurun dan pada saat itulah setan mencobai Yesus. Namanya puasa tentu Yesus lapar. Datanglah setan menawarkan untuk mengubah batu menjadi roti. Tetapi Yesus menolaknya: “Manusia hidup tidak hanya dari roti saja”. Demikian juga dengan godaan kedua. Yesus akan memulai karya-Nya, pasti membutuhkan kuasa. Datanglah setan menawarkan itu. “Jika Engkau mau menyembah aku, kerajaan dunia menjadi milik-Mu, Yesus”. Yesus menolaknya dan berkata: “Ada tertulis, engkau harus menyembah Tuhan Allah dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti”. Demikian juga godaan ketiga, ketika Ia diminta menjatuhkan diri dan para malaikat akan melindungi-Nya. Yesus pun menolak: “Jangan mencobai Tuhan, Allahmu”.

Yesus berhasil mengatasi godaan karena memiliki prinsip dan setia pada prinsip tersebut. Prinsip hidup Yesus adalah: Pertama, manusia hidup bukan hanya roti, tetapi juga dari Firman Allah. Kedua, yang disembah hanya Allah saja, bukan kedudukan atau jabatan. Ketiga, tidak baik kalau mencobai Allah, percayalah sepenuhnya bahwa Allah selalu menyertai kita. Kekayaan atau uang, kedudukan dan gengsi adalah godaan yang sering kita hadapi juga. Uang bisa membuat orang jadi mabuk kepayang. Demikian juga karena kedudukan atau jabatan, orang bisa meninggalkan iman dan tega menindas sesamanya. Demi gengsi, orang nekad mencuri agar bisa membeli handphone terbaru paling canggih.

Bapak, ibu, saudara-saudari, teman-teman muda, dan para sahabat resi yang saya kasihi di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Sudah selayaknya kita juga memiliki prinsip hidup seperti Yesus. Prinsip yang bersumber pada firman dan ajaran Tuhan sendiri. Jangan meminta Tuhan menghilangkan godaan, tapi mintalah kekuatan agar kita bisa melewati dan mengalahkannya. Semoga melalui masa Prapaskah yang kita jalani, kita semakin berkembang dalam iman akan Yesus Tuhan dan menang dalam mengalahkan godaan-godaan yang datang. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

DOA UMAT⁣⁣

I : Yesus memberitakan, “Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” Marilah kita panjatkan doa kepada Bapa di surga, yang telah memanggil kita untuk beriman dan bertobat. ⁣⁣

L : Bagi Umat Allah: Ya Bapa, perkenankanlah umat-Mu terus berkembang dalam persatuan dan cinta kasih⁣⁣

U : Semoga kami semakin siap sedia untuk menerima Kerajaan-Mu demi keselamatan kami.⁣⁣

L : Bagi semua orang yang telah menjatuhkan pilihannya pada Kristus: Ya Bapa, dampingilah mereka yang telah memilih Putra-Mu agar tetap setia pada pilihannya dan tidak mudah goyah oleh kenyamanan akan hal-hal duniawi.⁣⁣

U : Semoga kami semakin setia dalam mengikuti jalan salib Kristus, Sang Kebenaran Sejati. ⁣⁣

L : Bagi para penderita: Ya Bapa, hiburlah dan teguhkanlah harapan orang-orang yang sedang menderita.⁣⁣

U : Semoga melalui penderitaan yang mereka alami, mereka semakin memahami keagungan cinta kasih-Mu.⁣⁣

L : Bagi kita semua di sini: Ya Bapa, dampingilah kami agar berkat doa dan Ekaristi dalam minggu ini kami lebih menghayati hidup kami sebagai pengikut Kristus.⁣⁣

U : Teguhkanlah iman, pengharapan, dan kasih kami akan Kristus, yang telah berbagi hidup dengan keselamatan kami.⁣⁣

I : Allah Bapa kami di surga, Engkau berkenan mencurahkan kasih dan menunjukkan jalan kepada para pendosa. Engkau juga mengajarkan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh kaum sederhana. Kami mohon berilah kami kerendahan hati dan kesadaran untuk selalu bertobat. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. U : Amin⁣⁣

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣⁣

Ya Allah, berkat kemurahan-Mu, kami telah menerima hasil bumi yang kini kami persembahkan kembali kepada-Mu. Semoga, roti dan anggur ini menjadi rezeki kehidupan bagi kami, yaitu Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami. U Amin.⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  — Mat. 4: 4⁣⁣

Manusia hidup bukan dari makanan saja, melainkan juga dari setiap Sabda Allah.⁣⁣⁣⁣

ATAU  —  Mzm. 91:4

Dalam naungan sayap-Nya, Tuhan melindungi engkau dan di bawah kepak-Nya engkau akan bernaung.⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah kita berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan, kami bersyukur atas rezeki surgawi yang telah kami santap. Kami mohon, jadikanlah kami putra-putri-Mu, yang hidup berkat Sabda dan Roh Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami. U : Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

3 Comments

  • Blasius Kaju Februari 17, 2024 at 7:14 pm

    Terima kasih renungan RESI. Amin.

    Reply
  • Blasius Kaju Februari 17, 2024 at 7:14 pm

    Terima kasih renungan RESI. Amin.

    Reply
  • Herlin Februari 18, 2024 at 3:54 am

    Amiñ

    Reply

Leave a Comment