Minggu, 12 Mei 2024 – Hari Minggu Paskah VII – Novena Roh Kudus III (Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-58)

Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI: 

ANTIFON PEMBUKA — bdk. Mzm. 27:7-9

Dengarlah, Tuhan, seruanku kepada-Mu, kasihanilah aku dan jawablah aku! Seturut Sabda-Mu kucari wajah-Mu, wajah-Mu kucari, ya Tuhan. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu dari padaku, alleluya.

PENGANTAR: 

Murid-murid Yesus kini tidak bisa lagi memandang Yesus seperti ketika la masih berada di Palestina. Mereka sadar betul bahwa Gurunya itu sudah dimuliakan di surga. Namun sekarang ini, mereka tidak merasa lagi ketakutan, Kendati tidak bisa melihat wajah Yesus, namun mereka telah yakin bahwa yang diikutinya itu sungguh Tuhan. Oleh karena itu, mereka semakin mantap berkumpul dalam nama Tuhan itu. Sambil berkumpul mereka menyiapkan hati untuk menerima Roh yang dijanjikan oleh Yesus. Ekaristi adalah saat untuk mengalami kembali kehadiran Kristus pada zaman sekarang ini. Kita menyiapkan hati untuk menerima kehadiran Tuhan dan juga Roh-Nya yang akan menguatkan kita.

DOA PEMBUKA: 

Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Ya Allah, Engkau menghendaki agar kami selalu hidup rukun dan bersatu padu membangun Gereja-Mu. Kami mohon, semoga kami semakin berkembang dalam cinta kasih yang merupakan pengikat persatuan, baik di antara kami maupun antara kami dengan Dikau. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U : Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 1:15-17.20a.20c-26 

“Harus ditambahkan kepada kami satu orang untuk menjadi saksi tentang kebangkitan Tuhan.”

Pada waktu itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya. Ia berkata, “Hai, Saudara-saudara, haruslah digenapi nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. Sebab ada tertulis dalam Kitab Mazmur: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami satu orang yang dipilih dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami. Bersama kami ia harus menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus.” Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua lalu berdoa, “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang! Tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas, yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.” Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias. Dengan demikian Matias ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 103:1-2.11-12.19-20ab

Ref. Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan kebaikan-Nya!

  2. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takut akan Dia. Sejauh timur dari barat, demikianlah pelanggaran kita dibuang-Nya.

  3. Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di surga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu. Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikat-Nya, agungkanlah Dia, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 4:11-16

“Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita.”

Saudara-saudaraku yang terkasih, Allah begitu mengasihi kita! Maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Beginilah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita, yakni bahwa Ia telah mengaruniai kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Kami telah melihat dan bersaksi bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yoh 14:18) Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu, maka bersukalah hatimu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 17:11b-19

“Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita.”

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, “Ya Bapa, yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang Aku datang kepada-Mu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ

Vivat Cor IESU Per Cor Mariae, hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria!

Sobat resi terkasih, kita telah merayakan Kenaikan Tuhan, Sang Kristus yang mulia, dan kini kita sedang menantikan datangnya Roh Kudus dalam Pentakosta. Perikopa hari ini mengambil konteks saat Yesus belum meninggalkan para rasul-Nya, di mana Ia berdoa kepada BapaNya. Dalam isi doaNya, ia memohon kesatuan semua murid yang dipercayakan kepadaNya. Ia bersabda, ”…supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.” Persis kalimat inilah yang diambil oleh para Dehonian atau pengikut Pater Dehon, khususnya para biarawan dan imam SCJ, sebagai salah satu unsur spiritualitas yang penting yakni Sint Unum. Versi bahasa Latin ini hendak menggambarkan betapa persatuan kita sebagai murid Yesus sungguh penting, sekaligus mengungkap pentingnya kesatuan antar murid Tuhan zaman ini.

Bacaan Injil hari ini juga mengungkap bahwa Yesus adalah pemberi hidup Ilahi. Ia menganugerahkan kepada kita hidup keallahanNya melalui Ekaristi. Di sana kita mampu melihat dan mencecap betapa Tubuh dan Darah, atau hidup Tuhan sendiri diberikan kepada seluruh umat. Saat sambut Tuhan itulah disebut komuni, yang lagi-lagi menggambarkan kesatuan kita sebagai sesama umat beriman. Komuni atau communio merupakan persatuan kasih. Yesus menjadi seperti sahabat yang baik, yang selalu ingin bersama kita, mirip dengan sifat kita yang tak mau kehilangan teman. Persahabatan dengan Yesus berarti selalu menyatu dengan-Nya dan siap diutus atas nama Dia. Jika pengikut Tuhan menjadi satu, niscaya dunia dapat mengenal Allah Bapa

Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai kita.

DOA MOHON TUJUH KURNIA ROH KUDUS (Didoakan setelah homili)

1. Datanglah, ya Roh Hikmat,

P+U.   turunlah atas diri kami. Ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Dan semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

2. Datanglah, ya Roh Pengertian,

P+U.   turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

3. Datanglah, ya Roh Nasihat,

P+U.  dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami selalu melakukan yang baik dan benar, serta menjauhi yang jahat.

4. Datanglah, ya Roh Keperkasaan,

P+U.   kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

5. Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah,

P+U.  ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

6. Datanglah, ya Roh Kesalehan,

P+U.   bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu. Semoga kami berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

7. Datanglah, ya Roh Takut akan Allah,

P+U.   ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu, dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

DOA UMAT: 

I : Tuhan Yesus Kristus menghendaki kita semua bersatu dengan-Nya dan Bapa di surga. Maka, marilah kita berdoa dengan penuh pengharapan dan kepercayaan bahwa Tuhan akan mempersatukan kita dengan-Nya di dalam Kerajaan kasih-Nya.

L : Bagi Gereja: Ya Bapa, jiwailah senantiasa Gereja-Mu dengan Roh Kudus agar sanggup menjadi pelita bagi dunia dan penunjuk jalan ke arah keselamatan. Marilah kita berdoa kepada-Nya. 

U : Utuslah Roh Kudus-Mu, ya Tuhan, dan perbaruilah hidup kami.

L :  Bagi para pemimpin Negara: Ya Bapa, utuslah Roh Kudus mendampingi para pemimpin Negara dalam membasmi segala hambatan yang merintangi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan. Marilah kita berdoa kepada-Nya.

U : Utuslah Roh Kudus-Mu, ya Tuhan, dan perbaruilah hidup kami.

L : Bagi mereka yang sedang dalam kesesakan hidup:  Ya Bapa, pancarkanlah sinar terang Roh Kudus ke dalam hati mereka yang sedang kebingungan agar semakin nyala bahwa Roh-Mulah penolong orang dalam kesesakan. Marilah kita berdoa kepada-Nya…

U :Utuslah Roh Kudus-Mu, ya Tuhan, dan perbaruilah hidup kami. 

L : Bagi kita di sini:  Ya Bapa, penuhilah kami dengan Roh Kudus agar dalam hidup sehari-hari, kami selalu memancarkan Roh-Mu dalam cinta kasih kepada sesama. Marilah kita berdoa kepada-Nya.

U : Utuslah Roh Kudus-Mu, ya Tuhan, dan perbaruilah hidup kami. 

I : Allah Bapa Yang Mahaagung, doa-doa ini kami panjatkan kepada-Mu dengan rendah hati, karena kami yakin bahwa Engkau akan mengutus Roh Kudus, yang telah dijanjikan oleh Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami. U : Amin.

LITURGI EKARISTI

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Ya Allah, terimalah persembahan yang kami unjukkan se bagai ungkapan cinta kasih kami kepada-Mu ini. Semoga, kami semakin maju dalam cinta kasih sebagai tanda keikut sertaan kami dalam mewujudkan karya keselamatan-Mu di dunia ini. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. U :  Amin.

ANTIFON KOMUNI — Yoh. 17:22

Aku mohon, ya Bapa, supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita adalah satu, alleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah kita berdoa: Ya Allah, kami bersyukur karena telah Kauperkenankan me nimba kekuatan hidup dari Sakramen Ekaristi ini. Semoga kami juga memperoleh kekuatan untuk mengalahkan kejahatan dengan cinta kasih hingga akhirnya menikmati ke bahagiaan di surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U : Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

  • Bernadeta Mei 14, 2024 at 4:38 am

    Amin..
    Berkah Dalem Gusti🙏🏻

    Reply

Leave a Comment